Pengantar Ilmu Arsitek

Oleh Sani Jaelani

11 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Pengantar Ilmu Arsitek

PENGANTAR

Arsitektur dalam pemikiran awam (masyarakat luas) seringkali identik atau dikaitkan dengan bangunan
yang indah, megah, gedung-gedung pencakar langit, istana atau perkantoran yang luas. Jadi kalau membicarakan
arsitektur pasti yang terlintas dalam pikiran adalah bagaimana cara membuat, merancang bangunan-bangunan
tersebut.
Begitupun yang dipikirkan atau dibayangkan siswa didik apabila membicarakan tentang profesi arsitek.
Sebagian besar akan berpendapat bahwa seorang arsitek itu ruang lingkup pekerjaannya adalah merancang dan
membuat bangunan- bangunan tinggi, megah dan tentunya selalu berhubungan dengan penghasilan yang banyak.
Belum banyak informasi yang diperoleh siswa bahwa arsitektur itu tidak sebatas pada merancang dan membuat
bangunan-bangunan tinggi dan megah, akan tetapi arsitektur memiliki pengertian dan ruang lingkup yang luas yang
terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia baik secara personal maupun sosial.
definisi Arsitektur:
Menurut JB. Mangunwijaya (1998) arsitektur berasal dari bahasa Yunani arche dan tectoon. Arche berarti
yang asli, yang utama, yang awal, yang sejati, yang prototype, dan sebagainya. Tectoon aslinya berarti tukang kayu,
tukang bangunan, kemudian menerima arti lebih luas yang bersangkut paut dengan yang stabil, tidak roboh, sesuai
dengan hukum gravitasi.Kata arsitektur Architectoon artinya Pembangunan yang utama atau sebenarnya: tukang
bangunan yang pertama. Arsitektur juga sebagai vastuvidya (wastuwidya) yang berarti ilmu bangunan. Dalam
pengertian wastu terhitung pula tata bumi, tata gedung, tata lalu lintas (dhara, harsya, yana).
Sementara Francis DK Ching (1979) mengungkapkan bahwa arsitektur membentuk suatu tautan yang
mempersatukan ruang, bentuk, teknik dan fungsi. Arsitektur adalah ilmu membangun untuk melakukan penyusunan
elemen-elemen teknologi menjadi sebuah bangunan. Dengan kata lain arsitektur merupakan sebuah teknologi,
pengetahuan yang dimiliki suatu peradaban manusia untuk mengadaptasi dan memanfaatkan lingkungan dalam
upaya pemenuhan kebutuhan berupa bangunan.
Dalam literature lain, banyak definisi tentang arsitektur diantaranya: menurur Banhart CL dan Jess Stein
yang menyatakan bahwa arsitektur adalah seni dalam mendirikan bangunan termasuk didalamnya segi perencanaan,
konstruksi, dan penyelesaian dekorasinya; sifat atau bentuk bangunan; proses membangun; bangunan dan kumpulan
bangunan. James C. Snyder & Catanese (1981) adalah ilmu dan seni tentang lingkungan binaan. Arsitektur terutama
berkaitan dengan lingkungan binaan dalam tiga skala: lebih kecil dari bangunan - bangunan - lebih besar dari
bangunan-bangunan. Amos Rappoport (1981) adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi
juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi: tata atur kehidupan sosial dan budaya
masyarakat, yang diwadahi dan sekaligus mempengaruhi arsitektur. Sementara Robert Gutman (1976)
mendefenisikan arsitektur merupakan lingkungan buatan yang bukan saja menjembatani antara manusia dengan
lingkungan melainkan sekaligus merupakan wahana ekspresi kultural untuk menata kehidupan jasmaniah,psikologis
dan sosial manusia.
Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa arsitektur bukan sekedar persoalan teknologi struktur
bangunan saja. Dalam arsitektur harus tercermin berbagai dimensi manusia: fisik, psikis, sosial, ekonomi serta
budaya. Arsitektur dalam pengertian luas merupakan lingkungan binaan (buatan) yang ditata, dibuat oleh manusia
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan untuk rumah tinggal, sekolah, bekerja, kebutuhan
ekonomi, sosial dan berkebudayaan. Arsitektur berkembang seiring dengan perkembangan kehidupan sosial dan
budaya masyarakatnya. Dan dalam perkembangannya akan senantiasa dipengaruhi oleh berbagai kejadian,
perubahan yang terjadi pada manusia yang menggunakan arsitektur tersebut.
Arsitektur merupakan produk budaya yang mewujud dalam sebuah karya bangunan atau lingkungan
sehingga berbeda dengan komoditi lain seperti barang-barang elektronik, mobil, kamera yang dalam pembuatannya
tidak menuntut adanya karakteristik lokal, norma, nilai-nilai dan tradisi yang berlaku pada masyarakat. Dalam
menghasilkan karya arsitektur, setiap arsitek dituntut untuk memahami kondisi lingkungan baik fisik maupun non
fisik (sosial, budaya, tradisi, kepercayaan dan karakter manusia yang akan menggunakannya).
Karena arsitektur harus menghasilkan sebuah produk bangunan atau lingkungan, maka dalam
perwujudannya melalui sebuah proses yang dinamakan desain (perancangan).

Judul: Pengantar Ilmu Arsitek

Oleh: Sani Jaelani


Ikuti kami