Perancangan Tugas Akhir

Oleh Erik Nurkhasan

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Perancangan Tugas Akhir

ALAT LEPAS PASANG LAMPU DENGAN MENARIK BAGIAN BAWAH
GRIP HAND

LAPORAN AKHIR PERANCANGAN

Diajukan Sebagai Tugas Akhir
Mata Kuliah Tugas Perancangan

Disusun oleh :
1. Erik Nurkhasan

( 15525014 )

2. Muhammad Anugrah Pribadi Sitorus ( 15525078 )

JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2018

1

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi
sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala
berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir Tugas Perancangan ini.
Dalam penyusunannya, kami mengucapkan terimakasih kepada dosen
pengampu mata kuliah Tugas Perancangan yaitu Bapak Arif Budi Wicaksono, ST.,
M.Eng. yang telah memberikan dukungan, bimbingan dan kepercayaan yang
begitu besar.
Meskipun penulis berharap isi dari laporan ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun penulis juga sadar bahwa pasti ada sedikit kekeliruan yang telah
diperbuat. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat
memotivasi agar laporan atau hasil kuliah tugas perancangan ini dapat lebih baik
lagi.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan akhir
tugas perancangan ini bermanfaat.

Yogyakarta, 15 Juli 2018

Penulis

2

DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................................................4
BAB I..................................................................................................................................................5
PENDAHULUAN.............................................................................................................................. 5
1.1. Latar Belakang.............................................................................................................................5
1.2. Rumusan Masalah........................................................................................................................7
1.3. Batasan Masalah.......................................................................................................................... 7
1.4. Tujuan Penelitian.........................................................................................................................8
1.5. Manfaat Penelitian....................................................................................................................... 8
1.6. Sistematika Penulisan.................................................................................................................. 8
BAB II.............................................................................................................................................. 10
TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................................... 10
2.1 KAJIAN PUSTAKA.................................................................................................................. 10
2.2 Dasar Teori................................................................................................................................. 11
BAB III............................................................................................................................................. 14
METODE PENELETIAN DAN PERANCANGAN....................................................................... 14
3.1 Rancangan Penelitian................................................................................................................. 14
3.2 Alat dan Bahan........................................................................................................................... 15
3.3 Metode Pengujian....................................................................................................................... 15
3.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data.......................................................................................15
3.5 Analisis....................................................................................................................................... 16
3.6 Kesimpulan dan Saran................................................................................................................ 16
BAB IV.............................................................................................................................................17
HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................................................ 17
4.1 Desain Perancangan....................................................................................................................17
4.2 Analisis desain............................................................................................................................18
4.3 Pembuatan Prototype..................................................................................................................19
BAB V.............................................................................................................................................. 21
KESIMPULAN DAN SARAN........................................................................................................ 21
5.1 Kesimpulan.................................................................................................................................21
5.2 Saran........................................................................................................................................... 21
Daftar Pustaka...................................................................................................................................22

3

DAFTAR GAMBAR

1.

Gambar 2.1 Alat Pengganti Lampu ( mayoritas di pasaran ).......................... 9

2.

Gambar 3.1 Alur Perancangan........................................................................13

3.

Gambar 4.1 bentuk desain yang diinginkan ( kondisi dipendekkan )..............16

4.

Gambar 4.2 bentuk desain yang diinginkan ( kondisi dipanjangkan )..............16

5.

Gambar 4.3 analis pada salah satu bagian alat yang akan menahan beban.......17

6.

Gambar 4.4 analisis salah satu alat yang menerima beban puntir....................18

7.

Gambar 4.4 proses 3DPrinting pada salah satu alat …….………………… 19

8. Gambar 4.6 proses laser cutting pada salah satu bagian dari alat……………9

BAB I
PENDAHULUAN

4

1.1.

Latar Belakang
Lampu seringkali digunakan dalam penerangan suatu ruangan yang dalam

pemasangannya di letakkan di langit-langit ruangan. Pemasangan lampu
umumnya menggunakan tangga agar dapat menjangkau langit-langit ruangan.
Kesulitan pemasangan lampu dalam menjangkau ketinggian perlu di mudahkan
dengan alat bantu pemasangan lampu. Sering kali kita mendengar istilah alat
bantu, manusia dan alat merupakan satu kesatuan yang sulit untuk di pisahkan,
sehingga manusia berlomba-lomba merancang atau memperbaharui alat bantu
dalam membantu mempermudah pekerjaan manusia. Adapun gagasan dan ide
untuk merancang ulang sebuah alat bantu tongkat pemasangan lampu ini karena
penulis sangat tertarik untuk dapat merancang ulang, meneliti serta membantu
permasalahan-permasalahan atau kesulitan masyarakat luas dalam pemasangan
lampu yang tinggi agar dalam pemasangan lampu dapat mempermudah serta lebih
nyaman ketika digunakan dan memperringkas ketika dalam penyimpanan alat.
Keberhasilan didalam merancang dan mengembangkan produk dan menerima
prodak tersebut dengan baik sesuai dengan keinginan konsumennya (Widodo,
2006). Desain yang dirancang dalam pembuatan alat harus ergonomis dengan
sistem yang diterapkan dalam produk agar dapat dibongkar pasang (knock down)
serta mudah untuk disimpan yang diinginkan oleh konsumen. Alat bantu
pemasang lampu yang sudah ada saat ini kurang sesuai dengan prinsip-prinsip
ergonomis. Masyarakat pengguna alat bantu pemasang lampu yang menggunakan
alat tersebut harus memperhitungkan keinginan serta kebutuhannya. Oleh sebab
itu dalam merancang ulang alat bantu harus mempertimbangkan berbagai aspek
yang dirasa perlu yaitu aspek fungsi, aspek desain, aspek material serta aspek
aktifitas pemasangan lampu. Dilihat dari aspek-aspek yang ada maka dapat
membantu merancang alat bantu tongkat pemasang lampu yang sesuai dengan
kebutuhan yang diinginkan konsumen. 2 Penelitian yang meneliti tentang
permasalahan sebuah produk dengan aspek ergonomis pernah juga diteliti
sebelumnya, salah satu peneliti yang melakukan penelitian sebelumnya yaitu
Taufiq Fitriadi. (2008) yang dalam penelitiannya membahas tentang perancangan
alat bantu jalan (kruk) yang praktis dan ergonomis dengan menggunakan software

5

CATIA dengan pendekatan antropometri. Berdasarkan dari latar belakang
masalah tersebut, peneliti bermaksud merancang ulang atau melakukan reverse
engineering (rekayasa balik) dari produk tongkat pemasang lampu agar menjadi
pembeda dengan produk yang sudah ada yang nantinya mempunyai desain yang
unik dengan mengkombinasikan produk yang sudah ada. Rekayasa balik (reverse
engineering) dapat didefinisikan sebagai proses menganalisa suatu sistim melalui
identifikasi komponen-komponennya dan keterkaitan antar komponen, serta
mengekstraksi dan membuat abstraksi dan informasi perancangan dari sistim yang
dianalisa tersebut. Konsep reverse engineering di industri pada dasarnya adalah
menganalisa suatu produk yang sudah ada (dari produsen lain) sebagai dasar
untuk merancang produk baru yang sejenis, dengan memperkecil kelemahan dan
meningkatkan keunggulan produk para kompetitornya. Reverse Engineering
adalah sebuah proses yang merupakan kebalikan dari Forward Engineering, untuk
memahami kegiatan reverse engineering terlebih dahulu kita harus memahami
tentang forward engineering, sebagai contoh forward engineering dapat kita lihat
pada model pengembangan waterfall dimana pengembangan perangkat lunak
disusun melalui proses analisa persyaratan, arsitektur desain, desain sistem,
implementasi sistem. Produk yang akan dijadikan acuan untuk dirancang ulang
adalah tongkat pemasang lampu. Konsep desain yang dikembangkan berupa
perubahan dari tongkatnya agar bisa di pendekkan menjadi lebih pendek guna
mempermudah

dalam

penyimpanan.

Beberapa

komponen

juga

akan

menyesuaikan dengan dilakukannya penambahan fungsi dari pemasang lampu. 3
Dengan menggunakan metode reverse engineering kita dapat menuangkan ide-ide
dalam pembuatan produk tongkat pemasang lampu yang sesuai dengan kebutuhan
pengguna. Pengalaman dalam memasang lampu dengan produk yang sudah ada
juga menjadikan dasar untuk melakukan rancangan ulang terhadap produk tongkat
pemasang lampu.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan

suatu permasalahan dalam penelitian ini, yaitu:
6

1.

Apakah terdapat alat pengganti lampu yang dapat mengganti lampu dengan
tipe lampu yang berbeda?

2.

Apakah ada alat pengganti lampu yang dapat meminimalisir kecelakaan
dalam mengganiti lampu?

3.

Apakah terdapat alat pengganti lampu yang dapat mengganti lampu dengan
kondisi terdapat downlamp ?

1.3.

Batasan Masalah

1.

Hanya untuk lampu pijar ( tidak untuk lampu neon )

2.

Maksimal dimensi diameter lampu adalah 20cm

3.

Minimal dimensi diameter lampu adalah 5 cm

4.

Rancangan desain dibuat menjadi prototype 1:1

5.

Material prototype berasal dari barang-barang yang tersedia dan telah
mengikuti keseluruhan material dari desain.

1.4.

Tujuan Penelitian
Membuat alat untuk membantu dalam mengganti lampu yang dapat

digunakan untuk beberapa bentuk atau tipe dan dengan ketentuan dimensi ( 5 cm 20 cm ).

1.5.
1.

Manfaat Penelitian
Membuat penggantian lampu lebih mudah, hanya menggunakan satu alat
untuk mengganti berbagai macam bentuk dan dimensi lampu ( 5 cm - 20 cm ).

2.

Mampu meningkatkan softskill mahasiswa, baik dalam desain maupun proses
produksi.

3.

Dapat mengetahui kekurangan mapupun kelebihan dari mahasiswa itu sendiri.

7

1.6.

Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan laporan tugas akhir ini ini diberikan uraian bab

demi bab secara berurutan dalam mempermudah pembahasan. Pokok-pokok
permasalahan ditulis menjadi 5 bab yang terdiri dari :
1.

Bab I berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, Batasan masalah,
tujuan dan manfaat dari perancangan ini.

2.

Bab II memberikan gambaran tentang dasar-dasar teori yang digunakan
sebagai acuan dalam pelaksanaan perancangan.

3.

Bab III berisi tentang metodelogi dalam perancangan, dimulai konsep dasar
produk yaitu referensi produk yang dibuat serta mekanisme pergerakannya.

4.

Bab IV berisi tentang hasil dari perancangan dan pembahasan mengenai alat
yang dirancang.

5.

Bab V berisi tentang kesimpulan dari keseluruhan merancang alat yang
dirancang.

8

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1KAJIAN PUSTAKA
Berikut adalah salah satu contoh alat pengganti lampu yang telah beredar di
pasaran masyarakat.

Gambar 2.1 Alat Pengganti Lampu ( mayoritas di pasaran )
Alat diatas adalah merupakan contoh alat yang sudah banyak di pasaran
Indonesia. Alat tersebut memiliki tongkat yang dapat dipendekan atau
dipanjangkan. Berikut adalah kriteria desain atau spesifikasi dari alat diatas
menurut penulis :
- Melepaskan atau memasang lampu tanpa harus naik tangga
-Muzzle ( moncong ) berputar putar dan jari pemutar yang kuat mencengkram
lampu
- ergonomi
9

- Support untuk semua lampu PLC, spiral dan LED
- Panjang tongkat kurang lebih 2 meter saat dipanjangkan, dan 1 meter saat
dipendekkan
- Bahan tongkat aluminium
- Bahan pada bagian atas atau kepala plastik lentur dengan tambahan pegas.
Melihat dari spesifikasi alat diatas, kita dapat mengetahui bahwa panjang
maksimal alat tersebut adalah kurang lebih 2 meter, yang menandakan alat ini
membutuhkan alat bantu tambahan untuk digunakan untuk gedung-gedung tinggi
(seperti Auditorium maupun Masjid). Untuk Panjang minimum alat ini ialah
kurang lebih 1 meter yang mengakibatkan alat ini cukup susah untuk disimpan
maupun dibawa kemana-mana. Namun alat ini dimungkinkan tidak dapat
digunakan untuk lampu yang besar, sebab memiliki dimensi yang kurang besar.
Seperti yang kita ketahui, bahwa lampu LED memiliki berbagai macam jenis
dimensi dan bentuk.
Dari bentuk jari-jarinya kita dapat melihat alat ini memiliki tingkat
keselamtan yang tinggi (sedikit celah untuk lampu keluar dari jaring saat akan
dilepas). Meskipun akan terjadi kemungkinan saat akan melepas lampu yang
ukuranya lebih besar dari diameter awal jaring lampu akan tertekan kemudian
pecah.

2.2Dasar Teori

Dalam merancang alat ini, penulis melakukan perhitungan dam menerapkan
beberapa bagian dari mata kuliah yang bersangkutan. Berikut adalah hal-hal yang
kami pertimbangkan untuk melakukan perancangan :
1.

Pegas
Jika sebuah pegas ditarik dengan gaya tertentu, maka panjangnya akan

berubah. Semakin besar gaya tarik yang bekerja, semakin besar pertambahan
panjang pegas tersebut. Ketika gaya tarik dihilangkan, pegas akan kembali ke

10

keadaan semula. Jika beberapa pegas ditarik dengan gaya yang sama,
pertambahan panjang setiap pegas akan berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh
karakteristik setiap pegas. Karateristik suatu pegas dinyatakan dengan konstanta
pegas (k).
Hukum Hook menyatakan bahwa jika pada sebuah pegas bekerja sebuah gaya,
maka pegas tersebut akan bertambah panjang sebanding dengan besar gaya yang
bekerja padanya.
Berdasarkan hukum hook, gaya yang bekerja dengan pertambahan panjang
pegas dapat dituliskan sebagai berikut:
F=kx
Keterangan :
F = gaya yang bekerja (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = perubahan panjang pegas
Berdasarkan persamaan hukum Hooke di atas, pertambahan panjang (L)
suatu benda bergantung pada besarnya gaya yang diberikan (F) dan materi
penyusun dan dimensi benda (dinyatakan dalam konstanta k). Benda yang
dibentuk oleh materi yang berbeda akan memiliki pertambahan panjang yang
berbeda walaupun diberikan gaya yang sama, misalnya tulang dan besi.
Demikian juga, walaupun sebuah benda terbuat dari materi yang sama
(misalnya besi), tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda maka
benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang yang berbeda sekalipun
diberikan gaya yang sama. Jika kita membandingkan batang yang terbuat dari
materi yang sama tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda,
ketika diberikan gaya yang sama, besar pertambahan panjang sebanding dengan
panjang benda mula-mula dan berbanding terbalik dengan luas penampang.
Makin panjang suatu benda, makin besar pertambahan panjangnya, sebaliknya
semakin tebal benda, semakin kecil pertambahan panjangnya.

11

2.

Mata kuliah yang bersangkutan
a. Statika Struktur
Dalam hal ini, mata kuliah statika struktur penulis terapkan untuk merancang

alat

ini.

Dimana

yaitu

dibutuhkannya

perhitungan-perhitungan

dalam

memperkirakan kerawanan pada bagian yang akan banyak mengalami tekanan
dan menahan beban.
b. Material Teknik
Pada pemilihan material, tentu penulis menerapkan beberapa ilmu yang di
dapat dari mata kuliah material teknik. Seperti saat memilih akrilik dari pada
alumunium, ataupun memilih material berbahan PLA dari pada aluminium, atau
memilih bahan karet daripada PLA untuk bagian penjepit. Tentu itu
membutuhkan pertimbangan mengapa memilih hal tersebut.
c. CAD/CAM/CAE
Dengan bekal dari mata kuliah ini, penulis dapat mengerjakan desain dengan
mudah menggunakan software untuk mendesain CAD. Contoh software yang
digunakan ialah Solidwork. Namun tidak hanya sampai pada CAD saja, penulis
juga melakukan simulasi dengan menggunakan software solidwork. Dan juga
dapat menentukan analisa pada bagian - bagian alat dengan software solidwork.
d. Proses Manufaktur
Pada saat pemilihan untuk proses manufaktur yang digunakan, tentunya mata
kuliah proses manufaktur cukup berperan dalam hal ini. Sebab pemilihan atas
proses apa yang akan digunakan untuk membuat bagian-bagian, yang kemudian
akan dibuat secara massal dan siap dipasarkan. Sehingga membutuhkan proses
yang cocok dan efisien.
e. CNC
Proses untuk mengubah g-code agar dapat digunakan untuk memproses
3DPrinting didapat saat belajar mengenai g-code pada mata kuliah ini. Dimana gcode digunakan di 3DPrinting agar dapat diproses dan diprint menjadi alat 3
dimensi. Kemudian proses laser cutting juga dipelajari pada mata kuliah ini.

12

BAB III
METODE PENELETIAN DAN PERANCANGAN
3.1 Rancangan Penelitian
Pada gambar 3.1 menunjukan gambaran besar alur perancangan ini. Alur
inilah yang dijadikan pedoman dalam proses perancangan ini. Dengan adanya alur
ini diharapkan proses perancangan dapat dilakukan secara terstuktur.

Gambar 3.1 Alur Perancangan

13

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1.

Software solidwork

2.

3DPrinting

3.

Laser cutting

4.

Bor

5.

Gergaji

3.2.2 Bahan
1.

PLA

2.

Tongkat

3.

Mur

4.

Baut

5.

Akrilik

6.

Benang nilon

3.3 Metode Pengujian
Metode pengujian yang dilakukan adalah dengan simulasi pada software
solidwork yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan prototype. Pada
prototype ini, dapat diketahui apakah desain yang telah dibuat sudah baik atau
belum dan dapat direalisasikan seutuhnya.

3.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data
Setelah simulasi pada software, selanjutnya penulis menganalisis apakah dari
konsep awal dapat terealisasikan di software. Apabila konsep awal tidak dapat
terrealisasikan maka selanjutnya akan mencari tahu penyebabnya dan kemudian
14

mencari jalan keluar untuk kemudia mendapatkan desain 3D yang baik.
Kemudian setelah desain 3D telah dibuat dan disimulasikan, penulis membuat
prototype yang fungsinya adalah mengetahui apakah desain( konsep ) yang
diinginkan dapat terealisasikan menjadi bentuk nyata.
Kemudian mensimulasikan prototype yang telah dibuat. Apabila pada
pembuatan prototype konsep tidak dapat terealisasikan seuthnya, maka dilakukan
analisa dan perhitungan kembali pada desain awal kami.

3.5 Analisis
Analisia yang dilakukan sesuai dengan data-data yang telah didapatkan.
Analisa tersebut dapat berupa hasil dari tidak dapat terealisasikanya konsep awal
maupun hasil dari berkembangnya konsep tadi.

3.6 Kesimpulan dan Saran
Tahap selanjutnya adalah memberikan kesimpulan dan saran dari hasil
pengamatan dan analisa yang telah dilakukan. Yang kemudian kesimpulan dan
saran ini diharapkan menjadi acuan untuk dikembangkanya lagi apa yang sudah
dikerjakan.

15

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Desain Perancangan

Gambar 4.1 bentuk desain yang diinginkan ( kondisi dipendekkan )

Gambar 4.2 bentuk desain yang diinginkan ( kondisi dipanjangkan )
Dalam membuat desain ini, terdapat beberapa kriteria desain yang
mencadi acuan penulis dalam merancang. Kriteria desain dibuat dari melihat alatalat yang sudah ada kamudian kami kembangkan. Yaitu ialah :
1.

Kuat
16

2.

Safety

3.

Universal (dapat juga digunakan untuk lampu down light)

4.

Tidak merusak lampu saat digunakan

5.

Ringan

6.

Dapat menjangkau tempat tinggi

7.

Mudah dibawa

8.

Fleksibel
Konsep yang digunakan pada alat ini ialah dapat digunakan dengan

sistem ata mekanisme yang mudah. Kemudian penulis memikirkan tentang alat
penangkap ular, dimana dalam alat tersebut menggunakan tuas untuk mengatur
ujung alat tersebut ( longgar saat akan menangkap ular kemudain kencang saat
ular telah berada didalam pencapitnya ). Dan sistem tersebut penulis contoh untuk
membuat alat ini. Ditarik pada bagian gripper bagian bawah, kemudian akan
mencapit lampu.

4.2 Analisis desain
Setelah desain selesai dibuat, penulis melanjutkan dengan menganalisa
bagian - bagian yang rawan, karena akan terkena beberapa gaya dan bebrapa
menahan beban. Proses menganalisa bagian-bagian alat, dengan menggunakan
software solidwork. Berikut beberapa gambar yang dapat menunjukkan hasil
analisis dari beberapa bagian alat.

Gambar 4.3 analis pada salah satu bagian alat yang akan menahan beban
17

Gambar 4.4 analisi salah satu alat yang menerima beban puntir
Melihat dari beberapa gambar analisa bagian-bagian alat diatas, dapat kita
lihat bahwa dengan diberi beban kurang lebih 3kg, alat tersebut masih dalam
keadaan aman ( dapat kita lihat yang berwarna hijau menandakan aman, merah
berarti riskan ).

4.3 Pembuatan Prototype
Setelah selesai membuat desain 3D, kemudian dilanjutkan membuat
prototype dari konsep ini. Pembuatan prototype ini berfungsi sebagai tolak ukur
penulis apakah desain yang dibuat dapat terealisasikan dengan baik ataukah tidak.
Dalam pembuatan prototype ini penulis membuat menyerupai desain dari alat, dan
juga prototype yang akan dibuat harus dapat digunakan fungsinya sesuai dengan
kriteria desain yang telah ditetapkan dari awal.
Bahan yang digunakan saat pembuatan prototype ini juga merupakan
bahan sesungguhnya dari alat yang di desain. Dalam pembuatan prototype,
terdapat beberapa proses manufaktur yang digunakan ialah sebagai berikut :

18

1. 3DPrinting

Gambar 4.5 proses 3DPrinting pada salah satu alat
Beberapa bagian yang digunakan pada alat ini, digunakan dengan
menggunakan alat 3DPrinting. Alasan penulis menggunakan 3DPrinting ialah
terdapat alat yang tidak didapat dipasaran. Sehingga penulis memilih alternatif
untuk menggunakan 3DPrinting dalam membuat alat tersebut.
2. Laser cutting

Gambar 4.6 proses laser cutting pada salah satu bagian dari alat
Pada pembuatan prototype, penulis menggunakan mesin laser cutting yang
terdapat di laboratorium Teknik Mesin UII. Proses ini penulis gunakan karena
terdapat beberapa bagian yang berbahan dasar akrilik, sehingga harus di laser
cutting. Mengapa memilih menggunakan laser cutting ? Sebab jika memotong
sendiri akrilik dengan ukuran 3 mm, ditakutkan akan mengakibatkan salah
pemotongan dan berbeda dari desain.

19

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukanya perancangan untuk alat pengganti lampu maka
kesimpulan dari perancangan ini adalah :
1.

Dengan menggunakan mekanisme seperti yang penulis buat, yaitu dengan
menari grip hand pada bagian bawah tongkat, maka hal ini memberikan
kemudahan untuk mengganti lampu dengan kata lain simpel dalam
penggunaan.

2.

Dengan sistem tongkat yang dapat di panjangkan (5 meter), dan dapat
dipendekkan ( 1 meter) alat ini sangat mudah dibawa bawa. Dan juga efisien
untuk disimpan dan ringan.

5.2 Saran
Berdasarkan perancangan yang dilakukan, terdapat saran yang diberikan oleh
penulis antara lain:
1. Lebih memperhatikan hal-hal seperti pemilihan sistem ataupun material
dari produk dengan sangat hati-hati dan matang.
2. Mendalami dan memahami konsep maupun mekanisme desain, agar
penerapan dalam proses pembuatan alat tidak terkendala. Dengan kata lain dapat
meminimalisir kesusahan.
3.Lebih memperhatikan lagi tentang manajemen waktu, agar dalam
pengerjaan produk atau alat dapat dimaksimalkan

20

Daftar Pustaka
mechanical.uii.ac.id/en/tugas-akhir.html

21

Judul: Perancangan Tugas Akhir

Oleh: Erik Nurkhasan


Ikuti kami