Tugas Pak Miko

Oleh Arif Prima

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Pak Miko

Video 1
kisah seorang ibu yang selalu memerhatikan anaknya, yang selalu sayang
dengan anaknya, setiap hari membangunkan anak pagi pagi untuk pergi
bersekolah, merapikan tempat tidur, menyiapkan pakaian, membuat sarapan,
menyiapkan perlengkapan sekolah mulai dari buku hingga alat tulis.
Kemudian menemani anaknya berskolah mulai dari berjalan kaki sampai
ketukang becak, naik becak hingga ke terminal bis menuju ke sekolah, hingga
sampai di kelas anaknya ibu tersebut menemani.
Kemudian saat hendak menulis, sang anak kehilangan alat tulisnya. Ternyata
alat tulis tersebut masih tertinggal di rumahnya ketika hendak memasukkan
buku kedalam tas.
Sang ibu panik dan segera bergegas menuju sekolah anaknya. Berlari
sekencangnya untuk mengejar waktu, sampai di tukang becak ternyata hanya
tersisa 1 tukang becak dalam kondisi sedang memperbaiki becaknya.
Akhirnya Ibu tersebut berlari lagi menuju terminal. Sampai di terminal ibu
tersebut bergegas menaiki bis yang sudah kepenuhan penumpang, akhirnya
ibu tersebut bergantungan di pintu masuk bis bersama dengan sang kernet.
Sampai di sekolah ibu tersebut cepat berlari menuju kelas anaknya dan
akhirnya memberikan alat tulis anaknya kepada seorang guru yang mengajar di
kelas anaknya.
Lalu di pintu kelas si ibu melihat anaknya dengan terharu. Si ibu mengingat
bahwa mulai dri awal sang ibu kepasar membeli bahan makanan dengan uang
pas pasan, membeli perangkat sekolah anaknya dengan berhutang,
membelikan sepatu anaknya dengan menjual kalungnya. Dan itu semua
dilakukan karna ibu tersebut sangat sayang terhadap anaknya.

Hal yang di petik dari video tersebut
Betapa banyaknya pengorbanan seorang ibu, kita harus mencintai ibu, jangan
sampai menyia nyia kan seorang ibu. Dengan selalu patuh terhadapnya,
hormat , sopan santun , dan selalu mendoakan yang terbaik buat ibu , dan
sayangilah ibu.

Video 2
Kisah seorang anak yang bernama Suni yang kesehariannya mencari belut di
sawah bersama kedua orang adiknya. Setelah belut-belut tersebut terkumpul,
kemudian dijual dan hasilnya untuk membeli beras.
Suni adalah seorang anak tertua dari 3 bersaudara yang baru lulus dari bangku
SD. Untuk melanjutkan ke smp Suni tidak mampu karna ekonomi keluarganya.
Untuk membeli beras saja Suni harus mengumpulkan belut dulu karena sang
Ayah mempunyai penyakit sesak nafas yang terkadang bisa kambuh. Akhirnya
sang ayah tidak dapat bekerja keras.
Sang Ayah bernama Lamin yang sekarang kesehariannya hanya membuat
kerajinan seperti gagang cangkul, sangkar burung dan semacamnya. Di bantu
anaknya Suni mencarikan kayu sang Ayah hanya bisa mencari nafkah seperti
itu. Penghasilannya tidak seberapa dan juga tidak menentu. Karna dia bekerja
hanya karena ada pesanan dari orang. Belum lagi pekerjannya yang menguras
waktu.
Kemudian sang ibu yang setiap harinya berusaha mencari rebung untuk di
masak kemudian di jual. Sang ibu berjualan rebung tidak meraup keuntungan
yang banyak. Rebung itu laku juga sudah bersyukur.

Pada malam harinya, di kondisi dimana rumah yang sudah tidak layak dihuni.
Atap yang bocor, lantai yang berlubang yang terkadang Suni dan adik-adiknya
terperosok ke lubang itu. Suni belajar bersama adiknya dengan bermodalkan
penerangan dari lampu minyak, Suni selalu mengajari adiknya belajar karna
Suni lah seorang kakak yang pendidikannya paling tinggi, walupun hanya
sebatas lulusan SD.
Sang ibu yang sibuk di dapur berusaha menyiapkan makan malam. Dengan
bahan dari rebung yang tidak laku terjual, karena itu saja yang dapat dimasak
oleh sang ibu. Dengan beras yang di beli oleh Suni dan di masak menjadi nasi,
bersama dengan rebung yang sudah di masak tadi. Keluarga tersebut makan
malam bersama seadanya. “Selesai”

Hal yang di petik dari video tersebut
Bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang. Masih bisa berkuliah, masih bisa
beli bensin untuk kendaraan, masih bisa bercanda tawa dengan teman-teman
di kampus. Masih bisa makan dengan lauk yang enak. Harus tetap bersyukur
kepada Allah. Karena masih ada orang yang kehidupan nya di bawah dari kita.

Video 3
Kisah seorang anak laki laki bernama Andri yang kesehariannya menjadi
seorang buruh kerupuk.
Video ini berawal dari Andri memperbaiki sepeda tua nya yang sudah tidak
layak pakai. Sepeda yang sudah bertagar masih berusaha dia perbaiki agar bisa
dipakai untuk bekerja.
Andri tinggal bersama Neneknya. Sewaktu kecil Andri sudah di tinggal oleh ibu
nya karena sakit keras. Ayah Andri sudah bercerai dengan ibunya sewaktu
ibunya masih hamil.
Kini Andri pun yang berusaha mencari nafkah untuk menghidupi dirinya
bersama neneknya.
Setiap hari andri bekerja di pabrik krupuk rambak milik pak Jamin, dengan
kegigihannya, tenaganya selalu di perlukan di pabrik tersebut. Walaupun Gajih
di tempat andri bekerja cukup kecil, tetapi Andri tetap mensyukurinya. Karna
hanya disitulah andri bisa mencari nafkah untuk menghidupi neneknya.
Kemudian setelah selesai bekerja seharian, Andri di beri upah kecil dan upah
tersebut untuk membeli minyak dan tempe.
Sang Nenek yang sudah Tua hanya bisa membantu andri memberi makan
kambing’’ orang yang di pelihara si Andri.bukan hal rahasia bila kondisi
keluarga andri seperti itu di mata tetangga. Tetapi sudah banyak yang tau dan
banyak yang berbelas kasihan terhadap Andri.
Sesampainya Andri dirumah, ia segera menggoreng tempe yang dia beli tadi.
Karena tidak ada beras, akhirnya Andri hanya bisa merebus singkong, bukan
hanya sekali 2 kali dia memakan singkong rebus, tetapi sering kali.

Setelah Andri memakan masakannya bersama dengan neneknya. Andri pun
bersiap diri untuk pergi mengaji. Di tempat pengajian Andri berusaha untuk
membagi ilmunya kepada anak anak yang bru bisa mengaji. Walaupun tidak di
gajih Andri ikhlas menjalaninya. Dengan dia mengajar ngaji dia senang dapat
menyalurkan ilmunya. Dia pingin anak anak yang di ajarkannya mengaji dapat
menjadi orang yang baik kelak.

Hal yang di petik dari video tersebut
Bersyukurlah dengan masih adanya kedua orang tua yang bersusah payah
mencari nafkah demi kita. Harus semangat dalam melakukan suatu pekerjaan
Cintailah Nenek apabila masih mempunyai nenek.
Intinya syukuri segala sesuatu yang sudah di berikan oleh Allah SWT.

Video 4
Kisah seorang kakak yang sangat mencintai adiknya.
Ia berusaha mencari belas kasihan kepada penjual makanan untuk bisa di beri
makanan yang ia jual, tetapi bukannya di beri makanan, malahan ia di usir.
Akhirnya setelah di usir dari penjual bahkan pembeli. sang kakak tersbut
merenung dan memandangi penjual makanan itu dari kejauhan
Ternyata, ada makanan yang terjatuh yang tidak sengaja di jatuhkan oleh
penjual tersebut. Kemudian sang kakak tersebut berusaha menghampiri dan
mengambil makanan yang sudah terjatuh di tanah tersebut.
Dengan bermodalkan kertas brosur yang tertempel di dinding jalan .. ia
merobek dan membungkus makanan tersebut untuk di bawa pulang dan di
berikannya kepada adiknya. Setelah sampai dirumah.. makanlah dia bersama
adiknya, dengan menyuapin sang adik. Kakak tersebut karena sangat
terharunya melihat sang adik sampai menitikan air mata. Sang adik dengan
pintar nya mengusap air mata kakaknya.

Hal yang di petik video dari tersebut

Sayangilah adik, karna dialah satu satunya saudara sedarah bagi kita. Karna di
masa yang akan datang, orang yang paling bisa membantu kita di saat
kesusahan adalah adik . adik adalah titipan dari orang tua yang harus kita jaga,
kita rawat, dan kita sayang. Dan besyukurlah terhadap Allah dengan apa yang
sudah di karuniakan kepada kita.

Judul: Tugas Pak Miko

Oleh: Arif Prima


Ikuti kami