Tugas Ilmu Pendidikan

Oleh Afif Dzulkifli

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Ilmu Pendidikan

Tugas Biologi Seluler

Hubungan Penerapan biosel dan molekuler dengan Farmasi
dan Kesehatan

Nama: Johany Grace Daniela
NPM: 1143050065

Universitas 17 Agustus 1945
Jakarta Utara

Biologi molekuler merupakan kelanjutan dua cabang ilmu yang
sudah ada sebelumnya,yaitu Genetika dan Ilmu Biokimia. Awal
Biologi molekuler ditandai dengan adanya penemuan struktur heliks
ganda DNA oleh Watson dan Crick pada tahun 1953.
Penemuan lainnya adalah bahwa suatu gen menentukan suatu
protein, mekanismenya dirumuskan dalam konsep yang dikenal
sebagai dogma sentral yaitu urutan nukleotida dalam DNA
menentukan urutan nukleotida dalam RNA yang selanjutnya
menetukan urutan asam amino dalam protein. Perkembangan biologi
molekular menjadi lebih dipercepat dengan munculnya rekayasa
genetik yang memungkinkan pengandaan dan isolasi gen sehingga
struktur dan fungsi gen dapat dipelajari.
Di bidang kesehatan perkembangan biologi molekuler memberi
dampak pada hampir semua ilmu pre-klinik seperti: genetika,
histologi, embriologi, fisiologi, mikrobiologi, parasitologi, patologi,
imunologi, dan farmakologi. Salah satu bentuk peranan biologi
molekular dalam bidang kesehatan adalah adanya terapi molekular
seperti pada pengobatan penyakit SCID (Severe Combained Immuno
Deficiency), penanggulangan penyakit keturunan seperti talasemia,
fibrosis kistik, hemfilia, dan penyakit kanker.
A. SISTEM IMUN
Sel adalah dasar kehidupan. Tiap sel manusia mengandung
materi genetik yang sama. Beberapa milyar sel dibutuhkan untuk
membentuk tubuh manusia. Banyak kondisi dan penyakit dimulai

pada satu sel. Sebagai contoh, autoimmune disease lupus yang
terjadi akibat sel imun mulai menyerang dirinya sendiri. Dapat
disimpulkan bahwa kesehatan seseorang ditentukan oleh kesehatan
sel.

B. Kanker
Yang membedakan sel kanker dengan sel normal adalah
bahwa sel kanker berproliferasi secara tidak terkontrol, menyerang
jaringan yang lain dan menyebar ke daerah terdekat (metastasis).
Sel kanker dapat dideteksi dengan mikroskop (Gambar 9.3). Sel
kanker mempunyai inti sel yang besar, bereplikasi dengan cepat
dan tidak terdiferensiasi seperti layaknya normal sel. Kadang
normal sel mempunyai jumlah kromosom tidak normal. Untuk
dapat menyerang sel didekatnya sel kanker memproduksi protein,
misalnya enzim yang mendigesti basal lamina yang umumnya
terdapat dibawah epitelial. Terdapat banyak aspek yang
menyebabkan terjadinya kanker (karsinogenesis). Selain karena
luka, mutagen atau virus, kanker dapat terjadi akibat perubahan
pada DNA dan sel somatik. Perubahan juga dapat terjadi akibat
tidak terdapatnya kontrol path siklus sel. Ketika sel yang
diambil dari jaringan ditumbuhkan padamedia kultur di
laboratorium, sel tersebut mengalami proliferasi tidak tergantung
dan kondisi lingkungannya. Sel yang diturunkan dan jaringan
kanker umumnya dapat tumbuh dengan mudah dalam kultur.

Judul: Tugas Ilmu Pendidikan

Oleh: Afif Dzulkifli


Ikuti kami