Tugas Kumala Eva

Oleh Salama01 Bwi

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kumala Eva

SIKLUS HIDUP SISTEM
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang
biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan
informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada
pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka seharihari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orangorang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada
pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan
Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan
yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan,
analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah
selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan
pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari
pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam
satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa
terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang. Dari pihak pengguna, idealnya
perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari
awal siklus hidup pengembangan sistem. Apabila perlu dilakukan revisi dan pengulangan
tahapan siklus hidup pengembangan sistem.
B. Rumusan Masalah



Bagaimana definisi dari siklus hidup system
Tahap-tahap apa saja yang dilalui oleh suatu system dalam aplikasinya pada suatu
perusahaan

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian siklus hidup sistem
Menurut Kenneth C. Laudon siklus hidup adalah metode/cara (method) paling lama untuk
membangun sistem informasi dan masih digunakan sampai sekarang untuk proyek sistem
menengah atau besar yang kompleks/rumit. metode siklus hidup sistem adalah tahap
pendekatan dalam membangun suatu sistem yang membagi pengembangan sistem kedalam
taraf/tingkat yang ada. Metode ini mempertahankan bagian (devision) yang snagat
resmi(formal) antara pemakai akhir dan ahli sistem informasi. Ahli sistem informasi,seperti
analisis dan pemograman,akan bertanggung jawab terhadap banyaknya analisis sistem,dan
rancangan.
Menurut Raymond Mc Leod Jr (1995:214) silkus hidup adalah proses perubahan yang
diikuti dengan penerapan sistem atau sub-sistem informasi berbasis komputer. Siklus ini
terdiri dari serangkaian tugas-tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem.
Siklus ini sering disebut sebagai pendekatan air terjun untuk pengembangan dan penggunaan
sistem.
Menurut Gerald V.Post mengatakan siklus hidup adalah pengembangan sistem (SDLC)
dirancang untuk menanggulangi masalah yang timbul pada proyek berskala besar yang
melibatkan banyak pemakai dan memerlukan banyak waktu dalam pengembangan analisis
dan pemogram.
Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti
dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut
dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan
sistem. dilakukan dengan strategi Top-Down Design.

B. Tahap-tahap siklus hidup
Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Analisis
3. Tahap Rancangan
4. Tahap Penerapan
5. Tahap Penggunaan

Empat tahap pertama dinamakan dengan siklus hidup pengembangan sistem (system
development life cycle – SDLC).
1. TAHAP PERENCANAAN
Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS, yaitu :


Menentukan lingkup dari proyek.



Mengenali berbagai area permasalahan potensial.



Mengatur urutan tugas.



Memberikan dasar untuk pengendalian.
Langkah-langkahnya :
1. Menyadari masalah
Kebutuhan akan proyek CBIS biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer, dan
elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.
2. Mendefinisikan masalah
Setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat
mengatasi permasalah tersebut.
3. Menentukan tujuan sistem
Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi
oleh sistem untuk memuaskan pemakai.
4. Mengidentifikasi kendala sistem
Kendala-kendala tersebut penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai
dikerjakan.
5. Membuat studi kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan
mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Studi kelayakan
adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan
sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebuah studi kelayakan adalah suatu analisis
rinci dari sebuah perusahaan dan kegiatan operasional yang dilakukan untuk memprediksi
hasil dari program masa depan aksi tertentu. pemilik bisnis kecil mungkin akan terbantu
pada studi kelayakan untuk mengantisipasi setiap kali mereka membuat keputusan strategis
penting. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat melakukan studi kelayakan untuk
mengevaluasi perubahan yang diusulkan dalam lokasi, akuisisi perusahaan lain, pembelian
peralatan utama atau sistem komputer baru, pengenalan produk baru atau jasa, atau
mempekerjakan karyawan tambahan . Dalam situasi seperti itu, sebuah studi kelayakan dapat

membantu manajer usaha kecil yang memahami dampak dari setiap perubahan besar yang
mungkin mereka pikirkan.

2. TAHAP ANALISIS
Ketika perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek
beralih pada analisis sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas sistem
yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbarui.
Adapun tahapannya yaitu :
1. Mengumumkan Penelitian Sistem
Manajer khawatir terhadap penerapan aplikasi komputer baru yang mempengaruhi kerja
para pegawainya. Sehingga perlu dikomunikasikan kepada para pegawai tentang :
a.

alasan perusahaan melaksanakan proyek

b. bagaimana sistem baru akan menguntungkan perusahaan dan pegawai.
2. Mengorganisasikan Tim Proyek
Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Agar proyek berhasil,
pemakai sangat perlu berperan aktif daripada berperan pasif. Banyak perusahaan mempunyai
kebijakan menjadikan pemakai sebagai pemimpin proyek dan bukannya spesialis informasi.
3. Mendefinisikan Kebutuhan Informasi
Analis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai
kegiatan pengumpulan informasi (wawancara, pemgamatan, pencarian catatan, dan survei).
Dari semua metode tersebut, wawancara perorangan lebih disukai, dengan alasan :


Menyediakan komunikasi dua arah dan pengamatan terhadap bahasa tubuh.



Dapat meningkatkan antusiasme pada proyek baik dari pihak spesialis maupun pihak
pemakai.



Dapat menjalin kepercayaan antara pemakai dan spesialis informasi.



Memberi kesempatan bagi peserta proyek untuk mengungkapan pandangan yang berbeda
bahkan bertentangan.
Dokumentasi dapat berupa flowchart, diagram aliran data (data flow diagram), dan grafik
serta penjelasan naratif dari proses dan data. Istilah kamus proyek sering digunakan untuk
menggambarkan semua dokumentasi yang menjelaskan suatu sistem.

4. Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem

Langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh
sistem, yaitu kriteria kinerja sistem. Misalkan,
 Laporan harus disiapkan dalam bentuk salinan kertas dan tampilan komputer;
 Laporan harus tersedia tidak lebih dari 3 hari setelah akhir bulan;
 Laporan harus membandingkan pendapatan dan biaya actual dengan anggarannya baik untuk
bulan lalu maupun sepanjang tahun hingga sekarang (year to date).
5. Menyiapkan Usulan Rancangan
Analis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan teruskan
atau hentikan untuk kedua kalinya. Dalam hal ini manajer harus menyetujui tahap rancangan
dan kungan bagi keputusan tersebut termasuk di dalam usulan rancangan.
6. Menerima atau Menolak Proyek Rancangan
Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan
apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin
diminta melakukan analisis lain dan menyerahkannya kembali atau mungkin proyek
ditinggalkan. Jika disetujui, proyek maju ke tahap rancangan.
3. TAHAP PERANCANGAN
Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru.
Jika sistem itu berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatann
yang akan digunakan. Langkah-langkah tahapan rancangan yaitu :
1. Menyiapkan rancangan sistem yang terinci
Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru
dengan alat-alat yang dijelaskan dalam modul teknis. Beberapa alat memudahkan analis
untuk menyiapkan dokumentasi secara top-down, dimulai dengan gambaran besar dan secara
bertahap mengarah lebih rinci. Pendekatan top-down ini merupakan ciri rancangan terstruktur
(structured design), yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem. Alatalat dokumentasi yang popular yaitu diagram arus data (data flow diagram), diagram
hubungan entitas (entity relationship duagram), kamus data (data dictionary), flowchart,
model hubungan objek, dan spesifikasi kelas.
2. Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem
Analis mengidentifikasi konfigurasi – bukan merek atau model – peralatan komputer
yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi sistem dalam menyelesaikan pemrosesan.
Identifikasi merupakan suatu proses berurutan, dimulai dengan berbagai kombinasi yang
dapat menyelesaikan setiap tugas.

3. Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem
Analis bekerja sama dengan manajer mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif yang
dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan
kendala-kendala yang ada.
4. Mimilih konfigurasi terbaik
Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi
peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah selesai, analis
membuat rekomendasi kepada manajer untuk disetujui. Bila manajer menyetujui konfigurasi
tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh SC MIS.
5. Menyiapkan usulan penerapan
Analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan
tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.
6. Menyetujui atau menolak penerapan sistem
Keputusan untuk terus pada tahap penerapan sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat
meningkatkan jumlah orang yang telibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem
melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui.
4. TAHAP PENERAPAN
Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan
konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Adapun tahapannya yaitu :
1. Merencanakan penerapan;
Manajer dan spesialis informasi harus memahami dengan baik pekerjaan yang diperlukan
untuk menerapkan rancangan sistem dan untuk mengembangkan rencana penerapan yang
sangat rinci.
2. Mengumumkan penerapan;
Proyek penerapan diumumkan kepada para pegawai dengan cara yang sama pada
penelitian sistem. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kepada para pegawai mengenai
keputusan untuk menerapkan sistem baru dan meminta kerjasama mereka.
3. Mendapatkan sumber daya perangkat keras;
Rancangan sistem disediakan bagi para pemasok berbagai jenis perangkat keras yang
terdapat pada konfigurasi sistem yang disetujui. Setiap pemasok diberikan request for
proposal (RFP), yang berisi antara lain :
a. Surat yang ditransmisikan
b. Tujuan dan kendala sistem

c. Rancangan sistem : deskripsi ringkasan, kriteria kerja, konfigurasi peralatan, dokumentasi
sistem ringkasan, perkiraan volume transaksi, perkiraan ukuran file.
d. Jadwal pemasangan
Selanjutnya mereka membuat usulan tertulis, bagaimana peralatan yang diusulkan akan
membuat sistem mencapai kriteria kinerjanya. Ketika semua usulan telah diterima dan
dianalisis, SC MIS memilih satu pemasok atau lebih. Spesialis informasi memberi dukungan
bagi keputusn tersebut dengan mempelajari usulan dan membuat rekomendasi. Setelah
disetujui, perusahaan melakukan pemesanan.
4.

Mendapatkan sumber daya perangkat lunak;
Ketika perusahaan memutuskan untuk menciptakan sendiri perangkat lunak aplikasinya,
programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem sebagai titik awal.
Programmer dapat menyiapkan dokumentasi yang lebih rinci seperti flowchart atau bahasa
semu (psedudo code) yang terstruktur, dilakukan pengkodean, dan pengujian program. Hasil
akhirnya adalah software library dari program aplikasi. Jika peangkat lunak aplikasi jadi
(prewritten application software) dibeli, pemilihan pemasok perangkat lunak dapat mengikuti
prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk memilih pemasok perangkat keras, yaitu
RFP dan Usulan.

5.

Menyiapkan database;
Pengelola database (database administrator – DBA) bertanggung jawab untuks emua
kegiatan ynag berhubungan dengan data, dan mencakup persiapan database. Hal tersebut
memerlukan pengumpulan data baru atau data yang telah ada perlu dibentuk kembali
sehingga sesuai dengan rancangan sistem baru dan menggunakan sistem manajemen basis
data (database management sistem – DBMS).

6.

Menyiapkan fasilitas fisik;
Jika perangkat keras dan sistem baru tidak sesuai dengan fasilitas yang ada, perlu
dilakukan konstruksi baru atau perombakan. Sehingga pembangunan fasilitas tersebut
merupakan tugas berat dan harus dijadualkan sehingga sesuai dengan keseluruhan rencana
proyek.

7. Mendidik peserta dan pemakai;
Sistem baru kemungkinan besar akan mempengaruhi banyak orang. Beberapa orang akan
membuat sistem bekerja. Mereka disebut dengan peserta, yang meliputi operator entry data,
pegawai coding, dan pegawai administrasi lainnya. Semuanya harus dididik tentang peran
mereka dalam sistem. Pendidikan harus dijadualkan jauh setelah siklus hidup dimulai, tepat
sebelum bahan-bahan yang dipelajari mulai diterapkan.

8.

Menyiapkan usulan cutover;
Proses menghentikan penggunaan sistem lama dan memulai menggunakan sistem baru
disebut cutover. Ketika seluruh pekerjaan pengembangan hampir selesai , tim proyek
merekomendasikan kepada manajer agar dilaksanakan cutover (dalam memo atau laporan
lisan)

9.

Menyetujui atau menolak masuk ke sistem baru;
Manajer dan SC MIS menelaah status proyek dan menyetujui atau menolak rekomendasi
tersebut. Bila manajemen menyetujui maka manajemen menentukan tanggal cutover. Namun,
bila manajemen menolak maka manajemen menentukan tindakan yang harus diambil dan
tugas yang harus diselesaikan sebelum cutover akan dipertimbangkan kembali, kemudian
manajemen menjadualkan tanggal baru.

10. Masuk ke sistem baru.
Ada 4 pendekatan dasar (cutover), yaitu :
a.

Percontohan (pilot) yaitu suatu sistem percobaan yang diterapkan dalam satu subset dari
keseluruhan operasi.

b. Serentak (immediate) merupakan pendekatan yang paling sederhana yakni beralih dari sistem
lama ke sistem baru pada saat yang ditentukan.
c.

Bertahap (phased), sistem baru digunakan berdasarkan bagian per bagian pada suatu waktu.

d.

Paralel (parallel), mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai sistem baru telah
diperiksa secara menyeluruh. Akan memberikan pengamanan yang paling baik terhadap
kegagalan tetapi yang paling mahal, karena kedua sumber daya harus dipertahankan.
Cutover menandakan berakhirnya bagian pengembangan dari siklus hidup sistem.
Penggunaan sistem dapat dimulai sekarang.
5. TAHAP PENGGUNAAN
Tahap penggunaan terdiri dari 5 langkah, yaitu :

1) Menggunakan sistem
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap
perencanaan.
2) Audit sistem
Setelah sistem baru mapan, penelitian formal dilakukan untuk menentukan seberapa baik
sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi tersebut dikenal dengan istilah penelaahan
setelah penerapan (post implementation review). Hasil audit dilaporkan kepada CIO, SC MIS
dan pemakai. Proses tersebut diulangi, mungkin setahun sekali, selama penggunaan sistem
berlanjut.

3) Memelihara sistem
Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus
memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasinya disebut pemeliharaan sistem (sistem
maintenance). Pemeliharaan sistem dilaksakan untuk 3 alasan, yakni :
a.

Memperbaiki kesalahan

b. Menjaga kemutakhiran sistem
c.

Meningkatkan sistem

4) Menyiapkan usulan rekayasa ulang
Ketika sudah jelas bagi para pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem tersebut tidak
dapat lagi digunakan, diusulkan kepada SC MIS bahwa sistem itu perlu direkayasa ulang
(reengineered). Usulan itu dapat berbentuk memo atau laporan yang mencakup dukungan
untuk beralih pada suatu siklus hidup sistem baru. Dukungan tersebut mencakup penjelasan
tentang kelemahan inheren sistem, statistik mengenai biaya perawatan, dan lain-lain.
5) Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem
Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rekayasa ulang sistem dan
menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.
Menurut James A. O’Brien (rapid application development) RAD kadang-kadang disebut
pengerjaan bentuk dasar (Prototyping).

C. Prototipe (Prototyping).
Prototype memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi
dalam bentuk lengkapnya. Proses akan menghasilkan prototype (prototyping).
Jenis – jenis Prototype :
1. Jenis I , akan menjadi sistem opersional.
Langkah – langkahnya :


Mengidentifikasi kebutuhan user.



Mengembangkan prototype.



Menentukan apakah prototype dapat diterima.



Menggunakan prototype.

2. Jenis II , langkah – langkahnya :


Mengadakan sistem operasional.



Menguji sistem operasional.



Menentukan jika sistem operasional dapat diterima.



Menggunakan sistem operasional.

Daya Tarik Prototype :
1. Komunikasi antar analis sistem dan user membaik.
2. Analis sistem dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan user.
3. User berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
4. Spesialis informasi dan user dapat menghemat waktu dan usaha dalam mengembangkan
sistem.
5. Penerapan menjadi lebih mudah karna user mengetahui apa yang diharapkan.
Kelemahan Prototype :
1. Ketergesaan untuk menghasilakan prototype mungkin menghasilkan jalan pintas dalam
mendefinisikan masalah, evaluasi alternatif dan dokumentasi.
2. User begitu tertarik dengan prototype sehingga mereka mengharapkan sesuatu yang tidak
realistis.
3.

Prototype jenis I mungkin tidak se-efisien sistem yang dikodekan dalam bahasa
pemrograman.

4. Hubungan komputer dengan manusia yang disediakan oleh peralatan prototype tertentu
mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan sistem yang baik.

D. Pengembangan Aplikasi Cepat (rapid application development – RAD)
RAD merupakan seperangkat strategi, metodologi dan peralatan yang terintegrasi dalam satu
kerangka kerja menyeluruh (information engineering – IE).
Metodologi RAD akan memberi respon yang cepat terhadap kebutuhan pemakai, tetapi
dengan lingkup yang lebih luas.
Unsur-unsur penting RAD, yaitu :
a.

Manajemen, harus mendukung RAD sepenuhnya dan menyediakan lingkungan kerja yang
membuat kegiatan tersebut sangat menyenangkan.

b.

Manusia, dibentuk beberapa Tim yang terspesialisasi yang dikenal dengan istilah SWAT
(Skilled with advanced tools).

c.

Metodologi, yaitu siklus hidup RAD yang terdiri dari perencanaan kebutuhan, rancangan
pemakai, konstruksi, dan cutover.

d.

Peralatan, terdiri dari bahasa pemrograman generasi ke-4 dan peralatan CASE (computer
aided software engineering)

RAD

(Rapid

Application

Development)

adalah

sistem

pemrograman

yang

memungkinkan programmer membuat program dengan cepat. Secara umum, Sistem RAD
menyediakan sejumlah alat-bantu untuk membuat antarmuka pengguna grafis (graphical user
interfaces) yang biasanya membutuhkan usaha dan waktu yang lama untuk membuatnya. Dua
sistem RAD yang paling populer untuk Windows adalah Visual Basic dan Delphi

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Siklus Hidup Sistem dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah
proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk
mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem
komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan
sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana (planning), analisa (analysis),
desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan
(maintenance).

DAFTAR PUSTAKA
Buku :
George M. Scott, 1994; prinsip-prinsip sistem informasi manajemen ; penerbit Raja Grafindo
Persada, jakarta
Davis. B. Gorgon; 1995; Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen; Penerbit PT
Gramedia, Jakarta
Sutabri Tata; 2005; Sistem Informasi manajemen ed 1; Penerbit ANDI, Jokyakarta,

Judul: Tugas Kumala Eva

Oleh: Salama01 Bwi


Ikuti kami