Tugas Ilmu Hadist

Oleh Miftah Nurvia Zulfah

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Ilmu Hadist

Nama : Bahrul wafi & Miftah nurvia zulfah
Prodi : Ilmu Alquran dan Tafsir

Hadist 12 khalifah dalam literatur Ahlu Sunnah & Syiah

Pendahuluan
Hadist merupakan salah satu sumber rujukan kedua ba gi umat islam menurut
disebagian mazhab, sebab ada juga yang berpendapat berbeda yaitu meyakini bahwa keluarga
Nabi menjadi kedudukan kedua bagi umat islam setelah wafatnya Nabi. Dalam kehidupan
manusia niscayanya bahwa tidak akan terlepas dari berbagai permaslahan sosial maupun
individual. Sehingga salah satu tujuan dari pada hadist atau keluarga Nabi adalah
menyelesaikan permaslahan umat. Sebab Alquran tidak mampu dipahami oleh manusia
secara detail sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi, maka Hadist atau keluarga Nabi
hadir untuk menjelaskan makna isi Alquran.
Terkait bahasan yang kami akan uraikan disini mungkin cukup asing ditengah-tengah
kita, sehingga disini kami akan mencoba membuat tulisan ini untuk mengkhabarkan kepada
kita semua bahwa hal ini sangat perlu untuk kita ketahuai sebagai bahan sikap toleransi dalam
perbedaan mazhab. Ketika kita merenungi betul terhadap kondisi disuatu masyarakat, kami
pikir, sangat perlu adanya sosok pemimpin untuk mengatur dari berbagai ragam pemikiran
ditengah-tengah masyarakat, yang berbeda suku, agama, budaya, ras dan lain sebagainya.
Begitu halnya dalam agama islam, agar ajaran ini tetap hidup maka perlu sosok
pemimpin untuk menjadi sandaran dari berbagai persoalan dalam kelompoknya, baik itu
dalam hal, penganutnya, ajaran yang diselewengkan, ataupun dalam hal lainnya.

1

Pembahasan
A. Pengertian Hadist dan Khalifah
Kata Al-hadist berasal dari Bahasa arab ‫حديث‬yang memiliki banyak arti yaitu
baru, berita, dan dekat. Menurut Muhammad subhi al-salih dalam bukunya bahwa
hadist adalah Al-jadid (yang baru) lawan kata dari al-Qadim (yang lama). Dalam hal
ini semua yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw itu adalah hadist (baru)
sebagai lawan kebalikan dari wahyu Allah (kalam Allah) yag bersifat Qadim1.
Sedangkan kata khalifah berasal dari Bahasa arab ‫ خليفة‬yang berarti
menggantikan, pengganti atau menempati tempatnya. Dan istilah khalifah ini juga
disebutkan dalam (QS Al-baqarah: 30) Yang artinya “ingatlah ketika Tuhanmu
berfirman kepada malaikat. “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah
dimuka bumi”2. Di ayat lain dalam (QS Shad: 26) yang artinya “Wahai Daud!
Sesungguhnya engkau kami (Allah) jadikan khalifah dibumi, maka berikanlah
keputusan (perkara) diatara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti
hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh orang-orang
yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka
melupakan hari perhitungan”3.
Terkait dengan hadist 12 khalifah perlu sedikit untuk didiskripsikan agar tidak
salah faham dalam hal ini. Nabi Muhammad Saw pernah menyebutkan akan ada dua
belas khalifah setelah masanya yang kesemuanya itu berasal dari Quraisy. Banyak
yang meriwayatkan hadist ini namun memiliki matan yang berbeda-beda. Hadist yang
dikenal dengan nama hadist 12 khalifah banyak disebutkan dikitab-kitab mukhtabar
ahlu sunnah seperti dalam Shahih Bukhari dan Muslim (Shahihain). Jabir bin
Samurah dari Nabi Muhammad Saw. Jabir bin samurah berkata “aku mendengar Nabi
Muhammad Saw bersabda, “akan ada 12 amir. Kemudian Nabi menyampaikan
sesuatu yang tidak aku dengar. Ayahku berkata, “Nabi Saw bersabda, “kesemuanya
dari Quraisy”4 dan dalam Shahih Muslim juga disebutkan namun memiliki sedikit
perbedaan matan, dalam hadist tersebut, Jabir bin samurah berkata “Dari Nabi
Muhammad Saw yang bersabda “Islam akan berjaya sampai ada 12 khalifah yang
berkuasa atas kaum muslimin.” Kemudian Nabi mengatakan sesuatu yang tidak aku
Muhammad subhi al-salih, ‘ulumul al-hadist wa mustalahuh (Beirut: Dar Al-fikr,
1989), hal. 4-5
2
QS Al-baqarah: 30
3
QS Shad: 26
4
Bukhari, al-sahih, jld. 8, hal. 127, kitab al-ahkam, bab. A l-istikhlaf, jld. 7223
1

2

mengerti, aku berkata pada ayahku, Nabi menyampaikan apa? Ayahku berkata
“semuanya berasal dari Quraisy”5. dan masih banyak lagi literatur-literatur lain yang
menyebutkannya, hadist tersebut dibawah ini.
Dan dalam literatur syiah mengenai hadist 12 khalifah ini, sebagaimana yang
disampaikan oleh Imam Ja’far shadiq AS dengan sanad yang bersambung kepada
Rasulullah Saw bersabda “Imam-imam setelah aku berjumlah 12 orang. Yang
pertama Ali bin abi Thalib AS dan berahir di al-Qa’im Afs. Diantara mereka terdapat
wakil, aushiah dan awliyahku yang diutus Allah Swt untuk menjadi hujjah atas
ummatku. Kaum mukminin akan mengakui keimamahan mereka, sementara orangorang kafir yang megingkari maqam dan keutamaan mereka6.
Untuk membuktikan kualitas hadist, kami juga akan menyampaikan riwayat
hidup salah seorang yang meriwayatkan hadist 12 khalifah ini, yang Namanya ada
diberbagai banyaknya hadist ini dari sanad yang berbeda-beda. Yaitu Jabir bin
samurah:
Nama lengkap: Jabir bin samurah bin Amru bin Junadah bin Jundab al-suwai
Julukan: Abu abdillah atau Abu khalid
Garis keturunan: Kabilah bani suwadah bin Amir bin Sa’sama
Kerabat: Saad bin Abi Waqqash
Wafat: Tahun 66 H/685 atau 74 H/693 atau 75 H/694
Tidak ada sejarah secara pasti yang menyebutkan tentang kelahiran beliau.
jabir bin samurah meriwayatkan hadist dari Nabi sebanyak 126 hadist. Disamping
meriwayatkan hadist-hadist dari Nabi ia juga meriwayatkan hadist-hadist dari sahabat
seperti: Ali bin abi Thalib, Umar bin khattab, Abu ayyub al-anshari, Saad bin abi
Waqqash dan Ayahnya Samurah bin Amru7.
Ada perbedaan mendasar mengenai siapa-siapa saja yang menjadi khalifah
dalam hadist tersebut antara ahlu sunnah dan syiah, dalam literatur ahlu sunnah terkait
masalah siapa saja yang disebutkan dalam hadist tersebut, Suyuti berpendapat yang
termaktub dalam kitab Tarikh al-khulafa bahwa 12 khalifah itu adalah: Abu bakar,
Umar, Usman, Ali, Hasan bin Ali, Muawiyah bin Abi Sufyan, Abdullah bin Zubair,
dan Umar bin abdul aziz. Ia kemudia menyebut dua orang lagi Al-Muhtadi dan AlDzahir dari kesultanan Bani Abbasiyah, karena menurutnya dua orang tersebut adalah
5
6
7

Naisaburi Sahih Muslim, jld. 3, hal. 1453
Syaikh Shaduq, man laa yahdhuru al-faqih, jld. 4, hal. 180
Ibnu asakir, jld. 3, hal. 288; Mizzi, jld. 4, hal. 437
3

khalifah yang adil. Suyuti berkata namun dua orang lainnya yang tersisa mesti kita
tunggu kemunculannya salah seorang dari keduanya adalah Al-Mahdi yang berasal
dari Ahlul bait Nabi Muhammad Saw 8. Dalam syiah juga disebutkan nama yang
terdapat dalam hadist 12 khalifah yaitu:
1. Imam Ali As
2. Imam Hasan As
3. Imam Husain As
4. Imam Ali zainal abidin As
5. Imam Muhammad bin Ali As
6. Imam Ja’far bin Muhammad As
7. Imam Musa bin Ja’far As
8. Imam Ali bin Musa As
9. Imam Muhammad bin Ali As
10. Imam Ali bin Muhammad As
11. Imam Hasan Al-askari As
12. Imam Muhammad bin Hasan Afs9.
B. Sumber-sumber Hadist 12 khalifah dari literatur Ahlu Sunnah
1. Musnad Abu Daud al-Thayalisi
2. Al-fatan
3. Musnad Ahmad dengan 12 periwayatan
4. Shahih Bukhari
5. Shahih Muslim dengan 6 periwayatan
6. Sunan Abi Daud
7. Sunan Al-tirmizi, Al-Mu’jam al-kabir al-tabrani dengan 16 periwayatan
8. Al-mu’jam al-awsath
9. Al-malahim ibnu Manadi
10. Al-mustadrak ala al-shahihain
11. Taisaru al-wushul
12. Nihayah al-bidayah wa al-nihayah
13. Yanabih al-mawaddah
14. Tarikh al-khulafa
15. Al-jam bain al-shahihain
8
9

Tarikh al-khulafa, hal. 10-12
Thabathabai, Syiah dar islam, hal. 197-199
4

16. Firdaus al-akhbar
C. Nama-nama perawi dari kalangan Sahabat menurut Syiah
Jabir bin Samurah, Abdullah bin mas’ud, Wahhab bin Abdullh, Anas bin Malik, Abi
said al-khudri, Salman Al-farisi, Abu Hurairah, Umar bin khattab, Watshilah bin alasqa’I, Ummu salamah, Abdullah bin Umar, Makhul, Aisya binti abu Bakar, Abu dzar
al-ghiffari, Abdullah bin Ubay, Zaid bin Arqam, Abu ayyub al-anshari10 .

Daftar pustaka

10

Shafi alghulpaghani, Muntakhab al-atsar, jld. 1, hal. 100-119
5

Muhammad subhi al-salih, ‘ulumul al-hadist wa mustalahuh (Beirut: Dar Al-fikr,
1989), hal. 4-5
QS Al-baqarah: 30
QS Shad: 26
Bukhari, al-sahih, jld. 8, hal. 127, kitab al-ahkam, bab. A l-istikhlaf, jld. 7223
Naisaburi Sahih Muslim, jld. 3, hal. 1453
Syaikh Shaduq, man laa yahdhuru al-faqih, jld. 4, hal. 180
Ibnu asakir, jld. 3, hal. 288; Mizzi, jld. 4, hal. 437
Tarikh al-khulafa, hal. 10-12
Thabathabai, Syiah dar islam, hal. 197-199
Shafi alghulpaghani, Muntakhab al-atsar, jld. 1, hal. 100-119

6

Judul: Tugas Ilmu Hadist

Oleh: Miftah Nurvia Zulfah


Ikuti kami