Tugas Uas Ims

Oleh Wira Cahaya

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Uas Ims

AMAZON WEB SERVICE

OLEH:
I PUTU WIRA CAHAYA PRATAMA YUDHA 15045045036

INTEGRASI DAN MIGRASI SISTEM (A)
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2020

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Amazon Web Service
Amazon Web Services (AWS) adalah website yang menyediakan service berbasis

cloud menawarkan lebih dari 175 layanan unggulan yang lengkap dari pusat data secara
global. Sudah banyak peruasahaan-perusahaan besar termasuk beberapa startup dengan
pertumbuhan tercepat, perusahaan terbesar, dan lembaga pemerintah. Penggunakan AWS
salah satunya didasari karena untuk memangkas biaya agar lebih hemat untuk operasioanl,
menjadikan system atau aplikasi yang diingin di buat menjadi lebih mudah dan cepat.
Amazon Web Service menyediakan beberapa layanan yang dimana dikelompokkan
menjadi 5 bagian besar layanan, yaitu layanan komputasi yang dikhususkan untuk memberi
infrastruktur untuk pengguna yang ingin melakukan komputasi server, layanan penyimpanan
yang memberi infrastruktur untuk melakukan penyimpanan, layanan basis data dimana basis
data tersebut disimpan di cloud dan dapat diakses dimanapun secara aman cepat dan
terpercaya, layanan jaringan yang dikhususkan untuk mengatur jaringan antara layananlayanan yang di dalam cloud atau di luar cloud, dan yang terakhir adalah layanan aplikasi
untuk melengkapi layanan-layanan yang lainnya
1.2

Contoh-contoh Hosting di AWS
Amazon Web Service memberikan banyak sekali layanan-layanan berbasis cloud,

baik untuk pemula maupun sampai dapat digunakan loleh perusahaan-perusahaan besar.
Berkut merupakan beberapa pilihan hosting di Amazon Web Service.
2.6.1

Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud)
EC2 atau Elastic Compute Cloud merupakan layanan web yang menyediakan

kapasitas komputasi berbasis cloud dimana menyediakan berbagai pilihan kapasitas yang
sesuai dengan kondisi kebutuhan pelanggan (dapat diubah ukurannya / elastis). Elastis yang
dimaksud yaitu kapasitas dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dalam hitungan menit (on
demand) menggunakan AWS Auto Scaling yang sudah terdapat langsung pada layanan EC2.
Jadi pelanggan hanya membayar sesuai dengan apa dan berapa yang dipakai, hal tersebut
akan lebih menghemat biaya infrastruktur. EC2 di desain untuk skala perusahaan besar
maupun kecil yang dimana ada beberapa perusahaan-perusahaan besar seperti Netflix,
Airbnb, Expedia dan lainnya menggunakan produk ini.

EC2 memiliki banyak kategori Instance (mesin) yang dikelompokan bedasarkan
sesuai dengan tujuan digunakannya EC2. Berikut beberapa kategori Instance yang diberikan
EC2,
a.

General Purpose (Umum)
General purpose merupakan kategori umum yang dapat digunakan oleh layanan

berskala kecil seperti distributed data stores, development environments, server game dan
lainnya. Maka dari itu tipe-tipe instance yang di berikan memiliki spesikasi yang umum.
Berikut merupakan beberapa daftar tipe-tipe instance,

Gambar. 1.1 General Purpose Instance
Berdasarkan gambar 1.1, terdapat Sembilan tipe Instance General Purpose yang
memiliki fitur dan spesifikasi yang berbeda-beda. Pada T3 Instances dibagi lagi menjadi
beberapa berdasarkan besar kecilnya vCPU dan Memory seperti t3.nano, t3.micro, t3.small

dan seterusnya. Begitu pula dengan Intances yang lain seperti T3a, T2, M6g dan seterusnya,
tentunya bertutut-turut ke performa dan kapastitas semakin membersar.
b.

Compute Optimized
Kategori Compute Optimized merupakan instance yang di desain khusus untuk

melakukan beberapa aktifitas komputasi yang memerlukan performa processors yang tinggi
diantaranya yaitu,
1)

Web server dengan performa tinggi

2)

Batch processing

3)

High-Performance Computing (HPC)

4)

Multiplayer Gaming

5)

Video Encoding

Sama halnya dengan instance lainnya juga memiliki tiga tipe instance pada kategori compute
optimized yaitu C5, C5n dan C4 seperti ditunjukan pada gambar 1.2 berikut,

Gambar 1.2 Compute Optimized Instances

Pada kategori ini memiliki 3 tipe instance yang masing-masing memiliki fitur dan spesifikasi
yang berbeda. Kategori ini memiliki tipe instance berperforma dan kapasitas lebih besar dari
ketegori sebelumnya, yang dimana bertujuan umumnya digunakan untuk segala kegiatan
komputasi yang berperforma tinggi. Dari setiap tipe instance juga dibagi menjadi beberapa
bagian berdasarkan besaran vCPU, memory, network bandwidth (Gbps) dan EBS (Elastic
Block Storage) Bandwidth (Mbps) yang berturut-turut semakin besar seperti c5n.large,
c5n.xlarge, c5n.2xlarge dan seterusnya.
c.

Memory Optimized
Kategori memory optimized seperti yang diketahui digunkan untuk keperluar yang

mengomtimalkan penggunaan memory. Kategori ini dirancang untuk memberikan kinerja
cepat dalam melakukan beban kerja dalam memproses data yang berjumlah besar dalam
memory. Seperti kategori sebelumnya, kategori ini memiliki beberapa tipe instance sebagai
berikut pada gambar 1.3,

Gambar 1.3 Memory Optimized Instances
Gambar 1.3 menujukan instance R4 yang memiliki fitur dan sepesifikasi tersebut, begitu pula
dengan tipe yang lain seperti R5, R5a, X1e dan seterusnya. Kategori ini di desain untuk, High
performance databases, Data mining dan analysis Hadoop/Spark clusters dan lainnya
d.

Accelerated Computing
Khusus pada kategori ini, disetiap instancenya menggunakan perangkat akselerator

atau co-processor, graphics processing (GPU) yang dimana lebih efisien dibandingkan
dengan menjalankan software di CPU. Berikut berupakan beberapa tipe instance pada
kategori ini

Gambar 1.4 Accelerated Computing Instances
Pada kategori ini terdapat 6 tipe instances yang memiliki spesifikasi dan fitur masing-masing.
Disetiap tipe instance juga dibagi lagi menjadi beberapa bagian berdasarkan jumlah GPU
(GPUs), vCPU, Memory, Memory GPU, dan lainnya yang berturut-turut semakin besar.
Seperti nama kategorinya, kategori ini diperuntukan untuk pelanggan yang membutuhkan
akselerasi powerfull dalam komputasi.
e.

Storage Optimized
Kategori ini dirancang sedemikian rupa untuk mengoptimalkan penyimpanan saat

beban kerja yang tinggi, seperti akses untuk read dan write data yang sangat besar. Maka dari
itu kategori instance ini menggunakan SSD untuk local storagenya. Kategori ini
memungkinkan untuk mengoptimalkan storage saat ada puluhan ribu kiriman, operasi I/O per
second (IOPS) ke aplikasi dengan lantensi yang rendah. Berikut merupakan beberapa tipe
instance pada kategori ini,

Gambar 1.5 Storage Optimized Instances
Berdasarkan gambar 1.5, terdapat 4 tipe instance pada kategori ini yang masing-masing
memiliki fitur dan spesifikasi yang berbeda. Disetiap tipe dibagi lagi berdasarkan besaran
vCPU, Memory, Local Storage, dan Networking Performance yang berturut-turut semakin
besar seperti misalkan i3.large, i3.xlarge, i3.2xlarge dan seterusnya. Kategori ini bisa
digunakan untuk NoSQL databases seperti misalkan Cassandra, MongoDB, Redis, dan lain
sebagainya.
EC2 dapat didapatkan secara gratis dan juga berbayar di AWS, untuk EC2 gratis
mendapatkan 750 jam instance yang bertipe t2.micro setiap bulan dalam setahun untuk
Sistem Operasi Linux dan Windows. Sedangkan EC2 berbayar, seperti yang disebutkan di
awal, pelanggan hanya membayar apa yang digunakan saja. Dari setiap tipe-tipe instance
dalam kategori-kategori yang disebutkan, memilki harga yang berbeda-beda. EC2 memiliki 4
metode pembayaran yaitu sebagai berikut,
a.

On-Demand
Metode pembayaran on-demand merupakan metode pembayaran sesuai dengan

kebutuhan pelanggan. Pelanggan membayar sesuai dengan kapasitan instance yang
digunakan per jam atau per detik. Tidak ada keharusan pelanggan untuk berlangganan, jadi
kapanpun pelanggan bisa menghentikan layanan. Selain itu pada saat layanan berjalan
pelanggan dapat menambah atau mengurangi kapasitas instance sesuai dengan kebutuhan.
Pembayaran dengan metode ini cocok digunakan untuk pelanggan sebagai berikut.



Pelanggan yang menginginkan biaya yang sehemat mungkin dan dapat fleksibel
menggunakan EC2 tanpa harus berlangganan jangka Panjang



Cocok untuk aplikasi yang memiliki workload yang tidak terprediksi, dan aplikasi
yang digunakan dalam jangka waktu yang relative pendek



Cocok digunakan untuk aplikasi yang di rancang dan di implementasikan di Amazon
EC2 untuk pertama kalinya

Berikut merupakan beberapa contoh rincian biaya untuk berlangganan EC2 dengan metode
pembayaran On-Demand,

Gambar 1.6 Metode On-Demand Kategori General Purpose
Berdasarkan gambar 1.6 terdapat beberapa pilihan system operasi yang dapat digunakan
dengan harga yang berbeda-beda disetiap system operasi. Region atau wilayah server yang
digunakan juga mempengaruhi perbedaan harga instance. Pada gambar 6 merupakan
beberapa harga instance pada kategori General Purpose, yang dimana untuk harga kategori
lainnya dapat dilihat pada gambar 1.7

Gambar 1.7 Harga Instances pada tiap Kategori
Berdasarka gambar 1.7, pada tiap kategori memiliki harga instance masing-masing sesuai
dengan besaran kapasitasnya.
Contoh :
Menggunakan tipe instance : p3.16xlarge dengan harga $36.816 per Jam
Sistem Operasi : Windows
Tipe EBS : SSD (gp2) dengan harga $0.12 per GB
Jika :
-

Penggunaan selama 20 jam dalam 1 bulan

-

Penyinpanan menyimpan 10 gb dalam 1 bulan

Maka :
-

Biaya Instance sebesar 20 x 36.816 = $736.32

-

Biaya penyimpanan 10 x 0.12 = $1.2

Jadi total biaya 736.32 + 737.52 = $206.96 atau dalam rupiah sebesar (kurs dollar terhadap
rupiah sebesar 14.359) Rp. 10.590.049
Selain itu untuk harga data transfer AWS sudah menentukan beberapa rincian harga
untuk pelanggannya yang bertukar data baik dari internet masuk ke Amazon EC2 atau keluar
dari Amazon EC2 ke internet adalah sebagai berikut,

Gambar 1.8 Biaya Transfer Data Masuk/Keluar

Gambar 1.8 menunjukan biaya juga dapat dibedakan sesuai wilayah yang dipilih oleh
pelanggan pada awal menggunakan layanan EC2. Selain itu Amazon EC2 memberikan gratis
untuk tranfer data masuk ke Amazon EC2 dari internet. Jika pelanggan ingin tranfer data
hanya dengan beda wilayah saja Amazon juga sudah menentukan harga tentunya lebih murah
adalah sebagi berikut,

Gambar 1.9 Biaya Transfer Data ke Beda Wilayah Amazon EC2
b.

Spot Instances
Metode pembayaran spot merupakan metode pembayaran dimana pelanggan hanya

membayar saat aplikasinya berjalan saja. Jadi pelanggan sudah mengetahui periode-periode
waktu aplikasinya digunakan. Jadi metode ini cocok digunakan pada,


Aplikasi yang sudah mempunyai periode waktu mulai dan berakhirnya aplikasi

berjalan


Pengguna dengan kebutuhan komputasi mendesak untuk kapasitas tambahan dalam

jumlah besar
Amazon EC2 sudah menentukan hitungan harga per jam dan juga ada dengan durasi
yang sudah ditentukan adalah sebagai berikut,

Gambar 1.10 Metode Pembayaran Spot Instances
Berdasarkan gambar 1.10, Amazon EC2 menyediakan harga per jam atau dengan
durasi yang sudah ditentukan yaitu per 1 jam atau per 6 jam untuk masing-masing pengguna
system operasi Linux atau Windows. Sama halnya dengan metode yang lain wilayah server
juga dapat mengubah harga disetiap tipe instance.
Contoh :
Menggunakan tipe instance : p3.16xlarge dengan harga $10.288 per Jam
Sistem Operasi : Windows
Tipe EBS : SSD (gp2) dengan harga $0.12 per GB
Jika :
-

Penggunaan selama 20 jam dalam 1 bulan

-

Penyinpanan menyimpan 10 gb dalam 1 bulan

Maka :
-

Biaya Instance sebesar 20 x 10.288 = $205.76

-

Biaya penyimpanan 10 x 0.12 = $1.2

Jadi total biaya 205.76 + 1.2 = $206.96 atau dalam rupiah sebesar (kurs dollar terhadap
rupiah sebesar 14.359) Rp. 2.971.738 (lebih murah sekitar 7 juta rupiah dibandingkan dengan
metode pembayaran On-Demand)
c.

Saving Plans
Metode saving plans memberikan harga 72% leih murah dibanding dengan metode

lain, tetapi metode ini hanya digunakan oleh pelanggan dengan penggunaan yang teratur dan
dalam waktu yang lama. Pelanggan tetap bisa mengubah sesuai dengan kebutuhan tipe-tipe
instance, system operasi, wilayah server, dan juga dapat menggunakan AWS Fargate dan
AWS Lambda. Pelanggan juga mendapatkan laporan kinerja dan laporan anggaran dengan
menggunakan AWS Cost Explorer.

d.

Reserved Instances
Metode ini merupakan metode dimana pelanggan memesan instance yang sudah

ditentukan namun akan dijalankan atau digunakan pada waktu dan jangka waktu yang sudah
di rencanakan. Amazon mangatakan jika mengunakan metode ini dapat menghemat hinga
75% jka dibandingkan dengan metode On-Demand. Jadi metode ini cocok digunakan untuk,


Aplikasi yang sudah memiliki waktu penggunaan yang stabil



Aplikasi yang sudah menentukan kapasitas instance yang ingin digunakan



Pelanggan yang ingin berlangganan dengan jangka waktu satu sampai 3 tahun, dapat

mengurangi biaya layanan EC2

Gambar 1.11 Metode Reserved Instances
Sama halnya dengan metode lain, pengguna dapat melihat harga berdasarkan system
operasi yang digunakan, wilayah dan tipe instance. Pada gambar 11 tipe instance a1.medium
untuk penggunaan 1 tahun sudah ada rincian bagi pelanggan yang ingin berlangganan, semi
berlangganan atau tidak berlangganan. Begitu juga dengan penggunaan dengan waktu 3
tahun. Selain itu pelanggan juga diberikan informasi penghematan disbanding dengan metode
On-Demand.
2.6.2

Amazon EBS (Elastic Block Store)

EBS merupakan layana penyimpanan erperforma tinggi yang disediakan atau
dirancang oleh AWS bagi pelanggannya yang menggunakan Amazon EC2. EBS dapat
digunakan untuk beberapa beban kerja seperti ralasional atau non-relasional basisdata,
aplikasi yang kompleks, mesin analisis big data, file system, dan lain sebagainya.
Karena ini adalah layanan penyimpanan, pelanggan dapat memilih spesifikasi dan
volume penyimpanan yang dibutuhkan. Pelanggan juga bisa mengubah spesifikasi,
mengubah besaran volume penyimpanan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Seingga
pelanggan AWS dapat menekan biaya jauh lebih efisien, berikut merupakan beberapa tipe
volume penyimpanan EBS yang disediakan,

Gambar 1.12 Tipe Volume EBS
Berdasarkan gambar 1.12, EBS menggunakan 2 jenis penyimpanan yaitu SSD dan HDD.
Jenis SSD dibagi menjadi 2 tipe yaitu io1 dan gp2 dimana masing-masing mempunyai
rentang besaran peyimpanan dan spesifikasi yang berbeda-beda. Begitu pula dengan jenis
HDD dibagi menjadi 2 tipe yaitu st1 dan sc2 yang memunyai spesifikasi yang berbeda-beda
yang dapat dilihat pada gambar 1.12.

EBS dapat digunakan dengan gratis di AWS dengan mendapatkan 30GB
penyimpanan, 2 juta operasi I/O dan 1 GB layanan snapshots. Berikut merupakan rincian
harga EBS berbayar

Gambar 1.13. Harga Volume dan Snapshots EBS
Berdasarkan gambar 1.13 harga dari volume EBS yang dapat digunakan dibagi menjadi 4
rincian harga dimana 2 tipe volume untuk SSD dan 2 tipe volume untuk HDD. Untuk biaya
EBS Snapshots memiliki biaya sendiri sekita $0.05 per GB dalam 1 bulan.
2.6.3

Amazon S3 (Simple Storage Service)
Amazon S3 merupakan salah satu layanan penyimpanan yang diberikan oleh AWS

dimana memungkinkan pelanggannya menyimpan data dengan jumlah baik kecil maupun
dalam jumlah besar. Perusahaan kecil maupun besar dapat menyimpan, mengamankan
sejumlah data seperti untuk situs web, aplikasi seluler, pencandangan (backup) maupun
pengembalian (restore), aplikasi IoT maupun analisis data dalam jumlah yang besar.
Untuk hak akses, pelanggan yang menggunakan layanan ini dapat mengakses datanya
sendiri, selain itu dapat juga memberikan hak akse kepihak lain dengan menggunakan fitur
AWS Identity and Access Management. Untuk kemanan data Amazon S3 menggunakan
system keamanan yang fleksibel untuk membatasi orang tak dikenal ingin mengakses data.
Misalkan disebutkan dapat menggunakan VPC yang terhubung dengan Amazon Virtual
Private Cloud (Amazon VPC). Selain itu dapat menggunakan server-side encryption atau
clint-side encryption pada saat mengirimkan data.
Sama halnya dengan layanan penyimpanan lain, S3 memiliki beberapa kelas
penyimpanan sebagai berikut,
a.

S3 Standard
Layanan S3 standart yaitu layanan penyimpanan yang dirancang untuk keperluan

umum yang dimana intensitas aksesnya tinggi(sering diakses). S3 standart begitu pula kelas
yang lain memiliki lantensi yang rendah, sehingga cocok digunakan untuk situs website

dinamis, aplikasi mobile, game, maupun analisis data yang berjumlah besar. Berikut
merupakan rincian biaya menggunakan kelas standard

Gambar 1.14 Harga Penyimpanan S3 Standard

Gambar 1.15 Harga Request dan Retrieval Data
b.

S3 Intelegent-Tiering (pola akses tidak terprediksi)
Pada kelas intelligent-tiering merupakan kelas penyimpanan yang cocok digunakan

untuk aplikasi yang memiliki pola akses yang tidak menentu. Kelas ini dirancang untuk
mengotimalkan biaya karena dengan kelas ini memindahkan data ke tingkat akses yang
paling hemat biaya. Kelas ini memindahkan data ke dua tingkat yaitu ke tingkat yang sering
diakses dan data yang jarang diakses. S3 memonitorin data dengan kelas ini, jika data tidak
diakses berturut-turut selama 30 hari maka data dipindahkan ke tingkat data jarang diakses.

Gambar 1.16 Harga Penyimpanan S3 Intelligent-Tiering

Gambar 1.17. Harga Request dan Retreival Data
c.

S3 Standard IA (akses jarang)
Kelas S3 ini dirancang untuk menyimpan data yang jarang diakses namun

membutuhkan akses cepat ketika data tersebut dibutuhkan. Kelas ini memeliki harga yang
jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelas penyimpanan yang lainnya. Kelas ini cocok
digunakan untuk penyimpanan jangka panjang, menyimpan data cadangan. Berikut
merupakan rincian harga jika menggunakan kelas ini,

Gambar 1.18 Harga Penyimpanan S3 Standard-IA

Gambar 1.19 Harga Request dan Retrieval Data
d.

S3 One Zone-IA (akses jarang disimpan dalam 1 zona)
Kelas S3 ini sama dengan kelas S3 Standard-IA yaitu dirancang untuk menyimpan

data dengan frekuensi akses yang jarang. Namun tidak seperti kelas lain dimana menyinpan
data minimal harus pada 3 zona yang tersedia (AWS Availability Zone), kelas ini hanya
disimpan dalam 1 zona atau single zone. Kelas ini dirancang untuk pelanggan yang ingin
menekan biaya yang lebih murah namun tidak memerlukan tingkat ketersediaan dan
ketahanan data (cocok untuk menyinpan cadangan data sekunder) karena disimpan dalam 1
zona. Data tidak akan bisa diakses saat zona yang dipakai rusak, itulah kelemahan dari kelas
ini.
Berikut merupakan harga yangdibutuhkan jika menggunakan kelas S3 One Zone-IA,

Gambar 1.20 Harga Penyimpanan S3 One Zone-IA

Gambar 1.21 Harga Request dan Retrieval Data
e.

S3 Glacier
Penyimpanan S3 kelas ini dirancang untuk menyimpan data sebagai arsip. Harga

penyimpanan ini lebih murah disbanding kelas-kelas sebelumnya. Kelas ini juga memberikan
waktu pengembalian (retrival) data yang cukup cepat hanya hitungan menit atau paling lama
12 jam. Pelanggan dapat secara langsung mengunggah data ke kelas ini dan bisa juga dari
kelas-kelas lain yang digunakan seperti S3 Standard, S3 Intelligent-Tiering, S3 Standard-IA
dll.
Berikut merupakan harga yangdibutuhkan jika menggunakan kelas S3 Glacier,

Gambar 1.22 Harga Penyimpanan S3 Glacier

Gambar 1.23 Harga Request dan Retrieval Data
f.

S3 Glacier Deep Archive
S3 Glacier Deep Archive merupakan kelas yang sama gunanya untuk menyimpan

arsip data. Namun kelas ini memiliki perbedaan yang di harga yaitu yang paling murah di
layanan S3. Kelas ini dirancang untuk perusahaan-perusahaan seperti jasa keuangan,
kesehatan, dan sector public dimana pada umumnya mengharuskan menyimpan data selama
7-10 tahun yang diakses hanya sekali atau dua kali dalam setahun. Berikut harga yang
dibutuhkan untuk menggunakan kelas ini,

Gambar 1.24 Harga Penyimpanan S3 Glacier Deep Archive

Gambar 1.25 Harga Request dan Retrieval Data
2.6.4

Amazon Lightsail
Amazon Lightsail merupakan produk yang memeberikan layanan virtual server,

basisdata, dan jaringan dengan biaya yang rendah dan sudah direncanakan (terprediksi).
Dibandingkan dengan produk yang lain Lightsail merupakan produk layanan hosting yang
cukup sederhana. Lightsail dirancang untuk pengguna yang ingin membangun websitewebsite sederhana, aplikasi web, proses development dan test suatu aplikasi maupun
pengguna yang baru ingin mencoba menggunakan layanan di AWS.
Didalam produk Lightsail, terdapat fitur yang membantu pengguna untuk
mempercepat aplikasinya bisa dipublikasikan, berikut beberapa fitur yang sudah termasuk
dalam produk Lightsail,

a.

Lightsail Virtual Server (Instance)
Lightsail memiliki instance atau server virtual sendiri dimana spesifikas dan

kapasitasnya sudah ditentukan. Lain dengan produk EC2 yang memeiliki tipe instance yang
sangat banyak dan kompleks, pada produk ini cukup sederhana dan lebih compact. Berikut
merupakan beberapa pilihan harga dan spesifikasi server virtual yang berikan AWS

Gambar 1.26 Virtual Server Lightsail
Berdasarkan gambar 1.26, pengguna dapat memilih system operasi yang digunakan Linux
atau Widows. Disediakan masing-masing 7 pilihan spesifikasi instance dengan harga
berbeda-beda. Sedangkan untuk biaya transfer data, AWS menentukan biaya yang di ambil
dari wilayah Asia Pasifik (Mumbai dan Sydney).
b.

Simplified Load Balancing
Lightsail memberikan fitur load balancing untuk penggunanya. Hal tersebut

memungkinkan pengunjung aplikasi dapat dengan nyaman mengakses aplikasi dengan sedikit
hambatan. Berikut merupakan biaya untuk menggunakan fitur ini dapat dilihat pada gambar
1.27

Gambar 1.27 Load Balancing Lightsail
c.

Managed Databases
Fitur ini memungkinkan pengguna produkLightsail untuk menggunggah management

basisdatanya sendiri seperti MySQL datau PostgreSQL. Maka dari itu pengguna dapat
memanajemen basisdatanya sendiri dengan instance yang terpisah yang terhubung ke
Amazon Lightsail.

Gambar 1.28 Managed Databases
Seperti fitur yang diberikan Lightsail yaitu dapat menggunggah management basisdata
tersendiri dengan menggunakan instance yang terpisah dan terhubung ke Lightsail. Amazon
Lightsail menyediakan 4 pilihan instance yang dapat dipilih untuk menggunakan
management basisdata sendiri. Rinciang harga dapat dilihat pada gambar 1.28.
d.

Upgrade to EC2
Dikarenakan produk Lightsail ini dirancang untuk aplikasi-aplikasi sederhana

khususnya dapat digunakan oleh pengguna baru atau perusahaan yang baru berkembang.
Maka dari iti pengguna Lightsail dapat meng-upgrade ke EC2 yang lebih kompleks.
2.6.5

Amazon GameLift
Amazon Web Service memberikan satu produk yang secara khusus menyediakan

server

hosting

untuk

game.

gamgeLift

dirancang

untuk

pelanggan

yang

ingin

mengembangkan game khususnya di game multiplayer. Sama dengan produk lainnya yang
bebasis cloud, biaya yang rendah, lantensi rendah (45 ms), dan waiting time yang cepat.
GameLift memberikan banyak keutungan bagi pelanggannya yaitu diantaranya Fitur
Autoscaling yang berfungsi untuk merubah kapasitas server secara otomatis berdasarkan
traffic pengguna. Selain itu tidak adanya Down Time atau server tetap hidup ketika merilis
pembaharuan atau konten-konten baru. GameLift memberikan sebanyak 40 tipe dan ukuran
mesin server virtual (instance) di masing-masing system operasi (Linux & Windows). Berikut
berupakan beberapa tipe dan ukuran instance di system operasi Linux yang memiliki 2
metode penentuan harga yaitu Spot Pricing dan On-Demand Pricing,

Gambar 1.29 Spot Pricing GameLift

Gambar 1.30 On-Demand Pricing GameLift
2.6.6

Amazon Lambda
Amazon Lambada merupakan layanan web service yang memiliki virtual server. Jadi

pengguna AWS Lambda dapat menjalankan kode program tanpa membuat atau memiliki
server. Pengguna hanya membayar berapa lama waktu komputasi yang digunakan.
Menggunakan AWS Lambda dapat menjalankan kode untuk hamper semua jenis
aplikasi backend. Hanya dengan membuat suatu fungsi dan unggah kode program dan
membuat “Triger” kapan fungsi tersebut akan dijalankan. AWS Lambda dapat terhubung ke
semua service lainnya yang disediakan oleh AWS termasuk juga dapat terhungun ke RDS
yang di miliki AWS. Berikut merupakan harga yang diberikan oleh AWS untuk Lambda,

Gambar 1.31 Harga AWS Lambda
Berikut merupakan contoh simulasi perhitungan harga jika menggunakan AWS
lambda,

Contoh,
Misalkan,
Pengguna mengalokasikan 512 MB memory untuk menyimpan fungsi yang berada pada
Lambda, fungsi tersebut akan dieksekusi atau dijalankan sebanyak 3juta kali dalam satu
bulan, dan sekali dijalankan memerlukan waktu 1 detik
Maka,
Harga perbulan $0.00001667 per GB-s dan pada saat mendaftar mendapat gratis sebanyak
400,000 GB-s.
Total Koputasi = 3 juta kali dijalankan X 1 detik = 3000000 detik
Total komputasi (dalam GB)= 3000000 X 512 MB / 1024 = 1500000 GB/s
Karena mendapat gratis sebanyak 400,000 GB/s
1500000 – 400000 = 1100000
Total pembayaran 1100000 X $0.00001667 = $18.24
2.6.7

Amazon RDS (Relational Databases Server)
Layanan Amazon RDS merupakan layanan database server yang memudahkan

pengguna untuk mengatur, mengoperasikan relasional basisadata berbasis cloud. Pengguna
hanya membuat sebuah instance untuk bisa menggunakan Amazon RDS.
Amazon RDS memiliki beberapa tipe instance yaitu tipe optimalisasi memori, atau
optimalisasi perfoma input/output. Amazon RDS juga memberikan beberapa pilihan mesin
server basisdata yaitu diantaranya Amazon Aurora (milik Amazon), PostgreSQL, MySQL,
MariaDB, Oracle, dan SQL server. Amazon RDS juga memberikan layanan migrasi dari
basisdata lama ke Amazon RDS dengan mudah. Berikut merupakan beberapa harga yg
diberikan oleh Amazon RDS,
a.

On-Demand DB Instances
On-Demand DB Instances memungkinkan pengguna membayar kapasitas dengan

penghitungan pada saat instance basisdata berjalan dan tanpa komitmen jangka panjang. Ini
membebaskan pengguna dari perhitungan biaya dan kompleksitas perencanaan, pembelian,
dan pemeliharaan perangkat keras.

Gambar 1.32 Harga On-Demand DB Instances
b.

Reserved Instances
Reserved Instances memberi pengguna opsi untuk memesan instance database untuk

jangka waktu satu atau tiga tahun dan dan jika dibandingkan dengan On-Demand DB
Instances memiliki perbedaan harga yang lebih murah. Amazon RDS menyediakan tiga opsi
pembayaran yaitu membayar diakhir periode, membayar setengah awal dan setengan diakhir,
atau membayar diawal periode. Hal tersebut memungkinkan pengguna menyeimbangkan
jumlah yang pembayaran dengan harga per jam yang lebih efektif.

Gambar 1.33 Harga Reserved Instances
c.

Database Storage
Amazon RDS memberi pengguna kemampuan untuk memilih dari 20 GiB hingga 64

TiB kapasitas penyimpanan General Purpose (SSD) terkait untuk kumpulan data primer.
Dengan General Purpose (SSD), pengguna akan dikenakan biaya untuk penyimpanan yang
dibutuhkan. Namun, pengguna tidak akan dikenai biaya untuk proses I / O yang pengguna
konsumsi. Harga adalah sebagai berikut,

Gambar 1.34 Harga SSD
Amazon RDS memberi juga memberi kemampuan untuk menyediakan kapasitas I / O
yang dibutuhkan basis data pengguna. Pengguna dapat mengatur dan menskalakan dari 1.000
IOPS(input/output per second ) ke 80.000 IOPS dan 100 GiB hingga 64 TiB penyimpanan.
Dengan penyimpanan IOPS SSD yang disediakan, pengguna akan dikenai biaya untuk
ketentuan IOPS dan penyimpanan yang pengguna miliki.

Gambar 1.34 Harga Provisioned IOPS (SSD) Storage
Amazon RDS juga memberi pengguna kemampuan untuk memilih dari 20 GiB
hingga 3 TiB kapasitas penyimpanan magnetik terkait untuk kumpulan data primer.
Penyimpanan magnetik didukung untuk mengkompatibelkan kedua jenis penyimpanan
sebelumnya. AWS menyarankan pengguna menggunakan SSD Geneal Purpose atau SSD
IOPS yang disediakan untuk kebutuhan penyimpanan baru.
d.

Backup Storage
Untuk biaya pencadangan penyimpanan dikenakan biaya sebesar $0.095 per

GiB/bulan dan jika setelah baisdata di terminated maka juka akan di cadangkan dikenakan
biaya yang sama.
e.

Snapshot Export

AWS RDS juga memberikan layanan snapshot dengan membayar sebanyak $0.010
per GB of snapshot

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Registrasi Akun
Registrasi akun di Amazon Web Service, pertama-tama yang harus disiapkan adalah

email untuk sign in, Credit card untuk proses pembayaran.berikut merupakan tahapan
registrasi akun:
1.

Akses situs https://aws.amazon.com/ .Lalu klik Sign in untuk masuk ke halaman
pendaftaran.

2.

Selanjutnya akan diarahlan ke halaman sign up. Masukkan email, password, serta
username yang akan digunakan. Klik Continue.

3.

Isikan data diri.

4.

Masukkan Credit/Debit card number. Serta expiration date dan Cardholder name,
lalu sudah klik Verify. Akun segera akan dibuat oleh Amazon dan akan segera
diterbitkan. Amazon akan memotong biaya sebesar $1 sebagai biaya pendaftaran
awal namun beberapa minggu kemudian jika pembayaran sudah valid dana $1 akan
dikembalikan ke rekening Credit/Debit Card tersebut. Setelah itu, user akan
mendapatkan paket free tier yang dapat digunakan selama setahun. Jika setahun
telah habis, user akan dikenakan tarif biaya sesuai penggunaan.

5.
2.2

Jika verifikasi sudah selesai, sudah dapat dilakukan login.
Setting Instance EC2 (Linux) & Setting Apache Web Server
Sebelum memasang Apache Web Server pada EC2 instance (Linux), peratama-tama

yaitu membuat Instance EC2 dengan terlebih dahulu men-setting network dengan membuat
VPC (Virtual Private Cloud), setting Subnets dan Setting Security Groups. Berikut Langkahlangkah setting network,
1. Cari VPC pada kolom pencarian service aws
2. Setelah masuk ke dashboard VPS klik pada bagian VPCs lalu pilih Create VPC, maka
akan tampil seperti gambar berikut,

Gambar 2.1 Halaman VPCs
Masukan Name tag dan masukan IPv4 CIDR block dengan 10.0.0.0/16. Pada bagian
IPv6 CIDR block centang bagian no IPv6 CIDR Block. Pada bagian Tenancy biarkan default,
lalu klik create VPC
3. Kembali ke Dashboard VPC dan klik pada menu Subnets dan klik pada create subnet,
maka akan tampil seperti gambar berikut,

Gambar 2.2 Halaman Subnet
Masukan Name tag, lalu pada kolom VPC pilih VPC yang sudah di buat sebelumnya.
Pada Availability Zone pilih zona sesuai dengan saat membuat akun AWS. Pada IPv4 CIDR
block masukan 10.0.1.0/24, lalu klik create
4. Kembali ke Dashboard VPC dan klik pada menu Security Groups, lalu klik pada
Create Security Groups, maka akan tampil seperti gambar berikut,

Gambar 2.3 Halaman Security Groups
Masukan Security Group name dan deskripsinya, lalu pada kolom VPC pilih VPC yang
sudah dibuat sebelumnya, lalu klik Create
5. Selanjutnya dari security groups yang sudah dibuat, pada bagian Inbound Rules, klik
pada bagian Edit Rules maka akan tampil seperti gambar berikut,

Gambar 2.4 Halaman Edit Rule
Klik pada bagian Add Rule, pada kolom Type pilih HTTP, kolom Source Pilih Anywhere.
Selanjutnya klik lagi Add Rule, pada kolom Type pilih SSH, kolom Source pilih Anywhere
lalu klik Save.
Setelah Setting Network selesai barulah siap untuk membuat instance EC2
menggunakan OS Linux. Berikut merupakan langkah-langkah membuat instance EC2 dengan
OS Linux.
1. Cari EC2 pada kolom pencarian service AWS, lalu klik pada bagian Launch Instance,
2. Maka akan diinteruksikan untuk memilih AMI (Amazon Machine Images), lalu pilih
Amazon Linux AMI 2018.03.0 (HVM), SSD Volume Type (free tier )
3. Memilih type instance yang ingin digunakan, secara default akan dipilihkan General
Purpose t2.micro karena type tersebutlah yang gratis, lalu klik Next
4. Selanjutnya pada halaman konfigurasi Instance, pada kolom Network pilih VPC yang
sudah dibuat sebelumnya, maka pada kolom subnet akan otomatis berubah, lalu pada
kolom Auto-assign Public IP pilih Enable seperti gambar berikut,

Gambar 2.5 Halaman Configure Instance
5. Selanjutnya pada halaman Add Storage, sudah diatur secara default jadi dilanjutkan
dengan klik next,
6. Pada halaman Add Tags dilanjutkan dengan klik next

7. Pada halaman Configuure Security Group, pilih Select existing security groups, lalu
pilih security groups yang sudah dibuat sebelumnya seperti gambar berikut, lalu klik
Review and Launch

Gambar 2.6 Halaman Configure Security Groups
8. Pada halaman Review berisikan review instace yang akan dibuat, selanjutnya klik
Launch
9. Selanjutnya muncul jendela Select Key Pair, karena belum ada keypair maka pilih
create a new key pair dan isi nama kemudian download key pair, terakhir klik Launch
Instance seperti gambar berikut

Gambar 2.7 Halaman Key Pair
10. Ketika meihat Instance yang sudah dibuat, maka seharusnya belum mempunyai
Public DNS (IPv4), maka dari itu selanjutnya ke halaman VPC dan pilih VPC yang
sudah dibuat lalu klik Action pilih Edit DNS Hostname.

11. Centang enable pada DNS hostname, lalu save, Instance sudah memiliki Public DNS
(IPv4)

Gambar 2.8 Halaman DNS (IPv4)
12. Agar dapat mengakses EC2 Server dari luar, maka harus mengatur Internet Gateway,
maka cari menu VPC, pilih Menu Internet Gateway dan pilih Create Internet
Gateway. Berikan nama Internet Gateway, lalu klik Create, Pada Dashboard Internet
Gateway, pilih Internet Gateway yang sudah dibuat lali klik Action dan pilih Attach to
VPC, selanjuynya pilih VPC yang sudah dibuat lalu klik Attach.
13. Kemudian pilih menu Route Table, lalu Create Route Table, beri nama dan pilih VPC
yang sudah dibuat, lalu Create
14. Berdasarkan Route Table yang sudah dibuat, klik Routes lalu Edit Routes, lalu Add
Route isikan kolom Destination 0.0.0.0/0 dan kolom Target pilih Internet Gateway
lalu pilih Internet Gateway yang sudah dibuat, seperti gambar berikut, lalu Save Route

Gambar 2.9 Halaman Edit Routes
15. Langkah selanjutnya pergi ke halaman Subnets, lalu pilih subnet yang sudah dibuat
lalu klik Edit Route Table Association
16. Pada kolom Route Table ID pilih Route Table yang sudah dibuat, seperti gambar
berikut, lalu Save, EC2 siap terkoneksi.

Gambar 2.10 Halaman Edit Route Table Association

17. Selanjutnya mengakses EC2 dari computer, pada tutorial ini memakai Git for
Windows

untuk

terminalnya,

dapat

didownloa

pada

link

berikut

https://gitforwindows.org/ , lalu lakukan instalasi sampai selesai
18. Setelah instalasi selesai lalu jalankan perintah berikut untuk mengakses Instance EC2
dengan menggunakan Key Pair yang sudah di download tadi,

Gambar 2.11 Kode Program Mengakses Instance EC2
19. Setelah itu akan muncul konfirmasi, lalu ketik “yes” lalu enter maka akan terlihat
seperti gambar berikut, sudah berhasil mengakses EC2 Instance yang menggunakan
OS Linux seperti gambar berikut,

Gambar 2.12 Tampilan Telah Berhasil Mengakses Instance EC2
Setelah Instance EC2 sudah data diakses selanjutnya menginstal web server yaitu
Apache pada Instance EC2. Berikut merupakan langkah-langkah menginstal Web Server
Apache pada EC2 Instance,
1. Untuk mendapatkan update terbaru dari EC2 menggukanan perintah berikut, tunggu
sampai proses selesai

Gambar 2.13 Kode Program Update Fitur EC2
2. Untuk menginstan Apache dengan PHP menggunakan perintah sebagai berikut,
tunggu sampai proses instalasi selesai,

Gambar 2.14 Kode Program Mengintal Apache Web Server

3. Jika proses instalasi sudah selesai, Start web server dengan menggunakan perintah
berikut,

Gambar 2.15 Kode Program Menjalankan Web Server
4. Selanjutnya mengkonfigurasi web server dengan menggunakan perintah berikut,

Gambar 2.16 Kode Program Konfigurasi Web Server
Untuk memungkinkan pengguna ec2 mengelola file di direktori root default untuk
server web Apache, maka perlu memodifikasi kepemilikan dan izin direktori / var / www.
Pada tutorial ini, menambahkan grup bernama www ke instance EC2, dan kemudian
memberikan kepemilikan grup itu pada direktori / var / www dan menambahkan izin untuk
grup.
5. Untuk menambahkan www group ke EC2 Instance menggunakan perintah berikut,
Gambar 2.17 Kode Program Menambah Group
6. Menambahkan ec2-user ke group www menggunakan perintah berikut,
Gambar 2.18 Kode Program Menambahkan ec2-user ke Group
7. Masuk ulang untuk merefresh permission dengan perintah “exit”
8. Untuk memastikan group sudah dibuat, gunakan perintah berikut,

Gambar 2.19 Kode Program Cek Group
9. Rubah kepemilikan group www ke /var/www dengan perintah berikut,
Gambar 2.20 Kode Program Rubah Kepemilikan Group
10. Untuk merubah izin direktori /var/www untuk dapat menambahkan izin group
nantinya jika diperlukan menggunakan perintah berikut,

Gambar 2.21 Kode Program Set Permission Direktori
11. Mengbah izin untuk file pada /var/www menggunakan perintah berikut,

Gambar 2.22 Kode Program Set File Permssion
Setelah semua perintah dilakukan, Apache web server sudah terinstall di EC2
Instance. Untuk memastikan, copy Public DNS (IPv4) pada EC2 Console lalu paste pada web
broser maka akan tampil seperti gambar berikut,

Gambar 2.23 Kode Program Tampilan Apache Telah Terinstal
2.3

Setting RDS (Relational Database Server) dengan MySQL Engine
Membuat server relasional basis data berbasis cloud di AWS menggunankan Amazon

RDS memiliki beberapa pilihan mesin (engine), pada tutorial ini menggunakan engine
MySQL. Sama seperti pada saat akan membuat EC2 intsance pertama-tama yang harus
dilakukan yaitu setting network yiatu membuat 2 Subnet (pada 2 AZ yang berbeda) dan Route
Table. Pada tutorial ini tidak perlu membuat VPC lagi cukup menggunakan VPC yang sudah
dibuat pada tutorial pembuatan Instance EC2 sebelumnya. Berikut merupakan langkahlangkah membuat Instance RDS menggunakan mesin MySQL yang diawali dengan setting
network
1. Membuat 2 Subnet, untuk subnet yang pertama pilih menu subnet lalu klik Create
Subnet pada kolom VPC gunakan VPC yang sudah buat sebelumnya, dan atur AZ
dengan ap-southeast 1b, serta atur IPv4 CIDR Block dengan 10.0.2.0/24, lalu klik
Create, Selanjutnya untuk subnet yang kedua menggunakan AZ ap-southeast-1c
dengn IPv4 CIDR Block 10.0.3.0/24 seperti gambar berikut

Gambar 2.24 Halaman Subnet
2. Membuat Route Table, klik pada bagian menu Route Table lalu klik Create. Beri
nama dan pilih VPC yang sudah dibuat lalu Create. Selanjutnya berdasarkan Route
Table yang sudah dibuat klik pada menu Subnet Associations, lalu klik Edit. Pilih
subnet yang telah dibuat lalu klik Save. Ulangi pada subnet yang kedua seperti
gambar beriku,

Gambar 2.25 Halaman Route Table
3. Setelah setting network selesai, selanjutnya beralih ke Dashbord RDS dan membuat
subnet group dengan menggunakan VPC dan subnet yang sudah dibuat sebelumnya,
seperti gambar berikut,

Gambar 2.26 DB Subnet Group
4. Langkah selanjutnya yaitu membuat RDS Instance, beralih ke menu database lalu
klik create database
5. Pada Kolom Engine Option pilih MySQL.
6. Pada kolom tamplate pilih Free Tier.
7. Pada kolom setting beri nama pada database identifier (mydb-rds), masukan master
user(admin), dan password(mydbrds2020).
8. Pada kolom DB instance size jangan dirubah karena sudah menggunakan tamplate
Free Tier.
9. Pada kolom connectivity pilih VPC dan subnet yang sudah dibuat. Bagian public
accessible pilih no ini berarti database server tidak mempunyai IP public hanya
dapat diakses oleh EC2 instance atau device lainnya yang menggunakan VPC

yang sama. Lalu pada VPC security group pilih create a new VPC security group lalu
beri nama dan pilih salah satu AZ.
10. Pada kolom additional configuration masukan nama basisdata yang ingin dibuat
(kampus). Lalu biarkan sisanya dengan setting-an default lalu klik Create Database.

Gambar 2.27 Dashboard Database yang Sudah dibuat
11. Setelah pembuatan RDS Instance selesai, agar RDS Instance dapat diakses melalui
EC2 Instance selanjutnya yaitu mengubah source pada Inbound Rules menjadi
10.0.0.0/16 (sesuai dengan VPC yang sudah dibuat). Dengan cara pilih pada bagian
Security Group, lalu pilih yang bertipe Inbound, lalu klik Edit Inbound Rules, lalu
ubah source menjadi 10.0.0.0/16, lalu Save.

Gambar 2.28 Halaman Edit Inbound rules
12. Tahap selanjutnya yaitu mencoba mengakses RDS Instance melalu EC2. Sebelumnya
instal dulu MySQL server pada EC2 dengan mengetikan perintah sebagai berikut,

Gambar 2.29 Perintah Install MySQL

13. Lalu akses RDS Instance dengan menggunakan perintah mysql -h (endpoint) -P
3306 -u (username) -p, lalu masukan password seperti gambar berikut

Gambar 2.30 Perintah Akses Database
14. Akses RDS server berhasil, seperti gambar berikut

Gambar 2.31 Database Berhasil Diakses
2.4

Setting IP Private

Saat mulai untuk membuat suatu instance pada umumnya pengguna menerima IP public yang
beruguna untuk mengangkes server dari mana saja. Misalkan pada instance database server
dapat diakses melalui IP public meski dari instance EC2 yang berbeda -beda namun memiliki
kendala yaitu respon yang relative lama. Sehingga berikut merupakan setting IP private
antara instance EC2 yang berisi web server dengan database server karena dengan setting IP
private, dapat membatasi akses ke instance. Berikut merupakan langkah-langkah setting IP
private,
1. Pada Dashboar EC2, klik instance yang sudah dibuat lalu klik Action. Klik pada menu
Networking lalu Change VPC. Pilih VPC yang sama yang digunakan oleh AWS RDS.
(AWS RDS dan EC2 berapa pada VPC yang sama)
2. Pada Dashboard EC2, pilih menu Security Group, pilih Security Group yang digunan
EC2, lalu klik Action dan Edit Inbound Rules.

3. Pada kolom Type isikan Custom TPC Rule. Kolom Protokol isikan TCP. Port Range
isikan 22, dan pada source isikan IP lokal device yang digunakan untuk mengakses
instance EC2, karena default-nya IP source dapat diakses oleh semua, jadi dengan
memasukan IP lokal instance akan hanya dapat diakses oleh yang dimasukan. Seperti
gambar berikut

Gambar 2.32 Inbound Rules EC2
4. Tahap selanjutnya yaitu beralih ke Dashboard RDS lalu pilih Database yang ingin di
setting, lalu pada bagian Connectivity & security klik link yang ada dibawah VPC
security groups yang ada pada bagian Security.
5. Klik Action lalu Edit Inbound Rules
6. Pada kolom Type isikan Custom TPC Rule. Kolom Protokol isikan TCP. Port Range
isikan port yang digunakan database yaitu 3306, dan pada source isikan IP private
Instance EC2, lalu klik Save seperti gambar berikut,

Gambar 2.33 Inbound Rules RDS
7. Database berhasil diakses

Gambar 2.34 Database Berhasil Diakses
2.5

Instalasi Emulator Instance EC2 (Windows) dan Akses WhatsApp dengan

Chrome
Membuat instance EC2 menggunakan OS Windows memiliki cara yang hampir sama
dengan membuat instance EC2 menggunakan OS Linux pada tutorial sebelumnya. Namun
pada tutorial ini setting network yang digunakan secara default. Berikut merupakan Langkahlangkah membuat instance EC2 (Windows),
1. Buka Dashboard EC2 Console lalu klik Launch Instance
2. Pada halaman Choose AMI, pilih Microsoft Windows Server 2019 Base untuk
menggunakan Amazon Mechine Image yang bersistem operasi Windows. Klik Select

Gambar 2.35 Halaman Memilih AMI
3. Pada halaman Choose an Instance Type, pilih tipe instance yang gratis yaitu t2.micro.
Klik next.

Gambar 2.26 Halaman Memilih Tipe Instance
4. Pada halaman Configure Instance Details hanya melakukan perubahan pada kolom
Network yaitu memilih salah satu Subnet, dan yg lainnya biarkan default. Klik Next

Gambar 2.37 Setting Kolom Network
5. Pada halaman Add Storage pada tutorial ini biarkan dengan setting default, lalu Next
6. Pada halaman Add Tags biarkan kosong, lalu Next
7. Pada halaman Configure Security Group klik pada Create a new security group, lalu
beri nama dan deskripsi Security Group, seperti gambar berikut

Gambar 2.38 Halaman Configure Security Group
8. Pada halaman Review berisikan detail Instance yang akan dibuat, jika sudah benar
maka klik Launch
9. Buat keypair baru dan download

10. Download emulator Remote Desktop, dengan cara klik Connect pada Dasboard EC2
lalu klik Download Remote Desktop File
11. Selanjutnya cara memperoleh Password dan Username klik pada bagian Get
Password lalu pilih File Key Pair yang sudah di download sebelumnya, lalu klik
Decrypt Password

Gambar 2.39 Halaman Download Remote Desktop & Decrypt Password
12. Buka dan Install Remote Desktop yang sudah di download lalu masukan Username
dan Password

Gambar 2.40 Aplikasi Remote Desktop Meminta Password
13. EC2 instance Windows sudah dapat diakses

Gambar 2.41 EC2 Instance Windows Dapat Diakses
14. Selanjutnya download dan install Chrome, agar Internet Explorer mengijinkan untuk
mengunduh file, dilakukan dengan cara buka Sever Manager, pilih local server, lalu
klik IE Enhanced Security Configuration pada bagian Administrator pilih OFF lalu
OK seperti gambar berikut

Gambar 2.42 Jendela IE Enhanced Security Configuration
15. Selanjutnya buka Internet Explorer lalu download dan install Chrome
16. Buka Chrome dan akses WhatsApp Web, lalu scan QR Code seperti gambar berikut

Gambar 2.43 WhatsApp Web Meminta Validasi Melalui QR Code
17. Chrome yang ada pada di Instance EC2 Windows sudah dapat mengakses WhatsApp

Gambar 2.44 WhatsApp Sudah Bisa DIakses
2.6

Uji Coba Rest API dengan AWS Lambda
Pada tutorial ini, membuat sebuah aplikasi sederhana berbasis website yang

mempunyai dua tugas yaitu memasukan data mahasiswa (POST) ke dalam basisdata (RDS
MySQL) dan mencari detail data mahasiswa (GET) dengan menggunakan keyword e-mail
mahasiswa. Bagian back-end aplikasi ini di lakukan menggunakan AWS Lambda berbahasa
Python yang terhubung ke AWS RDS dengan mesin MySQL. Sedangkan pada bagian frontend menggunakan Amazon S3. Lalu Amazon API Gateway bertugas sebagai trigger AWS
Lambda, yaitu sebuah fungsi Lambda akan berjalan ketika API Gateway mengirimkan POST
maupun GET. Berikut merupakan gambarab umum aplikasi yang dibuat,

Gambar 2.45 Gambaran Umum Aplikasi Sederhana
Gambar x.x memperlihatkan bahwa Amazon S3 sebagai front-end untuk tempat memasukan
data mahasiswa atau keyword berupa e-mail mahasiswa. Data tersebut dikirimkan oleh
Amazon API Gateway kepada AWS Lambda sesuai method POST atau GET, sekaligus juga
sebagai trigger AWS Lambda untuk menjalankan fungsinya. AWS Lambda yang sudah
terhubung ke Amazon RDS akan melakukan query insert ataupun select tergantung fungsi
apa yang berjalan. Setelah itu fungsi AWS Lambda memberikan return Amazon API
Gateway dan ditampilkan di Amazon S3.
Pada tutorial sebelumnya sudah membuat dan setting Amazon RDS yang
menggunakan mesin MySQL, maka saat ini perlu membuat fungsi Lambda, Rest API POST
dan GET yang terhubung ke fungsi Lambda, dan meng-hosting tampilan website di Amazon
S3.
2.6.1

Memasukan Data Mahasiswa (POST)
Pada proses memasukan data mahasiswa ke basisdata menggunakan API dengan

method POST yang sebagai trigger AWS Lambda melakukan query insert ke Amazon RDS
yang sudah dibuat pada tutorial sebelumnya. Pada Amazon RDS menggunakan mesin
MySQL sudah mempunyai database bernama ‘kampus’ yang memiliki sebuah tabel yang
bernama ‘mahasiswa’ berisi beberapa field yaitu emailID, nama, alamat, tlpn seperti gambar
berikut,

Gambar 2.46 Field Database
Ketika database sudah disiapkan, maka tahap selanjutnya yaitu membuat dan setting
fungsi Lambda agar dapat terhubung dan melakukan insert data ke dalam database. Berikut
merupakan tahap membuat fungsi Lambda untuk terhubung dan melakukan query insert
terhadap database. Sebelum membuat fungsi dalam Lambda, yang perlu dilakukan pertamatama yaitu membuat Role agar Lambda dapat mengakses beberapa service AWS lainnya

yang akan digunakan seperti saat ini Lambda akan mengakses Amazon RDS dan lainnya.
Role dapat di buat dengan mengikuti Langkah-langkah berikut,
1. Masuk ke Identity and Access Management (IAM) Dashboard lalu klik Create Role
2. Lalu klik Menu Lambda seperti gambar berikut dan klik Next Permission

Gambar 2.47 Halaman Membuat Role Lambda
3. Lalu

cari

dan

pilih

dua

policy

yaitu

AmazonRDSFullAccess

AWSLambdaVPCAccessExecutionRole seperti gambar berikut,

Gambar 2.48 Halaman Memilih Policy
4. Pada halaman Tags biarkan kosong dan Next
5. Pada halaman Review beri nama role dan klik Create

dan

Gambar 2.49 Halaman Review Role
Setelah role sudah dibuat maka tahap selanjutnya yaitu membuat fungsi AWS
Lambda untuk melakukan insert data ke database. Berikut merupakan tahap-tahap membuat
fungsi Lambda.
1. Masuk ke Dashboard Lambda lalu klik Create Function
2. Beri nama, pilih bahasa pemrograman yang akan digunakan, dan pilih role yang sudah
dibuat seperti gambar berikut,

Gambar 2.50 Halaman Membuat Fungsi Lambda
3. Agar dapat mengkoneksikan Lambda ke database, harus meng-import library
PyMySQL yaitu dengan mengunggah file ZIP dari PyMySQL seperti gambar berikut

Gambar 2.51 Import Library PyMySQL
4. Membuat file Python baru dan memasuka kode program seperti gambar berikut, lalu
Save

Gambar 2.52 Kode Program Koneksi Database & Insert Data
5. Lakukan test dengan cara memasukan data melalui configure test event seperti
gambar berikut, lalu klik save

Gambar 2.53 Halaman Membuat Configure Test Event
6. Klik test dan fungsi Lambda berhasil diesekusi

Gambar 2.54 Fungsi Berhasil
7. Data berhasil masuk ke database, terlihat seperti gambar berikut,

Gambar 2.55 Data Berhasil Masuk ke Database
Setelah

fungsi

Lambda

dibuat,

selanjutnya

membuat

API

Gateway

dan

menjadikannya sebagai trigger untuk fungsi Lambda yang sudah dibuat. Berikut merupakan
langkah-langkahnya.

1. Masuk ke API Gateway Dashboard lalu klik Create API dan pilih REST API
2. Pilih Create New API dan beri nama seperti gambar berikut

Gambar 2.56 Halaman Membuat API
3. Setelah API berhasil dibuat, klik menu Action dan klik Create Resource

Gambar 2.57 Jendela Create Resource
4. Beri nama resource dan centang pada enable API Gateway CORS

Gambar 2.58 Halaman Resource API
5. Klik Action pada Resource yang sudah dibuat pilih Create Method, lalu pilih POST
6. Pilih Integration Type dengan Lambda dan pilih fungsi Lambda yang sudah dibuat
seperti gambar berikut

Gambar 2.59 Halaman Memilih Tipe Integration
7. Lalu klik Kembali Menu Action dan pilih Enable CORS, lalu klik Enable CORS and
Replace existing CORS header
8. Klik menu Action lalu pilih Deploy API dan buat stage baru seperti gambar berikut

Gambar 2. Jendela Deploy API
9. Uji coba API dengan menggunakan Postman. Gunakan Invoke URL yang diberikan
setelah Deploy API lalu tambahkan /namaresource (postdatamahasiswa). Uji coba
dengan mengirimkan raw file berformat JSON seperti gambar berikut,

Gambar 2.60 Uji Coba API Melalui Postman
8. Data berhasil masuk ke database

Gambar 2.61 Data Berhasil Masuk
Setelah itu selanjutnya meng-hosting tampilan website dengan menggunakan Amazon
S3. File yang di ungguah berupa file html dan javascript yang didalamnya sudah terhubung
dengan Inoveke URL API yang sudah dibuat. Berikut merupakan langkah hosting tampilan di
Amazon S3.
1. Masuk ke Dashboard Amazon S3 lalu klik Create Bucket
2. Masukan nama bucket dan hilangkan centang pada bagian Block all public access
3. Klik bucket yang sudah dibuat, masuk ke menu permission lalu pilih Bucket Policy
dan klik pada bagian bawah Policy Generator.
4. Pada halaman AWS Policy Generator, di kolom Select Type of Policy pilih S3 Bucket
Policy. Lalu pada kolom Principal beri symbol bintang (*). Pada kolom Action beri
centang pada pilihan Get Object. Selanjutnya masukan ARN ditambahkan dengan /*
pada halaman S3 ke kolom Amazon Resource Name (ARN). Lalu klik Add Statement
dan Generate Policy

5. Copy dan paste Policy ke halaman S3 lalu klik Save
6. Pada halaman Bucket, klik upload lalu pilih file html dan javascript yang sudah dibuat
7. Pada halaman set permission ubah pada bagian Manage public permissions menjadi
Grant public read access to this object(s), lalu next sampai selesai
8. Setelah file sudah di upload, beralih ke menu properties lalu klik pada bagian static
web hosting dan centang pada Use this bucket to host a website, isikan nama file
seperti gambar berikut. Lingkaran merah merupakan URL static website yang dapat
diakses

Gambar 2.62 Jendela Membuat URL Static Website Hosting
9. Akses link http://postmhs.s3-website-ap-southeast-1.amazonaws.com
10. Masukan data mahasiswa lalu klik Submit

Gambar 2.63 Halaman Website Input Data Mahasiswa

11. Data berhasil masuk ke database

Gambar 2.64 Data Berhasil Masuk
2.6.2

Mencari Data Mahasiswa dengan E-Mail (GET)
Setelah data dapat di masukan ke database (POST), selanjutnya yaitu membuat API

dengan method GET menggunakan fungsi Lambda yang dapat melakukan query select pada
tabel mahasiswa agar dapat menampilkan detai data mahasiswa dengan menggunakan
keyword e-mail. Berikut merupakan langkah-langkah untuk membuat fungsi Lambda untuk
menampilkan data mahasiswa berdasarkan e-mail yang dicari.
1. Masuk ke Lambda Dashboard lalu klik Create Function
2. Beri nama fungsi, pilih bahasa pemrograman yang digunakan, dan pilih Role yang
sudah dibuat sebelumnya seperti gambar berikut

Gambar 2.65 Halaman Membuat Fungsi Lambda
3. Sama seperti membuat fungsi Lambda sebelumnya agar dapat mengkoneksikan
Lambda ke database, harus meng-import library PyMySQL yaitu dengan
mengunggah file ZIP dari PyMySQL
4. Membuat file Python baru dan memasuka kode program seperti gambar berikut, lalu
Save

Gambar 2.66 Kode Program Koneksi Database dan Select Data
5. Lakukan test dengan cara memasukan data melalui configure test event seperti
gambar berikut, lalu klik save

Gambar 2.67 Membuat Configure Test Event
6. Klik test dan fungsi Lambda berhasil diesekusi dan detail data mahasiswa sudah
ditampilkan dalam format JSON

Gambar 2.68 Fungsi Berhasil Menampilkan Data
Setelah

fungsi

Lambda

dibuat,

selanjutnya

membuat

API

Gateway

dan

menjadikannya sebagai trigger untuk fungsi Lambda yang sudah dibuat. Berikut merupakan
langkah-langkahnya.
1. Masuk ke API Gateway Dashboard lalu klik Create API dan pilih REST API
2. Pilih Create New API dan beri nama seperti gambar berikut
3. Setelah API berhasil dibuat, klik menu Action dan klik Create Resource
4. Beri nama resource dan centang pada enable API Gateway CORS

Gambar 2.69 Jendela Membuat Resource API
5. Klik Action pada Resource yang sudah dibuat pilih Create Method, lalu pilih GET
6. Pilih Integration Type dengan Lambda dan pilih fungsi Lambda yang sudah dibuat
7. Lalu klik Kembali Menu Action dan pilih Enable CORS, lalu klik Enable CORS and
Replace existing CORS header

8. Klik pada bagian Method Request lalu klik URL Query String Parameters, dan klik
Add isikan dengan emailID karena sebagai Keyword pencarian mahasiswa. Pada
bagian Request Validator pilih Validate query string paramaters and headers seperti
gambar berikut

Gambar 2.x Membuat Parameter Input API
9. Klik pada bagian Integration Request, lalu klik pada menu Body Mapping Tamplate,
pada bagian application/json isikan dengan perintah berikut,

Gambar 2.70 Membuat Body Mapping Tamplate Sebagai Parameter Input
10. Klik action lali deploy API
11. Uji coba API dengan aplikasi Postman, dengan menggunakan URL Invoke yang
diberikan dan tambahkah key yaitu emailID isinya madepandu@gmail.com seperti
gambar berikut,

Gambar 2.71 Uji Coba API dengan Postman
12. Data mahasiswa berhasil dikirimkan berformat JSON

Gambar 2.72 Data Berhasil Ditampilkan
Setelah itu selanjutnya meng-hosting tampilan website dengan menggunakan Amazon
S3. File yang di ungguah berupa file html dan javascript. File java script berisi kode program
dan Invoke URL API. Berikut merupakan langkah hosting tampilan di Amazon S3.
1. Masuk ke Dashboard Amazon S3 lalu klik Create Bucket
2. Masukan nama bucket dan hilangkan centang pada bagian Block all public access
3. Klik bucket yang sudah dibuat, masuk ke menu permission lalu pilih Bucket Policy
dan klik pada bagian bawah Policy Generator.
4. Pada halaman AWS Policy Generator, di kolom Select Type of Policy pilih S3 Bucket
Policy. Lalu pada kolom Principal beri symbol bintang (*). Pada kolom Action beri
centang pada pilihan Get Object. Selanjutnya masukan ARN ditambahkan dengan
“/*” pada halaman S3 ke kolom Amazon Resource Name (ARN). Lalu klik Add
Statement dan Generate Policy

5. Copy dan paste Policy ke halaman S3 lalu klik Save
6. Pada halaman Bucket, klik upload lalu pilih file html dan javascript yang sudah dibuat
7. Pada halaman set permission ubah pada bagian Manage public permissions menjadi
Grant public read access to this object(s), lalu next sampai selesai
8. Setelah file sudah di upload, beralih ke menu properties lalu klik pada bagian static
web hosting dan centang pada Use this bucket to host a website, isikan nama file
seperti gambar berikut. Lingkaran merah merupakan URL static website yang dapat
diakses

Gambar 2.73 Jendela Membuat URL Static Website Hosting
9. Akses link http://getmhs.s3-website-ap-southeast-1.amazonaws.com
10. Masukan E-mail mahasiswa yang sudah terdaftar (wayanyuda@gmail.com) sebelumnya,
lalu klik Search. Detail data mahasiswa sudah bisa ditampilkan

Gambar 2.74 Halaman Website Data Mahasiswa Berhasil Ditampilkan

BAB III
PENUTUP
Amazon Web Service memberikan banyak pilihan untuk membuat server virtual,
penyimpanan virtual, serta proses komputasi virtual dan masih banyak lagi. Semua jenis
service yang disediakan dapat digunakan oleh pengguna pemula yang ingin mengembangkan
bisnisnya sampai dengan perusahaan-perusahaan besar. Semua dapat disesuaikan dengan
kebutuhan, pengguna hanya membayar dengan apa yang sudah digunakan menggunakan
metode pembayaran yang bervariasi. Dengan menggunakan service yang diberikan oleh
AWS memungkinkan pengguna untuk mengalokasikan dana seminilimal mungkin namun
dapat memaksimalkan hasil dari service tersebut. Semua service yang diberikan berbasis
cloud yang dimana disetia wilayah memilih beberapa pilihan zona, jadi jika pada suatu
wilayah terjadi kerusakan pada server, zona cadangan akan sangat berguna untuk
menanggulangi permasalahan tersebut. Amazon Web Service sudah layak menjadi pilihan
untuk perusahaan-perusahaan yang baru berkembang untuk mengembangkan perusahaannya
dengan signifikan namun menggunakan biaya yang relative efektif.

Judul: Tugas Uas Ims

Oleh: Wira Cahaya


Ikuti kami