Tugas Metodologi Penelitian

Oleh Derry Setiadi

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Metodologi Penelitian

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN
LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA APARAT
DESA KAHALA DI KECAMATAN KENOHAN

TUGAS
MATA KULIAH :
METODOLOGI PENELITIAN

Dosen :
Professor Dr. Iskandar, SE., M.Si.
Disusun Oleh :
Nama
NPM
Kelas
Semester

: Mila Noviyani
: 170214612
: Khusus
: 6/Genap

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
KONSENTRASI MANAJEMEN
UNIVERSITAS KUTAI KARTANEGARA
TENGGARONG
2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan tugas kuliah ini dalam bentuk maupun isinya yang apa adanya.
Saya mengakui dan menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini
kebanyakan saya ambil semua dari Internet (google) dan jauh dari kesempurnaan
individu, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena
itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari
Dosen Mata Kuliah Metodologi Penelitian guna menjadi acuan dalam bekal
pengalaman bagi saya untuk lebih baik di masa yang akan datang.

Tenggarong, 21 April 2020
Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah .....................................................
1.2 Rumusan Masalah ..............................................................
1.3 Tujuan Penelitian ..............................................................
1.4 Manfaat Penelitian .............................................................
1.5 Sistematika Penulisan .........................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Studi Terdahulu ..................................................................
2.2 Teori-teori Utama ...............................................................
2.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi ...................................
2.4 Indikator Variabel ..............................................................
2.5 Hubungan Variabel ............................................................
2.6 Sistesis ................................................................................
2.7 Kerangka Pikir ...................................................................
2.8 Hipotesis .............................................................................
2.9 Definisi Konsepsional ........................................................
DAFTAR PUSTAKA

i
ii
iii
1
1
3
3
4
4
6
6
7
8
12
12
15
16
16
16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG
Setiap badan pemerintah baik di lingkungan desa, kota atau
kabupaten,

provisi

bahkan

pemerintah

pusat

dituntut

untuk

memaksimalkan sumberdaya manusia dan pengelolaan sumber daya
manusia yang tersedia. Pengelolaan ini tidak terlepas dari motivasi kerja
dan lingkungan kerja yang mendukung terciptanya kinerja yang optimal.
Aparat desa merupakan aset sumber daya manusia terpenting demi
terwujudnya stabilitas peran kantor desa dalam memberikan pelayanan
terhadap masyarakat. Peran aparat desa sangatlah penting sebagai pemikir,
perencana, pelaksana dan pengendali aktivitas pemerintahan di lingkungan
desa. Karena pentingnya peran aparat desa, aparat desa perlu mendapat
perhatian lebih agar tercapainya tujuan pemerintahan desa.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja aparat desa
di antaranya motivasi kerja dan lingkungan kerja. Idealnya, semakin tinggi
motivasi kerja aparat desa, maka aparat desa juga akan semakin rajin
dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat desa. Begitu sebaliknya,
semakin rendah motivasi aparat desa maka aparat desa juga semakin malas
untuk melaksanakan tugasnya sebagai aparat desa. Hal ini pasti akan
berdampak tidak optimalnya kinerja dari aparat desa.
Kinerja merupakan pencapaian tugas, dimana dalam bekerja harus
sesuai dengan program kerja dalam mencapai visi, misi, dan tujuan.
Menurut Mathis dan Jackson (2006) faktor yang mempengaruhi kinerja
yaitu kemampuan untuk pekerjaan tersebut dan tingkat usaha yang
dicurahkan. Menurut Mathis dan Jackson (2006), motivasi adalah
keinginan dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut

bertindak. Biasanya orang bertindak karena suatu alasan untuk mencapai
tujuan. Memahami motivasi sangatlah penting karena kinerja, reaksi
terhadap kompensasi dan persoalan sumber daya manusia yang lain
dipengaruhi dan mempengaruhi motivasi.
Menurut Joko Purnomo (2008) dalam penelitiannya mengenai
kepemimpinan, motivasi kerja, dan lingkungan kerja, terhadap kinerja
karyawan menunjukkan hasil yang signifikan. Di mana variable motivasi
kerja dan lingkungan yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
kinerja karyawan. Penelitian ini sendiri dilakukan terhadap pegawai negeri
sipil pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara. terbukti
mempengaruhi. Sedangkan menurut Lucky Wulan Analisa (2011) dalam
penelitiannya mengenai pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja
terhadap kinerja pada studi kasus Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kota Semarang, menyebutkan bahwa kedua variabel penjelas memberikan
pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Dalam penelitian ini, faktor –
faktor tersebut dianalisis untuk menentukan pengaruh motivasi kerja dan
lingkungan kerja terhadap kinerja aparat desa Kahala, Kecamatan
Kenohan.
Sumber

daya

manusia

berperan

dalam

mengolah

dan

memanfaatkan sumber daya dan material sehingga menjadi produk. Oleh
karena itu untuk meningkatkan kinerja, perlu diperhatikan agar sumber
daya manusia dapat bekerja secara efisien dan menampilkan kinerja yang
bisa memberi sumbangan terhadap produktivitas merupakan masalah
mendasar dari berbagai konsep manajemen dan kepemimpinan. Kinerja
mengacu pada prestasi kerja aparat diukur berdasarkan standard atau
kriteria yang telah ditetapkan. Pengelolaan untuk mencapai kinerja aparat
yang sangat tinggi terutama untuk meningkatkan kinerja secara
keseluruhan.

Kantor Desa Kahala Adalah salah satu instansi pemerintah dalam
lingkup pedesaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah
motivasi dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap
kinerja aparat dalam suatu organisasi pemerintah dalam hal ini kantor
desa. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas, maka dapat
diajukan sebuah penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH
MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP
KINERJA APARAT DESA KAHALA DI KECAMATAN KENOHAN”.
1.2.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang ada
dapat diketahui bahwa pada kenyataannya kepemimpinan aparat desa
dalam kinerjanya kurang efisien dan kurang memperhatikan peningkatan
sumber daya manusianya sehingga sumbangan produktivitas manajemen
tidak mencapai prestsi kerja.
Seharusnya, seperti yang dikemukakan oleh Mathis dan Jackson
(2006:174) Kinerja merupakan pencapaian tugas, dimana dalam bekerja
harus sesuai dengan program kerja dalam mencapai visi, misi, dan tujuan,
faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu kemampuan untuk pekerjaan
tersebut dan tingkat usaha yang dicurahkan, motivasi adalah keinginan
dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak karena
biasanya orang bertindak karena suatu alasan untuk mencapai tujuan.
Memahami motivasi sangatlah penting karena kinerja, reaksi terhadap
kompensasi dan persoalan sumber daya manusia yang lain dipengaruhi
dan mempengaruhi motivasi.

1.3.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Aparat Desa
Kahala di Kecamatan Kenohan.

2. Untuk mengetahui pengaruh Linkungan Kerja terhadap Kinerja Aparat
Desa Kahala di Kecamatan Kenohan.
3. Untuk mengetahui pengaruh Motivasi dan Linkungan Kerja secara
bersama-sama terhadap Kinerja Aparat Desa Kahala di Kecamatan
Kenohan.
1.4.

MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi
pihak yang berkepentingan antara lain sebagai berikut :
1. Bersifat Teoritis :
a. Sebagai sarana untuk melatih berfikir secara ilmiah dengan berdasar
pada disiplin ilmu yang diperoleh di bangku kuliah khususnya
lingkup manajemen sumber daya manusia.
b. Untuk menambah informasi sumbangan pemikiran dan pengetahuan
dalam penelitian.
2. Bersifat Praktis :
Bagi aparat desa khususnya, untuk mengetahui sejauh mana Motivasi
dan Lingkungan Kerja berdampak pada Kinerja yang diharapkan
pemerintahan desa, dan hasilnya menjadi pertimbanagan dalam
menyusun Strategi untuk meningkatkan Kinerja aparat desa.

1.5.

SISTEMATIKA PENULISAN
Penelitian ini dibagi menjadi 2 bagian dengan sistematika
penulisan sebagai berikut:
BAB I: Pendahuluan, dalam bab ini menguraikan latar belakang masalah,
rumusan

masalah,

sistematika penulisan.

tujuan

dan kegunaan

penelitian

serta

BAB II: Tinjauan Pustaka, berisi tentang landasan teori yang berhubungan
dengan penelitian serta hasil penelitian terdahulu tentang teori
motivasi dan hal-hal lain yang menjadi faktor pendorongnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

STUDI TERDAHULU
1. Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan
hotel muria semarang.jurusan manajemen fakultas ekonomi universitas
negeri semarang. 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
karyawan Hotel Muria Semarang 115 orang. Sampel ditentukan
dengan teknik proporsional random sampling, dengan responden
sebanyak 53 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
metode kuesioner (angket) dan dokumentasi. Metode analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi
persentase dan regresi linier berganda.
2. Pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, dan fasilitas kantor
terhadap kinerja perangkat desa di kecamatan limpung kabupaten
batang jurusan pendidikan ekonomi fakultas ekonomi universitas
negeri semarang. 2015. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada
pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan, lingkungan kerja dan
fasilitas kantor terhadap kinerja perangkat desa di Kecamatan Limpung
Kabupaten Batang. Saran dalam penelitian ini adalah disarankan
kepada perangkat desa untuk mengoptimalkan penggunaan jendela
sebagai ventilasi udara dan gedung kantor desa di Kecamatan Limpung
perlu dilengkapai pengedap suara. Selain itu, disarankan kepala desa
melengkapi dan memperbaiki fasilitas sosial yang dirasa masih kurang
atau sudah rusak.
3. Pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja, dan disiplin kerja terhadap
kinerja perangkat desa (studi kasus pada perangkatdesa wilayah selatan
kecamatan pangkah kabupaten tegal). jurusan pendidikan ekonomi
fakultas ekonomi universitas negeri semarang. 2017. Simpulan dalam

penelitian ini bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara
kepemimpinan,

motivasi

kerja,

dan

disiplin

kerja

terhadap

kinerja perangkat desadi Kantor Kepala Desa wilayah selatan
Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal baik secara simultan maupun
parsial. Saran dalam penelitian ini adalah 1) kepemimpinan kepala
desa perlu

ditingkatkan

dengan

memberikan pujian

kepada

perangkat desa atas hasil kerja dan bersikap lebih supportive, 2)
kepala desa perlu memberikan kesempatan lebih banyak lagi bagi
perangkat desauntuk

mengungkapkan

terhadap sesuatu hal, 3) disiplin kerja

pendapat

dan

perangkat

desa

kritikan
perlu

ditingkatkan dengan kepala desa melakukan pengawasan terhadap
perangkat desa supaya kinerja perangkat desa meningkat.

2.2.

TEORI-TEORI UTAMA

Definisi
Variabel
Penelitian
Motivasi

Lingkungan
kerja

Siagian
(2002:94).
Nitisemito
(1996)
mengemukaka
n bahwa dalam
kehidupan
berorganisasi,
termasuk
kehidupan
berkarya dalam
organisasi
bisnis, aspek
motivasi kerja
mutlak
mendapat
perhatian serius
dari
para
manajer.

Menurut
Handoko
( 1999 ).
Sedarmayati
(2001)
motivasi
diartikan
sebagai
keadaan
dalam pribadi
seseorang
yang
mendorong
keinginan
individu
untuk
melakukan
kegiatan

kegiatan
tertentu guna
tujuan.

Lingkungan
menyatakan
Kerja
adalah lingkungan

(Tansuhaj, 1998).
Nitisemito
(1996)
Motivasi
merupakan inti
dari manajemen.
Motivasi Kerja
adalah keadaan
kejiwaan
dan
sikap
mental
manusia
yang
memberi tenaga,
mengarahkan,
menyalurkan,
mempertahankan
,
dan
melanjutkan
tindakan
dan
perilaku
karyawan
atau
tenaga kerja.
yaitu
segala
sesuatu yang ada

Kesimpulan
(sintesis)
Penulis
Keadaan
tiap
individu perlu
dikontrol untuk
mencapai tujuan
kehidupan
berorganisasi,
motivasi kerja
merupakan
aspek penting
untuk
mendorong
karyawan
suapaya
bisa
berkarya.

Lingkungan
disekitar kerja

sesuatu yang
ada
disekitar
para
pekerja
dan
yang
mempengaruhi
diri
mereka
dalam
menjalankan
tugas-tugas
yang
dibebankan.

kerja sebagai
keseluruhan
alat perkakas
dan
bahan
yang
dihadapi,
lingkungan
sekitarnya di
mana
seseorang
bekerja,
metode
kerjanya,
serta
pengaturan
kerjanya baik
sebagai
perseorangan
maupun
sebagai
kelompok.

disekitar pekerja
dan yang dapat
mempengaruhi
diri
mereka
dalam
menjalankan
tugas-tugas yang
dibebankan.

mempengaruhi
pekerja dalam
menjalankan
tugas-tugas
yang
dibebankan

Judul Buku &
Penerbit,
Tahun, Tempat

2.3.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

2.3.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi Menurut Chidi (2012)
ada beberapa faktor yang memotivasi seseorang untuk bekerja, antara lain
adalah:
1) Bonus
Hal ini mengacu pada pembayaran tambahan kepada karyawan yang
lebih atau berprestasi dan atas gaji yang diberikan sebagai insentif. Para
karyawan harus diberi jumlah bonus yang cukup.
2) Insentif
Organisasi juga dapat memberikan insentif tambahan seperti tunjangan
kesehatan, tunjangan pendidikan, dan lain-lain.
3) Insentif Khusus Individu

Perusahaan dapat memberikan insentif khusus kepada individu. Insentif
tersebut harus diberikan kepada karyawan untuk ikut memberikan saran
yang layak dan berharga untuk perusahaan.
4) Status atau Jabatan
Dengan memberikan status yang lebih tinggi kepada karyawan maka
karyawan tersebut akan merasa termotivasi. Karena karyawan lebih
suka dan bangga apabila mereka mendapat status atau jabatan yang
tinggi di dalam perusahaan.
5) Apresiasi dan Pengakuan
Karyawan harus dihargai karena jasa mereka. Pujian tidak harus datang
dari atasan langsung tetapi juga datang dari pihak yang mempunyai
wewenang yang lebih tinggi.
6) Pendelegasian wewenang
Pendelegasian wewenang memotivasi bawahan untuk melakukan tugastugas

dengan

didelegasikan,

dedikasi

dan

berkomitmen.

bawahan

harus

tahu

Ketika

bahwa

tugas-tugas

perusahaan

telah

menempatkan kepercayaan pada karyawannya.
7) Kondisi Kerja
Memperhatikan kondisi kerja yang lebih baik seperti sarana dan
prasarana yang baik akan memotivas karyawan.
8) Keamanan

Kerja,

Jaminan

keamanan

kerja

atau

kurangnya

pemberhentian pada karyawan juga dapat menjadi cara yang baik untuk
memotivasi

karyawan.

Apabila

ini

tidak

diperhatikan

dapat

mengakibatkan karyawan meninggalkan perusahaan.
9) Job Enrichment
Pengayaan atau perluasan pekerjaan yang melibatkan tugas dan
tanggung jawab yang lebih menantang bagi karyawan. Misalnya,
seorang eksekutif yang terlibat dalam penyusunan dan penyajian
laporan kinerja juga mungkin diminta untuk membuat rencana kinerja.
10) Hubungan Cordial atau Ramah,

Hubungan yang baik dan sehat harus ada di seluruh organisasi. Ini pasti
akan memotivasi karyawan.
11) Faktor-faktor yang lain
Ada beberapa faktor lain untuk memotivasi karyawan: Memberikan
pelatihan kepada karyawan, penempatan pekerjaan yang layak, promosi
yang tepat dan transfer, umpan balik kinerja yang tepat, fasilitas
kesejahteraan yang tepat, dan jam kerja fleksibel.
2.3.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja
Faktor-faktor lingkungan kerja, menurut Alex S. Nitisemito (1992)
faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi
lingkungan kerja dikaitkan dengan kemampuan karyawan, diantaranya:
1) Warna
Merupakan faktor yang penting untuk memperbesar efisiensi kerja para
pegawai. Khususnya warna akan mempengaruhi keadaan jiwa mereka.
Dengan memakai warna yang tepat pada dinding ruangan dan alat-alat
lainnya, kegembiraan dan ketenangan bekerja para pegawai akan
terpelihara.
2) Kebersihan lingkungan kerja
Secara tidak langsung dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja,
karena apabila lingkungan kerja bersih maka karyawan akan merasa
nyaman dalam melakukan pekerjaannya. Kebersihan lingkungan bukan
hanya berarti kebersihan tempat mereka bekerja, tetapi jauh lebih luas
dari pada itu misalnya kamar kecil yang berbau tidak enak akan
menimbulkan rasa yang kurang menyenangkan bagi para karyawan
yang menggunakannya, untuk menjaga kebersihan ini pada umumnya
diperlukan petugas khusus, dimana masalah biaya juga harus
dipertimbangkan disini.
3) Penerangan

Dalam hal ini bukan terbatas pada penerangan listrik saja, tetapi juga
penerangan sinar matahari. Dalam melaksanakan tugas karyawan
membutuhkan penerangan yang cukup, apabila pekerjaan yang
dilakukan tersebut menuntut ketelitian.
4) Pertukaran udara
Pertukaran udara yang cukup akan meningkatkan kesegaran fisik para
karyawan, karena apabila ventilasinya cukup maka kesehatan para
karyawan akan terjamin. Selain ventilasi, konstrusi gedung dapat
berpengaruh pula pada pertukaran udara. Misalnya gedung yang
mempunyai plafond tinggi akan menimbulkan pertukaran udara yang
banyak dari pada gedung yang mempunyai plafond rendah selain itu
luas ruangan apabila dibandingkan dengan jumlah karyawan yang
bekerja akan mempengaruhi pula pertukan udara yang ada.
5) Jaminan terhadap keamanan menimbulkan ketenangan.
Keamanan akan keselamatan diri sendiri sering ditafsirkan terbatas pada
keselamatan kerja, padahal lebih luas dari itu termasuk disini keamanan
milik pribadi karyawan dan juga konstruksi gedung tempat mereka
bekerja.

Sehingga

akan

menimbulkan

ketenangan

yang

akan

mendorong karyawan dalam bekerja.
6) Kebisingan
Kebisingan merupakan suatu gangguan terhadap seseorang karena
adanya kebisingan, maka konsentrasi dalam bekerja akan terganggu.
Dengan terganggunya konsentrasi ini maka pekerjaan yang dilakukan
akan banyak menimbulkan kesalahan atau kerusakan. Hal ini jelas akan
menimbulkan kerugian. Kebisingan yang terus menerus mungkin akan
menimbulkan kebosanan.
7) Tata ruang
Tata ruang merupakan penataan yang ada di dalam ruang kerja yang
biasa mempengaruhi kenyamanan karyawan dalam bekerja.
Kesimpulan (sintesis) penulis adalah :

a. Motivasi
Faktor pemberian insentif dalam bentuk materiil atau nonmateriil
sangan berpengaruh signifikan, sehingga mempengaruhi perilaku
pekerja dalam proses kegiatannya.
b. Lingkungan kerja
Perbaikan infrastruktur dan ketenangan dalam bekerja merupakan
faktor penting dalam mempengaruhi kenyamanan pekerja.
2.4.
No
1

INDIKATOR VARIABEL
Variabel
Motivasi (X1)

Indikator
a. Fasilitas kerja

Pengukuran
Skala Likert

b. Hubungan rekan kerja
c. Hubungan
bawahan
2

Lingkungan Kerja (X2)

pimpinan

dan

a. Kebutuhan untuk berprestasi
b. Kebutuhan berafiliasi
c. Kebutuhan kekuatan

3

Kinerja Aparat Desa (Y)

a. Kualitas kerja
b. Kuantitas kerja
c. Ketepatan waktu

2.5.

HUBUNGAN VARIABEL
Definisi operasional variabel ditujukan untuk menunjukkan
variabel yang digunakan dalam penelitian dan ukur dengan indikatorindikator yang diambil dari teori yang berkaitan.
1. Variabel Dependen
Kinerja pegawai (Y)

Kinerja aparat desa kahala berupa hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan
program kerja dinas sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan
(Mangkunegara, 2009) Menurut Mathis dan Jackson (2002) terdapat
tiga indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pegawai :
1) Kualitas Kerja
Kualitas kerja yang dimaksud adalah mutu hasil kerja yang
didasarkan pada standar yang telah ditetapkan. Kualitas kerja
biasanya diukur melalui ketepatan, ketelitian, keterampilan, dan
keberhasilan hasil kerja.
2) Kuantitas Kerja
Kuantitas kerja yang adalah banyaknya hasil kerja sesuai dengan
waktu kerja yang ada. Yang perlu diperhatikan dalam kuantitas kerja
adalah bukan hasil rutin akan tetapi seberapa cepat pekerjaan
tersebut dapat diselesaikan.
3) Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal
waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut pandang koordinasi
dengan output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk
aktivitas lain
2. Variabel Independen
a.

Motivasi Kerja (X1)
Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan para
pegawai di Dinas Tenaga kerja dan Sosial Kabupaten Sleman
yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi. Sikap
mental pegawai yang pro dan positif terhadap situasi kerjanya
untuk mencapai kinerja maksimal (Mangkunegara,2009).
Menurut

David

C.Mc.Celland

dalam

Hasibuan

(1996),

menyebutkan bahwa indikator motivasi adalah sebagai berikut:

1.

Kebutuhan

untuk

berprestasi

(need

for

achiefment),

kebutuhan untuk berprestasi merupakan daya penggerak yang
memotivasi semangat kerja seseorang.
2.

Kebutuhan berafiliasi (need for affiliation), merupakan
keinginan memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi dan
interaksi dengan individu lain. Kebutuhan ini mengarahkan
tingkah laku untuk mengadakan hubungan dengan orang lain.

3.

Kebutuhan kekuatan (need for power). Merupakan daya
penggerak yang memotivasi semangat kerja pegawai dengan
mengarahkan semua kemampuan demi mencapai kekuasaan
atau kedudukan yang terbaik didalam organisasi.

b.

Lingkungan Kerja (X2)
Lingkungan Kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten
Sleman adalah lingkungan yang terdiri dari lingkungan kerja fisik
dan lingkungan kerja non-fisik yang mempengaruhi setiap
karyawan yang bekerja didalamnya.
Indikator lingkungan kerja yang digunakan di dinas tenaga kerja
dan Sosial kabupaten Sleman berdasarkan pada teori Alex S
Nitisemito (2002) yakni:
1) Hubungan dengan atasan dan bawahan.
Hubungan antara karyawan dan atasan yang terjadinya secara
harmonis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
karyawan agar tetap tinggal. Hubungan antar karyawan dan
atasan yang baik akan menimbulkan semangat kerja yang
baik.
2) Hubungan dengan rekan kerja
Hubungan dengan rekan kerja harmonis dan tanpa ada saling
intrik diantara sesama rekan sekerja. Salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi karyawan tetap tinggal dalam satu
organisasi adalah adanya hubungan yang harmonis diantara

rekan kerja. Hubungan yang harmonis dan kekeluargaan
merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
karyawan.
3) Tersedianya fasilitas kerja
Hal ini dimaksudkan bahwa peralatan yang digunakan untuk
mendukung kelancaran kerja lengkap/mutakhir. Tersedianya
fasilitas kerja yang lengkap, walaupun tidak baru merupakan
salah satu penunjang proses dalam bekerja.
2.6.

SINTESIS
Keadaan tiap individu perlu dikontrol untuk mencapai tujuan
kehidupan berorganisasi, motivasi kerja merupakan aspek penting untuk
mendorong karyawan suapaya bisa berkarya.
Lingkungan

disekitar

kerja

mempengaruhi

pekerja

dalam

menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
a. Motivasi
Faktor pemberian insentif dalam bentuk materiil atau nonmateriil
sangat berpengaruh signifikan, sehingga mempengaruhi perilaku
pekerja dalam proses kegiatannya.
b. Lingkungan kerja
Perbaikan infrastruktur dan ketenangan dalam bekerja merupakan
faktor penting dalam mempengaruhi kenyamanan pekerja.

2.7.

KERANGKA PIKIR

Motivasi Kerja (X1)
Kinerja Aparat Desa (Y)

Lingkungan Kerja (X2)

Gambar Kerangka Pemikiran

2.8.

HIPOTESIS
Hipotesis Penelitian Berdasarkan hasil uraian dan hasil kajian
empiris diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai
berikut:
H1 : Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di
Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman.
H2 : Motivasi Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas
Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman.
H3 : Lingkungan kerja dan Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap
kinerja pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman.

2.9.

DEFINISI KONSEPSIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja
terhadap Kinerja Aparat Desa Kahala Kecamatan Kenohan. Pengaruh
lingkungan kerja terhadap kinerja Aparat Desa Kahala Kecamatan
Kenohan. Pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja
Aparat Desa Kahala Kecamatan Kenohan.

Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif kausal dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dikategorikan sebagai
penelitian survei, dimana instrumen penelitian ini berupa wawancara dan
kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh dengan
mengambil seluruh populasi Aparat Desa Kahala Kecamatan Kenohan.

DAFTAR PUSTAKA

https://docplayer.info/160278942-Pengaruh-kepemimpinan-motivasi-kerja-dan-disiplinkerja-terhadap-kinerja-perangkat-desa.html
https://lib.unnes.ac.id/22389/1/7101410052-s.pdf
https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jie/article/view/750/441
http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?
article=893351&val=12499&title=PENGARUH%20MOTIVASI%20KERJA%20TERHADAP
%20KINERJA%20PERANGKAT%20DESA%20DENGAN%20KEPUASA%20KERJA%20DAN
%20KOMITMEN%20ORGANISASI%20SEBAGAI%20VARIABEL%20MODERASI%20(STUDI
%20PADA%20PERANGKAT%20DESA%20%20KEC%20GEMUH%20KAB.%20KENDAL)
https://eprints.uny.ac.id/59773/1/NurulMutiaraRisqiAmalia_13808141006.pdf

Judul: Tugas Metodologi Penelitian

Oleh: Derry Setiadi


Ikuti kami