Tugas Bu Lilis

Oleh Cynthia Diandra

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Bu Lilis

1.
2.
3.
4.
5.

TUGAS BAHAN MENTAH
OLEH
KELOMPOK 7
CYNTIA DIANDRA /
DESI SRI WAHYUNI M / 50143210677
MARIYANA / 50143210692
NI WAYAN EKA K.D / 50143210699
RINTO JHON W.S /

Mollusca
• Mollusca adalah kelompok hewan yang bersifat tripoblastik slomata dan
invertebrata yang bertubuh lunak dan multiseluler. Istilah Mollusca berasal
dari bahasa Yunani dari kata molluscus yang berarti lunak. Mollusca termasuk
dalam hewan yang lunak baik yang dengan cangkang ataupun tanpa
cangkang. Seperti dari berbagai jenis kerang-kerangan, siput, kiton, dan cumicumi serta kerabatanya. Mollusca merupakan filum yang terbesar kedua dari
kerajaan binatang (Animalia) setelah filum Arthropoda. Pada saat ini,
diperkirakan terdapat 75 ribu jenis, dengan ditambah 35 ribu jenis yang
dalam bentuk posil. Molluska hidup di air laut, air tawar, payau, dan darat.
Habitat Mollusca dapat berada di palung benua laut sampai pegunungan yang
tinggi, dan bahkan dapat ditemukan dengan mudah di sekitar rumah kita.
Molluska dipelajari pada cabang zoologi yang disebut
dengan malakologi (malacology).

Ciri-ciri mollusca





Memiliki ukuran dan tubuh yang bervariasi
Mempunyai lunak dan tidak beruas-ruas
Merupakan tripoblastik selomata
Merupakan hewan invertebrata (tidak mempunyai tulang
belakang)
• Hidup di air dan didarat
• Mempunyai cincin syarat yang merupakan sistem syaraf
• Organ ekskresi berupa nefridia








Mempunyai radula (lidah bergigi)
Bersifat hewan heterotrof
Berkembangbiak secara seksual
Mollusca memiliki struktur tubuh yang simetri bilateral
Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mineral
Merupakan hewan hermafrodit yaitu mempunyai 2 kelamin
(jantan dan betina) dalam satu tubuh.
• Tubuhnya terdiri atas kaki muskular, dengan kepala yang
berkembang beragam menurut kelasnya. Kaki yang
beradapatasi untuk bertahan di substrat, menggali dan
membor substrat, berang atau melakukan pergerakan.

1. Sistem Peredaran Darah Mollusca
Sistem peredaran darah Mollusca adalah sistem
peredaran darah terbuka, kecuali pada kelas
cephalopoda. Arti sistem peredaran darah terbuka
adalah darah mengalir dari rongga terbuka pada tubuh
dan tidak ada arteri atau vena utamanya yang dapat
meningkatkan tekanan darah, sehingga tekanan
darahnya lambat dan juga organ tergenang oleh darah.
Sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung dan
pembuluh darah, jantung terdiri dari satu atau dua
atrium dan satu ventrikel.

2. Sistem Pencernaan Mollusca

Sistem pencernaan Mollusca terdiri
dari mulut, esofagus, lambung, usus
dan anus. Pada jenis Mollusca
tertentu, dibagian mulutnya terdapat
organ seperti rahang dan lidah yang
bergerigi yang dapat bergerak ke
depan dan belakang.

3. Sistem Saraf Mollusca
Sistem saraf Mollusca terdiri dari cincin saraf yang
mengelilingi esofagus dan serabut saraf lainnya
dengan menyebar dari cincin tersebut untuk
mempersarafi berbagai organ.
4. Sistem Ekskresi Mollusca
Sistem ekskresi Mollusca adalah berupa Nefridia yang
berperan mirip dengan ginjal, Nefridia juga
mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk cairan.

5. Sistem Respirasi Mollusca
Sistem respirasi Mollusca ini berbeda-beda,
jika hewan yang hidup di air maka yang
berperan adalah insang, sedangkan yang hidup
di darat melalui paru-paru namun juga dapat
terjadi melalui pertukaran udara dengan
menggunakan terdapat di mantel, sistem ini
berfungsi mirip dengan paru-paru.

Klasifikasi mollusca
1. Kelas Amphineura
Amphineura adalah kelompok dengan cangkang berjumlah 8
yang tersusun dari atap rumah pada tubuhnya. Cangkang
tersebut berbuat dari zat kapur. Hewan mempunyai tubuh
simetri bilateral dengan tubuh seperti telur dan pipih. Hewan ini
terdapat di laut dan biasanya menempel di bebatuan dan
bernapas menggunakan insang. Sistem pencernaan berawal dari
mulut dan berakhir dengan anus. Ia memiliki kaki berbentuk
pipih, dan memiliki struktur lidah parut (Ranula) yang dilengkapi
dengan struktur mulut di bagian kepala. Tidak memiliki tentakel
dan tidak mempunyai mata. Anggotanya sekitar 700 spesies dan
setiap larva hasil pembuahan secara seksual disebut trafoko.

2. Kelas Cephalopoda
Cephalopoda adalah kelompok dengan dua
kaki di bagian kepalanya dan hewan yang tidak
memiliki cangkang. Tubuhnya terdiri dari
kepala, leher, dan badan. Bagian kepala relatif
besar dan 2 buah mata dan terdapat 10 bagian
memanjang pada bagian kepala, 8 diantaranya
berfungsi sebagai lengan berukuran panjang
yang disebut dengan tentakel.

• Hewan ini mempunyai rongga mantel yang ditutupi oleh
mantel khas yang ada padanya. Habitatnya dilaut dan
bernapas dengan insang, memiliki sistem pencernaan yang
lengkap dengan sistem peredaran darah tertutup, dan
fertilisasi terjadi di air laut. Cephalopoda dapat berubah
warna denagn cepat karena mempunyai otot khusus dan
zat kromatofora yang melakukan kombinasi perubahan
warna tubuhnya. Pada umumnya melarikan diri dari
mangsanya dengan menghasilkan sejenis cairan seperti
tinta. Angggotanya dikenal adalah gurita dan cumi-cumi.

3. Kelas Gastropoda
Gastropoda merupakan kelompok yang memfungsikan perut sebagai alat
gerak. Istilah Gastropoda berasal dan terdiri dari 2 kata yaitu gaster yang
berarti perut dan Podos yang berarti kaki. Gastropoda menghasilkan lendir
pada bagian perut yang berfungsi untuk melindungi dan mempermudah
dalam bergerak. Gastropoda mempunyai cangkang dengan bentuk tubuh
yang simetri bilateral. Di bagian kepala terdapat 2 buah tentakel yang
berfungsi sebagai alat indra penglihatan dan penciuman.

Gastropoda merupakan hewan hermafrodit (2 jenis alat kelamin dalam
1 tubuh), alat kelaminnya disebut Ovotestis yang menghasilkan sperma dan
ovum. Sistem pernapasan Gastropoda adalah paru-paru atau insang yang
terletak di dalam rongga mantel. Hewan ini memiliki mulut yang bergerigi
dapat dikatakan penuh gigi hal ini disebut dengan radula. Gastropoda
memakan tumbuhan, tetapi ada juga yang memangsa hewan lainnya.
Sistem pencernaan Gastropoda lengkap dan sistem ekskresi hewan ini
melalui nefridia yang bekerja seperti ginjal. Contoh hewan gastropoda
adalah siput.

• 4. Kelas Scaphopoda
Scaphopoda merupakan kelompok hewan yang mempunyai
cangkang dengan bentuk tajam yang mirip taring atau
terompet. Habitat hewan ini terdapat di daerah berlumpur
atau berpasir, dan hidup dengan menanamkan diri di daerah
tersebut. Di bagian ujung cangkangnya terdapat lubang yang
berfungsi untuk beradaptasi diri pada habitatnya.
Scaphopoda mempunyai kaki kecil yang digunakan untuk
bergerak, di bagian kepala terdapat beberapa tentakel dan
tidak mempunyai insang. Contoh schopoda adalah dentalium.

5. Kelas Bivalvia/ Pelecypoda/ Lammaelibarachiata
Kelas ini adalah kelompok hewan mollusca yang
mempunyai kaki pipih dan cangkang yang terdiri dari 3
lapisan. Macam-macam lapisan cangkangnya adalah
sebagai berikut...
Periostrakum, yaitu lapisan paling luar yang terdiri dari
zat kitin dengan fungsi sebagai pelindung tubuh.
Prismatic, adalah lapisan tengah yang terdiri dari
kristal CaCo3

• Nakreas, ialah lapisan paling akhir yang terdiri dari CaCo3
halus, yang berfungsi untuk menghasilkan sekret lapisan
mutiara.
• Kaki, hewan ini memiliki bentuk kaki mirip dengan katak
yang pipih, dan bernapas dengan insang yang berlapislapis. Pelecypoda mempunyai alat keseimbangan yang
disebut dengan statocis yang terletak dekat ganglion
pedal. Reproduksi jenis hewan ini berlangsung secara
seksual dan membentuk larva yang disebut dengan
glosidium. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem
peredaran darah tertutup. Anggotanya sekitar 300 spesies

Bivalvia
Bivalvia merupakan Mollusca yang cenderung
menetap pada suatu tempat dan cangkangnya terdiri
atas dua keping. Bivalvia mencakup berbagai jenis
kerang, remis, dan kijing. Kebanyakan bivalvia hidup
dilaut terutama didaerah litoral, sebagian di daerah
pasang surut dan air tawar. Spesies bivalvia laut hidup
pada kedalaman sampai 5000 meter, umumnya
terdapat di dasar perairan berlumpur atau berpasir.

Gambar bivalvia

Reproduksi dan pertumbuhan
• Bivalvia bereproduksi dengan cara menyebarkan larva pada
permukaan perairan (terapung) yang jauh dari induknya sebelum
menetap pada dasar perairan atau permukaan lainnya. Clans
menetaskan larva dan membiarkan berenang bebas sampai
beberapa minggu sehingga akhirnya berubah menjadi clans
kecil, kemudian byssal tumbuh melekatkan diri pada sedimen.
• Faktor lokasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap
pertumbuhan kerang, seperti kaakteristik air, gelombang, air
pasang, arus, tipe tanah, ukuran partikel serta mikrobiologi
tanah atau perairan. Selain itu pertumbuhan kerang juga
dipengaruhi oleh factor biologi seperti produktivitas primer,
predator, penyakit dan parasit.

Makanan
• Sumber makanan bagi hewan yang hidup
didasar perairan terdiri dari detritus, plankton
dan mikroorganisme yang melekat didasar.
• Berdasarkan kebiasaan makanannya Mollusca
dibedakan menjadi herbivora, karnivora,
scavenger, deposit feeder, suspension freeder
dan parasit.

Habitat


Kebanyakan dari kelas bivalvia hidup dilaut
terutama di daerah litorial, sebagian didaerah
pasang surut dan air tawar. Spesies bivalvia
laut hidup pada kedalaman sampai 5000
meter, pada umumnya terdapat didasar
perairan berlumpur atau berpasir. Beberapa
kerang hidup padasubstrat yang lebih keras
seperti lempung, kayu atau batu.

Parameter lingkungan


Suhu mempunyai pengaruh yang besar
terhadap ekosistem pantai. Keberadaan suatu
spesies dan keadaan seluruh kehidupan
komunitas pantai cenderung bervariasi dengan
berubahnya suhu. Suhu dapat merupakan
faktor pembatas bagi beberapa fungsi biologis
hewan air seperti migrasi, pemijahan, efisiensi
makanan, kecepatan renang, perkembangan
embrio dan kecepatan metabolisme.

• Salinitas didefinisikan sebagai jumlah garam
seluruh zat padat yang terlarut dalam satu liter air
laut. Salinitas dapat mempengaruhi sifat fungsional
dan struktural organisme akuatik melalui
perubahan dan total osmoregulasi (keseimbangan
ion dalam cairan tubuh). Nlai salinitas perairan
tawar biasanya 0,5%, payau 0,5-30% dan perairan
laut 30-50%. Nilai salinitas pesisir sangat
dipengaruhi oleh masukan air tawar dari sungai.

Komposisi kimia
Kerang-kerangan merupakan makanan laut
sumber protein hewani dengan kategori
complete protein, karena kadar asam amino
essensialnya tinggi dan sekitar 85-95% mudah
dicerna tubuh. Kerang-kerangan adalah
makanan sumber vitamin larut lemak dan air.
Vitamin larut lemak adalah A, D, E dan K,
sedangkan larut air terutama B-kompleks seperti
B-1, B-2, B-6 (pridoxin), B-12 dan niasin.

Pemanfaatan
• Kerang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan
bagi manusi dan sebagai salah satu sumber protein
hewani. Produk kerang biasanya tersedia dalam
bentuk segar atau beku yang siap untuk dimasak dan
diolah menjadi makanan.
• Clams dan beberapa jenis yang lain dapat diolah
menjadi clams juice dengan dipasteurisasi dan
dikemas dalam botol untuk dijual dipusat
perbelanjaan, sangat popular didaerah Amerika
Utara terutama untuk snacks.

Kijjing


Kerang pada ekositem perairan tawar biasa
disebut kijing. Daging kijing local mengadung
asam lemak tak jenuh eicosapentaenoic avid
(EPA) dan docosahexaenoic (DHA) yang dapat
meningkatkan kecerdasan otak. Daging kijing
juga mengandung protein hewan yang kaya
akan asam amino ( arginin, leusin, dan lisin).

Gambar kijjing

Ukuran dan bobot kijjing lokal
NO
1

Parameter
Panjang

Satuan
Cm

Nilai
8,23 ± 0,55

2

Lebar

Cm

3,62 ± 0,63

3

Tinggi

Cm

1,56 ± 0,43

4

Bobot total

Gram

18,7 ± 4,08

Rendemen kijjing lokal
Kijing lokal segar yang ada diperairan situ Gede, bogor
memiliki nilai rendemen tertinggi pada cangkang yaitu
sebesar 51,93%, rendemen daging sebesar 20,71% dan
rendemen jeroan yang mengandung banyak cairan
sebesar 27,36%. Nilai penyusutan rendemen kijing local
selama proses pengukusan sebesar 29,73%. Hal ini terjadi
karena selama proses pengukusan kandungan air yang
terdapat pada cangkang, daging dan jeroan keluar dan
tebawa uap sehingga terjadi pengurangan berat, selain itu
daging kijing mengalami pengkerutan.

Komposisi kimia kijjing lokal

Komposisi PLA dan PLG Kijing Lokal
• Protein sarkoplasma (PLA) tidak berperan dalam
pembentukan gel dan kemungkinan mengganggu
proses pembentukan gel.
• Protein larut garam merupakan bagian terbesar dalam
jaringan daging komoditas hasil perairan yang
berfungsi untuk kontraksi otot.
• Kandungan protein larut dalam air pada daging kijing
segar sbesar 2,54%.
• Kandungan protein larut garam pada daging kijing
segar sebesar 3,28%.

Komposisi Asam Amino dan Taurin Kijing
Lokal
• Hasil analisis asam amino dan taurine menunjukkan
adanya 17 asam amin pada ijing local yang terdiri dari 9
asam amino essensial dan 8 asam amino non essensial
serta adanya komponen bebas yaitu taurin.
• Kandungan taurin kijing lokallebih tinggi bila
dibandingkan dengan udang (63 mg/100 g). Taurin
banyak dibentuk di dalam hati. Taurin dapat mencegah
diabetes, kerusakan hati akibat alcohol, menurunkan
kadar kolestrol darah, menormalkan tekanan darah dan
menyembuhkan masalah penglihatan.

Nilai ekonomi
Ekspor produk kerang-kerangan Indonesia bisa
mencapai 1 juta dolar AS per tahun, dengan
volume tangkap 50 ton per hari. Jenis kerangkerangan yang dikembangkan antara lain kerang
darah, kerang hijau, clam abalone. Ketiga jenis
kerang tersebuut mempunyai nilai ekonomis
tinggi.

Kerang Hijau
• Kerang hijau menurut Aliskin (1982)
diklasifikasikan sebagai berikut :
• Fillum: moluska, kelas: Pelecypoda
(Lamellabranchiata), ordo: filibranchia, family :
mytilidae, genus: mylitus, spesies: mylitus
viridis

Gambar kerang hijau

• Kerang Hijau (Perna viridis) atau dikenal sebagai green
mussels adalah binatang lunak yang hidup dilaut, bercangkang dua
dan berwarna hijau. Kerang hijau merupakan organisme yang
termasuk kelas Pelecypoda.Golongan biota yang bertubuh lunak
(mollusca). Kerang hijau termasuk Hewan dari kelas pelecipoda,
kelas ini selalu mempunyai cangkang katup sepasang maka disebut
sebagai Bivalvia. Hewan ini disebut juga pelecys yang artinya kapak
kecil dan podos yang artinya kaki. Jadi Pelecypoda berarti hewan
berkaki pipih seperti mata kapak.Hewan kelas ini pun berinsang
berlapis-lapis sering disebut Lamelli branchiata.Kerang hijau juga
memiliki nama-nama lokal antara lain kijing Jakarta, kemudi kapal ,
kedaung Banten.

KERANG DARAH
Klasifikasi dan ciri-ciri kerang darah menurut Pratt (1935) dan Barnes (1974) seperti dijelaskan dibawah ini:

Klasifikasi
• Filum : Mollusca
• Subkelas : Lamelladibaranchia (Polysyringia)
• Ordo : Taxodonta
• Famili : Arcidae
• Genus : Anadara

Ciri-ciri kerang darah
Cangkang 2 keping, biasanya simetri bilateral dengan hinge
dan ligamen di bagian dorsal, otot aduktor 1 atau 2 buah,
biasanya tepi mantel posterior membentuk siphon inhalant dan
ekshalant, insang 1 pasang, kepala dan radula tidak ada,
umumnya dioecious, beberapa prontandri. Filamen insang
memanjang dan melipat, seperti huruf W, antara filamen
dihubungkan oleh cilia atau jaringan. Gigi pada hinge banyak dan
sama, kedua otot aduktor berukuran kurang lebih sama,
pertautan antara filamen insang tidak ada. Mempunyai 2 otot
adduktor yang sama besar, terdapat dilaut, periostracum
“coterminous” dengan cangkang, hinge terdiri atas sederetan
gigi yag serupa.

Kerang pisau (solen)
Klasifikasi Kerang pisau (solen spp) menurut Dunker (1862),
Tuaycharoen dan Matsukusuma (2011) yaitu:
• Kingdom : Animalia
• Filum : Mollusca
• Sub fillum : Conchifera
• Kelas : Bivalvia
• Ordo : Heterodonta
• Sub ordo : Veneroida
• Genus : Solen
• Spesies : Solen spp

• Spesies kerang pisau (Solen spp) disebut juga
short
razor, mempunyai panjang hanya 2 atau 3 inchi (5-7,5 cm)
pada pertumbuhan maksimal. Kerang jenis ini berbentuk
tipis, memanjang, hinge line-nya semuanya lurus, dan
katupnya terbuka satu sama lain. Permukaannya halus
dan agak mengkilat, dengan kerutan konsentris sangat
redup. Seperti halnya Razor Calms yang lain, kelompok
kecil ini bersembunyi atau menggali secara vertikal pada
substrat berpasir . sedikit keluar pada saat pasang surut.
Kelompok Bivalvia ini biasanya hidup berkoloni ini
biasanya hidup berkoloni (Morris 1951).

Mutu kerang
Mutu didefinisikan sebagai kelompok sifat atau faktor pada
komoditas yang membedakan tingkat pemuas atau
akseptabilitas dari komoditas tersebut bagi seorang
konsumen. Sifat mutu merupakan sifat-sofat yang lansung
dapat diamati, dianalisis atau diukur dari produk yang
dapat berupa sifat fisik objektif ataupun sifat organoleptik
subjektif seperti rasa, bau dan tekstur. Sifat fisik obyektif
mencakup susunan kimia, kadar air, berat, ukuran derajat
putih, dan indeks refraksi. Semua sifat-sifat ini dapat diukur
dengan alat fisik maupun secara organoleptik (Soekarto
1990).

Kesulitan yang dihadapi dalam pemgolahan mutu
makanan menurut Ilyas (1993) antara lain:

• Banyaknya jenis da variasi dari setiap golongan
makanan )ikan, sayur, daging dan lain-lain) sehingga
perlu disusun standar menurut golongan dan setiap
jenis atau tipe.
• Belum ditemukan metode obyektif yang dapat
dipergunakan untuk menyusun golongan mutu
sehingga terpaksa mengikuti cara penilaian sensoris
yang sangat subjektif sifatnyanyang membutuhkan
banyak keahlian, pengalamanm, dan waktu.

Secara organoleptik bahan baku kerang yang akan diperoses menjadi
produk daging kerang beku harus memenuhi standar SNI 01-3465-1994
yaitu bahan baku harus hidup dengan cangkang tertutup kuat dan daging
kerang mempunyai karakteristik kesegaran sekurang-kurangnnya sebagai
berikut:






Rupa : Cemerlang, warna spesifik jenis kerang
Bau : Segar, spesifik jenis kerang segar
Tekstur : Kenyal dan kompak
Rasa : Netral agak manis

Gastropoda
• Keong mas atau golden apple snail (GAS)n merupakan
salah satu jenis moluska air tawar yang berasal dari
dataran hujan di sepanjang Sungai Paraguay dan Parana
yang memotong Paraguay, Brazil, Bolivia, dan Argentina.
Di Asia, keong mas pertama kali dikenal di Taiwan pada
tahun 1979 dan saat ini telah tersebar luas di seluruh
penjuru benua Asia. Seiring dengan proses
penyebarannya, keong mas kini telah menjadi salah satu
hama padi yang paling berbahaya di negara-negara
penghasil beras di Asia, yaitu Filipina, Vietnam, Thailand
dan Indonesia (Jhosi 2005).

Klasifikasi keong mas (Pomacea Canaliculata) menurut
lamarck (1822) adalah sebagai berikut (Pennak 1989;
Cazzaniga 2002):









Filum : Molusca
Kelas : Gastropoda
Subkelas : prosobranchiata
Ordo : Mesogastropoda
Famili : Ampullaridae
Genus : Promacea
Spesies : Promacea canaliculata

Nudibranch
• Lintah laut (discordis sp) adalahh biota laut yang
termasuk filum Moluska, kelas Gastropoda,
subkelas Opistobranchia, ordo Nudibranchia,
subordo Dordinia, famili Dorididae, genus
Discordis sp. Perlu digaris bawahi di sini bahwa
lintah laut bukanlah kelompok annelida (lintah
yang habitatnya di air tawar),lintah laut yang
dimaksud adalah kelompok Moluska dari kelas
Gastropoda (kaki di perut)

Gambar lintah laut

Mekanisme pertahanan nudibranch
• Hormochromy, menyesuaikan dengan warna
lingkungan, sumber warna berasal dari
pakannya yang terakumulasi
• Countershanding, meminimumkan ukuran dan
bentuk tubuh
• Distruptive coloration, pembentukan warna
untuk kamuflase

• Ukuran dan bentuk tubuh
• Ukuran dan bentuk tubuh moluska sangat bervariasi. Misalnya,
siput yang panjangnya hanya beberapa milimeterdengan bentuk
bulat telur. Namun, ada juga cumi-cumi raksasa dengan bentuk
torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18m.
• Strukur dan fungsi tubuh
• Tubuh hewan ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kaki, badan,
dan mantel.
• Sistem saraf moluska terdiri dari cincin saraf yang memiliki
esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem
pencernaannya lengkap, terdiri dari mulut, esofagus, lambung,
usus, dan anus.

• Anatomi moluska relatif mirip dengan
vertebrata. Hal ini menyebabkan banyak ahli
memperkirakan bahwa vertebrata dan moluska
masih memiliki kedekatan hubungan evolusi.
Hal ini diperkuat pula dengan kenyataan bahwa
moluska, terutama Cephalopoda, memiliki otak
yang berkembang baik dan beberapa di
antaranya terbukti memiliki kemampuan
mengingat yang kuat.Inilah ciri-ciri moluska

Judul: Tugas Bu Lilis

Oleh: Cynthia Diandra


Ikuti kami