Tugas Pai Sahid

Oleh Fuji Lestari

34 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Pai Sahid

KONTRIBUSI ISLAM DALAM
PENGEMBANGAN PERADABAN DUNIA

Disusun oleh :
Anggriyana Diadon

2017340023

Fuji Lestari

2017340024

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
PERTANIAN

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah
ini dapat selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari
pihak yang berkontribusi dengan memberikan materi.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami

dapat memperbaiki bentuk maupun isi

makalah ini sehingga kedepannya lebih baik
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasannya karena keterbatasan pengetahuan
maupun pengalaman kami.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang kontribusi islam dalam
pengembangan peradaban dunia ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi.

Jakarta, 10 Oktober 2017

DAFTAR ISI
Hal
Kata Pengantar ………………………………………………………………… 1
Daftar Isi ……………………………………………………………………….

2

Pendahuluan …………………………………………………………..........….

3

1.1 Latar Belakang …………………………………………………………….

3

Bab II Analisa Lingkungan Hidup……………………………………………..

4

Bab III Masalah-Masalah Pada Lingkungan Hidup …………………………..

5

Bab IV Penyebab &Dampak Masalah Lingkungan Hidup …………………..

7

Bab V Upaya-Upaya Mengatasi Masalah Lingkungan Hidup ………………

9

5.1 Usaha Mengatasi berbagai Masalah Lingkungan Hidup ………………...

9

5.2 Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan …………….

10

5.3 Pengelolaan Daur Ulang Sumber Daya alam ……………………………

11

5.4 Pelestarian Flora dan Fauna …………………………………………….

12

Bab VI PENUTUP ………………………………………………………….

13

6.1 Kesimpulan ………………………………………………………………

13

6.2 Saran …………………………………………………………………….

13

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….

14

1

A.

Pendahuluan
Islam yang hadir di tengah kerasnya peradaban jahiliyah, melaui Nabi Muhammad

SAW. selanjutnya mampu bermetamorfosa menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia.
Setelah masa Rasulullah SAW, yang kemudian dilanjutkan oleh masa khulafaur rasyidin dan
dinasti-dinasti Islam yang muncul sesudahnya. Dan telah berhasil membangun peradaban,
perkembangan dan kekuatan politik yang menandingi dinasti besar lainnya pada masa itu,
yakni Bizantium dan Persia.
Demikian Islam telah menorehkan tinta emas pada sejarah kehidupan umat manusia. Dan
sebagaimana Islam yang datang sebagai rahmatan lil ‘alamin, sehingga Islam mampu berdiri
tegak pada setiap masa dan kurun waktu. Realitas spiritual dan metahistorikal yang
mentransformasi kehidupan lahir dan batin dari beragam manusia di dalam situasi temporal
maupun ruang yang berbeda. Dan secara historis Islam telah memainkan peran yang
signifikan dalam perkembangan beberapa aspek pada peradaban dunia.

1

A. Menelusuri Pertumbuhan dan Perkembangan Peradaban Islam
Peradaban Islam adalah bagian dari kebudayaan Islam yang meliputi berbagai aspek
seperti moral, kesenian, dan ilmu pengetahuan, serta meliputi kebudayaan yang memilliki
sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang
luas. Yang bertujuan memudahkan dan mensejahterakan hidup manusia baik di dunia dan di
akhirat.
Islam dengan ajaran suci dan universal sebagaimana yang telah diwahyukan, mengalami
pertumbuhan dan perkembangan dari masa ke masa. Adapun penyebaran Islam dan torehan
peradabannya ke penjuru dunia, tak kan lepas dari metode,sistem penyebarannya dan juga
para umat-umat terdahulu yang menyebarkan Islam sampai saat ini. Mulai dari perdagangan,
korespondensi (seperti yang dilakukan Rasulullah dengan mengirim surat kepada para raja
Mesir, Persia, dll.), diplomasi politik, sampai pada peperangan perebutan kekuasaan dan
pendudukan wilayah.
Sedangkan periode penyebaran Islam dan peradabannya yang dimulai sejak masa
Rasulullah saw pada abad ke-6 M hingga saat ini, terdapat masa-masa kejayaan peradaban
Islam yang kemudian diwarisi oleh peradaban dunia. Dan pereodisasi peradaban Islam
tersebut, secara umum terbagi menjadi 3 (tiga) periode,yang antara lain :
1.

Periode klasik
Pada masa ini merupakan masa ekspansi, integrasi dan keemasan Islam. Sebelum

wafatnya Nabi Muhammad saw (632 M), seluruh semenanjung Arabia telah tunduk ke
bahwah kekuasaan Islam, yang kemudian dilanjutkan dengan ekspansi keluar Arabia pada
masa khalifah pertama Abu Bakar ash-Shiddiq, hingga berlanjut pada kekhalifahan
berikutnya.
Pencapaian kemenangan Islam pada masa ini adalah dapat dikuasainya Irak (634 M),
yang kemudian meluas hingga Suria, kemudian pada masa Umar bin Khattab, Islam mampu
menguasai Damaskus (635 M) dan tentara Bizantium di daerah Syiria pun ditaklukkan pada
perang Yarmuk (636 M), selanjutnya menjatuhkan Alexandria (641 M) dan menguasai Mesir
dengan tembok Babilonnya pada masa itu. Dan kekuasaan Islam

pun meluas hingga

Palestina, Syiria, Irak, Persia dan Mesir. Pada masa khalifah Utsman bin Affan, Tripoli dan
Ciprus pun tertaklukkan. Walaupun setelah itu terjadi keguncangan politik pada masa
kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, hingga wafatnya.
Kekhalifahan berlanjut pada kekuasaan Bani Umayyah, yang pada masa ini kekuasaan
Islam semakin meluas, berawal dti Tunis, Khurasan, Afganistan, Balkh, Bukhara,
1

Khawarizm, Farghana, Samarkand, Bulukhistan, Sind, Punjab, dan Multan. Bukan hanya itu,
perluasan dilanjutkan ke Aljazair dan Maroko, bahkan telah membuka jalan ke kawasan
Eropa yaitu Spanyol, dan menjadikan Cordova sebagai ibu kota Islam Spanyol. Lebih
ringkasnya, pada masa dinasti ini kekuasaan Islam telah menguasai Spanyol, Afrika Utara,
Syiria, Palestina, Semenanjung Arabia, Irak, sebagaian dari Asia Kecil, Persia, Afganistan,
Pakistan, Turkmenia, Uzbek, dan Kirgis (di Asia Tengah).
Sejak kedinastian Bani Umayyah, peradaban Islam mulai menampakkan pamor
keemasannya. Walaupun Bani Umayyah lebih memusatkan perhatiannya pada kebudayaan
Arab. Benih-benih peradaban baru tersebut antara lain perubahan bahasa administrasi dari
bahasa Yunani dan Pahlawi ke bahasa Arab, dengan demikian bahasa Arab menjadi bahasa
resmi yang harus dipelajari, hingga mendorong Imam Sibawaih menyusun Al-Kitab yang
menjadi pedoman dalam tata bahasa Arab.
Pada saat itu pula (± abad ke-7 M), bermunculan sastrawan-sastrawan Islam, dengan
berbagai karya besar antara lain sebuah novel terkenal Laila Majnun yang ditulis oleh Qais
al-Mulawwah. Lain dari pada itu, dengan adanya pusat kegiatan ilmiah di Kufah dan Basrah,
bermunculan ulama bidang tafsir, hadits, fiqih, dan ilmu kalam.
Pada bidang ekonomi dan pembangunan, Bani Umayyah di bawah pimpinan Abdul alMalik, telah mencetak alat tukar uang berupa dinar dan dirham. Sedangkan pembangunan
yang dilakukan adalah pembangunan masjid-masjid di Damaskus, Cordova, dan perluasan
masjid Makkah serta Madinah, termasuk al-Aqsa di al-Quds (Yerussalem), juga
pembangunan Monumen Qubbah as-sakhr, juga pembangunan istana-istana untuk tempat
peristirahatan di padang pasir, seperti Qusayr dan al-Mushatta.
Setelah kekuasaan Bani Umayyah menurun, dan ditumbangkan oleh Bani Abbasiyah
pada tahun 750 H, kembali Islam dengan perkembangan peradabannya terus menerus
bergerak pada kemajuan. Di masa al-Mahdi, perekonomian mengalami peningkatan dengan
konsep perbaikan sistem pertanian dengan irigasi, dan juga pertambangan emas, perak,
tembaga dan lainnya yang juga meningkat pesat. Bahkan perekonomian menjadi lebih baik
setelah dibukanya jalur perdagangan dengan transit antara timur dan barat, dengan Basrah
sebagai pelabuhannya.
Masa selanjutnya pada masa Harun al-Rasyid, kehidupan sosial pun menjadi lebih mapan
dengan dibangunnya rumah sakit, pendidikan dokter, dan farmasi. Hingga Baghdad pada
masa itu mempunyai 800 orang dokter. Dilanjutkan pada masa al-Makmun yang lebih
berkonsenrasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, dengan menerjemahkan buku-buku
kebudayaan Yunani dan Sansekerta,[5] dan berdirinya Baitu-l-hikmah sebagai pusat kegiatan
1

ilmiahnya. Yang disusul kemudian dengan berdirinya Universitas Al-Azhar di Mesir. Juga
dibangunnya sekolah-sekolah, hingga Baghdad menjadi pusat kebudayaan dan ilmu
pengetahuan. Maka, tak dapat dipungkiri lagi bahwa masa-masa ini dikatakan sebagai the
golden age.
Kemajuan keilmuan dan teknologi Islam mengalami masa kejayaan di masa ini.
Munculnya para ilmuwan, filosof dan cendekiawan Muslim telah mewarnai penorehan tinta
sejarah dunia. Islam bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan dan filsafat yang mereka
pelajari dari buku-buku Yunani, akan tetapi menambahkan ke dalam hasil penyelidikan yang
mereka lakukan sendiri dalam lapangan sains dan filsafat. Tokoh cendekiawan Muslim yang
terkenal adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi sebagai metematikawan yang telah
menelurkan aljabar dan logaritma, al-Fazari dan al-Farghani sebagai ahli astronomi (abad ke
VIII), Abu Ali al-Hasan ibnu al-Haytam dengan teori optika (abad X), Jabir ibnu Hayyan dan
Abu Bakar Zakaria ar-Razi sebagai tokoh kimia yang disegani (abad IX), Abu Raihan
Muhammad al-Baituni sebagai ahli fisika (abad IX), Abu al-Hasan Ali Mas’ud sebagai tokoh
geografi (abad X), Ibnu Sina sebagai seorang dokter sekaligus seorang filsuf yang sangat
berpengaruh (akhir abad IX), Ibnu Rusyd sebagai seorang filsuf ternama dan terkenal di
dunia filsafat Barat dengan Averroisme, dan juga al-Farabi yang juga seorang filsuf Muslim.
Selain sains dan filsafat pada masa ini juga bermunculan ulama besar tentang keagamaan
dalam Islam, seperti Imam Muslim, Imam Bukhari, Imam Malik, Imam Syafi’I, Abu Hanifah,
Ahmad bin Hambal, serta mufassir terkenal ath-Thabari, sejarawan Ibnu Hisyam dan Ibnu
Sa’ad. Masih adalagi yang bergerak dalam ilmu kalam dan teologi, seperti Washil bin Atha’,
Ibnu al-Huzail, al-Allaf, Abu al-Hasan al-Asyari, al-Maturidi, bahkan tokoh tasawuf dan
mistisisme seperti, Zunnun al-Misri, Abu Yazid al-Bustami, Husain bin Mansur al-Hallaj,
dan sebagainya. Di dunia sastra pun mengenalkan Abu al-Farraj al-Asfahani, dan al-Jasyiari
yang terkenal melalui karyanya 1001 malam, yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di
dunia.
2.

Periode pertengahan
Pada periode ini, terdapat periode kemunduran Islam pada sekitar 1250-1500 M.

Yang mana satu demi satu kerajaan Islam jatuh ke tangan Mongol, dan kerajaan Islam
Spanyol pun mampu ditaklukkan oleh raja-raja Kristen yang bersatu, hingga orang-orang
Islam Spanyol berpindah ke kota-kota di pantai utara Afrika.
Namun dengan demikian, terdapat kebangkitan kembali kedinastian Islam pada masa
1500-1800 M. Di sana terdapat 3 kerajaan besar, yang menjadi tonggak bejayanya peradaban

1

Islam yang ke-2. Kerajaan besar tersebut adalah Kerajaan Turki Usmani, Kerajaan Safawi
Persia, dan Kerajaan Mughal di India.
Karajaan Turki Usmani berhasil mengambil alih Bizantium dan menduduki Konstantinopel
(Istambul). Hingga akhirnya kekuasaan Turki Usmani mampu menguasai Asia Kecil,
Armenia, Irak, Syiria, Hijaz, Yaman, Mesir, Libya, Tunis, Aljazair, Bulgaria, Yunani,
Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania.
Sedangkan di tempat lain, Persia Islam bangkit dengan dengan Kerajaan Safawi (1252 M),
dengan dinasti yang berasal dari Azerbaijan Syaikh Saifuddin yang beraliran Syi’ah.
Kekuasaannya menyeluruh hingga seluruh Persia. Dan berbatasan dengan kekuasaan Usmani
di barat dan kerajaan Mughal di kawasan timur.
Kerajaan Mughal di India, yang berdiri pada tahun 1482 M dengan pendirinya
Zahirudin Babur. Kekuasaannya mencakup Afganistan, Lahore, India Tengah, Malwa dan
Gujarat. Di India, bahsa Urdu akhirnya menjadi bahasa kerajaan menggantikan bahasa Persia.
Dan kemajuannya telah membuat beberapa bukti peninggalan sejarah antara lain, Taj Mahal,
Benteng Merah, masjid-masjid, istana-istana, dan gedung-gedung pemerintahan di Delhi.
Akan tetapi pada masa kemajuan ini, ilmu pengetahuan tidak banyak diberikan perhatian,
namun perhatiannya terhadap seni dalam berbagai bentuk adalah sangat besar, sehingga
kerajaan Usmani mendapatkan julukan the patron of art. Ketiga kerajaan besar tersebut lebih
banyak memperhatikan bidang politik dan ekonomi. Sedangkan di Barat, mulai menuai
kebangkitan dengan melihat jalur yang terbuka ke pusat rempah-rempah dan bahan-bahan
mentah dari daerah Timur Jauh melaui Afrika Selatan.
Hingga pada Abad ke-17, di eropa mulai mencul negara-negara kuat, bahkan Rusia
mulai maju di bawah Peter Yang Agung. Dan melalui peperangan, Usmani mengalami
kekalahan. Dan Safawi Persia pun ditaklukkan oleh Raja Afghan yang mempunyai perbedaan
faham. Dan kerajaan Mughal India pecah dikarenakan terjadi pemberontakan dari kaum
Hindu, bahkan Inggris pun berperan menguasainya pada tahun 1857 M.
3.

Periode Modern
Periode ini dikatakan sebagai periode kebangkitan Islam, yang mana dengan

berakhirnya ekspedisi Napoleon di Mesir, telah membuka mata umat Islam akan
kemunduruan dan kelemahannya di samping kemajuan dan kekuasaan Barat. Raja dan
pemuka-pemuka Islam mulai berpikir mencari jalan keluar untuk mengembalikan
keseimbangan kekuatan, yang telah pincang dan membahayakan umat Islam.[6] Sebab Islam
yang pernah berjaya pada masa klasik, kini berbalik menjadi gelap. Bangsa Barat menjadi
lebih maju dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan peradabannya.
1

Dengan demikian, timbullah pemikiran dan pembaharuan dalam islam yang disebut
dengan modernisasi dalam Islam. Sekian tokoh pembaharu Islam telah mengeluarkan buah
pikirannya guna membuat umat Islam kembali maju sebagaimana pada periode klasik. Para
tokoh tersebut antara lain, Muhammad bin Abdul Wahab di Arab, Muhammad Abduh,
Jamaludin al-Afghani, Muhammad Rasyid Ridha di Mesir, Sayyid Ahmad Khan, Syah
Waliyullah, dan Muhammad Iqbal di India, Sultan Mahmud II dan Musthafa Kamal di Turki,
dan masih banyak lagi yang lainnya.
C.

Transformasi peradaban Islam kepada peradaban dunia.
Sekian lamanya Islam melakukan penyebaran ajarannya, hingga lebih dari 14 abad

lamanya. Tentunya dari masa perjuangan tersebut telah menorehkan banyak hasil yang dapat
dirasakan oleh dunia saat ini walaupun sudah tidak ada lagi kekuasaan Islam yang mutlak.
Karena Islam dalam ekspansinya, tidak hanya mengambil keuntungan materi dari daerah
yang dapat dikuasai, melainkan ikut membangun dan memajukan peradaban yang ada dan
tetap toleran terhadap budaya lokal yang ada.
Para tokoh Islam klasik yang telah membangun peradaban di masa itu, dan tidak
dilakukan oleh orang-orang barat pada masa kegelapan, adalah dengan mempelajari dan
mempertahankan peradaban yunani kuno, serta mengembangkan buah pemikirannya untuk
menemukan sesuatu yang baru dari segi filsafat dan ilmu pengetahuan. Seorang pemikir
orientalis barat Gustave Lebon, dan telah diterjemahkan oleh Samsul Munir Amin,
mengatakan bahwa “(orang Arablah) yang menyebabkan kita mempunyai peradaban, karena
mereka adalam imam kita selama enam abad”.
Hingga peradaban Islam telah memberi kontribusi besar dalam berbagai bidang
khususnya bagi dunia Barat yang saat ini diyakini sebagai pusat peradaban dunia. Kontribusi
besar tersebut antara lain :
1.

Sepanjang abad ke-12 dan sebagian abad ke-13, karya-karya kaum Muslim dalam

bidang filsafat, sains, dan sebagainya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, khususnya
dari Spanyol. Penerjemahan ini sungguh telah memperkaya kurikulum pendidikan dunia
Barat.
2.

Kaum muslimin telah memberi sumbangan eksperimental mengenai metode dan teori

sains ke dunia Barat.
3.

Sistem notasi dan desimal Arab dalam waktu yang sama telah dikenalkan ke dunia

barat.

1

4.

Karya-karya dalam bentuk terjemahan, kususnya karya Ibnu Sina (Avicenna) dalam

bidang kedokteran, digunakan sebagai teks di lembaga pendidikan tinggi sampai pertengahan
abad ke-17 M.
5.

Para ilmuwan muslim dengan berbagai karyanya telah merangsang kebangkitan Eropa,

memperkaya dengan kebudayaan Romawi kuno serta literatur klasik yang pada gilirannya
melahirkan Renaisance.
6.

Lembaga-lembaga pendidikan Islam yang telah didirikan jauh sebelum Eropa bangkit

dalam bentuk ratusan madrasah adalah pendahulu universitas yang ada di Eropa.
7.

Para ilmuwan muslim berhasil melestarikan pemikiran dan tradisi ilmiah Romawi-Persi

(Greco Helenistic) sewaktu Eropa dalam kegelapan.
8.

Sarjana-sarjana Eropa belajar di berbagai lembaga pendidikan tinggi Islam dan

mentransfer ilmu pengetahuan ke dunia Barat.
9.

Para ilmuwan Muslim telah menyumbangkan pengetahuan tentang rumah sakit,

sanitasi, dan makanan kepada Eropa.
Pada kondisi-kondisi tersebut, terutama pada abad ke-11 dan ke-12, walaupun tradisi
Islam yang diboyong ke Barat masih belum terjadi pemisahan yang jelas antara ilmu-ilmu
yang ada dan ketika itu ilmu kalam, filsafat, tasawuf, ilmu alam, matematika, dan ilmu
kedokteran masih bercampur. Akan tetapi Islam telah mampu mendamaikan akal dengan
iman dan filsafat dengan agama. Sedangkan bangsa Barat pada masa itu masih terdapat
stereotipe yang memisahkan antara akal dan iman serta filsafat dan agama. Hal ini juga
terjadi pada ilmu pengetahuan dan ilmu alam, yang mana Islam telah berjasa menyatukan
akal dengan alam, menetapkan kemandirian akal, menetapkan keberadaan hukum alam yang
pasti, dan keserasian Tuhan dengan alam.
Hingga akhirnya filsafat skolastik Barat mencapai puncaknya yang telah didukung
oleh adanya pilar Islam dengan dibangunnya akademi-akademi di Eropa yang diadopsi dari
gaya akademi di kawasan Timur. Hal ini merupakan evolusi dari illuminisme biara ke
kegiatan pemikiran yang dialihkan kesekolahan dan akademi. Dan kurikulum yang diajarkan
adalah filsafat lama, dan ilmu-ilmu Islam terutama Averoisme Paris. Pada saat yang sama
terjadi perubahan kecenderungan pemikiran dari kesenian dan kasusatraan ke gramatika dan
logika, dari retorika ke filsafat dan pemikiran, dan dari paganisme kesusastraan Latin ke
penyucian Tuhan sebagai pemikiran Islam.
Demikianlah sumbangan besar Islam atas peradaban dunia Barat, yang selanjutnya
jusru dijadikan sebagai pusat peradaban dunia pada saat ini. Hal ini dikarenakan
kekonsistensian dunia Barat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.
1

Bahkan karya-karya besar para ilmuwan Muslim tersebut hingga kini masih dapat kita teukan
di perpustakaan-perpustakaan internasional, khususnya di Amerika, yang secara profesional
dan rapi telah menyimpannya.[9] Sehingga para umat Muslim di masa kini, yang ingin
mempelajari lebih banyak tentang khasanah Islam tersebut, harus pergi ke negara Barat (non
Islam) agar dapat meminta kembali “permata” yang sementara ini telah mereka pinjam.

D.

Penutup

Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan diatas adalah :
1.

Penyebaran ajaran Islam dan ekspansinya ke berbagai penjuru dunia telah berhasil

membawa kemajuan pada setiap masanya, baik dari segi keagamaan maupun non agama
yang berupa ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.

Para tokoh dan cendekiawan Islam yang telah berhasil mempelajari ilmu-ilmu Yunani

dan Sansekerta, telah memberikan pengembangan yang signifikan pada bidangnya masingmasing, jauh sebelum para ilmuwan Barat menemukan teori-teori tentang ilmu pengetahuan.
Dengan demikian telah memberikan bukti bahwa Islam dan peradaban yang telah
dibangunnya pada masa lalu, telah memberikan investasi besar pada pencapaian peradaban
dunia modern saat ini.
DAFTAR PUSTAKA :
https://fahreena.wordpress.com/artikel/islam-peradaban-dunia/
https://kangtofa.wordpress.com/2014/07/06/periode-perkembangan-islam/

1

Judul: Tugas Pai Sahid

Oleh: Fuji Lestari


Ikuti kami