Tugas Portopolio - Dipulihkan

Oleh Adonk Bahari

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Portopolio - Dipulihkan

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan rahmatNya, kami dapat menyusun tugas portopolik yang berjudul “Sistem Peredaran Darah” dengan
lancar.
Adapun maksud penyusunan tugas portopolio ini untuk memenuhi tugas Biologi. Rasa terima
kasih kami tidak terkirakan kepada yang terhormat Bapak Sugeng selaku pembimbing materi
dalam pembuatan tugas portopolio ini, serta semua pihak yang telah mendukung dalam
penyusunan tugas portopolio ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Harapan kami bahwa tugas portopolio ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk
menambah wawasan dan pengetahuan tentang materi sistem peredaran darah.
Kami menyadari bahwa tugas portopolio ini masih jauh dari sempurna dengan keterbatasan
yang kami miliki. Tegur sapa dari pembaca akan kami terima dengan tangan terbuka demi
perbaikan dan penyempurnaan karya tulis ini.
Lumajang,20 November 2015
Penulis
Septi Rika Widyasari

Latar Belakang
Darah memang bukan sembarang cairan biasa. Cairan yang identik dengan warna merah ini
mempunyai peranan yang luar biasa bagi tubuh. Beredarnya darah dalam tubuh tidak dapat
terlepas dari alat-alat sirkulasi. Anemia merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak
dijumpai di masyarakat. Orang awam lebih mengenal anemia dengan penyakit kurang darah.
Anemia ditandai dengan badan lesu, mata berkunang-kunang, dan kepala pusing sehingga
menyebabkan aktivitas menurun. Jika gejala seperti ini Anda alami, segera periksakan ke
dokter. Anemia atau kurang darah jangan Anda sepelekan, karena darah merupakan
komponen penting dalam tubuh Anda. Itulah salah satu jenis penyakit yang dapat terjadi pada
system peredaran darah. Pada Makalah ini, kita akan mempelajari tentang sistem peredarah
darah manusia dan hewan. Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan
struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada sistem peredaran darah. Selain itu, Anda juga
diharapkan dapat kesehatan sistem peredaran darah

Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana sistem peredaran darah pada manusia ?
Bagaimana sistem peredaran darah pada ikan ?
Bagaimana sistem peredaran darah pada kecebong ?
Bagaimana cara mengetahui golongan darah A, B, O, atau AB ?
Bagaimana transfusi darah ?

Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Mengetahui sistem peredaran darah pada manusia
Mengetahui sistem peredaran darah pada ikan
Mengetahui sistem peredaran darah pada kecebong
Mengetahui cara mengetahui golongan darah A, B, O, atau AB
Mengetahui transfusi darah

Manfaat
1.
2.
3.
4.
5.

Dapat mengetahui sistem peredaran darah pada manusia
Dapat mengetahui sistem peredaran darah pada ikan
Dapat mengetahui sistem peredaran darah pada kecebong
Dapat mengetahui cara mengetahui golongan darah A, B, O, atau AB
Dapat mengetahui transfusi darah

Dasar teori
Sistem Peredaran Manusia
Sistem peredaran darah manusia disebut peredaran darah tertutup karena darah
mengalir dalam pembuluh darah. Sistem peredaran darah pada manusia juga
disebut peredaran darah rangkapkarena darah melewati jantung 2 kali.
Peredaran darah pada manusia terbagi 2:
- Peredaran darah besar: jantung(serambi kiri) - bilik kiri - pembuluh nadi - seluruh
tubuh - pembuluh balik - serambi kanan
- Peredaran darah kecil: serambi kanan - bilik kanan - pembuluh nadi paru-paru - paruparu - serambi kiri
Sistem peredaran darah pada manusia meliputi: jantung, pembuluh darah, dan darah.
A. JANTUNG
Jantung terdiri dari:
a. serambi kanan
b. bilik kanan
c. serambi kiri
d. bilik kiri
Catatan:
- bilik kiri lebih besar karena kerjanya paling berat, yaitu memompa darah ke seluruh
tubuh.
- jantung bagian kanan (serambi kanan dan bilik kanan) mengandung darah kotor (CO2)
sedangkan jantung bagian kiri (serambi kiri dan bilik kiri) mengandung banyak darah
bersih (O2).
B. PEMBULUH DARAH
Pembuluh darah terbagi 2.
1. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung: pembuluh nadi/arteri
2. Pembuluh darah yang menuju jantung: pembuluh balik/vena.
Perbedaan arteri dan vena:
- arteri letaknya agak ke dalam, kalau vena dekat permukaan kulit
- arteri tebal, kuat, dan elastis, kalau vena tipis dan tidak elastis
- denyut arteri terasa, kalau vena tidak
- jika terluka arteri darahnya memenacar kalau vena menetes.
C. PEREDARAN DARAH

D. KOMPONEN PENYUSUN DARAH
Komponen penyusun darah terdiri dari plasma darah (cairan) dan sel-sel penyusun
darah.
1. Plasma darah
95% plasma darah terdiri dari air. Di dalam plasma darah terkandung salah satu faktor
pembeku darah, yaitu protombin dan fibrinogen. Plasma darah tanpa fibrinogen disebut
serum.
2. Eritrosit (sel darah merah)

- berbentuk bulat gepeng, cekung
(bikonkaf)
- tidak punya inti sel
- mengandung hemoglobin yang membuat darah berwarna merah
- diproduksi di sumsum tulang pipih dan pipa
- eritrosit dirombak di limpa
3. Leukosit (sel darah putih)
- bentuknya berubah-ubah
- memiliki inti
- tidak berwarna
- diproduksi di sumsum merah tulang, kelenjar limfa, dan limpa
- berfungsi melindungi tubuh dari bibit penyakit dengan cara memakan kuman dan
menghasilkan zat antibodi
4. Trombosit (keping darah)
trombosit berperan dalam pembekuan darah.
E. PROSES PEMBEKUAN DARAH
Luka, trombosit pecah --> trombokinase --> protombin (dengan bantuan kalsium dan vit
K) --> trombin --> fibrinogen --> benang-benang fibrin. (gambar menyusul).
F. PENYAKIT-PENYAKIT
1. Anemia: kekurangan sel darah merah (eritrosit).
2. Hemofilia: penyakit keturunan dengan gejala darah sukar membeku
3. Atherosklerosis: penyumbatan pembuluh darah oleh lemak
4. Arteriosklerosis: penyumbatan pembuluh darah oleh zat kapur
5. Thalasemia: bentuk eritrosit cacat/tidak sempurna sehingga menurunkan kemampuan
mengikat oksigen
6. Hemoroid (ambeien): pelebaran pembuluh darah vena di sekitar anus
7. Leukimia: produksi leukosit yg berlebihan

Sistem Peredaran Darah pada hewan
Sistem Peredaran Darah pada Avertebrata
Avertebrata merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Ada hewan yang belum memiliki
peredaran darah, ada yang berupa peredaran darah terbuka, dan ada yang berupa peredaran darah
tertutup.
a. Sistem peredaran darah tidak melalui peredaran darah
Hewan bersel satu (Protozoa) tidak memiliki sistem peredaran darah. Gas yang dibutuhkan dan zat
makanan yang akan diserap dilakukan secara difusi, karena tubuh hanya terdiri atas satu sel
sehingga seluruh aktivitas metabolismenya dilakukan oleh sel itu sendiri. Banyak hewan jenis ini yang
menggunakan organel selnya untuk metabolisme, seperti Paramaeciummenggunakan vakuola
kontraktil untuk mengedarkan zat makanan cair, dan menggunakan vakuola makanan untuk
mengedarkan zat makanan padat. Ada hewan yang menggunakan rongga sebagai saluran
pencernaan sekaligus saluran peredaran yang dinamakan rongga gastrovaskuler. Contoh Hydradan
Planaria.
b. Sistem peredaran darah terbuka
Dinamakan sistem peredaran darah terbuka karena darah ataupun homolimfa dialirkan tidak melalui
pembuluh, tetapi langsung dialirkan ke dalam rongga tubuh. Sistem ini dijumpai pada hampir semua
jenis Mollusca dan Arthropoda.
1) Sistem peredaran darah Mollusca
Alat peredaran darah siput terdiri atas jantung dan pembuluh darah yang masih sederhana.
Jantungnya terdiri atas atrium dan ventrikel yang terletak di dalam rongga perikardial. Jika jantung
berdenyut, darah akan terpompa ke luar menuju rongga perikardial atau sinus terus menuju
ke jaringan tubuh.
Di dalam jaringan, darah akan membebaskan zat makanan dan menyerap zat-zat sisa. Selanjutnya
darah akan menuju ke rongga perikardial terus ke jantung melalui ostium.

Peredaran darah pada siput adalah sistem peredaran terbuka
2) Sistem peredaran darah pada Arthropoda
Alat peredaran darah serangga terdiri atas jantung dan arteri. Jantung disebut jantung pembuluh.
Darah dan cairan tubuh serangga disebut hemolimfa. Arah aliran hemolimfa adalah:
Bila jantung pembuluh berdenyut –> hemolimfa terpompa mengalir melalui arteri –> masuk rongga
tubuh –> masuk jaringan-jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh-pembuluh kapiler –> dari jaringanjaringan tubuh akan kembali masuk ke jantung pembuluh melalui ostium.
Fungsi hemolimfa untuk mengedarkan zat-zat makanan kepada sel-sel.
Hemolimfa tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen. Dengan demikian darah
Arthropoda hanya mengedarkan sari makanan. Oksigen dan karbondioksida diedarkan melalui sistem
trakea yang memungkinkan oksigen dari lingkungan dapat mencapai jaringan.

Peredaran darah pada serangga adalah sistem peredaran darah terbuka
c. Sistem peredaran darah tertutup

Dinamakan sistem peredaran darah tertutup karena darah beredar di dalam pembuluh-pembuluh
yang saling berhubungan. Peredaran darah tertutup sederhana, contohnya pada cacing tanah.
Sistem peredaran darah Annelida
Alat peredaran darah cacing tanah berupa pembuluh darah punggung (dorsal) dan pembuluh darah
perut (ventral) yang dihubungkan oleh pembuluh darah samping (lateral) serta pembuluh kapiler.
Pembuluh darah samping pada segmen ke-7 sampai ke-11 terdiri atas 5 pasang lengkung aorta
kelima pasang lengkung aorta inilah yang dianggap “jantung cacing”.
Arah aliran darahnya:
Jika jantung dan pembuluh punggung berdenyut, darah akan mengalir menuju pembuluh perut dan
pembuluh kapiler. Oksigen yang diserap kulit cacing secara difusi akan memasuki kapiler dan diikat
hemoglobin yang akan menuju pembuluh punggung untuk dipompakan ke seluruh tubuh.

Peredaran darah pada cacing tanah adalah sistem peredaran darah tertutup
2. Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata
Sistem peredaran darah yang lebih kompleks terdapat pada vertebrata. Pusat peredaran darah
vertebrata adalah jantung.
a. Sistem peredaran darah ikan
Sistem peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal, karena darah hanya satu kali
melewati jantung. Jantung ikan terdiri dari 2 ruang, yaitu satu atrium dan satu ventrikel. Dinding atrium
tipis, sehingga warna darah di dalamnya tampak memerah dengan jelas, sedangkan dinding biliknya
cukup tebal, sehingga tampak lebih pucat. Selain itu pada jantung ikan terdapat sinus venosus yang
menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Peredaran darah pada ikan adalah sistem peredaran darah tunggal
Arah aliran darah:
1. Jantung –> keluar melalui aorta ventral –> insang.
2. Di insang, aorta bercabang-cabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapilerkapiler.
3. Pada kapiler-kapiler terjadi pertukaran gas (CO 2 dilepas, O2diambil dari H2O).
4. Dari kapiler –> aorta dorsal –> ke kapiler-kapiler seluruh tubuh (mengedarkan O2 dan sari-sari
makanan serta mengikat CO2jantung (lewat vena kardinalis anterior dan vena kardinalis
posterior).
b. Sistem peredaran darah amfibia
Sistem peredaran darah katak disebut peredaran darah ganda karena dalam satu kali peredarannya,
darah melewati jantung dua kali. Pada masa larva (berudu) sistem peredaran darahnya menyerupai
ikan.
Setelah metamorfosis menjadi katak, sistem peredaran darah mengalami perubahan yang sesuai
untuk kehidupan di lingkungan darat. Alat peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh nadi,
kapiler, dan pembuluh balik. Jantung katak terdiri dari 3 ruang, yaitu 2 atrium (kanan = atrium dexter
dan kiri = atrium sinister). Serta menampung darah dari pembuluh besar yang akan masuk ke atrium
dexter.
Arah aliran darah:

Arah aliran darah
c. Sistem peredaran darah reptilia
Sistem peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda, jantung reptilia terdiri atas 4
ruang, yaitu 2 atrium (kanan dan kiri) serta ventrikel (kanan dan kiri). Sekat antara ventrikel kanan dan
ventrikel kiri umumnya belum sempurna. Pada buaya, sekat ventrikel hampir sempurna dan hanya
terdapat suatu lubang yang disebut foramen panizzae.
Adanya foramen panizzaememungkinkan pemberian oksigen ke alat-alat pencernaan dan untuk
keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu menyelam dalam air.
Arah aliran darah:
1) Dari ventrikel jantung ada dua aorta yang membelok ke kanan dan ke kiri.
2) Dari tiap aorta tersebut bercabang-cabang arteri kecil yang menuju ke berbagai organ tubuh.
3) Setelah sampai di kapiler darah kembali ke jantung.
d. Sistem peredaran darah burung
Sistem peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda. Jantung burung terbagi 4 ruang,
yaitu 2 atrium (kanan dan kiri) serta 2 ventrikel (kanan dan kiri). Sekat antara ventrikel kiri dan
ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran antara darah yang kaya dan miskin
oksigen. Dibandingkan dengan vertebrata lainnya, darah di aorta burung mengandung lebih banyak
oksigen. Busur aorta pada burung hanya ada satu, yaitu arcus aorta yang menuju ke sebelah kanan.
Arah aliran darah:
1. Darah dari vena (membawa CO2) –> serambi kanan –> dipompa keluar melalui arteri
dada –> paru-paru.
2. Dalam paru-paru (darah melepas CO2 dan mengambil O2) –> serambi kiri –> darah
dipompa keluar melalui aorta untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

3. Aorta bercabang-cabang menjadi pembuluh kapiler yang terdapat dalam jaringan
4. Dalam jaringan, pembuluh kapiler darah (memberi O2 dan mengambil CO2 dan air) –
> vena –> serambi kanan odan seterusnya

Golongan darah
Golongan darah seseorang ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen
pada sel darah merah dan plasma darah . Antigen berfungsi seperti tanda
pengenalan sel tubuh Anda. Ini supaya tubuh bisa membedakan sel tubuh sendiri
dari sel yang berasal dari luar tubuh. Jika sel dengan antigen berlawanan masuk ke
dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh akan mulai perlawanan terhadap sel
yang dianggap asing tersebut dan memproduksi antibodi.
Ada dua teknik yang kerap dipakai untuk mengelompokkan darah, yaitu
menggunakan sistem ABO dan rhesus (Rh). Kedua sistem ini bisa sangat membantu
jika Anda ingin melakukantransfusi darah.
Melalui sistem ABO, Anda bisa mengetahui golongan darah Anda, apakah A, B, AB
atau O.
5. Jika Anda memiliki golongan darah A, maka Anda memiliki antigen A pada sel darah merah
dan memproduksi antibodi untuk melawan sel darah merah dengan antigen B.
6. Jika Anda memiliki golongan darah B, maka Anda memiliki antigen B pada sel darah merah
dan memproduksi antibodi A untuk melawan sel darah merah dengan antigen A.
7. Jika Anda memiliki golongan darah AB, maka Anda memiliki antigen A dan B pada sel darah
merah. Ini juga berarti Anda tidak memiliki antibodi A dan B pada plasma darah.
8. Jika Anda memiliki golongan darah O, maka Anda tidak memiliki antigen A atau B pada sel
darah merah. Ini berarti darah bergolongan O bisa diberikan pada orang dengan golongan
darah apa pun (donor universal). Orang bergolongan darah O memproduksi antibodi A dan
B di plasma darah.
Pemilik golongan darah O bisa mendonorkan darahnya kepada siapa pun, tapi
mereka tidak bisa asal menerima darah. Mereka hanya bisa mendapatkan transfusi
darah dari tipe O saja. Sebaliknya, golongan darah AB tergolong penerima universal.
Kalangan ini bisa mendapat transfusi darah dari jenis A, B, AB, atau O. Namun
kalangan ini hanya bisa mendonorkan darahnya kepada mereka dengan darah jenis
AB saja.
Faktor rhesus (Rh) adalah jenis antigen yang ada pada sel darah merah. Jika
seseorang memiliki faktor Rh, maka dia tergolong positif dan jika tidak, negatif.
Kalangan yang memiliki Rh negatif bisa mendonorkan darahnya kepada orang yang
memiliki status Rh negatif dan Rh positif. Pendonor dengan Rh positif hanya bisa
memberikan darahnya kepada orang dengan status Rh positif.

Selain mendonorkan sel darah merah, transfusi plasma darah juga kerap dilakukan.
Dengan mengetahui karakteristik golongan darah, risiko Anda terkena komplikasi
akan berkurang. Meski jarang terjadi, ketidakcocokan ABO dan Rh pada saat
transfusi darah bisa menyebabkan reaksi serius yang bisa membahayakan nyawa.
Mengetahui status Rh darah juga penting bagi ibu hamil .

Pengaruh Golongan Darah Orang Tua kepada Anak
Golongan darah Anda dan pasangan akan menentukan golongan darah anak.
Namun perlu diingat bahwa golongan darah anak tidak selalu sama persis dengan
ayah atau ibu. Ada beberapa perpaduan golongan darah yang menghasilkan jenis
berbeda.
Berikut ini golongan darah yang kemungkinan dimiliki oleh anak Anda.
6. Golongan darah O dan O. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut, maka
anak Anda akan memiliki golongan darah O.
7. Golongan darah O dan A. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut, maka
anak Anda akan memiliki golongan darah O atau A.
8. Golongan darah O dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut, maka
anak Anda akan memiliki golongan darah O atau B.
9. Golongan darah A dan A. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut, maka
anak Anda akan memiliki golongan darah O atau A.
10. Golongan darah A dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut, maka
anak Anda akan memiliki golongan darah O, A, B, atau AB.
11. Golongan darah B dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut, maka
anak Anda akan memiliki golongan darah O atau B.
12. Golongan darah AB dan O. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut,
maka anak Anda akan memiliki golongan darah A atau B.
13. Golongan darah AB dan A. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut,
maka anak Anda akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.
14. Golongan darah AB dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut,
maka anak Anda akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.
15. Golongan darah AB dan AB. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut,
maka anak Anda akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.
Mengetahui golongan darah juga dapat bermanfaat bagi orang lain, misalnya jika
Anda berniat melakukan donor darah untuk keperluan darurat anggota keluarga atau
pasien di rumah sakit.

Alat dan bahan :
A. Percoabaan peredaran darah ikan dan kecebong
1. Ikan wader

2. Kecebong
3. Kapas
4. Kaca benda
5. Microskop
6. Wadah
B. Percobaan golongan darah
1. Sempem darah A, B, O, dan AB
2. Antigen A
3. Antigen B
4. Antigen AB
5. Kaca benda
6. Kertas
7. Tusuk gigi
8. Jarum tusuk
Langkah kerja :
A. Percobaan peredaran darah ikan dan kecebong
1. Siapkan ikan wader
2. Masukan ikan wader kedalam wadah kaca
3. Beri kapas pada bagian kepala
4. Beri kaca benda pada bagian ekor ikan
5. Amati dengan microskop bagian peredaran darah pada ekor ikan wader
6. Lakukan halyang sama dengan kecebong

B. Percobaan golongan darah
1. Ambil kertas sebanyak 6 beri tulisan
A. Kertas 1 Antigen A dan antigen B
B. Keratas 2 Antigen AB
C. Kertas 3 cells A
D. Kertas 4 cells B
E. Kertas 5 cells O
F. Kertas 6 cells AB
2. Beri kaca benda di atas kertas
3. Ambil sampel pada salah satu anak dengan cara beri alkohol pada bagian salah
satu jari kiri anak lalu tusuk secara perlahan dengan jarum tusuk
4. Tempelkan darah ke kaca benda tersebut
5. Kaca benda 1 di campur dengan antigen a dan b lalu amati
6. Kaca benda 2 di campur dengan antigen ab lalu amati
7. Kaca benda 3 , 4 dan 5 campur dengan yang lawan jenis atau sejenis contoh : a
vs a, a vs b, a vs ab lalu amati

Data
1.

2. Dari percobaan yang pertama dapat di peroleh bahwa sistem
peredara darah pada ikan berjalan sangat cepat dan letak nya pada
sisi sisi tulang ikan. Jika pada kecebong sistem peredaran darah
juga berjalan sangat cepat tatapi pada kecebong arah geraknya
tidak teratur

Judul: Tugas Portopolio - Dipulihkan

Oleh: Adonk Bahari


Ikuti kami