Filsafat Ilmu Islami

Oleh Muhamad Aljebra A L I K S A N Rauf

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Filsafat Ilmu Islami

TUJUAN PENGKAJIAN FILSAFAT ILMU





Mendalami unsur-unsur pokok (ushuli) ilmu, sehingga secara
menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu
Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu di
berbagai bidang, sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu
kontemporer secara historis
Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami
studi di perguruan tinggi, terutama untuk membedakan persoalan yang
ilmiah dan nonilmiah
Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu
dan agama tidak ada pertentangan.
1

Filsafat ILMU ISLAMI
FikirZikir
ZikirFikir
2
Filsafat ILMU
ILMU,
PENGETAHUAN, &
ILMU PENGETAHUAN
Lho Apa Bedanya Mas ?
3

Filsafat Ilmu Islami
1. Berpikir filsafati berdasarkan pandangan Islam yang dibentuk oleh
pemahaman ajaran Islam
2. Berpikir filsafati menurut konsep rasional tentang kesatuan kosmos (alam
semesta) yang dibentuk oleh pemahaman ajaran Islam
3. Berpikir filsafati menurut pandangan hidup yang didasarkan pada ajaran
Islam
4. Berpikir filsafati berdasarkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai,
makna-makna dan tujuan hidup manusia menurut ajaran Islam
4

BERFIKIR FILSAFATI ISLAMI
adalah:
Memikirkan sesuatu secara “USHULI” dalam keadaan sadar tentang Allah
(fikirZikir), sehingga sang pemikir senantiasa memelihara dan
menumbuhkan kesadaran ke-Tuhan-annya dan menemukan makna hakiki
yang terkandung dalam apa yang dipikirkannya sebagai tanda-tanda adanya
Allah swt.
5
KAJIAN FILSAFAT ILMU:







Objek apa yang dikaji ilmu
Bagaimana wujud objek itu
Hubungan antara objek dengan daya tangkap manusia
Bagaimana proses terjadinya ilmu
Kegunaan dan/atau manfaat ilmu
Bagaimana hubungan ilmu dengan kaidah moral dan agama
6
MID TEST



BEDAKAN SECARA TEGAS BERPIKIR FILSAFATI ISLAMI DENGAN
BERPIKIR FILSAFATI SEKULER?



DESKRIPSIKAN
JAWABAN
KARAKTERISTIK.

ANDA

DALAM

TIGA

POINT
7

PERTANYAAN
LANDASAN ONTOLOGIS
 Obyek apa yang ditelaah ?
 Bagaimana wujud hakiki dari obyek ?
 Bagaimana korelasi antara obyek dengan daya tangkap manusia yang
menghasilkan ilmu ?
Dari landasan ontologis tersebut adalah dasar untuk mengklasifikasi
pengetahuan dan sekaligus bidang-bidang ilmu.
8








PERTANYAAN
LANDASAN EPISTEMOLOGIS
Bagaimana proses pengetahuan yang masih berserakan itu menjadi ilmu ?
Bagaimana prosedur dan mekanismenya ?
Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita bisa mendapatkan pngetahuan
yang benar ?
Apa yang disebut kebenaran itu ?
Apa kriteria kebenaran itu ?
Cara/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan berupa
ilmu itu ?
9
PERTANYAAN LANDASAN AKSIOLOGIS
 Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan ?
 Bagaimana kaiatan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah
moral ?
 Bagaimana penentuan obyek dan metode yang ditelaah berdasarkan pilihanpilihan moral ?
 Bagaimana korelasi antara teknik prosedural yang merupakan oprasionalisasi
metode ilmiah dengan norma-norma moral ?
10
IMPLIKASI PANDANGAN ONTOLOGI
FILSAFAT SAIN SEKULER

1. Memandang obyek materi ilmu tidak dalam kerangka pandangan adanya
Pencipta yang memandang segala sesuatu selain Pencipta adalah ciptaan
2. Memandang sesuatu sebagai obyek materi ilmu sejauh berada dalam jangkauan
indra dan/rasio manusia untuk bisa memahaminya, dan pemahaman atasnya
merupakan fungsi dari indra dan/atau rasio
3. Memandang keberadaan obyek materi ilmu hanya dalam kerangka ruang dan
waktu dunia belaka.
4. Memandang obyek materi ilmu di luar hukum-hukum keberadaan, namun tidak
mempersoalkan asal hukum-hukum keberadaan itu
11
BEDA ILMU DENGAN PENGETAHUAN
ILMU:
1. adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem dan terukur
serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris(sekuler).
2. Adalah totalitas pengetahuan yang bersumber dari Allah, baik yang syahada
maupun yang ghaib(Islami)
PENGETAHUAN:
adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai metafisik
maupun fisik.
ILMU PENGETAHUAN = (Scientific Knowledge)
12

TERM ILMU
MUH. HATTA:
Ilmu
adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam
suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut
kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
RALP ROSS dan ERNEST:
Ilmu
adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya
serentak.
KARL PEARSON:
Ilmu
adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang
fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
ASHLEY MONTAGU:
Ilmu
adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang berasal dari
pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang
hal yang sedang dikaji.
HARSOJO:
Ilmu:
1. Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan.
2. Suatu pendekatan metode pendekatan terhadap seluruh empiris,
yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang danwaktu, dunia yang pada
perinsipnya dapat diamati oleh pancaindera manusia.
3. Suatu cara menganalisis yang mengizinkan kepada ahli-ahlinya untuk
menyatakan sesuatu proposisi dalam bentuk: “Jika…, maka…
AFANASYEF:
Ilmu
adalah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat, dan pikiran.
13

DESKRIPSI
SUMBER ILMU
ALLAH
SUMBER
ILMU

AKAL

MANUSIA

AL-QUR’AN

FILSFAT SAIS SEKULER

FILSAFAT ILMU ISLAMI
MANUSIA

MANUSIA

PENGETAHUAN ILMIYAH
14

Filsafat IslamI
 Berpikir filsafati berdasarkan pandangan Islam yang dibentuk oleh
pemahaman ajaran aIslam
 Berpikir filsafati menurut konsep rasional tentang kesatuan kosmos
(alam semesta) yang dibentuk oleh pemahaman ajaran Islam
 Berpikir filsafati menurut konsep rasional tentang kesatuan kosmos
(alam semesta) yang dibentuk oleh pemahaman ajaran Islam
 Berpikir filsafati menurut pandangan hidup yang didasarkan pada ajaran
Islam
 Berpikir filsafati berdasarkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai,
makna-makna dan tujuan hidup manusia menurut ajaran Islam
15

FILSAFAT ISLAMI

BERFIKIR FILSAFATI
SECARA ISLAMI

Hasil pemikiran itu dinamakan

FILSAFAT ISLAMI
16
BERPIKIR FILSAFATI ISLAMI
Adalah:
Memikirkan sesuatu secara “USHULI” dalam keadaan sadar tentang Allah
(Fikirzikir), sehingga sang pemikir senantiasa memelihara dan
menumbuhkan kesadaran ke-Tuhan-annya dan menemukan makna hakiki
yang terkandung dalam apa yang dipikirkannya sebagai tanda-tanda adanya
Allah.
17

Judul: Filsafat Ilmu Islami

Oleh: Muhamad Aljebra A L I K S A N Rauf


Ikuti kami