Tugas Kelompok Statistik

Oleh Integrasi Batee

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kelompok Statistik

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Statistik dalam penelitian terdiri dari 2 dua jenis, statistik deskriptif dan
statistik inferensial. Statistik deskriptif merupakan statistik yang berfungsi untuk
mendeskrpsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data
sampel atau populasi sebagaiamana adanya, tanpa melakukan analisis dan
membuat kesimpulan yang berlaku umum. Sementara statistik inferensial meliputi
statistik parametris dan statistik non parametris. Dalam makalah ini, penulis
membahas topik tentang statistik non parametris.
Statistik nonparametris pertama kali digunakan ketika J. Arbuthnot (1710)
mengetahui pada bahwa tahun 1692 sampai tahun 1710 jumlah laki-laki yang
diberi nama baptis di London melebihi jumlah wanita. Ia memandang hal ini
sebagai kenyataan yang kuat bahwa probabilita dari setiap kelahiran laki-laki atau
wanita tidak tepat sama. Sebuah penelitian yang sungguh-sungguh tentang metode
nonparametris untuk kesimpulan secara statistik dimulai lima puluh tahun yang
lalu pada suatu masa ketika metode statistik terapan dipengaruhi oleh sejumlah
besar model matematis yang terlalu sederhana dan hanya terpilih sebagian karena
model-model tersebut tidak terlalu membutuhkan perhatian pada prosedur
penghitungannya, yang tidak cocok dan dinamakan distribusi normal merupakan
kunci untuk metode analitis pada data kontinu. Penelitian dalam metode
nonparametris dan distribusi bebas telah didorong pertama kali dengan usaha
untuk menunjukkan bahwa meskipun asumsi dari kenormalan sering terlalu
mudah dipercaya, namun setidaknya dalam beberapa kasus membuat asumsi ini
menjadi sangat tidak sah atas kesimpulan yang dibuat. Kurang lebih kpada waktu
yang sama tumbuh kesadaran bahwa data pengamatan yang bukan merupakan
angka (numerik), tetapi mencakup pilihan atau rank/urutan, dapat digunakan
untuk membuat kesimpulan dengan sebuah cara yang membutuhkan sedikit
perhitungan.
Metode non parametris telah dikembangkan sebagai alat praktis untuk
digunakan bila datanya merupakan data ordinal (rank atau urutan) dan berbeda

1

dari ketelitian pengukuran (selang atau skala). Selain itu, statistik non parametris
juga digunakan dalam penelitian yang datanya berbentuk data nominal, misalnya
jumlah siswa laki-laki dan jumlah siswa perempuan dalam satu kelas, atau
kategori siswa yang tidak lulus diberi angka 1 dan yang lulus diberi angka 2.
Statistik non parametris juga disebut distribusi bebas. Penyebutan ini
didasarkan pada kenyataan bahwa metode uji tes statistiknya tidak menetapkan
syarat-syarat tertentu tentang bentuk distribusi parameter populasinya. Artinya
metode statistik non parametris tidak menetapkan syarat bahwa observasiobservasinya harus ditarik dari populasi yang berdistribusi normal. Hal ini
didasarkan pada kenyataan bahwa populasi penelitian yang akan dikaji tidak
selalu memenuhi asumsi-asumsi yang mendasari uji-uji parametrik. Prosedurprosedur statistik non parametris lah yang memenuhi kebutuhan ini.

B. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk:
1.

Mengetahui pengertian penelitian

2.

Mengetahui macam-macam data penelitian

3.

Mengetahui bentuk hipotesis

4.

Mengetahui pedoman umum dalam memilih statistik non parametris untuk
pengujian hipotesis

5.

Mengetahui cara menentukan ukuran sampel

2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Penelitian
Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan
dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada
ciri-ciri kelimuan yaitu:
1.

Rasional, artinya kegiatan penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk
akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.

2.

Empiris, artinya cara-cara yang dilakukan pada penelitian dapat diamati oleh
indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui caracara yang digunakan.

3.

Sistematis, artinya proses yang digunakan dalam penelitian menggunakan
langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Proses penelitian yang sistematis disajikan melalui gambar berikut.

Masalah

Berteori

Berhipotesis

Penetuan
Sampel

Kesimpulan
Saran

Pengujian
Hipotesis

Penyajian Data

Pengumpulan
Data

Gambar 1. Proses Penelitian yang Sistematis

Kriteria data yang diperoleh melalui penelitian adalah sebagai berikut:
1.

Valid
Valid menunjukkan derajat ketepatan, yaitu ketepatan antara data yang
sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dilaporkan oleh
peneliti.

2.

Reliabel
Reliabel menunjukkan derajat konsistensi (keajegan) yaitu adanya konsistensi
(ketetapan) data dalam interval waktu tertentu.

3

3.

Objektif
Objektif menunjukkan derajat persamaan persepsi antar orang (interpersonal
agreement)

Umumnya ada tiga macam tujuan penelitian yaitu:
1.

Penemuan, artinya data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data baru
yang sebelumnya belum pernah diketahui.

2.

Pembuktian, artinya data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan
keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.

3.

Pengembangan, artinya data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk
memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.

Data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memperjelas suatu
masalah yang sebelumnya tidak diketahui, meminimalkan atau menghilangkan
masalah, dan mengupayakan agar tidak ada masalah tidak timbul.

B. Macam-macam Data Penelitian

Macam Data

Kualitatif

Kuantitatif

Diskrit/Nominal

Kontinum

Ordinal

Interval

Gambar 2. Macam-macam Data Penelitian

4

Ratio

1.

Data Kualitatif, adalah data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar.
Contoh : jenis kelamin, tempat tinggal, tingkat kepuasan, dan sebagainya.

2.

Data Kuantatif, adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan (misalnya skoring : Valid = 4, Cukup valid = 3, Kurang Valid =
Tidak Valid = 1)
a). Data Diskrit/Nominal/Dikotomi, adalah data yang diperoleh dari hasil
menghitung atau membilang (bukan mengukur), data yang hanya dapat
digolongkan secara terpisah, secara diskrit atau kategori. Contohnya:
jumlah siswa dalam satu kelas adalah 40 orang, jenis kelamin ada dua
yaitu laki-laki diberi angka 1, perempuan diberi angka 3.
b). Data Kontinum, adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran.
1). Data Ordinal, adalah data yang berjenjang atau berbentuk peringkat.
Bila data ini dinyatakan dalam skala, jarak satu data dengan data
yang lain tidak sama. Contoh: juara I, II, III, dan selanjutnya,
golongan gaji, pangkat.
I

II

III

IV

V

VI

VII

90

84

79

72

63

56

51

2). Data Interval, adalah data yang jaraknya sama, tetapi tidak
mempunyai nilai nol absolut (mutlak). Artinya, walaupun datanya
nol tetapi masih mempunyai nilai. Misalnya, termometer.
3). Data rasio, adalah data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol
absolut. Artinya jika datanya nol berarti tidak ada nilainya (tiada ada
apa-apanya). Misalnya berat badan, tinggi badan, panjang, jarak,
atau volume.
Macam-macam data ini perlu diketahui terlebih dahulu untuk dapat menentukan
teknik statistik non parametris yang digunakan dalam penelitian.

C. Bentuk Hipotesis
Hipotesis merupakan asumsi atau dugaan yang menjadi jawaban
sementara terhadap rumusan masalah penelitian, yang dirumuskan berdasarkan
kajian teori yang terkait sehingga perlu diuji kebenarannya secara faktual. Lebih

5

lanjut, hipotesis ini disebut hipotesis penelitian. Dalam statistik, hipotesis
diartikan sebagai pernyataan statistik tentang parameter populasi, dan hipotesis ini
disebut dengan hipotesis statistik. Dalam penelitian yang menggunakan analisis
statistik inferensial, kedua hipotesis tersebut perlu diuji. Pengujian hipotesis
penelitian berarti menguji jawaban yang sementara (tentatif) itu apakah betulbetul terjadi pada sampel yang diteliti atau tidak. Kalau terjadi berarti hipotesis
penelitian terbukti dan kalau tidak berarti sebaliknya. Selanjutnya menguji
hipotesis statistik berarti menguji apakah hipotesis penelitian yang telah terbukti
atau tidak terbukti berdasarkan data sampel itu dapat diberlakukan pada populasi
atau tidak.

Terdapat tiga bentuk hipotesis yang dirumuskan dan diuji menurut tingkat
penjelasan (level of explanation) variabel yang diteliti yaitu :
1.

Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif merupakan dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu
sampel walaupun didalamnya bisa terdapat beberapa kategori.
Contoh :
a. Ho : Rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model A paling besar
60
Ha : Rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model A lebih dari 60
b. Ho : Daya tahan lampu pijar merk X adalah 600 jam.
Ha : Daya tahan lampu pijar merk X tidak sama dengan 600 jam.

2.

Hipotesis Komparatif
Terhadap komperatif merupakaan dugaan terhadap perbandingan nilai dua
sampel atau lebih. Dalam hal komparasi ini terdapat beberapa macam yaitu :
a.

Komparasi berpasangan (related) dalam dua sampel dan lebih dari dua
sampel (k sampel)
Contoh:
1.

Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan hasil
belajar siswa sebelum dan sesudah remidial
Ha : Ada perbedaan hasil belajar yang signifikan hasil belajar
siswa sebelum dan sesudah remidial

6

2.

Ho : Tidak ada perbedaan produktivitas kerja antara sebelum dan
setelah mendapat kendaraan ringan
Ha : Ada perbedaan produktivitas kerja antara sebelum dan setelah
mendapat kendaraan ringan

b.

Komparasi independen dalam dua sampel dan lebih dari dua sampel (k
sampe l)
Contoh:
1.

Ho : Tidak terdapat perbedaan pendapat di antara masyarakat
terhadap dua calon Bupati
Ha : Terdapat perbedaan pendapat di antara masyarakat terhadap
dua calon Bupati

2.

Ho : Tidak terdapat perbedaan antara Birokrat dan Akademis
dalam menyukai warna mobil
Ha : Terdapat perbedaan antara Birokrat dan Akademis dalam
menyukai warna mobil

3.

Hipotesis asosiatif (hubungan)
Hipotesis asosiatif merupakan dugaan terhadap hubungan antara dua variabel
atau lebih.
Contoh:
1.

Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat dengan
hasil belajar siswa
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara minat dengan hasil
belajar siswa

2.

Ho : Tidak ada hubungan antara IQ dengan prestasi belajar kerja
pegawai
Ha : Ada hubungan antara IQ dengan prestasi belajar kerja pegawai

D. Statistik Non Parametris Untuk Pengujian Hipotesis
Terdapat dua macam teknik statistik inferensial yang dapat digunakan
untuk menguji hipotesis penelitian yaitu statistik parametris dan statistik non
parametris.

7

a.

Statistik parametris
Statistik parametris lebih banyak digunakan untuk menganalisis data yang
berbentuk interval dan ratio dengan dilandasi beberapa persyaratan tertentu
antara lain misalnya data variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi
normal.

b.

Statistik nonparametris
Statistik nonparametris digunakan untuk menganalisis data yang berbentuk
nominal dan ordinal dan tidak dilandasi persyaratan data harus berdistribusi
normal.

Keunggulan dan kelebihan statistika nonparametris :
1.

Karena kebanyakan prosedur non parametris memerlukan asumsi dalam
jumlah yang minimum, maka kemungkinan untuk digunakan secara salah pun
kecil.

2.

Untuk beberapa prosedur nonparametris, perhitungan-perhitungan dapat
dilaksanakan dengan cepat dan mudah, terutama bila terpaksa dikerjakan
secara manual. Jadi penggunaan prosedur-prosedur ini menghemat waktu
yang diperlukan untuk perhitungan. Ini bisa dijadikan bahan pertimbangan
yang penting bila hasil pengkajian harus segera tersaji atau bila mesin hitung
berkemampuan tinggi tidak tersedia.

3.

Para peneliti dengan dasar matematika serta statistika yang kurang biasanya
menemukan

bahwa

konsep-konsep

dan

metode-metode

prosedur

nonparametris mudah dipahami.
4.

Prosedur-prosedur nonparametric boleh diterapkan bila data telah diukur
menggunakan skala pengukuran yang lemah, sebagaimana bila hanya data
hitung atau data peringkat yang tersedia untuk analisis.

Kekurangan dan kelemahan statistika non parametris
1.

Karena perhitungan-perhitungan yang dibutuhkan untuk kebanyakan prosedur
nonparametris cepat dan sederhana, prosedur-prosedur ini kadang-kadang
digunakan untuk kasus-kasus yang lebih tepat bila ditangani dengan prosedurprosedur parametris. Cara seperti ini sering menyebabkan pemborosan
informasi.

8

2.

Kendatipun prosedur nonparametris terkenal karena prinsip perhitungannya
yang sederhana, pekerjaan hitung-menghitung sering kali membutuhkan
banyak tenaga serta menjenuhkan.

untuk menentukan teknik statistik nonparametris mana yang akan akan digunakan
untuk pengujian hipotesis maka perlu diketahui terlebih dulu, bentuk data yang
akan dianalisis (normal,ordinal) dan bentuk hipotesis (deskriptif, komperatif,
asosiatif).
Berikut merupakan pedoman umum yang dapat digunakan untuk menguji
hipotesis dalam penelitian.

Macam
data

Deskriptif
(satu
sampel)
Binominal

Nominal

Chi
kuadrat 1
sampel

Bentuk Hipotesis
Komperatif lebih dari dua
Komperatif Dua Sampel
sampel
Berpasangan Independen Berpasangan Independen
Fisher Exact
Probability
Chi
Mc. Nemar
Chochran
Kuadrat k
Chi kuadrat
sampel
dua sampel
Median test

Sign Test
Ordinal

Run test

Wilcoxon
Matched
Pairs

Mann
Whitney U
Test
KolmogrovSmirnov

Median
Extension
Friendman
Two-way
Anova

Wald
Wolfowitz

1.

KruskalWalls
One way
Anova

Asosiatif
hubungan
Koefisien
kontingen
si (C)

Korelasi
Spearman
Rank
Korelasi
Kendal
Tau

Untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel, bila datanya berbentuk
nominal, maka digunakan teknik statistik :
a.

Binomial
Tes binomial digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam populasi
terdiri atas dua kelompok kelas, datanya berbentuk nominal dan jum,lha
sampelnya kecilnya (kurang dari 25).dua kelompok kelas itu misalnya
kelas pria dan wanita.senior dan junior.selanjutnta nilai populasi itu akan
di teliti dengan menggunakan sampel yang di ambil dari populasi
tersebut.

9

b.

Chi Kuadrat satu sampel.
Chi kuadrat satu sampel, adalah teknik statistik yang digunakan untuk
menguji hipotesis deskriptif bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebi
kelas, data berbentuk nominal dan smapelnya besar. Yang dimaksud
hipotesis deskriptif diatas adalah merupakan estimasi dugaan terhadap
ada tidaknya perbedaan frekuensi antara kategori satu dan kategori
lainnya dalam sebuah sampel tentang suatu hal.

2.

Untuk menguji hipotesis deskriptif satu

sampel bila datanya berbentuk

ordinal, maka digunakan teknik statistik
a.

Run Test
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel, bial
datanya berbentuk ordina. pengujian dilakukan dengan dengancara
mengukur kerandoman populasi yang didasarkan atas data hasil
pengamatan melalui data sampel.

3.

Untuk

menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berpasangan bila

data berbentuk nominal digunakan teknik statistik
a.

McNemar.
Teknik statistik digunakan untk mengji hipotesa komparatif dua sampel
yang berkorelasi bila datanya berbentuk nominal/diskrit. dancangan
peneitianya biasanya bebentuk before after. jadi hipotesa penelitian
merupakan perbandaingan antara nilai sebelum dan sesudah ada
perlakuan (membuktikan ada tidaknya perubahan)

4.

Untuk

menguji hipotesis komparatif dua sampel berpasangan bila data

berbentuk ordinal digunakan teknik statistik
a.

Sign Test
Test ini digunakan untuk menguji hipotesa komparatif dua sampel yang
berkorelasi, bila datanya berbentuk ordinal. teknik ini dianamakan uji
tanda karena data yang akan dianalisis dinyatakan dalam bentuk tandatanda yaitu tanda positif dan negatif.

b.

Willcoxon matched pairs
Teknik ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda (sign test). kalau
dalam uji tnada besarnya selisih nilai angka antara positif dan negatif

10

tidak diperhitungkan sedangkan dlaam uji wilcoxon ini diperhitungkan,
teknik digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua
sampel yang berkorelasi bila datanya berbentuk ordinal (berjenjang)
5.

Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen, hila datanya
berbentuk nominal digunakan teknik statistik
a.

Fisher exact probability
Test ini digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua
sampel kecil independen bila datanya berbentuk nominal untuk sampel
yang besar duigunakan chi kuadrat.

b.

Chi kuadrat dua sam pel
Chi kuadrat dua sampel digunakan untuk menguji hipotesis komparatif
dua smapel bila datanya berbentuk nominal dan sampelnya besar. cara
perhitungan dapat menggunakan rumus yang telah ada atau dapat
menggunakan tabel kontingensi 2x2 (dua baris x dua kolom)

6.

Untuk

menguji hipotesis komparatif dua sampel independen, bila data

berbentuk ordinal digunakan teknik statistik:
a.

Median Test
Tes median digunakan untuk menguji signifikansi hipoteis komparatif
dua smapel independen bila datanya bernbentuk nominal atau ordinal.
pengjuijan didasarkaan atas median dari smapel yang diambil secara
random. dengan demikian Ho yang akan diuji berbunyi : tidak terdapat
perbedaan dua kelompok populasi berdasarkan mediannya.

b.

Mann-Whitney U Test
U-test ini digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua
sampel independen bila datanya berbentuk ordinal test ini merupakan test
yang terbaik untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel indenden
bila datanya berbentuk ordinal.

c.

Kolmogorov Smimow
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel
independen bila datanya bernetuk ordinal yang telah tersusun pada tabel
distribusi frekuensi kumulatif dengan menggunakan kela-kelas interval.

11

d.

Wald-Wolfowitz.
Tes ini digunakan untuk meguji signifikasin hipotesis komparatif dua
sampel independen bila datanya berbentuk ordinal dan disusun dalam
bentuk run. oleh karena itu sebelum data dua sampel (n1 + n2) dianalisis
maka perlu disusun terlebih dahulu kedlaam bentuk ranking.

7.

Untuk menguji hipotesis komparatif

k sampel berpasangan,

bila data

berbentuk nominal, digunakan teknik statistik
a.

Chocran Q
Tes ini digunakan untuk hipotesis komparatif k sampel berpasangan bila
datanya benrbnuk nominal dan frekuensi dikotomi.

8.

Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan, bila datanya
berbentuk ordinal, digunakan teknik statistik
a.

Friedman Two-way Anova
Friedman two way anova (analisi varian dua jalan Friedman) digunakan
untuk menguji hipotesis komparatif k sampel yang berpasanga (related)
bila datany aberebntuk ordinal (ranking), bila datany terkumpul berbntuk
interval atau ratio maka data tersebut diubah kedalam ordinal.

9.

Untuk menguji hipotesis komparatif dua sam pel berpasangan, bila datanya
berbentuk nominal, digunakan teknik statistik
a.

Chi Kuadrat k sampel.
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif lebih dari dua
sample, bila datanya benrbntuk diskrit atau nominal.

10. Untuk menguji hipotesis komaparatif k sampel independen, bila datanya
bentuk ordinal, digunakan teknik statistik :
a.

Median Externsion
Test median extension digunakan untuk menguji hipotesis komparatif
median k sampel independen bila datanya berbentuk ordinal dan dalam
tes ini ukuran sampel tidak harus sama.

b.

Kruskal- Wallis one-way Anova.
Teknik ini digunakan untuk menguji hipotesis k sampel inedependen bila
datanya berbentuk ordinal. bila dalam pengukuran ditemukan data

12

berbentuk interval atau ratio maka perlu dirubah dulu kedlam ordinal
(data berbentukr anking/peringkat)
11. Untuk

menguji hipotesisi asosiatif (korelasi) bila

datanya berbentuk

nominal digunakan teknik statistik
a.

Koefisien Kontingensi
Koefisien ini digunakan untuk menghitung hubungan antar variabel bila
datanya berbentuk nominal. teknik mempunyai kaitan eratdengan chi
kuadrat yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif k sampel
independen, oleh karena itu rumus yang digunakan mengandung nilai
cjhi kuadrat.

12. Untuk

menguji hipotesis asosiatif (korelasi) bila

datanya berbentuk

ordinal digunakan teknik statistic
a.

Korelasi Spearman Rank
Korelasi spearman rank digunakan mencari hubungan atau uji
signifikansi hipotesisi asosiatif bila amsing-masing variabel yang
dihubungkan berbentuk ordinal dan sumber data aantar variabel tidak
harus sama.

b.

Korelasi Kendal Tau.
Seperti dalam korelasi spearman rank, korlasi kendal tau digunakan
untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara dua variabel atau
lebih bila datanya berbentuk ordinal atau ranking.

E. Menentukan Ukuran Sampel
Salah satu syarat penggunaan teknik statistik non parametris adalah sampel
sebagai sumber data harus diambil secara random (random sampling). Random
sampling berarti teknik pengambilan sampel yang memberi peluang sama kepada
seluruh anggota populasi untuk dapat dipilih sebagai anggota sampel. Sampel
yang baik adalah sampel yang representatif (mewakili) populasi. Jumlah anggota
sampel yang akan digunakan sebagai sumber data tergantung pada tingkat
kepercayaan yang dikehendaki. Bila dikehendaki sampel dipercaya 100%
mewakili populasi maka jumlah anggota sampel sama dengan jumlah anggota
populasi. Bila tingkat kepercayaan 95% maka jumlah anggota sampel akan lebih

13

kecil dari jumlah anggota populasi. Krejcie dan Morgan (1970) telah memberikan
panduan dalam menentukan jumlah anggota sampel dari populasi tertentu dengan
taraf kepercayaan 95%. Berikut beberapa saran dalam menentukan ukuran sampel
menurut Roscoe (Sugiyoni, 1999) sebagai berikut:
1.

Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan
500.

2.

Bila sampel dibagi dalam kategori ( misalnya : pria-wanita, pegawai negeriswasta dan lain-lain ) maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal
30.

3.

Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate ( korelasi
atau regresi ganda misalnya ), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali
dari jumlah variabel yang diteliti. Misalnya variabel penelitiannya ada 5
(independen + dependen ), maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50.

4.

Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota sampel masingmasing antara 10 s/d 20.

14

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan
dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada
ciri-ciri kelimuan yaitu : Rasional, Empiris, Sistematis. Kriteria data yang
diperoleh melalui penelitian adalah sebagai berikut : Valid, Reliabel, Objektif.
Ada tiga macam tujuan penelitian yaitu: Penemuan, Pembuktian, Pengembangan.
Data penelitian terbagi dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data
kuantitatif terdiri dari data Diskrit/Nominal/Dikotomi dan data Kontinum.
Sementara data kontinum terbagi menjadi data ordinal, data interval dan data
rasio. Terdapat tiga bentuk hipotesis yang dirumuskan dan diuji menurut tingkat
penjelasan (level of explanation) variabel yang diteliti yaitu hipotesis deskriptif,
hipotesis komparatif dan hipotesis asosiatif.
Statistik non parametris merupakan statistik yang digunakan untuk
menganalisis data yang berbentuk nominal dan ordinal dan tidak dilandasi
persyaratan data harus berdistribusi normal serta penentuan sampel dilakukan
secara acak.

B. Saran
Diharapkan agar pembaca mencari referensi lain yang mendukung
sehingga dapat menambah wawasan lebih lagi mengenai statistik non parametris
serta penggunaanya dalam penelitian.

15

DAFTAR PUSTAKA

Daniel, Wayne W., 1989, Statistika Nonparametrik Terapan, Jakarta: PT
Gramedia.
Sprent, P., 1991, Metode Statistik Nonparametrik Terapan, Jakarta: Universitas
Indonesia
Sugiyono, 1999, Statistik Nonparametris Untuk Penelitian, Bandung: CV
Alfabeta.
Sugiyono, 2011, Statistika Untuk Penelitian, Bandung: CV Alfabeta.
Usman, Husaini & Akbar, Purnomo Setiady, 2006, Pengantar Statistik, Jakarta:
PT Bumi Aksara

16

Judul: Tugas Kelompok Statistik

Oleh: Integrasi Batee


Ikuti kami