Makalah Pandangan Manusia

Oleh R Mj

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pandangan Manusia

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME atas kemudahan dan
keluasan pikiran yang Dia berikan kami dapat menyelesaikan makalah Pandangan
manusia ini, Makalah ini akan menjelaskan mengenai Pandangan Manusia yang di
dapat dari beberapa sumber.
Maka melalui makalah ini, kami berharap mahasiswa dapat mengetahui
dan memahami Pandangan Manusia yang menjadi salah satu materi pada mata
kuliah Pengantar Pendidikan yang pada dasarnya sangat penting di pelajari bagi
seorang calon pendidik maka kira nya makalah ini dapat di pergunakan dengan
sangat maksimal
Akhir kata kami sampaikan bahwa memang makalah ini belum lah begitu
sempurna tetapi kami berharap makalah ini akan sangat membantu bagi
mahasiswa bimbingan dan konseling yang mempelajari mengenai Pengantar
Pendidikan.
.

Samarinda 19 September
2016

Penulis

i

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

DAFTAR ISI
Kata
pengantar…………………………………………………...............................i
Daftar

isi……………………………………………………………..

…………….ii
Bab I PENDAHULUAN
Latar Belakang…..………………………………………………………..……….1
Tujuan…………………………………………..……………………………..…..1
Bab II PEMBAHASAN
A.

Pengertian tentang Pandangan Manusia …………………………...……...2

B.

Sifat Hakikat Manusia ………………………………………………….....2

C.

Dimensi-dimensi Hakikat Manusia ……………………...………………..5

D.

Pengembangan

Dimensi

Hakikat

Manusia

………………………………..5
E.

Sosok Manusia Indonesia Seutuhnya …………………………………......6

Bab III PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………..…………..……..7
Daftar pustaka……………………………………………………………….…….8

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Ada berbagai macam pandangan para tokoh mengenai manusia, seperti

ahli mantik ( logika) menyatakan bahwa manusia adalah “Hayawan Natiq”
( manusia adalah hewan berpikir), seorang ahli filsafat yaitu Ibnu Khaldun
menyatakan bahwa manusia itu Madaniyyun bi al-thaba atau manusia adalah
mahklik Yang bergantung pada tabiatnya. Sedangkan Aristoteles berpendapat
bahwa manusia adalah “Zoon political” atau “ political animal” (manusia adalah
hewan yang berpolitik).
B.

Rumusan Masalah

1.

Apa pengertian tentang pandangan manusia?

2.

Apa saja yang mencakup sifat hakikat manusia?

3.

Apa saja dimensi-dimensi hakikat manusia?

4.

Bagaimana pengembangan dimensi hakikat manusia?

5.

Bagaimana sosok manusia Indonesia seutuhnya?

C.

Tujuan

1.

Mengetahui pengertian tentang pandangan manusia.

2.

Mengetahui sifat hakikat manusia.

3.

Mengetahui dimensi-dimensi hakikat manusia.

4.

Mengetahui pengembangan dimensi hakikat manusia.

5.

Mengetahui sosok manusia Indonesia seutuhnya.

ii

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Pengertian Pandangan Manusia
Sesungguhnya manusia merupakan makhluk yang palingsempurna di

bandingkan dengan makhluk yang lainnya, seperti Malaikat, Jin, Iblis, Hewan,
tumbuhan yang telah Allah SWT ciptakan. Manusia dianugrahi akal, perasaan dan
kehendak oleh Allah SWT sehingga manusia dapat membedakan hal yang baik
dan hal yang buruk.
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang penting dan dapat di
pandang dari berbagai segi. Dalam ilmu eksak, manusia adalah kumpulankumpulan dari partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh
manusia. Dalam ilmu sosial, manusia merupakan mahkluk yang ingin
memperoleh keuntungan, tidak dapat berdiri sendiri.
B.

Sifat Hakikat Manusia
Sifat hakikat manusia menjadi bidng kajian filsafat, khususnya filsafat

antropologi. Hal ini menjadi keharusan kerena pendidikan bukan hanya sekedar
soal praktek melainkan praktek yang berlandasan dan bertujuan. Sedangkan
landasan dan tujuan pendidikan itu bersifat ilosofis normatif.

1.

Pengertian Sifat Hakikat Manusia
Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara

prinsipil ( jadi bukan hanya gradual ) membedakan manusia dari hewan.
Meskipun manusia dan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi
biologisnya. Bahkan beberapa ilosof seperti Socrates menanamkan manusia itu
zoon politicon ( hewan yang bermasyarakat ). Max Scheller menggambarkan

1

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

manusia sebagai Das Kranke tier ( Hewan yang sakit ) yang selalu gelisah dan
bermasalah.
Kenyataan dan pernyataan tersebut dapat menimbulkan kesan yang keliru,
mengira bahwa hewan dan manusia hanya berbeda secara gradual yaitu suatu
perbedaan yang dengan melalui proses rekayasa dapat dibuat sama keadaannya,
misalnya air yang karena perubahan temperature lalu menjadi es. Seolah-olah
dengan kemahiran rekayasa pendidikan, orang hutan dapat dirubah menjadi 2
manusia.
2.

Wujud Sifat Hakikat Manusia
Wujud sifat hakikat manusia yang di kemukakan oleh eksistensialisme,

dengan maksud menjadi masukan dalam membenahi konsep pendidikan, yaitu:
a.)

Kemampuan menyadari diri

Kaum Rasionalisme menunjuk kunci perbedaan manusia dengan hewan pada
adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia, maka manusia
menyadari bahwa dirinya (akunya) memiliki ciri yang khas atau karakteristik diri.
Hal ini yang menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku
yang lain.
b.)

Kemampuan berinteraksi

Manusia merupakan makhluk yang mempunya kemampuan untuk menerobos dan
mengatasi batas-batas yang membelenggu dirinya. Kemampuan menempatkan diri
dan menerobos inilah pula yang membedakan manusi sebagai makhluk human
dari hewan selaku makhluk inra human, dimana hewan menjadi onderdil dari
lingkungan,

sedangkan

manusia

menjadi

manajer

terhadap

lingkungan.

Kemampuan bereksistensi perlu dibina melalui pendidikan. Peserta didik diajar
agar belajar

dari pengalamannya,

belajar

dari pengalamannya,

belajar

mengantisispasi suatu keadaan dan peristiwa, belajar melihat prospek masa depan
serta mengembangkan daya imajinasi kreatif sejak dari masa kanak-kanak.
c.)

Kata Hati

Kata hati merupakan kemampuan membuat keputusan tentang yang baik/benar
dan yang buruk/salaj bagi manusia sebagai moral, kata hati kaitannya dengan

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

moral, kata hati merupakan petunjuk bagi moral/perbuatan. Usaha untuk
mengubah kata hati yang tumpul menjadi kata yang tajam adalah pendidikan kata
hati (gewetan forming). Realisasinya dapat ditempuh dengan melatih akal
kecerdasan dan kepekaan emosi. Tujuannya agar orang memiliki keberanian
moral yang didasari oleh kata hati yang tajam.
d.)

Moral

Moral yang sinkron dengan kata hati yang tajam yang benar-benar baik bagi
manusia sebagai manusia merupakan moral yang baik atau moral yang tinggi atau
luhur. Sebaliknya perbuatan yang tidak sinkron dengan kata hati yang tajam
ataupun merupakan realisasi dari kata hati yang tumpul disebut moral buruk,
lazimnya disebut tidak bermoral.
e.)

Tanggung Jawab dapat diartikan sebagai keberanian untuk menentukan

bahwa sesuatu perbuatan sesuai dengan tuntutan kodrat manusia, dan bahwa
hanya karena itu perbuatan tersebut dilakukan, sehingga sanksi apapun yang
dituntutkan (oleh kata hati, oleh agama-agama), diterima dengan penuh kesadaran
dan kerelaan. Dan uraian ini menjadi jelas betapa pentingnya pendidikan moral
bagi peserta didik baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
f.)

Rasa Kebebasan (kemerdekaan)

Merdeka adalah rasa bebas (tidak merasa terikat oleh sesuatu), tetapi sesuai
dengan tuntuan kodrat manusia. Kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya
memang berlangsung dalam keterikatan. Kemerdekaan berkaitan erat dengan kata
hati dan moral.
g.)

Kesediaan melaksanakan kewajiban dan hak

Kewajiban dan hak adalah dua macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari
manusia sebagai mahluk social. Yang satu ada hanya oleh karena adanya yang
lain. Tak ada hak tanpa kewajiban. Jika seseorang mempunyai hak untuk
menuntut sesuatu maka tentu ada pihak lain yang berkewajiban ( yang pada saat
itu belum dipenuhi), begitu sebaliknya.
h.)

Kemampuan menghayati kebahagiaan

Adalah suatu istilah yang lahir dari kehidupan manusia. Penghayatan hidup
disebut “kebahagiaan” ini meskipun tidak mudah untuk dijabarkan tetapi tidak

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

sulit untuk dirasakan. Kebahagiaan tidak cukup digambarkan hanya sebagai
himpunan dari pengalaman-pengalaman yang menyenangkan saja, tetapi lebih
dari itu, yaitu merupakan integrasi dari segenap kesenangan, kegembiraan,
kepuasaan, dan sejenisnya dengan pengalaman-pengalaman pahit dan penderitaan.
Pr oses integrasi dari kesemuanya itu (yang menyenangkan maupun yang pahit)
menghasilkan suatu bentuk penghayatan hidup yang disebut “bahagia”.
C.

Dimensi – dimensi Hakikat Manusia serta Potensi, Keunikan, dan

Dinamikanya Dimensi Keindividualan
Lysen mengartikan individu sebagai “orang-seorang”, sesuatu yang
merupakan suatu keutuhan yang dapat dibagi-bagi (in devide). Tidak ada individu
yang identik di muka bumi. Dikatakan bahwa individu bersifat unik (tidak ada
tara dan bandingannya). Karena adanya individualitas itu setiap orang memiliki
kehendak, perasaan,cita-cita, kecendurungan, semangat, dan daya tahan yang
berbeda. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri
yang sangat esensial dari adanya individualitas pada diri manusia.
1.

Dimensi Kesosialan

Setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya didalamnya
terkandung unsure memberi dan menerima. Adanya dimensi kesosialan pada diri
manusia tampak lebih jelas pada dorongan untuk bergaul.
2.

Dimensi Kesusilaan

Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi.
Kesusilaan diartikan mencangkup etika dan etiket. Persoalan kesusilaan selalu
berhubungan erat dengan nilai-nilai
3.

Dimensi Keberagamaan

Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah mahluk yang
lemah sehingga memerlukan tempat bertopang.
D.

Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia

1.

Pengembangan yang Utuh

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

Tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh
dua factor, yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan
kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas
perkembangannya. Pengembangan yang utuh dapat dilihat dari segi wujud
dimensi dan arah pengembangannya.
2.

Pengembangan yang Tidak Utuh

Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan 5
terjadi di dalam proses pengembangan jika ada unsur yang terabaikan.
Pengembangan yang tidak utuh mengakibatkan terbentuknya kepribadian yang
pincang dan tidak mantap.
E.

Sosok Manusia Indonesia yang Seutuhnya
Sosok manusia seutuhnya telah dirumuskan di dalam GBHN mengenai

arah pembangunan jangka panjang. Dinyatakan bahwa pembangunan nasional
dilaksanakan didalam rangka pembangunan manusia indonesia seutuhnya dan
pembangunan seluruh masyarakat indonesia. Berarti bahwa pembangunan itu
tidak hanya mengejar kemajuan lahirlah ataupun kepuasan batiniah.

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa pandangan manusia dan

segenap dimensinya hanya di miliki oleh manusia dan tidak terdapat pada mahluk
hidup lainnya .Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipiil manusia
dan mahluk lainnya, adanya pandangan manusia memberikan kedudukan pada
manusia sedemikian rupa sehinga derajatnya lebih tinggi dari pada mahluk hidup
lainnya, salah satu sifat pandangan manusia yang istimewa iyalah adanya
kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia, semua pandanga manusia
dapat dan harus ditumbuh kembangkan melalui pendidikan, berkat pendidikan
maka pandangan manusia dapat ditumbuh kembangkan secara selaras dan
berimbang sehingga menjadi manusia yang utuh.

6

Pengantar Pendidikan Materi Pandangan Manusia

DAFTAR PUSTAKA
Titoraharjo Umar 2005 Pengantar Pendidikan Jakarta Rineka Cipta
Http://sukiman-barcitizen.blogspot.co.id/2013/11/makalah-pengantar-pendidikanpandangan.html?m=1 16 September 2016

7

Judul: Makalah Pandangan Manusia

Oleh: R Mj


Ikuti kami