Makalah Keorganisasian Individu

Oleh Ummu Uwais

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Keorganisasian Individu

KATA PENGANTAR
Rasa Syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME. Karena limpahan rahmat dan
hidayahnya kami bisa melaksanakan tugas sebagai insan, serta masih diberi kesempatan
untuk mencari ilmu, sehingga kami bisa menulis serta menyelesaikan makalah Manajemen
Pendidikan yang sederhana ini.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung
Muhammad SAW. Yang telah membawa kita dari Zaman Jahiliyah menuju Addinul Islam
yang terang benderang.
Bergema seiring nada mengalunkan kata hati yang senantiasa mengungkapkan
getaran jiwa, Penyusun dengan penuh kesadaran diri bahwa dalam penyusunan makalah ini
masih banyak kekurangan dan kesalahan, hal ini dengan keterbatasan kemampuan dan
kedangkalan ilmu yang kami miliki. Makalah ini kami beri judul “ Kepemimpinan dan
Organisasi Pendidikan”, adalah sebagai sarana kami menuntut ilmu, serta guna memenuhi
tugas semester 4 Tahun Akademik 2012. Dan kami berterima kasih kepada Bapak Drs.
Maswan, M.M., Selaku dosen pembimbing, serta semua pihak yang telah membantu kami,
sehingga makalah ini dapat terselesaikan, kami sadar bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan, maka dari itu kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam tulisan
yang sederhana ini, serta masukan yang positif, saran dan kritik untuk kesempurnaan makalah
ini, serta untuk menambah ilmu yang sangat kami harapkan.
Akhirnya kepada Illahi kita berharap dan berdo’a, semoga makalah ini bermanfaat
khususnya bagi penyusun umumnya bagi pembaca dan tercatat sebagai amal saleh dan
menjadi motivator bagi kami. Amin …
Jepara, 24 April 2013
Penulis
( Kelompok 3)

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.......................................................................

i

KATA PENGANTAR....................................................................

ii

DAFTAR ISI...................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................

1

B. Rumusan Masalah...........................................................

2

C. Tujuan Penulisan.............................................................

2

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kepemimpinan Pendidikan
1. Pengertian Kepemimpinan Pendidikan………….

3

2. Fungsi Kepemimpinan Pendidikan……………...

3

3. Tipe-Tipe Kepemimpinan Pendidikan…………..

4

B. Organisasi Pendidikan
1. Organisasi dan Organisasi Pendidikan……………
2. Aspek-Aspek Organisasi………………………….
3. Jenis-Jenis Organisasi…………………………….
BAB III PENGAKIRAN

5
6
7

A. Simpulan ………………………………………………

9

B. Penutup ………………………………………………..

9

DAFATAR PUSTAKA ………………………………………….

10

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen yaitu merencanakan dan
mengorganisasi, tetapi peran utama kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan bukti bahwa pemimpin boleh jadi
manajer yang lemah apabila perencanaannya jelek yang menyebabkan kelompok berjalan ke
arah yang salah. Akibatnya walaupun dapat menggerakkan tim kerja, namun mereka tidak
berjalan kearah pencapaian tujuan organisasi. Guna menyikapi tantangan globalisasi yang
ditandai dengan adanya kompetisi global yang sangat ketat dan tajam.
Sebuah sekolah adalah organisasi pendidikan yang kompleks dan unik, sehingga
memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Untuk membantu para kepala sekolah di dalam
mengorganisasikan sekolah secara tepat, diperlukan adanya satu esensi pemikiran yang
teoretis, seperti kepala sekolah harus bisa memahami teori organisasi formal yang bermanfaat
untuk menggambarkan kerja sama antara struktur dan hasil sekolah. Oleh sebab itu dikatakan
bahwa” keberhasilan sekolah adalah sekolah yang memiliki pemimpin yang berhasil..

Masalah kepemimpinan pendidikan saat ini menunjukan kompleksitas, baik dari segi
komponen manajemen pendidikan, maupun lingkungan yang mempengaruhi
keberlangsungan suatu pendidikan. Persoalan yang muncul bisa sepontan, bisa berulangulang, makanya diperlukan interaksi yang kreatif dan dinamis antar kepala sekolah , guru dan
siswa.
Keberhasilan pendidikan di sekolah juga sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala
sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah
merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja
guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan,
administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta
pemeliharaan sarana dan prasarana . Hal tersebut menjadi lebih penting sejalan dengan
semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja
yang semakin efektif dan efisien. Dalam perannya sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah
harus dapat memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang-orang yang bekerja sehingga
kinerja guru selalu terjaga.1[1]
Dari beberapa hal diatas memungkinkan kami untuk mengkaji kepemimpinan dan
organisasi pendidikan yang akan kami tuangkan dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.

Apa pengertian kepemimpinan pendidikan?
Apa fungsi kepemimpinan pendidikan?
Bagaimana tipe-tipe kepemimpinan pendidikan?
Apa yang dimaksud dengan organisasi pendidikan?
Apa jenis-jenis oraganisasi pendidikan?

C. Tujuan Penulisan
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui pengertian kepemimpinan pendidikan.
Untuk mengetahui fungsi kepemimpinan pendidikan.
Untuk mengetahui tipe-tipe kepemimpinan pendidikan.
Untuk mengetahui maksud organisasi pendidikan.
Untuk mengetahui jenis-jenis oraganisasi pendidikan.

1

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI PENDIDIKAN
A. KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
1.

Pengertian Kepemimpinan Pendidikan
Kepemimpinan pendidikan mengandung dua pengertian ialah “pendidikan” yang
mengandung arti lapangan apa dan dimana kepemimpinan itu berlangsung. Sedangkan
pengertian “kepemimpinan” bersifat universal, berlaku dan terdapat dalam berbagai bidang
kegiatan hidup manusia.
Secara umum “kepemimpinan” dapat dirumuskan sebagai kemampuan dan kesiapan
yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi mendorong, mengajak, menuntun,
menggerakan dan kalau perlu memaksa orang lain agar ia menerima pengaruh itu dan
selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian sesuatu maksud atau tujuantujuan tertentu.
Sedang Kata “pendidikan” menunjukkan arti yang dapat dilihat dari dua segi yaitu:
pendidikan sebagai usaha atau proses mendidik dan mengajar seperti yang dikenal seharihari. Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas berbagai masalah tentang
hakekat dan kegiatan mendidik dan mengajar dari zaman ke zaman dan mengajar dengan
segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas dan mendalam.

Dari titik tolak itu dapatlah disimpulkan pengertian “kepemimpinan pendidikan”
adalah sebagai satu kemampuan dan proses mempengaruhi, mengkoordinir dan menggerakan
orang-orang lain yang ada hubungan dengan pengembangan ilmu pendidikan dan
pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat
lebih efektif dan efisien di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan.
2. Fungsi Kepemimpinan Pendidikan
Fungsi utama pemimpin pendidikan antara lain adalah sebagai berikut:
a.

Pemimpin membantu terciptanya suasana persaudaraan, kerja sama dengan penuh rasa
kebebasan.

b. Pemimipin membantu kelompok untuk mengorganisir diri yaitu ikut serta dalam memberikan
rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan dan menjeaskan tujuan.
c.

Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan prosedur kerja, yaitu membantu
kelompok dalam menganalisis situasi untuk kemudian menetapkan prosedur mana yang
paling praktis dan efektif.

d.

Pemimpin bertanggung jawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok.
Pemimimpin memberi kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari pengalaman.
Pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk melatih kelompok menyadari proses dan isi
pekerjaan yang dilakukan dan berani menilai hasilnya secara jujur dan objektif.

e.

Pemimpin bertanggungjawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi
organisasi.2[2]
2

3. Tipe-Tipe Kepemimpinan Pendidikan
Konsep seorang pemimpin pendidikan tentang kepemimpinan dan kekuasaaan yang
memproyeksikan diri dalam bentuk sikap kepemimpinan, sifat dan kegiatan yang
dikembangkan dalam lembaga pendidikan yang akan dipimpinnya sehingga akan
mempengaruhi kualitas hasil kerja yang akan dicapai oleh lembaga pendidikan tersebut.
Berdasarkan konsep, sifat, sikap, dan cara-cara pemimpinan tersebut melakukan dan
mengembangkan kegiatan kepemimpinan dalam lingkungan kerja yang dipimpinnya, maka
ada tiga tipe pokok kepemimpinan yaitu: tipe otoriter, tipe laissez faire dan tipe demokrasi.
a.

Tipe otoriter (the autocratic style of leadership)
Pada kepemimpinan yang otoriter, semua kebijakan atau “policy” dasar ditetapkan
oleh pemimpin sendiri dan pelaksanaan selanjutnya ditugaskan kepada bawahannya. Semua
perintah, pemberian tugas dilakukan tanpa mengadakan konsultasi sebelumnya dengan orangorang yang dipimpinnya. Pemimpin otoriter berasumsi bahwa maju mundurnya organisasi
hanya tergantung pada dirinya. Dia bekerja sungguh-sungguh, belajar keras, tertib dan tidak
boleh dibantah.

b. Tipe Laissez faire (laissez-faire style of leadership)
Dalam tipe kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan
kepemimpinannya, dia membiarkan bawahannya berbuat sekehendaknya. Pemimin sama
sekali tidak memberikan control dan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya.
Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada bawahannya tanpa
petunjuk atau saran-saran dari pemimpin. Kekuasaan dan tanggung jawab tersimpang siur,
berserakan secara tidak merata diantara anggota kelompok. Dengan demikian mudah terjadi
kekacauan dan bentrokkan. Tingkat keberhasian organisasi atau lembaga semata-mata
disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa kelompok, dan bukan karena pengaruh
dari pemimpin. Stuktur organisasinya tidak jelas dan kabur, segala kegiatan tersebut
dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pemimpin.
c.

Tipe demokratis (demokratic style of leadership)
Dalam tipe kepemimpinan ini seorang pemimpin selalu mengikut sertakan seluruh
anggota kelompoknya dalam mengambil keputusan, kepala sekolah yang bersifat demikian
akan selalu menghargai pendapat anggota/guru-guru yang ada dibawahnya dalam rangka
membina sekolahnya.3[3]

B. ORGANISASI PENDIDIKAN
1. Organisasi dan Organisasi Pendidikan
Organisasi didefinisikan secara beragam oleh berbagai ahli. Variasi definisi
didasarkan pada sudut pandang dan waktu ahli ketika mendefinisikan.perkembangan kajian
organisasi dari organisasi sederhana mengarah pada pola organisasi yang kompleks yang
dicirikan oleh konektifitas organisasi yang tidak terbatas antara unit-unit organisasi dengan
lingkungannya.
Gibson, Ivancevich, dan Donnelly mendefinisikan organisasi sebagai “wadah yang
memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh
individu secara sendiri-sendiri”.lebih lanjut ketiganya menyebutkan bahwa organisasi adalah
suatu unit terkoordinasi terdiri setidaknya dua orang berfungsi mencapai suatu sasaran
tertentu atau serangkaian sasaran. Definisi ini menekankan pada upaya peningkatan
pencapaian tujuan bersama secara lebih efektif dan efisien melalui koordinasi antar unit
organisasi.
3

2.

3.
a.

1)
2)
3)

b.

Stephen P.Robbins mendefinisikan organisasi: “Kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat didefinisikan, yang
bekerja atas dasar yang relatif, dalam mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok
tujuan”.
Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa organisasi itu adalah sebagai
berikut: “suatu sistem interaksi antar orang yang ditujukan untuk mencapai tujuan
organisasi, dimana sistem tersebut memberikan arahan perilaku bagi anggota organisasi.
Dari pengertian tentang organisasi tersebut dapat dipahami bahwa elemen-elemen
yang terdapat dalam umumnya dalam organisasi terdapat pula dalam organisasi pendidikan,
contoh yang paling konkrit yang data dikemukakan sebagai organisasi pendidikan adalah
lembaga-lembaga pendidikan, organisasi sekoah dan perguruan tinggi kususnya.
Aspek-Aspek Organisasi
Aspek-aspek organisasi adalah komponen-komponen yang harus ada dalam suatu
organisasi.keberadaan komponen ini sebagai pilar dari suatu organisasi.artinya jika salah satu
komponen tidak berfungsi,maka organisasi tidak akan berjalan. Dalam pandangan sistem
organisasi mengalami enthropi, yaitu kondisi dimana organisasi dikategorikan hancur (dalam
tanaman digambarkan sebagai kondisi kayu).
O’Connor .T. mengungkapkan bahwa organisasi setidaknya harus memiliki empat
komponen utama yaitu: mission (misi), goals (tujuan), objectives (sasaran-sasaran), dan
behavior (perilaku).
Mission adalah alasan utama keberadaan organisasi. Goals adalah tujuan-tujuan
umum atau tujuan divisi-divisi fungsional organisasi yang dihubungkan dengan stake holder
organisasi. Objektives adalah hasil/sasaran yang spesifik, terukur dan terkait dengan tujuan.
Seperti peningkatan nilai Ujian Nasional (UN) sebesar 0,5 dalam waktu satu tahun kedepan.
Sasaran ini biasanya mencantumkan batasan waktu dan siapa yang bertanggungjawab atas
sasaran tersebut. Behavior mengacu kepada produktifitas dari tugas-tugas rutin pegawai.
Pertanggungjawaban perilaku dalam pencapaian tujuan merupakan fungsi personalia. Dalam
kebanyakan desain organisasi formal, komunikasi berada diantara perilaku dan tujuan.4[4]
Jenis-Jenis Organisasi
Organisasi Formal
Organisasi formal adalah organisasi yang dicirikan oleh struktur organisasi.
Keberadaan struktur organisasi menjadi pembeda utama antara organisasi formal dan
informal. Struktur dalam organisasi formal dimaksudkan untuk menyediakan penugasan
kewajiban dan tanggungjawab kepada personil dan untuk membangun hubungan tertentu
diantara orang-orang pada berbagai kedudukan.sekolah dasar merupakan contoh sebuah
organisasi formal.
Struktur dalam organisasi formal memperlihatkan unsur administratif berikut:
Kedudukan. Struktur menggambarkan letak/posisi setiap orang dalam organisasi tanpa
terkecuali.
Hirarki Kekuasaan, struktur digambarkan suatu rangkaian hubungan antara satu orang
dengan orang lainnya dalam suatu organisasi. Rangkaian hubungan ini mencerminkan suatu
hirarki kekuasaan yang inheren dalam setiap kedudukan.
Kedudukan garis dan staf. Organisasi garis menegaskan struktur pengambilan keputusan,
jalan permohonan dan saluran komunikasi rsemi untuk melaporkan informasi dan
mengeluarkan instruksi, perintah dan petunjuk pelaksanaan. Kedudukan garis adalah
kedudukan yang diserahi kekuasaan administratif umum dalam arus langsung dari tempat
paling atas ke tempat yang paling bawah. Kedudukan staf mewakili keahlian-keahlian khusus
yang diperlukan bagi berfungsinya kedudukan garis tertentu dengan pasti.
Organisasi Informal
4

Keberadaan organisasi informal ini dapat dilihat dari tiga karakteristik, yaitu norma
perilaku, tekanan untuk menyesuaikan diri, dan kepemimpinan informal.
Norma perilaku adalah standar perilaku yang diharapkan menjadi perilaku bersama
yang ditetapkan oleh kelompok (orang-orang dalam organisasi) dalam sebuah kesepakatan
sosial, sehingga sangsinya pun sangsi sosial.
Tekanan untuk menyesuaikan diri akan muncul apabila seseorang akan bergabung
dengan suatu kelompok informal. Menggabungkan diri dengan suatu kelompok tidak sekedar
bergabung secara fisik dalam suatu organisasi informal tersebut. Karena itu, organisasi
informal sering muncul dalam bentuk kelompok-kelompok yang tidak terlalu besar, karena
syarat keberterimaan sebagai bagian dari organisasi informal ini tidak hanya keanggotaan
dalam organisasi formalnya, tetapi lebih spesifik pada kesamaan antar individu, apakah
kesamaan asal daerah, agama, nilai yang dianut, hobi dan lain sebagainya.
Kepemimpinan informal dalam organisasi informal menjadi salah satu komponen
yang kuat mempengaruhi orang-orang dalam organisasi, bahkan memungkinkan melebihi
pengaruh pemimpin organisasi formal. Kepemimpinan dalam organisasi informal sangat kuat
mempengaruhi perilaku orang-orang karena inilah kepemimpinan yang sesungguhnya,
dimana seseorang dipatuhi bukan karena memiliki jabatan, tetapi ada kelebihan yang secara
alamiah mampu mempengaruhi orang lain tanpa paksaan.5[5]

BAB III
PENGAKIRAN
A. Simpulan
Dari pembahasan di atas maka dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa
kepemimpinan pendidikan adalah Sebagai satu kemampuan dan proses mempengaruhi,
mengkoordinir dan menggerakan orang-orang lain yang ada hubungan dengan pengembanga
ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, supaya kegiatan-kegiatan yang
dijalankan dapat lebih efektif dan efisien di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan.
Sedangkan sifat dan konsep kepemimpinan itu ada tiga tipe pokok kepemimpinan
yaitu: tipe otoriter, tipe laissez faire dan tipe demokrasi.
organisasi dapat dipahami bahwa elemen-elemen yang terdapat dalam umumnya
dalam organisasi terdapat pula dalam organisasi pendidikan, contoh yang paling konkrit yang
data dikemukakan sebagai organisasi pendidikan adalah lembaga-lembaga pendidikan,
organisasi sekoah dan perguruan tinggi kususnya.
O’Connor .T. mengungkapkan bahwa organisasi setidaknya harus memiliki empat
komponen utama yaitu: mission (misi), goals (tujuan), objectives (sasaran-sasaran), dan
behavior (perilaku).

5

Jenis-jenis organisasi pendidikan itu terbagi menjadi 2 bagian yaitu formal dan
informal, dimana Struktur dalam organisasi formal memperlihatkan unsur administratif yaitu
Kedudukan, Hirarki kekuasaan, kedudukan garis dan staf dan keberadaan organisasi informal
ini dapat dilihat dari tiga karakteristik, yaitu norma perilaku, tekanan untuk menyesuaikan
diri, dan kepemimpinan informal.
B. Penutup
Demikianlah materi yang dapat kami sajikan dalam makalah ini; kita tahu bahwa di
dalam dunia ini tidak ada satupun yang sempurna, terutama makalah kami. Untuk itu kami
mohon kritik dan saran yang konstruktif untuk kebaikan makalah ini.

Judul: Makalah Keorganisasian Individu

Oleh: Ummu Uwais


Ikuti kami