Tugas Makalah Hidrodinamika

Oleh Risky Kurniawati

11 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Makalah Hidrodinamika

TUGAS MAKALAH HIDRODINAMIKA

NAMA KELOMPOK:
1. Adityas
2. Agnes
3. Bella
4. Elvi
5. Fiqi
6. Heri
7. Risky
8. Tania

Akper Giri Satria Husada Wonogiri

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata hidrodinamika pertama dikenalkan oleh Daniel Bernoulli pada tahun 1700-1783
untuk mengenalkan dua macam ilmu hidrostatik dan hidraulik. Beliaupun mengeluarkan teori
yang terkenal dengan nama teori Bernoulli. Euler pada tahun 1707-1783 menghasilkan
persamaan gerak fluida ideal dan mengembangkan teori matematisnya dan dilanjutkan oleh
Lagrange pada tahun 1736-1813. Navier pada tahun 1785-1836 menyatakan penemuan
tentang persamaan gerak untuk fluida berviskositas berdasarkan interkasi molekul. Stokes
pada tahun 1819-1903 juga menemukan persamaan gerak untuk fluida berviskositas, beliau
terkenal dengan penemuan teori modern hidrodinamika.
Hidrodinamika adalah ilmu yang mempelajari fluida yang mengalir. Fluida adalah zat
yang dapat mengalir, yang terdiri dari zat cair dan gas. Ada fluida yang tak mengalir dan ada
fluida yang mengalir. Ilmu yang mempelajari fluida yang tak mengalir disebut hidrostatika
dan ilmu yang mempelajari fluida yang mengalir disebut hidrodinamika. Penerapan
hidrodinamika berpengaruh penting dalam dunia kesehatan. Oleh karena itu, penulis
membuat makalah dengan judul “ HIDRODINAMIKA”.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian hidrodinamika?
2. Apa saja contoh – contoh alat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan/ yang berkaitan
dengan hidrodinamika?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian hidrodinamika.
2. Untuk mengetahui contoh – contoh alat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan/ yang
berkaitan dengan hidrodinamika.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hidrodinamika

1.
2.
3.
4.
a.

Hidrodinamika adalah ilmu yang mempelajari fluida yang mengalir. Fluida adalah zat
yang dapat mengalir, yang terdiri dari zat cair dan gas. Hidrodinamika juga dapat
didefinisikan sebagai penelitian mengenai zat cair yang mengalir meliputi tekanan, kecepatan
aliran, lapisan-lapisan zat yang melakukan gesekan. Bernoulli telah berhasil
merumuskan rumus dengan persyaratan-persyaratan atau pendekatan khusus yaitu:
Zat cair tanpa adanya geseran dalam (cairan tidak viskos)
Zat cair mengalir secara stasioner (tidak berubah) dalam hal kecepatan, arah maupun
besarnya (selalu Konstan)
Zat cair mengalir secara steady yaitu mengalir melalui lintasan tertentu
Zat cair tidak termampatkan (incompresible) melalui sebuah pembuluh dan mengalir
sejumlah cairan yang sama besarnya (continuitas)
Aliran darah

1.
2.
1.
2.

b.

c.
1.
2.
3.
4.

5.

Agar darah dapat mengalir dan mencapai seluruh bagian tubuh, maka diperlukan adanya
tekanan darah minimum yang disebut juga critical clossing pressureyield pressure. Tekanan
minimal ini diperlukan untuk membuka rongga pembuluh darah kecil (kapiler) yaitu sebesar
20 mm Air Raksa.(Hg). Kecepatan aliran darah yang tercepat pada Aorta (pembuluh darah
tempat keluarnya darah dari jantung), makin jauh makin rendah kecepatannya. Jumlah total
darah yang dipompa keluar jantung kira-kira 5,5 liter darah per menit. Secara umum sistem
sirkulasi darah dalam tubuh manusia dapat dibagi menjadi 2 bagian:
Sistem sirkulasi umum (sistemik): sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kiri keseluruh
tubuh dan kembali ke jantung kanan.
Sistem sirkulasi paru-paru (pulmoner): sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kanan ke
paru-paru lalu kembali ke jantung kiri.
Aliran darah dalam sistem sirkulasi di tubuh manusia secara ringkas adalah sebagai berikut:
Sistem Sirkulasi Sistemik: jantung (bilik / ventrikel kiri) --> Aorta --> Arteri --> Arteriole -->
Capillary bed atau A-V Anastomose --> venule --> vena --> Vena Cava (Vena Cava Inferior
dan Vena Cava Superior) --> Jantung (atrium/serambi kanan).
Sistem Sirkulasi Paru-paru: Jantung (bilik/ventrikel kanan) --> Arteri Pulmonalis --> Paru -> Kapilaria paru --> Vena Pulmonalis --> jantung (atrium/serambi kiri).
Pada orang dewasa, jumlah volume darah yang mengalir di dalam sistem sirkulasi
mencapai 5-6 liter (4,7 - 5,7 liter). Darah terus berputar mengalir di dalam sistem sirkulasi
sistemik dan paru-paru tanpa henti.
Laju Endap Darah / Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR)
Laju Endap Darah / Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah kecepatan
mengendapnya eritrosit dari suatu monter atau sampel darah yang diperiksa dalam suatu alat
tertentu yang dinyatakan dalam mm/ jam. LED sering juga diistilahkan dalam bahasa
asingnya :
BBS (Blood Bezenking Snelheid)
BSR (Blood Sedimentation Rate)
BSE (Blood Sedimentation Erythrocyte)
Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaitu tahap pembentukan rouleaux – sel
darah merah berkumpul membentuk kolom, tahap pengendapan dan tahap pemadatan. Di
laboratorium cara untuk memeriksa Laju Endap Darah (LED) yang sering dipakai adalah cara
Wintrobe dan cara Westergren. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 — 20
mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan untuk
wanita 0 — 15 mm/jam dan untuk pria 0 — 10 mm/jam.
Hukum Fisika yang berhubungan dengan tekanan pada tubuh Manusia
Hukum Boyle: Untuk setiap gas pada suhu tetap, volume berbanding terbalik dengan
tekanan. P1 x V1 = P2 x V2
Hukum Charles: Tekanan berbanding terbalik dengan suhu. Pada manusia hukum ini dipakai
pada mekanisme bernafas dan respirasi
Hukum Dalton (Hukum Tekanan Parsial): Tekanan gas sebanding dengan persentase
campuran gas-gas yaitu tekanan parsial satu gas adalah Jumlah gaya pada dinding yang
mengelilinginya
Hukum Henry: Berat gas terlarut dalam volume cairan tetap pada suhu tertentu sebanding
dengan tekanan. Pada penyelam,bertambah dalam menyelam bertambah besar tekanannya,
penurunan yang tiba-tiba yaitu bila penyelam naik ke permukaan dengan cepat menimbulkan
gelembung gas dalam darah yang dapat menyumbat kapiler.
Prinsif Pascal: Tekanan yang diberikan pada semua zat cair dalam bejana tertutup, diteruskan
kesemua arah dengan besar yang sama contohnya pada vesca urinaria, begitu juga benda
yang terletak dalam cairan, mempunyai tekanan yang sama pada seluruh
permukaan. Contohnya: Janin di dalam cairan amnion, ia terlindung dalam cairan yang

d.

1.
2.
3.
e.

f.

mengelilinginya, yang meneruskan dengan tekanan sama tidak menjadimasalah walaupun
orangnya aktif.
Tekanan darah
Tekanan darah merupakan salah satu dari tanda vital penting selain denyut nadi, frekuensi
nafas dan suhu. Tanda vital ini mencerminkan aspek dasar kesehatan seseorang, bahkan juga
kemampuan seseorang untuk bertahan hidup. Pada dewasa muda tekanan sistolik adalah 120
mmHg, dan tekanan diastolik adalah 80 mmHg. Perbedaan antara kedua tekanan disebut
tekanan nadi yaitu 40 mmHg. Jenis tekanan darah dapat dibedakan sebagai berikut:
Tekanan sistol: tekanan darah tertinggi selama 1 siklus jantung, merupakan tekanan yang
dialami pembuluh darah saat jantung berdenyut/memompakan darah keluar jantung. Pada
orang dewasa normal tekanan sistole berkisar 120 mm Hg
Tekanan diastol: tekanan darah terendah selama 1 siklus jantung, suatu tekanan di dalam
pembuluh darah saat jantung beristirahat. Pada orang dewasa tekanan diastol berkisar 80 mm
Hg
Tekanan nadi: selisih antara tekanan sistol dan diastol.
Tekanan Bola Mata
Bentuk dan ukuran bola mata dipertahankan oleh adanya tekanan cairan yang bening
dalam bola mata (Aqueous Humour) yang menghantarkan cahaya ke retina. Untuk
mempertahankan suatu penglihatan yang jelas, dimensi dari mata sangat menentukan.Dengan
perobahan 0,1 mm saja mengakibatkan efek yang nyata pada ketajaman
penglihatan. Tekanan bola mata yang normal adalah 12 s/d 23 mm Hg yang diukur dengan
alat Tonometer . Aqueous Humour sebagian besar terdiri dari air yang dihasilkan oleh mata
terus menerus dan suatu sistem drainage.
Sumbatan dari sistem dranage akan menyebabkan peninggian tekanan mata, peningkatan ini
akan membatasi aliran darah sehingga dapat menimbulkan keadaan glaukoma yang ditandai
dengan sakit kepala.
Tekanan Dalam Kandung Kemih
Peninggian tekanan didalam kandung kemih & spinchter ureter berhubungan erat dengan
jumlah urine yang terkandung didalamnya, sifat kandung kemih dapat mengalami pergangan
oleh penambahan volume. Tekanan dalam kandung kemih dapat diukur dengan memasukkan
kateter yang mempunyai ukuran tekanan melalui urethera sampai kekandung kemih. Secara
langsung tekanan dapat diukur dengan memasukkan jarum melalui dinding perut kedalam
kandung kemih. Tekanan kandung kemih akan meningggi waktu kita batuk, mengedan dan
jongkok. Keadaan stress bisa juga menyebabkan peninggian tekanan didalam kandung kemih
disebabkan nervous. Alat untuk mengukur tekanan dalam kandung kemih disebut sistometer.

B. Contoh – contoh Alat yang Digunakan dalam Pelayanan Kesehatan/ yang
Berkaitan dengan Hydrodinamika
1. Sphygmomanometer (Tensimeter)
Sphygmomanometer atau Blood Pressure Manometer, dikenal dengan nama Tensimeter.
Kegunaannya yaitu untuk mengukur tekanan darah tubuh, berapa angka sistol (pada waktu
jantung kuncup) dan berapa angka diastol (pada waktu jantung mengembang kembali).
Sphygmamometer terdiri dari manometer air raksa, pressure cuff, dan stetoskop.
Pressure cuff dipasang pada lengan kemudian dipompa perlahan-lahan dengan tujuan aliran

darah dapat distop, tampak air raksa dalam tabung naik pada skala tertentu, kemudian
pressure cuff dilepas secara perlahan-lahan.
Stetoskop diletakkan pada lengan daerah volar tepat diatas arteri brakhialis, melalui
stetoskop akan terdengar suara vibrasi turbulensi darah yang disebut bunyi Korotkoff (suara
K). K ini adalah tekanan sistolik.
2. Tonometer
Tonometer adalah suatu alat yang digunakan untuk pemeriksaan untuk mengetahui TIO
(Tekanan Intra Okuler) pada mata. Alat ini dipakai untuk mengukur tekanan intra okuler
apakah si penderita menderita glukoma atau tidak. Satuan tonometer adalah Hg atau Torr.
Harga normal tekanan intraokuler 12-23 mm Hg.
3. Sistometer
Sistometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tekanan kandung kemih. Alat sistometer
terdiri dari pipa kapiler yang mengandung skala dalam cmH2O. Pipa kapiler ini dihubungan dengan
jarum melalui pipa karet.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hidrodinamika adalah ilmu yang mempelajari fluida yang mengalir. Contoh – contoh alat
yang digunakan dalam pelayanan kesehatan/ yang berkaitan dengan hidrodinamika antara
lain:
1. Sphygmomanometer
2. Tonometer
3. Sistometer

B. Saran
Sebaiknya kita sebagai tenaga kesehatan mengetahui tentang hidrodinamika karena
penerapan hidrodinamika banyak dipakai di dunia kesehatan, selain itu juga dapat menambah
pengetahuan
kita.

DAFTAR PUSTAKA
Ruslan Hani, Ahmadi dan Handoko Riwidikdo. 2007. Fisika Kesehatan. Yogyakarta: Mitra
Cendikia Press.
Hartono. 1985. Mengenal Alat-alat kesehatan dan Kedokteran. Jakarta: CV Timur Raya.
Gabriel, J.F. 1988. Fisika Kesehatan. Denpasar: EGC.

Judul: Tugas Makalah Hidrodinamika

Oleh: Risky Kurniawati


Ikuti kami