Tugas Bahasa Jepang

Oleh Nurfadhillah Arifin

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Bahasa Jepang

TUGAS BAHASA JEPANG
MEMBUAT ARTIKEL TENTANG PERMAINAN TRADISIONAL JEPANG

DISUSUN OLEH :
1. DIMAS HARIS
2. NURFADHILLAH ARIFIN (22)
KELAS : XXI IPS 4

1. Kendama
Kendama (剣玉) adalah nama mainan tradisional Jepang berupa sebuah bola berlubang (tama) yang
diikat seutas tali ke sebuah palang (ken) yang bentuknya mirip sebuah palu.

http://kendamausa.com/about/

Mainan tradisional Jepang Kendama ini diciptakan pada tahun 1918 oleh Hamaji Egusa asal kota Kure,
Prefektur Hiroshima. Pada awalnya, permainan ini diberi nama “Nichi Getsu Ball”. Nichi Getsu Ball
artinya adalah bola matahari-bulan. Kenapa demikian karena bola dari kendama ini dianggap bentuknya
seperti matahari, sedangkan bentuk dari cekungan yang ada pada masing-masing lubangnya dianggap
seperti bulan sabit.

Asosiasi Kendama Jepang (Nihon Kendama Kyōkai) merupakan organisasi nirlaba yang berusaha
menyebarluaskan permainan kendama, mengatur standar teknik dan trik permainan, serta menentukan
tingkatan kemahiran dan ranking pemain. Sehingga permainan ini dapat dilombakan dalam kompetisi

tingkat nasional yang juga merupakan permainan asli dan tradisional negara Jepang. Hal ini juga upaya
pemerintah untuk melestarikan permainan tradisional tersebut.

http://web-japan.org/kidsweb/virtual/kendama/
kendama02.html
Bagian atas ujung tangkai ken disebut kensaki (ujung ken), berbentuk lancip seperti paku untuk
memasukkan bola. Pada ujung sisi kiri dan sisi kanan palang terdapat cekungan yang dipakai untuk
menangkap bola. Cekungan yang diameternya lebih besar disebut ōzara (piring besar), sedangkan
cekungan yang diameternya lebih kecil disebut kozara (piring kecil). Cekungan pada ujung tangkai ken
bagian bawah disebut chūzara (piring sedang), walaupun sebenarnya berdiameter lebih kecil dari
kozara.

1. Darumaotoshi
Daruma adalah boneka dengan bentuk yang menarik, yang dipercaya membawa keberuntungan serta
merupakan lambang harapan yang belum tercapai. Boneka ini tidak bertangan serta tidak berkaki,
boneka ini bermuka bulat, berbadan bulat dan berpakaian merah. Boneka daruma ini memiliki pemberat
dibawahnya guna menjaga keseimbangan agar boneka ini tidak terjatuh. Jadi keseluruhannya berwarna
merah. Boneka Daruma ini biasanya dijual dengan kedua belah mata yang belum digambar. Orang yang
ingin harapan atau cita-citanya terkabul menggambar salah satu sisi dari kedua matanya dengan kuas
dan tinta. Bila harapan orang tersebut sudah tercapai, daruma akan menerima mata yang satunya lagi.
Di Tokyo terdapat sebuah pasar terkenal yang menjual Daruma yaitu Fudoin di kota Kawasaki dan
Jindaiji di Kota Chofu. Produsen Daruma terbesar ada di kota Takasaki, Prefektur Gunma.
Daruma berasal dari nama salah seorang biksu yang mendirikan Zenshuu yitu salah satu aliran Agama
Buddha. Beliau dikatakan bertolak dari India dengan kapal selama 3 tahun dan tiba di China. Beliau
bermeditasi selama 9 tahun menghadap kuil Shourijin hingga beliau mencapai nirwana. Selama 9 tahun

itu, beliau sama sekali tidak bergerak, kaki beliau dilipat dibawah tubuhnya sehingga selama jangka
waktu sembilan tahun itu kaki dan tangannya mengalami athropia ( kaku ). Tetapi, sebelum tungkai dan
lengannya terlepas, Bodhidharma memahami sedikit suatu metode dalam mengatasi tubuhnya yang
lelah tersebut. Segera, dia memotong kelopak matanya, ia melempar kedua kelopak ke tanah, dimana
kelopak matanya tersebut konon menjadi sebuah pohon teh. Tidak salah apabila kita meminum teh, kita
akan terjaga di malam harinya, seperti Bodhidharma yang terus terjaga selama sembilan tahun. Oleh
karena itu, aliran Zenshuu sering disebut dengan Darumashuu. Cerita ini sangat berkembang pesat dari
China hingga ke Jepang. Oleh karena itu model boneka daruma ini sering disebut model Boddhidharma.
Asal-usul boneka Daruma adalah boneka tradisional Jepang yang disebut Okiagari koboshi. Boneka
Okiagari-koboshi memiliki bagian dasar yang bundar dan berat sehingga boneka ini kembali bisa berdiri
tegak dengan bantuan beratnya sendiri setelah dimiringkan ke salah satu sisinya. Muka boneka Okiagarikoboshi digambar seperti wajah Bodhidharma karena Daruma yang selalu bisa berdiri tegak sesuai
dengan cerita ketegaran Bodhidharma yang bermeditasi selama 9 tahun menghadap tembok di vihara
Shaolin.
Kalau dilihat sekilas semua boneka daruma ini sama, namun apabila kita lebih teliti masing – masing
muka boneka daruma ini sebenarnya berbeda. Hal ini tergantung pada orang yang membuatnya. Pada
zaman Edo saat penyakit cacar mewabah, daruma yang tidak bermata dijual. Daruma dipercaya
melindungi orang supaya cacar tidak kena mata. Harapan itu akhirnya terkabul, lalu mata daruma ini
pun dilukis. Sehingga sampai saat ini daruma biasanya dijual tanpa mata.

2. Otedama
Otedama biasa dimainkan oleh anak perempuan Jepang. Terdiri dari 5 kantung kecil yang
berisi kacang-kacangan. Cara mainnya adalah dengan melempar dan menangkap kantung
tersebut. Ada dua formasi dasar dari otedama, yaitu nagedama dan yosedama. Nagedama
cara bermainnya adalah dengan melempar dan menangkap, seperti juggling. Yosedama
lebih seperti bermain bekel, tetapi dengan menggunakan kantung kecil

3. Ayatori
Siapa yang tidak tahu permainan ini, permainan yang terkenal di Indonesia dengan sebutan karet gelang.
Di jepang asalnya permainan ini disebut dengan Ayatori. Hal ini juga umum dianggap permainan anak
perempuan. Tujuannya adalah untuk membuat bentuk dengan string, menggunakan jari-jari Anda. Dua
orang dapat bermain, atau Anda dapat melakukannya ayatori sendirian.

Ketika bersaing, satu pemain memegang tali dalam bentuk tertentu, dan yang lainnya mengambil string
sementara membuat bentuk yang berbeda. Orang yang membuat kesalahan dan reruntuhan bentuk
dimaksudkan kalah. Bentuk bisa dinikmati untuk keindahan ajaib mereka. Beberapa orang
mencoba ayatori untuk membuat sesuatu yang akan mengejutkan teman-teman. contoh diatas
melihatkan bagaimana cara membuat sapu, mudah kok..

Judul: Tugas Bahasa Jepang

Oleh: Nurfadhillah Arifin


Ikuti kami