Tugas 1 Individu

Oleh Melani Sau

8 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas 1 Individu

MAKALAH KOMPUTER
TENTANG
PENERAPAN E-COMMERCE DALAM BISNIS

OLEH :
NAMA

: ADRIANA BETE

NPM

: 34150073

SEMESTER : IC

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TIMOR
2015

1

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ....................................................................................... 2
DAFTAR ISI ...................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 4
A. Latar Belakang ........................................................................................ 4
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 4
C. Tujuan Makalah ..................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 5
A. Pengertian E-commerce. ......................................................................... 5
B. Bentuk Bisnis E-commerce..................................................................... 6
C. Jenis – jenis E-commerce........................................................................ 8
D. Faktor Keberhasilan Penerapan E-commerce Dalam Bisnis. ................ 9
E. Manfaat Penerapan E-commerce Bagi Organisasi, Konsumen
dan Masyarakat Luas. ............................................................................. 9
F. Dampak Penerapan E-commerce Terhadap Dunia Bisnis. ................... 10
G. Kendala Penerapan E-commerce Dalam Bisnis. .................................. 11
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 13
A. KESIMPULAN .................................................................................... 13
B. SARAN ................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA . .................................................................................... 14

2

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Saat ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sebuah perubahan tradisi dari
kultur masyarakat sehari-hari, dengan terciptanya sebuah keterbukaan dan transparansi di
berbagai bidang, yang terutama di bidang Teknologi Informasi (IT). Informasi yang cepat dan
akurat merupakan bentuk informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, termasuk
didalamnya dunia bisnis.
Berkembangnya penggunaan Internet dan teknologi World Wide Web, menyebabkan
munculnya penggunaan internet mengalami perkembangan yang luar biasa di bidang bisnis
terutama pada perusahaan skala besar maupun kecil. Sejak berkembangnya teknologi internet
tersebut pada tahun 1990-an penggunaannya meluas karena dipandang memberikan manfaat
yang sangat besar bagi kelancaran proses-proses bisnis.
Penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar
terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam
kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi ke
dalam perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan
persaingan bisnis dan penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan electronic
commerce (e-Commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam
bentuk fisik maupun digital. Dalam penggunaan teknologi tersebut, berbagai pihak yang
terkait dengan perusahaan seperti investor, konsumen, pemerintah akan ikut berperan.
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu E-Commerce?
2. Bagaimana Penggunaan dan manfaat E-commerce Dalam Kehidupan Bisnis?
A. Bagaimana Model-Model Bisnis E-Commerce?
3. Bagaimana Dampak E-commerce Dalam Kehidupan Sehari – hari ?

3

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa itu E-Commerce
2. Untuk mengetahaui penggunaan dan manfaat e-commerce dalam kehidupan bisnis
3. Untuk mengetahui Model-Model Bisnis E-Commerce
4. Untuk mengetahui dampak e-commerce dalam kehidupan sehari-hari
5. Untuk memperoleh nilai tugas

4

BAB II
PEMBAHASAN

B. PENGERTIAN E-COMMERCE
Electronic Commerce (e-Commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk,
jasa dan informasi melalui jaringan komputer. e-Commerce merupakan bagian dari e-business, di
mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga
pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan
www, e-Commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau
surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem
pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-Commerce ini.
Electronic Commerce (e-Commerce) merupakan konsep baru yang biasanya digambarkan sebagai
proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Quershi, Siegel, Siegel, 2000
dalam buku M. Suyanto, 11, 2003) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi
melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000 dalam buku M.
Suyanto,11,2003).
Sedangkan menurut Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003)
mendefinisikan e-Commerce dari beberapa perspektif berikut :
1. Perspektif Komunikasi : e-Commerce merupakan pengiriman indormasi, produk/layanan, atau
pembayaran melalui lini telepon, jaringan computer atau sarana eletronik lainnya.
2. Perspektif Proses Bisnis : e-Commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomisasi
transaksi dan aliran kerja perusahaan.
3. Perspektif Layanan: e-Commerce merupakan salah satu alat yang memenuhi keinginan
perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan
mutu barang dan kecepatan pelayanan.
4. Perspektif Online: e-Commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di
internet dan jasa online lainnya.
Penggolongan e-Commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat transaksinya.
Menurut M. Suyanto (2003) tipe-tipe berikut segera bisa dibedakan :

5

1. Business to business (B2B)
2. Business to Consumer (B2C)
3. Consumer to Consumer (C2C)
4. Consumer to Business (C2B)
Bagi sebagian kalangan, istilah e-Commerce diartikan secara sempit sebagai transaksi jual
beli produk, jasa dan informasi antar mitra bisnis lewat jaringan komputer, termasuk internet. eCommerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya
operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) .
E-Commerce adalah membeli atau menjual produk atau jasa melalui media elektronik, salah
satunya adalah melalui media internet. Melalui e-Commerce ini pelanggan tidak perlu lagi datang ke
sebuah toko untuk membeli barang yang diinginkan tetapi pelanggan dapat secara langsung memesan
barang mereka melalui internet. Selain lebih mudah penerapannya, dalam segi biaya juga bisa di
katakan murah, berbisnis di internet juga efisien terhadap waktu.
Tabel 1. Perspektif Mengenai E-Commerce
PERSPEKTIF

DEFINISI E- COMMERCE

FOKUS

On-line Purchasing Pespective

Sistem yang memungkinkan pembelian Transaksi online
dan penjualan produk dan informasi
melalui

internet

dan

jasa

online

lainnya.
Digital Communication Perspective Sistem

yang

memungkinkan Komunikasi

secara

pengiriman informasi digital produk, elektronis
jasa dan pembayaran online
Service Perspective

Sistem yang memungkinka upaya

Efisiensi dan layanan
pelanggan

menekan

biaya,

menyempurnakan

kualitas produk dan informasi instan
terkini, dan meningkatkan kecepatan
penyampaian jasa
Business Process Perspective

Sistem

yang

memungkinkan Otomatisasi

otomatisasi transaksi bisnis dan aliran bisnis
kerja

6

proses

Market-of-one

Sistem yang memungkinkan proses Process customization
‘Customization’ produk dan jasa untuk

Perspective

diadapatasikan pada kebutuhan dan
keinginan setiap pelanggan secara
efisien

Sumber: diolah dari Phan (1998).
I.3. Tujuan dari aplikasi e-Commerce adalah :
1. Customer/pelanggan yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya
membutuhkan akses internet dan interface-nya menggunakan web browser.
2. Menjadikan portal e-Commerce / e-shop tidak sekedar portal belanja, akan tetapi menjadi
tempat berkumpulnya komunitas dengan membangun basis komunitas, membangun konsep
pasar bukan sekedar tempat jual beli dan sebagai pusat informasi (release, product review,
konsultasi)
3. Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional
dan virtual : Responsif (respon yang cepat dan ramah), Dinamis, Informatif dan komunikatif
4. Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis
5. Model pembayaran : kartu kredit atau transfer.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-Commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan
kekuatan produk saja, akan tetapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat
waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan
keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-Commerce adalah:


E-mail dan Messaging



Content Management Systems
7



Dokumen, spreadsheet, database



Akunting dan sistem keuangan



Informasi pengiriman dan pemesanan



Pelaporan informasi dari klien dan enterprise



Sistem pembayaran domestik dan internasional



Newsgroup



On-line Shopping



Conferencing



Online Banking

I. 4. Faktor kunci sukses dalam e-Commerce.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-Commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan
kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu,
pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan,
desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan.
C. Penggunaan dan manfaat e-Commerce dalam bisnis di sebuah Perusahaan:
Manfaat yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan memperlihatkan
bahwa e-Commerce dapat memberikan manfaat :
1. Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan eCommerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill da
Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffman dan Novak, 2000. Digunakannya eCommerce memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang
berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri.
2. Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 di
industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking membuat nasabah

8

tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru yang
berasal dari bank-bank yang bertahan dengan teknologi lama.
3. Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-Commerce memungkinkan perusahaan dapat
meningkatkan layanan dengan melakukan interkasi yang lebih personal sehingga dapat
memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Studi yang
menyebutkan bahwa penggunaan ecommerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu
layanan ini dikemukakan oleh Gosh, 1998.
4. Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997
menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan layanan
suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka dari suatu perusahaan
tersebut.
D. Model-Model Bisnis E-Commerce
1. Binis Affiliasi
Model bisnis affiliasi adalah dimana kita menjual produk orang lain, bisnis ini dapat digunakan oleh
yang tidak memiliki produk sendiri untuk dijual tetapi sangat ingin berbisnis di internet. Disini kita
akan mendapatkan penghasilan melalui komisi hasil penjualan, biasanya berkisar antara 4% sampai
60% dari harga produk.
2. Binis Reseler
Model bisnis reseler adalalah dimana pada prinsipnya hampir sama dengan model bisnis affiliasi,
hanya saja untuk bisa bergabung dengan bisnis model ini terlebih dahulu diharuskan untuk membeli
salah satu produk yang mereka miliki, baru setelah itu diijinkan untuk memasarkannya. Biasanya hasil
yang bisa kita dapatkan dari bisnis model ini sebesar 20% sampai 50%.
3. Bisnis Pribadi (Menjual Produk Sendiri)
Bila kedua model bisnis e-commerce di atas sumber penghasilan adalah dengan menjual produkproduk orang lain, dalam bisnis pribadi ini bisa menawarkan produk yang merupakan hasil karya kita
sendiri. Karya di sini tidak hanya berbentuk benda hasil produksi saja, namun hasil dari keahlian kita
juga bisa. Misalnya dalam membuat sebuah e-book tentang bagaimana cara menghemat listrik sampai
80% lalu anda memasarkannya melalui internet.
4. Publisher

9

Model bisnis publisher ini sangat menarik, karena tidak menjual sebuah produk atau jasa sama
sekali, tetapi hanya membuat sebuah situs/blog yang berisi informasi yang unik dan sedang dicari
banyak orang, lalu anda bisa daftarkan situ/blog anda kesebuah perusahaan periklanan/advertising
online. Jika situs/blog anda memenuhi syarat maka anda akan mendapat komisi dari setiap
pengunjung yang datang ke situ/blog anda dan membaca iklan yang berasal dari perusahaan
advertising tersebut. Contoh perusahaan advertising yang sudah sangat terkenal adalah google.
E. Dampak E-commerce Dalam Kehidupan Sehari-hari
Didalam dunia E-Commerce pasti terdapat dampak positif dan negativenya.
Dampak positifnya, yaitu :
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui
di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Dampak negativenya, yaitu :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang
dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua
informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian
yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan nonteknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil
membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke
rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang
dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja,

10

ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia
atau kesalahan sistem elektronik.

11

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Faktor-faktor dalam kesuksesan e-Commerce diantaranya :
1. Pemilihan dan Nilai. Pemilihan produk yang menarik, harga yang kompetitif, jaminan
kepuasan, dan dukungan terhadap kustomer setelah mereka membeli.
2. Dayaguna dan Layanan. Cepat, navigasi yang mudah, berbelanja, dan pembelian, dan
pengiriman barang dengan segera.
3. Lihat dan Rasakan (Look and Feel). Web yang menarik, area website untuk berbelanja,
halaman katalog produk multimedia, dan fitur-fitur berbelanja.
4. Iklan dan Insentif. Penargetan iklan halaman web dan promosi lewat email, diskon dan
penawaran khusus, termasuk iklan pada situs afiliansi.
5. Perhatian secara Pribadi. Halaman Web pribadi, merekomendasikan produk yang sesuai
dengan selera, iklan Web dan pemberitahuan melalui email, dan dukungan interaktif untuk
semua kustomer.
6. Hubungan Komunitas. Komunitas virtual untuk kostomer, suplier, perusahaan representatif
dan lainnya via newsgroup, ruang chat, dan link ke situs yang berhubungan.
7. Keamanan dan Dapat Dipercaya. Keamanan informasi kustomer, transaksi melalui website,
informasi produk yang terpercaya, dan penyelesaian pengiriman yang dapat dipercaya.

B. SARAN
Semoga kita semakin jeli dalam memutuskan penjualan secara online.

12

DAFTAR PUSTAKA
http://pl701.ilearning.me/2014/02/24/dampak-positif-dan-negatif-e-commerce-endah-nirmala-dewi/
http://kelasonline.net/implementasi-e-commerce-dalam-menunjang-strategi-bisnis-perusahaan/
http://blog.trisakti.ac.id/riki/2010/03/12/strategi-meningkatkan-persaingan-bisnis-perusahaan-denganpenerapan-e-commerce/

13

Judul: Tugas 1 Individu

Oleh: Melani Sau


Ikuti kami