Tugas Kuliah Mp

Oleh Maya Titueki

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kuliah Mp

BAB VII
MANAGEMENT PLAN
7.1. Pemasaran Ruangan Dengan Harga Sewa Terbaik
Perbandingan antara Mall Of Indonesia dengan kompetitornya (Mall Kelapa Gading 1,2,3,5 dan La
Piazza)
Tabel 7.1 Perbandingan MOI dan Kompetitor
Nama
Mall Of

Tahun operasi
2008

luas
(m2)
140000

occ rate
90%

Indonesia

Harga sewa

Service charge

Anchor tenant

Rp

Rp

Carrefour, centro departement store,

500.000/m2/month

85.000/month

blitzmegaplex, eletronic solution,
gramedia

2004

270000

80%

Mall Artha

Rp

Rp

Diamond, furnimart, Lotus departement,

350.000/m2/month

62500/month

ace hardware, matahari,

Gading

amazone,informa,gramedia,eletronic
city, cinema XXI

Mal Kelapa
Gading 1

US$ 30/m2/month
1990

32000

97%

Mal Kelapa
Gading 2

US$
1995

40000

97%

Mal Kelapa
Gading 3

La Piazza

40-80/m2/month

Farmers market, XXI,XXI premier,
US$ 11/month

2002

58000

100%

40-80/m2/month

SOGO, star, gramedia,E&E, fashion
hub, timezone, the catwalk, pongs,

US$

Mal Kelapa
Gading 5

US$ 11/month

US$ 11/month

paperclip

US$
2007

20000

70%

40-80/m2/month

US$ 11/month

2005

20000

95%

US$

US$ 11/month

12-20/m2/month

Celebrity fitness, happy puppy, eleventh
hour, shisha lounge

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa harga sewa di Mall Of Indonesia lebih tinggi dibandingkan
dengan Mall Artha Gading dan Lapiazza yaitu sebesar Rp 500.000/m2/bulan. Sedangkan untuk harga
sewa Mall Kelapa Gading lebih tinggi dan bervariasi dibandingkan dengan harga sewa Mall Of Indonesia
yaitu sebesar Rp 560.000-1.120.000/m2/bulan. Dengan harga sewa Mall Of Indonesia sebesar Rp
500.000/m2/bulan, hingga saat ini occupancy rate mall tersebut dapat dikatakan tinggi dibandingkan
dengan salah satu kompetitornya yaitu Mall Artha Gading yang memiliki anchor tenant yang lebih banyak.
Sehingga harga sewa Mall Of Indonesia untuk sementara tidak dinaikan atau ditahan jika occupancy
ratenya tetap setiap tahun. Sedangkan jika occupancy rate Mall Of Indonesia meningkat, maka harga sewa
82

nya akan dinaikan sesuai dengan kenaikan inflasi yaitu 7% dan kenaikan harga sewa sebesar 5%. Dalam
memasarkan Mall Of Indonesia, terdapat beberapa kebijakan, yaitu:
1. Jika penyewa telah menyewa selama 5 tahun di Mall Of Indonesia akan mendapat discount 10% .
2. Jika penyewa telah menyewa selama 3 tahun di Mall Of Indonesia akan mendapat discount 5% .
3. Penghuni apartement Mall Of Indonesia yang ingin menyewa di Mall Of Indonesia akan mendapat
discount harga sewa
Berikut ini adalah perhitungan kenaikan harga sewa dan service charge jika occupancy rate Mall Of
Indonesia meningkat:
Tabel 7.2 kenaikan harga sewa dan service charge
Kenaikan

Harga Sewa

Service
Charge

Tahun 0

Rp 500.000

Rp 85.000

Tahun 1

Rp 535.000

Rp 89.000

Tahun 2

Rp 573.000

Rp 93.000

Tahun 3

Rp 614.000

Rp 98.000

Tahun 4

Rp 657.000

Rp 103.000

Tahun 5

Rp 703.000

Rp 108.000

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

Penjelasan:
Tahun 0:
-

Harga sewa

-

Service Charge : Rp 85.000

: Rp 500.000

Tahun 1:
-

Harga sewa

-

Service Charge : Rp 85.000 x 1,05 = Rp 89.000

: Rp 500.000 x 1,07 = Rp 535.000

Tahun 2:
83

-

Harga sewa

-

Service Charge : Rp 89.000 x 1,05 = Rp 93.000

: Rp 535.000 x 1,07 = Rp 573.000

Tahun 3 :
-

Harga sewa

-

Service Charge : Rp 93.000 x 1,05 = Rp 98.000

: Rp 573.000 x 1,07 = Rp 614.000

Tahun 4:
-

Harga sewa

-

Service charge : Rp 98.000 x 1,05 = Rp 103.000

: Rp 614.000 x 1,07 = Rp 657.000

Tahun 5:
-

Harga sewa

-

Service charge : Rp 103.000 x 1,05= Rp 108.000

: Rp 657.000 x 1,07 = Rp 703.000

7.2. Peningkatan Occupancy Rate
Peningkatkan occupancy runtuk mallsangat lah pentinng, jika occupancy rate semakin tinggi maka
mall tersebut semakin bagus. Oleh karena itu salah satu misi dari MOI yaitu meningkatkan occupancy rate.
Dalam meningkatkan occupancy rate tersebut ini berpengaruh dari analisis pasar yang telah di lakukan dan
juga supply dan demand dari mall tersebut. dalam peningkatan occupancy rate makro ekonomi merupakan
salah satu yang terpenting, kerena dengan da makro ekonomi serti kurs dan pertumbuhan ekonomi yang
akan meningkat maka occupancy rate dari suatu mall pun akan iikut meningkat. Dengan adanya
pertumbuhan ekonomi maka kebutuhan akan masyarakat akan meningkat karena pendapatan dari
masyarakat sendiri meningkat, maka akan berpengaruh terhadap occupancy rate dari MOI.
Sedangkan untuk kurs sendiri termasuk salah satu yang berpengaruh terhadap occupancy rate
dari suatu mall. Jika kurs di Indonesia semakin tinggi maka occupancy rate akan menurun sedangkan jika
kurs turun maka occupancy rate dari suatu mall akan meningkat. Ini disebabkan karena jika kurs tinggi
tenant tidak akan masuk untuk menyewa tempat di mall tersebut karena harga yang cukup tinggi
sedangkan jika kurs rendah makan tenant akan banyak yang masuk untuk menyewa pada mall tersebut.
MOI termasuk salah satu mall yang cukup tinggi occupancy ratenya hingga tahun 2014 mencapai 90%.
84

Dari pihak management ingin meningkatkan occupancy rate hingga 100% maka untuk 5 tahun kedepan
pihak management MOI akan meningkatkan occupancy rate pertahun sebsear 2% sehingga selama 5
tahun kedepan occupancy rate akan meningkat sebesar 10%. Sehingga visi dari MOI dapat terwujud
untuk meningkatkan occupancy rate dari mall itu sediri.
7.3 Pengelolaan Nilai Investasi
Salah satu misi dari perusahaan yang cukup penting sehingga masuk ke dalam rencana manajemen dalam
gedung Mall Of Indonesia adalah mempertahankan nilai properti mall itu sendiri. Mempertahankan nilai
properti adalah salah satu cara dalam mengelola investasi dan menjadi salah satu tanggung jawab yang
penting bagi seorang manager properti. Manager properti harus memastikan bahwa nilai dari properti yang
dikelolanya tidak mengalami penurunan dan bahkan sebaliknya nilainya terus bisa naik. Kenaikan nilai
properti tersebut sangat dipengaruhi oleh pendapatan yang diperoleh. Pendapatan tersebut juga
diperngaruhi oleh occupancy rate yang ada di mall tersebut. Dalam manajemen plan yang kelompok kami
buat, kami merencanakan untuk jangka waktu 5 tahun.
Luas total yang dapat disewakan oleh Mall Of Indonesia adalah sebesar 80.000 m2 yang sudah termasuk
luasan dari anchor tenant. Untuk biaya sewanya pada tahun 2015 ialah sebesar Rp500.000/m2/bulan.
Pada rencana manajemen plan yang pertama dan kedua telah ditentukan harga sewa dan service charge
serta target occupancy rate yang terbaik dengan beberapa pertimbangan sehingga harga sewa di Mall Of
Indonesia tetap dapat bersaing dengan kompetitornya. Perkiraan harga sewa dan service charge MOI dari
tahun 2015 sampai 2020 ialah sebagai berikut.
Tabel 7.3 Perkiraan Harga Sewa dan Service Charge MOI
Harga

Service

Ocupancy

Sewa

Charge

Rate

Tahun 0 (2015)

500000

85000

90%

Tahun 1 (2016)

535000

89000

92%

Tahun 2 (2017)

573000

93000

94%

Tahun 3 (2018)

614000

98000

96%

Tahun 4 (2019)

657000

103000

98%

tahun 5 (2020)

703000

108000

100%

Kenaikan

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

85

Dari kisaran harga sewa dan service charge tersebut, kami mencoba untuk menghitung perkiraan jumlah
pendapatan dari biaya sewa dan service charge yang seharusnya diperoleh oleh Mall Of Indonesia agar
nilai investasi dari MOI dapat dipertahankan bahkan terus naik. Sehingga perhitungan pendapatan MOI
selama 5 tahun ke depan adalah sebagai berikut ini.
Tahun 1 (2016)
Harga sewa X luas yang disewakan X occupancy rate 2016
= Rp535.000 X 80.000/m2 X 92%
= Rp472.512.000.000/tahun
Service charge/m2 X luas yang disewakan X 12 bulan
= Rp89.000/m2 X 80.000 m2 X 92% X 12 bulan
= Rp78.604.800.000/tahun
Total pendapatan tahun 1
= Rp472.512.000.000/tahun + Rp78.604.800.000/tahun
= Rp551.116.800.000/tahun
Tahun 2 (2017)
Harga sewa X luas yang disewakan X occupancy rate 2016
= Rp573.000 X 80.000/m2 X 92%
= Rp517.075.200.000/tahun
Service charge/m2 X luas yang disewakan X 12 bulan
= Rp93.000/m2 X 80.000 m2 X 92% X 12 bulan
= Rp82.137.600.000/tahun
Total pendapatan tahun 2
= Rp517.075.200.000/tahun + Rp82.137.600.000/tahun
= Rp599.212.800.000/tahun
Tahun 3 (2018)
Harga sewa X luas yang disewakan X occupancy rate 2016
= Rp614.000 X 80.000/m2 X 92%
= Rp565.862.400.000/tahun
Service charge/m2 X luas yang disewakan X 12 bulan
86

= Rp98.000/m2 X 80.000 m2 X 92% X 12 bulan
= Rp86.553.600.000/tahun
Total pendapatan tahun 3
= Rp565.862.400.000/tahun + Rp86.553.600.000/tahun
= Rp652.416.000.000/tahun
Tahun 4 (2019)
Harga sewa X luas yang disewakan X occupancy rate 2016
= Rp657.000 X 80.000/m2 X 92%
= Rp618.105.600.000/tahun
Service charge/m2 X luas yang disewakan X 12 bulan
= Rp103.000/m2 X 80.000 m2 X 92% X 12 bulan
= Rp90.969.600.000/tahun
Total pendapatan tahun 4
= Rp618.105.600.000/tahun + Rp90.969.600.000/tahun
= Rp709.075.200.000/tahun
Tahun 5 (2020)
Harga sewa X luas yang disewakan X occupancy rate 2016
= Rp703.000 X 80.000/m2 X 92%
= Rp674.880.000.000/tahun
Service charge/m2 X luas yang disewakan X 12 bulan
= Rp108.000/m2 X 80.000 m2 X 92% X 12 bulan
= Rp95.385.600.000/tahun
Total pendapatan tahun 5
= Rp674.880.000.000/tahun + Rp95.385.600.000/tahun
= Rp770.265.600.000/tahun
7.4 Pemeliharaan Property
Kegiatan pemeliharaan bangunan yang dilakukan oleh Pihak MOI hanya terbatas pada bangunan
bersama dan fasilitas –fasilitas yang dimiliki Mall, seperti escalator, AC, Lift barang, Kamera sisi TV dan
plumbing.Pemeliharaan terhadap kios/ruang yang disewa menjadi tanggung jawab penyewa sepenuhnya.
87

Apabila terdapat kerusakan pada kios / ruang tersebut maka pihak penyewa harus melakukan perbaikan
sendri dengan pengawasan langsung dari pihak mall.
Pihak Pengelola melaksanakan 4 kegiatan pemeliharaan yakni :
 Pemeliharaan Pencegahan (Preventive Maintenance)
 Pemeliharaan Perbaikan ( Corrective Maintenance)
 Pemeliharaan Rutin ( Planned Maintenance)
 Pemeliharaan Darurat( Emergency Maintenance)

a) Pemeliharaan terhadap stuktur bangunan dilakukan dengan:
Memelihara unsure-unsur struktur bangunan gedung dari pengaruh cuaca,kelembaban dan
pembebanan diluar batas kemampuan stuktur maupun pencemaran lainnya. Melakukan
pemeriksaan berkala sebgai bagian dari perawatan preventif. Memelihara bangunan agar
difungsikan sesuai penggunaan yang direncanakan.
b) Pemeliharaan Terhadap Mekanikal (Tata Suara,Sanitasi,Plumbing dan Transportasi)
 Bagian Mechanikal bertugas untuk menjaga stabilitas suhu dalam bangunan (AC).
 Bagian Pemipaan bertugas untuk membuat sistem pembuangan serta sanitasi dari
air kotor, air bersih dan gas.
Pihak pengelolah Mall MOI dalam memenuhi kebutuhan atas pemenuhan akan air
bersih yang tak terelakkan lagi. Pihak pengelolah telah menyediakan ground water
tank sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Untuk menjaga
kelestarian lingkungan, Mall Of Indonesia

tidak menyepelekan limbah hasil

olahannya dengan begitu saja. Akan tetapi pihak pengelolah telah menyediakan
sarana yang disebut sebagi Sawage Sreatment Plan yaitu sistem pengelolahan
limbah sebelum dibuang ke pembuangan akhir. Pemelihara dan melakukan
pemeriksaan berkala dilakukan secara rutin.
c) Pemeliharaan terhadap elektrikal.
Bagian Electrikal yaitu bertugas mengatur sistem pencahayaan atau penerangan bangunan
(lighting).

88

Pihak pengelolah Mall MOI dalam memenuhi kebutuhan atas pasokan listrik, pihak pengelolah
telah menyediakan genset dengan kekuatan ribuan watt sebagai cadangan ketika terjadi
gangguan terhadap system Electrical Mall.
d) Pemeliharaan terhadap bagian luar bangunan.
Masalah kebersihan merupakan hal yang penting menyangkut kenyaman para konsumen untuk itu
para pengelola Mall MOI sangat menjaga kenyaman mall nya dengan menggunakan jasa cleaning
service dalam menjaga kebersihan mall. Tak hanya itu para pengelola juga menyediakan area
parkir (3000 mobil & 8000 motor) sebagai prasarana kebutuhan konsumen. Cara Memonitor nilainilai secara berkala dari mall sendiri dengan melihat secraa teratur apa yang terjadi didalam
perusahaan tersebut serta melihat diluar lingkungan mall tersebut
7.5. Pembuatan Strategi Promosi Kepada Pengunjung Mall
Komunikasi dan informasi merupakan salah satu yag terpenting yang harus di miliki sebuah mall.
Komunikasi dan informasi berguna untuk mempermudah pengunjung untuk mengunjungi mall tersebut,
selain itu komunikasi dan informasi yang dimiliki mall dapat menarik minat pengunjung untuk datang ke
mall tersebut. Maka mall of Indonesia memasukkan komunikasi dan informasi dalam misi mall yang akan
dilakukan untuk menarik minat pengunjung untuk mendatangi mall of Indonesia. Selain itu MOI juga
melakukan promosi dengan cara melalui websiten seperti melalu facebok yang bernama Mall Of Indonesia
dan juga melalui twitter yang bernama @MallOfIndonesia.
Gambar 7.1 Strategi Promosi

89

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa komunikasi dan informasi yang dilakukan mall of Indonesia
melalui brosur-brosur yang disebarkan. Brosur tersebut merupakan salah satu alat yang dapat
menyampaikan informasi dan alat komunikasi anatara pengelola dalam melakukan acara dengan
pengunjung mall. Selain itu juga brosur tesebut juga dapat menarik minat pengunjung untuk mendatangi
mall tersebut dengan acara yang diselenggarakan sehingga dapat meningatkan jumlah pengunjung pada
mall tersebut. selain dengan menyebarkan brosur mall of Indonesia juga sering mengadakan event yang
menarik minat pengunjung untuk datang pada event tersebut. event tersebut juga dapat meningkatkan
image dari mall tersebut.
Sedangkan pada competitor yang berada disekitar MOI seperti Artha Gading, La Piazza, dan
Kelapa Gading sering juga melakukan event-event yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang ke
mall tersebut. even-event yang sering dilakukan oleh competitor tersebut seperti bazaar, festival kuliner,
tenant promo, dan fashion week. Maka Mall Of Indonesia dari pihak management ingin melakukan event
terbaru yang beda dari competitor yang ada sehingga para pengunjung mall semakin tertarik untuk datang
ke Mall of Indonesia. Event yang akan dilakukan oleh management dari MOI selama 5 tahun kedepan
yaitu:
1. “Kids and Education Festival”, event ini diuatamakan untuk anak-anak. Tujuan dari event ini
agar para pengunjung mall terutama anak-anak dapat belajar dari festival yang ada.
90

2. Pada hari-hari besar MOI selalu mengadakan event seperti paskah, natal, lebaran, dan tahun
baru sehingga pengunjung semakin terhibur dengan event yang ada di mall tersebut.
3. Mengadakan pameran kerajinan-kerajinan Indonesia sehingga masyarakat dapat belajar dan
mengetahui kerajinan dari Indonesia.
4. Kids and parents events, event ini bertujuan agar pengunjung dapat terhibur terutama anak
dan orang tua pun ikut berpartisapi untuk menemani anaknya
5. Festival music
7.6. Pembuatan Strategi Efisien Untuk Menurunkan Pengeluaran
Dalam efisien untuk menurunkan pengeluaran maka pihak management MOI membuat startegi
untuk menurunkan pengeluaran. Berikut ini starategi yang akan dilakukan:
1. Menentukan cara-cara promosi yang paling efektif bagi mall
2. Mengatur waktu yang sebaik - baiknya dalam usaha promosi.
3. Trampil pada rekayasa proses (proses engineering)
4. Biaya perawatan dan pemeliharaan bangunan digunakan semaksimal mungkin dengan
melakukan beberapa penghematan
5. Meningkatkan Communication Strategy berorientasi pada pasar, bukan metode atau media.
7.7 Pembuatan Strategi Pengaturan Komposisi Penyewa
Manajemen plan lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam menentukan berhasilnya suatu ssistem
manajemen di dalam sebuah mall adalah pengaturan komposisi penyewa mall atau para tenant-tenant
yang ada di dalam mall dengan efektif dan efisien dan tentunya disesuaikan dengan perilaku
masyarakat sekitar yang nantinya akan menjadi calom pengunjung mall tersebut.
Analisis strategi pengaturan komposisi penyewa pada Mall Of Indonesia adalah sebagai berikut:
a.

Adanya keseimbangan dari variasi penyewa dari pusat ke pusat aktivitas. Anchor Tenant

(Penyewa Utama) yang terdiri dari Centro Department Store, Carrefour, Blitzmegaplex, Electronic
Solution dan Gramedia harus ditempatkan dengan baik sehingga tidak menumpuk di satu lantai saja
serta penyediaan luasan bagi anchor tenant juga harus sangat diperhitungkan agar luasan bagi anchor
tenant yang lain serta tenant-tenant lainnya dapat terbagi secara efektif dan efesien. Penempatan
penyewa-penyewa atau tenant-tenant lainnya juga harus tersebar merata di setiap lantai, seperti toko
pakaian dan makanan yang ada di setiap lantai sehingga sangat memudahkan pembeli.
Tabel 7.4 Anchor Tenant Mall Of Indonesia
91

ANCHOR TENANT

LOKASI

LUAS (m2)

Carrefour

Lower Ground

10,500

Centro Dept Stoe

Ground Floor-1st floor

9,000

Blitzmegaplex

2nd floor

6,500

Electronic Solution

2nd floor

6,000

Gramedia

2nd floor

10,000

b.

c.

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

Adanya kompetisi antara para tenant atau adanya jumlah tenant yang lebih satu daalam setiap

kategori tenant sehingga pembeli mempunyai pilihan yang cukup banyak. Untuk Mall Of Indonesia
sendiri sudah mulai diberlakukan hal tersebut, hal ini dibuktikan dengan banyaknya penyewa atau
counter dengan usaha sejenis yang ada di dalam mal. Namun kita juga harus mempertimbangkan
faktor lainnya dalam menentukan komposisi tenant yang cocok dalam mall kita yaitu dengan
disesuiakan oleh perilaku masyarakat sekitar mall. Contohnya calon pembeli yang dekat dengan MOI
adalah para penghuni apartemen yang berada di atas mall. Bagaimana MOI menganalisis kebutuhan
apa yang paling dibutuhkan oleh para penghuni apartemen tersebut setelah itu dari analisis kebutuhan
dan perilaku tersebut, manajemen mall mulai membuat suatu strategi dimana di dalam mall disiapkan
tenant-tenant yang dapat menyediakan kebutuhkan para penghuni tersebut. Jika strategi ini dapat
dijalankan dengan baik maka akan menjadi keuntungan bagi MOI dikarenakan penghuni apartemen
akan menjadi pengunjung setia dari mall bahkan dapat ikut berinvestasi dengan membeli kios di dalam
mall. Dari grafik tenancy mix Mall Of Indonesia ditunjukkan bahwa tenant dengan persentase paling
besar berada dalam kategori food and beverages serta fashion dan accessoris. Hal ini menurut kami
cukup baik karena MOI sudah mulai mengerti kebutuhan masyarakat sekitarnya yang menjadi
pengunjung berupa keluarga kelad middle high sehingga aktivitas biasanya yang mereka lakukan jika
berkunjung ke mall adalah untuk makan, berbelanja pakaian ataupun hanya sekedar berkumpul
bersama dengan teman atau kerabat sehingga dibutuhkan jenis restoran atau cafe dalam jumlah besar.
Grafik 7.1 Tenancy Mix MOI

92

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

d.

Penting juga dalam atau di luar kawasan Mall Of Indonesia memiliki suatu zona khusus yang

memiliki tema yang unik agar dapat menarik pengunjung mall. Contohnya Mall ini mempunyai beberapa
zona khusus yang berada di luar gedung mall namun masih berasa dalam 1 kawasan mall of indonesia.
Hal ini dapat menjadi keuntungan bagi MOI, jika pada waktu tertentu MOI ingin membuat suatu event
promosi khusus dapat dilakukan pada tempat tersebut. Sehingga dengan adanya strategi ini dapat juga
menajdi suatu bentuk kerjasama antara tenant yang berada di dalam mall dan juga tenant yang ada di
luar mall untuk bersama-sama menciptakan suatu hal yang baru dan mearik bagi para pengunjung.
Pembagian zona khusus tersbeut dapat dilihat dari masterplan Mall Of Indonesia di bawah ini.
Gambar 7.2 Masterplan Mall Of Indonesia

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

7.8 Pengadaan Fasilitas dan Strategi Pelayanan Pengunjung Mall
93

Mall Of Indonesia memiliki beberapa fasilitas yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan
pengunjung mall saat berkunjung ke Mall Of Indonesia. Fasilitas yang terdapat di Mall Of Indonesia adalah
sebagai berikut:
1. Free Wifi
2. Valet Parking
3. Customer care
4. ATM Center
5. Taxi Pool
6. Area Parkir(3000 mobil & 8000 motor)
7. Musholla
Fasilitas-fasilitas di Mall Of Indonesia masih tergolong kurang lengkap jika dibandingkan dengan
kompetitornya yang terdapat di kawasan Kelapa Gading seperti Mall Kelapa Gading 1,2,3 dan 5. Maka
perlu dilakukannya pengadaan fasilitas di Mall Of Indonesia untuk melengkapi kebutuhan pengunjung mall.
Pengadaan fasilitas tersebut seperti diperlukannya:
1. Baby changing room
Di Mall Of Indonesia tidak terdapat sebuah ruangan untuk mengganti popok bayi ataupun
mengganti baju bayi. Ruangan baby changing room adalah salah satu ruangan yang diperlukan
oleh bayi dan ibu selain mother’s room. Fungsi dari baby changing room dan mother’s room
berbeda. Fungsi dari baby changing room adalah untuk mengganti popok atau mengganti baju
bayi. Sedangkan mother’s room berfungsi untuk menyusui seprang bayi. Ruangan ini sebaiknya
juga di lengkapi dengan boneka atau mainan bayi beserta perlengkapan bayi seperti bedak, popok
dan sebagainya. Berikut ini contoh baby changing room yang terdapat di Mall Kota Kasablanka.
Gambar 7.3 Baby Changing Room Mall Kota Kasablanka

94

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

2. Mother’s Room
Ruangan ini sama pentingnya dengan baby changing room. Ruangan ini sangat diperlukan oleh
para ibu dan bayinya dikarenakan pengunjung yang akan menyusui bayi nya lebih nyaman
menyusui bayi di ruang ini dibandingkan di tempat umum. Letak mother’s room akan bersebelahan
dengan baby changing room dan akan terdapat connecting door sehingga para ibu tidak akan
kerepotan jika harus menyusui dan mengganti popok bayi.
3. Tempat parkir sepeda
Kawasan Kelapa Gading merupakan kawasan yang memiliki lingkungan yang nyaman untuk
bersepeda. Jadi besar peluangnya masyarakat yang memiliki tempat tinggal di Kelapa Gading
menggunakan sepeda ke Mall Of Indonesia. Dengan adanya fasilitas tempat parkir sepeda yang
aman dan nyaman, kemungkinan besar masyarakat akan tertarik menggunakan sepeda dan
memarkirkannya di fasilitas yang disediakan. Berikut ini contoh tempat parkir sepeda di mall
central park.
Gambar 7.4 Tempat parkir Sepeda

95

Sumber: Hasil Olahan Kelompok

4. Parking Ladies
Mall of Indonesia akan menyediakan tempat parkir mobil khusus pengendara mobil wanita dengan
jarak antar mobil yang lebih lebar dibandingkan dengan tempat parkir biasa. Selain itu akan
disediakannya tukang parkir yang akan menuntun dengan sabar dan jelas wanita untuk
memparkirkan kendaraannya dengan tepat.
5. Shuttle Bus
Antara Mall Of Indonesia dan kompetitor lainnya seperti Mall Kelapa Gading 1,2,3,5 dan La Piazza,
hanya mall of Indonesia yang tidak memiliki shuttle bus. Maka akan dilakukan pengadaan fasilitas
shuttle bus memiliki rute di dalam kawasan Kelapa Gading tanpa dipungut biaya. Bagi pengunjung
yang ingin menggunakan shuttle bus mall of Indonesia dapat mendaftar di bagian customer
service.
Pengadaan fasilitas diatas akan dilakukan secara bertahap selama 5 tahun. Berikut ini penjelasan
tahapannya:
1. Pengadaan fasilitas shuttle bus akan dilakukan pada tahun pertama dikarenakan fasilitas ini
dapat menarik jumlah penduduk terutama penduduk Kelapa Gading.
2. Pengadaan fasilitas baby changing room dan mother’s room akan dilakukan pada tahun
kedua dikarenakan fasilitas ini merupakan fasilitas yang paling dibutuhkan pengunjung
dibandingkan dengan jenis fasilitas lainnya yang akan dilakukan pengadaan. Fasilitas baby
changing mall dan mother’s room direncanakan akan dibuat di setiap lantai dan disertai
dengan signage yang jelas untuk menunjukkan adanya fasilitas ini.
3. Pengadaan parking ladies akan dilakukan pada tahun ketiga dikarenakan pada saat ini
sudah banyak pengunjung wanita yang membawa kendaraannya ke mall ini sehingga dengan
adanya fasilitas ini, pengendara mobil wanita akan merasa nyaman dan mudah. Fasilitas
parking ladies akan diletakan di parkir outdoor dan parkir indoor.
96

4. Pengadaan tempat parkir sepeda akan dilakukan pada tahun keempat. Fasilitas ini akan
dilakukan dengan jumlah yang tidak terlalu banyak terlebih dahulu untuk melihat apakah
fasilitas ini dimanfaatkan secara penuh oleh pengunjung atau tidak.
5. Tahun kelima, fasilitas tempat parkir sepeda akan dilakukan penambahan jika fasilitas ini
dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dan dapat menarik jumlah pengunjung. Tidak hanya
fasilitas tempat parkir sepeda, fasilitas yang terbukti dapat dimanfaatkan oleh pengunjung
maka kemungkinan akan dilakukan penambahan seperti fasilitas shuttle bus dan fasilitas
parking ladies.
Pelayanan terhadap pengunjung Mall Of Indonesia akan mengutamakan atau memprioritaskan
pengunjung. Yang dimaksud dengan memprioritaskan adalah diwajibkan untuk menerapkan 3S (Senyum,
Salam, Sapa) terhadap pengunjung mall. Dengan diterapkannya sistem 3S, maka pengunjung akan
merasa nyaman karena keramahan dari orang-orang yang bekerja di mall itu seperti cleaning service,
customer care dan yang lainnya.
Selain itu, seluruh pekerja di Mall Of Indonesia diwajibkan untuk selalu inisiatif untuk membantu
pengunjung yang terlihat kesulitan dan membutuhkan pertolongan yang lain. Contohnya jika ada
pengunjung yang mengalami gangguan fisik atau ibu hamil terlihat membutuhkan bantuan, maka pekerja
Mall Of Indonesia diwajibkan membantu tanpa harus disuruh atau dipanggil terlebih dahulu.
Selain itu, Mall Of Indonesia tidak hanya melayani pengunjung yang terdapat di mall nya saja.
Tetapi pihak Mall Of Indonesia juga mengadakan pelayanan terhadap masyarakat yang tinggal di
apartement mall of Indonesia berupa pelayanan bantuan pemesanan taksi. Jika orang yang tinggal di
apartemen membutuhkan taksi, maka dapat memesan taksi melalui pihak mall of Indonesia. Selain itu juga
akan adanya pelayanan shuttle bus yang tidak hanya melayani pengunjung mall, tetapi juga melayani
warga apartemen mall of Indonesia yang akan bepergian di daerah kawasan Kelapa Gading.

97

Judul: Tugas Kuliah Mp

Oleh: Maya Titueki


Ikuti kami