Tugas Makalah Agama

Oleh Gilbert Stone

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Makalah Agama

PROFIL
Pada suatu masa dalam periode Neolitikum, suatu kaum datang ke pulau
Kreta di Laut Tengah. Tidak diketahui asal orang-orang ini, mungkin dari Asia
Barat, atau Yunani, atau bahkan Mesir.
Hingga Zaman Perunggu Pertengahan, bangsa Kreta menjalani kehidupan
mirip seperti orang Lerna pra-Yunani di Yunani daratan. Ketika bangsa IndiaEropa menaklukan Yunani sekitar 2100 SM, mereka belum menguasai pelayaran
sehingga tidak menaklukan Kreta. Oleh karena itu bangsa Kreta dapat terus
membangun peradabannya, menghasilkan tembikar, guci batu, dan bangunan yang
bagus. Peradaban bangsa Kreta disebut juga sebagai peradaban Minos, dari nama
raja Minos, yang dalam mitologi Yunani diceritakan sebagai raja Kreta.
Sekitar 2000 SM, bangsa Kreta membangun istana-istana megah di seluruh
pulau. Istana-istana ini memiliki banyak ruangan dengan halaman di bagian
tengahnya. Kemungkinan bangsa Kreta memperoleh uang untuk membangun
istana dengan cara bekerja sebagai tentara bayaran bagi Mesir. Beberapa dokumen
Mesir dari masa ini tampak menyebutkan bangsa Kreta.
Pada 1700 SM, sebuah gempa besar mengguncang pulau Kreta. Semua
istana hancur, namun dengan cepat dibangun kembali, bahkan kali ini lebih besar
dan megah. Salah satu istana terbesar disebut Knossos. Istana ini memiliki ratusan
1

ruangan, banyak di antaranya dihiasi lukisan tumbuhan, hewan, dan manusia
dengan pakaian yang mewah yang sedang bercakap-cakap atau menari. Di istana
ini terdapat pula bak mandi dan toilet dengan air mengalir, yang hanya
diperuntukkan untuk para penguasa.
Bangsa Kreta kini lebih kuat daripada tetangga Yunani mereka sehingga
mampu menguasai bangsa Yunani. Mitos Yunani seperti kisah Daidalos dan
Theseus menunjukkan bahwa Kreta sering memperbudak orang Yunani.
Sekitar 1620 SM, sebuah gunung berapi besar meletus di pulau Thera, dekat
Kreta. Kota Akrotiri, di Thera, terkubur seluruhnya dalam lumpur gunung berapi
sehingga tak dapat lagi ditinggali. Meskipun demikian, bangsa Kreta tetap mampu
melanjutkan kehidupan mereka.
Perdaban bangsa Kreta tampaknya terus berkembang hingga 1450 SM,
ketika semua istana terkecuali Knosso musnah terbakar. Kemudian lima puluh
tahun kemudian, Knossos juga hancur. Kali ini, tak ada pembangunan ulang, dan
Kreta menjadi tempat yang miskin. Tidak diketahui pasti siapa pelaku
penghancuran istana-istana itu, namun kemungkinan adalah bangsa Yunani, yang
sudah menjadi cukup kuat untuk menyerang Kreta.
Peradaban Minoa berlangsung di Pulau Kreta dari 3000 sampai 1100 SM.
Seiktar tahun 1450 SM, peradaban ini digantikan oleh peradaban Mikenai sebagai
2

kebudayaan utama di daerah ini. Nama "Minoa" dicetuskan oleh arkeologi terkenal
asal Britania, Sir Arthur Evans, yang dari tahun 1900 sampai 1906 melakukan
penggalian di Knossos, yang dia percayai sebagai ibukota kerajaan yang pernah
dipimpin oleh raja Minos dari mitologi Yunani.
Mesir memiliki wilayah pesisir yang panjang di Laut Mediterania dan Laut
Merah. Hal ini membuat Mesir menjadi pusat perdagangan dan komunikasi
penting untuk Asia, Afrika, dan Eropa sejak lama. Lokasinya menjadi lebih
penting ketika Terusan Suez dibuka pada tahun 1869. Terusan ini mampu
memotong waktu tempuh perjalanan kapal secara signifikan.
Mesir adalah negara modern di tanah kuno. Sungai Nil mengalir laksana pita
yang membelah negara ini. Lembah Nil adalah tempat kelahiran salah satu
peradaban paling awal di dunia. Berbagai pengingat masa lalu Mesir yang megah
mewarnai lanskap negara ini. Misalnya, Piramida Besar di Giza yang merupakan
salah satu keajaiban dunia kuno. Ini adalah satu dari sedikit piramida besar yang
selamat.
Mesir memiliki salah satu sejarah terpanjang dari negara manapun di dunia.
Wilayah ini muncul sekitar tahun 3.200 SM. Raja Menes (juga disebut Narmer)
menyatukan kota-kota di utara dan selatan Mesir di bawah satu pemerintahan.
Selama pemerintahannya, patung raksasa yang dikenal sebagai Sphinx dibangun.
3

Patung setengah manusia dan setengah binatang ini telah memesona wisatawan
selama berabad-abad.
Mulai sekitar tahun 1.000 SM, kekuasaan Mesir menurun dan berbagai
bangsa yang berbeda menguasainya. Pada 331 SM, Alexander Agung
menaklukkan Mesir. Penguasa lainnya menyusul, termasuk Romawi dan kaisar
Bizantium. Dan Mesir menjadi mayoritas Kristen. Wajah negeri ini berubah pada
tahun 640, ketika umat Islam dari Jazirah Arab menaklukkan Mesir. Mesir tetap
bercorak Islam sejak saat itu. Inggris menguasai Mesir pada tahun 1882 dan
kemudian memberikan kemerdekaan pada tahun 1922. Namun, pasukan Inggris
tetap berada di wilayah Terusan Suez sampai tahun 1954.
Pada abad ke-21, Mesir memodernisasi ekonomi untuk menghadapi
pertumbuhan populasi. Mesir masih bergantung pada pertanian tradisional kapas
dan industri wisata. Tapi sumber daya alam seperti minyak dan gas alam semakin
penting. Untuk membuat kemajuan lebih lanjut, pemerintah berupaya menciptakan
banyak lapangan pekerjaan baru yang lebih baik setiap tahunnya. Prioritas lain
adalah mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendidikan, khususnya di
daerah pedesaan.
Kebanyakan orang Mesir adalah keturunan dari pemukim Arab yang
mengikuti penaklukan Muslim di tahun 640, serta keturunan populasi Mesir kuno
4

pra-Islam. Mesir mencerminkan campuran dari dua tradisi. Orang Koptik Mesir,
minoritas yang cukup besar, bisa ditelusuri jejaknya sejak zaman pra-Islam.
Mereka adalah anggota dari salah satu gereja Kristen awal. Ada juga beberapa
orang keturunan Armenia, Prancis, Yunani, dan Italia di Mesir.
Bahasa Arab adalah bahasa resmi Mesir. Arab klasik adalah bahasa tulisan.
Bahasa ini digunakan untuk melakukan bisnis resmi. Bahasa Arab informal
digunakan sebagai bahasa lisan sehari-hari. Kedua bentuk ini digunakan oleh
media, untuk transaksi bisnis, dan di sekolah-sekolah. Bahasa Arab secara luas
digunakan di televisi, yang sangat populer, dan di industri film. Bahasa ini juga
digunakan dalam lagu dan sastra rakyat serta puisi populer.
Bahasa Inggris dan Perancis dituturkan oleh kalangan yang berpendidikan
lebih tinggi dan oleh mereka yang bekerja di sektor pariwisata, di mana bahasa
Italia dan Jerman juga lazim didengar. Bahasa Koptik dikembangkan dari bahasa
Mesir kuno. Bahasa ini diucapkan di Mesir sampai tahun 1100, tetapi sekarang
hanya digunakan dalam upacara-upacara Gereja Koptik. Bahasa Nubian dituturkan
oleh orang Mesir yang hidup di sebelah selatan Aswan. Beja adalah bahasa para
perantau yang tinggal di sepanjang perbatasan Mesir-Sudan di timur Sungai Nil.
Bahasa Berber dituturkan oleh orang-orang dari Siwa, oasis Gurun Libya. Bahasa
Nubian dan Beja merupakan bahasa tidak tertulis.

5

Kebanyakan orang Mesir adalah Islam Sunni. Kristen Koptik adalah
kelompok agama terbesar kedua. Ada juga kelompok-kelompok kecil dari Katolik
Roma, Ortodoks Yunani, dan Protestan. Kota Mesir penuh dengan masjid. Lima
kali sehari, suara muazin memanggil umat beriman untuk sholat. Secara
tradisional, ia melakukannya dari menara masjid. Tapi sekarang panggilan adzan
sekarang sering diperkuat oleh sistem PA (sistem alamat publik) atau disiarkan
lewat radio.

SEJARAH
Manusia datang ke daerah yang sekarang dikenal sebagai Mesir lebih dari
9.000 tahun yang lalu. Mereka adalah orang-orang nomaden, berpindah dari satu
tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Mereka biasa berburu binatang dan
mengumpulkan makanan lain di padang rumput yang subur.
Seiring waktu, iklim daerah itu menjadi panas dan kering. Seluruh wilayah
secara bertahap berubah menjadi padang pasir, kecuali Lembah Nil. Orang-orang
terpaksa pindah ke jalur subur sepanjang sungai. Di sini, sekitar 9.000 tahun yang
lalu, mereka membangun pemukiman pertamanya dan belajar bercocok tanam.
Permukiman awal di Mesir kuno berkembang menjadi desa dan kota.
Beberapa komunitas masyarakat terbentuk di daerah yang berbeda. Saat kelompok6

kelompok ini menjadi semakin besar, mereka bergabung bersama-sama atau saling
menaklukkan satu sama lain.
Sekitar 3100 SM, Mesir kuno terdiri atas dua kerajaan. Di utara, orang-orang
di sekitar Delta Nil membentuk kerajaan Mesir Hilir. Sementara di selatan, Mesir
Hulu membentang hingga arung jeram (katarak) pertama Sungai Nil. Menurut
legenda, raja Mesir Hulu saat itu disebut Menes. Beberapa sejarawan berpikir
bahwa Menes mungkin adalah orang yang sama dengan raja yang disebut Narmer.
Narmer berhasil menguasai Mesir Hilir dan menyatukan dua daerah itu menjadi
satu kerajaan. Dengan penyatuan ini, peradaban Mesir kuno dimulai.
Periode besar pertama dari sejarah Mesir kuno disebut Kerajaan Lama.
Periode ini berlangsung dari sekitar 2650 SM sampai sekitar 2150 SM. Selama
periode itu, Mesir membentuk pemerintahan pusat yang kuat dan dipimpin oleh
seorang raja. Para penguasa awal mendirikan kota Memphis yang terletak di
perbatasan antara Mesir Hulu dan Mesir Hilir.
Sebagian besar piramida besar Mesir kuno dibangun selama periode
Kerajaan Lama. Struktur besar itu dibangun sebagai makam kerajaan. Mereka juga
memiliki kuil sebagai pengkultusan raja dan ratu, yang diyakini sebagai dewa.
Piramida pertama yang tercatat dalam sejarah adalah piramida bertangga di
Saqqara, dibangun sekitar 2650 SM.
7

Kerajaan Lama berakhir karena perang saudara dan kekerasan. Ada periode
kekeringan yang panjang, yakni saat air Sungai Nil tak bisa naik cukup tinggi
untuk membanjiri tanah. Tanaman tidak bisa tumbuh dan banyak orang kelaparan.
Keluarga kerajaan mulai kehilangan kontrol, dan banyak nomarch, atau gubernur
setempat, yang memberontak melawan mereka. Massapun mulai menyerang
makam dan istana. Segera setelah itu, penjajah dari Nubia, selatan Mesir, mulai
bergerak memasuki Mesir.

8

BUDAYA
Mesir kuno adalah peradaban yang tumbuh subur dari hulu sungai Nil
sampai wilayah deltanya di laut Laut Tengah. Sungai Nil adalah sungai terpanjang
di dunia, sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi pegunungan
Kilimanjari di Afrika Timur. Peradaban Mesir kuno bertahan lebih dari 3000 tahun
sehingga peradaban Mesir kuno disebut sebagai peradaban kuno terlama di dunia,
sekitar 3300 SM sampai 30 SM.

Masyarakat Mesir kuno terbagi atas golongan-golongan, yaitu;
9

Kekuasaan tertinggi di miliki oleh firaun atau raja-raja Mesir. Mesir juga
memiliki peradaban yang cukup panjang, membaginya menjadi dua bagian, yaitu
Mesir Bawah (Lower Egypt) dan Mesir Atas (Upper Egypt). Berikut ini periodeperiodenya :

A. Periode Dinasti Awal
Periode dinasti awal adalah puncak evolusi berlangsung budaya, agama dan
politik. Sebenarnya sulit untuk menentukan awalnya tapi dalam tradisi Mesir
kuno, raja pertama mereka adalah Menes. Dia jugalah yang menyatukan antara
Mesir Bawah dan Mesir Atas.

10

B. Periode Kerajaan Tua
Kerajaan ini lahir setelah Mesir disatukan oleh Menes. Kerajaan tuan ini
juga disebut zaman piramida karena pada masa ini dibangun piramida-piramida
yang terkenal seperti piramida Saqqarah dari firaun Joser, dan lain-lain.

C. Periode Peralihan Pertama
Masa peralihan ini yakni pada kira-kira tahun 2134-2040 SM kekuasaan
para firaun mengalami penurunan. Runtuhnya kerajaan Mesir Tua disebabkan
karena sejak tahun 2500 SM pemerintahaannya mengalami kekacauan. Banyak
serang dari Asia kecil. Sehingga akhirnya terjadi perpecahan lagi antara Mesir
Bawah dan Mesir Atas.

D.

Periode Kerajaan Tengah
Pada masa ini Sesotoris III berhasil mnyatukan kembali Mesir yang terpecah

belah. Selain itu dia juga membangun Mesir kembali seperti membuka tanah
pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk, dan lain-lain.

11

E. Periode Peralihan Kedua
Masa ini terjadi pada kira-kira tahun 1640-1532 SM, pada masa ini
kekuasaan dialihkan kebeberapa raja lokal. Dan Mesir dijajah oleh orang
Hyksos dari Timur Tengah. Pada akhir periode ini, Hyksos dikalahkan dan
diusir oleh firaun Thebes. Sekali lagi Mesir menyatu.

F. Periode Kerajaan Baru
1532 SM kerajaan baru dimulai ketika raja pertama dinasti ke-18, Ahmosis
I, menyelesaikan pengusiran Hyksos dari Mesir, yang telah dimulai oleh
saudaranya Kamose. Pada masa ini juga orang Mesir mulain menggunakan
istialh firaun. Firaun menempati kekuasaannya secara mutlak. Ia juga dianggap
sebagai Dewa, segala segi kehidupan di Mesir diatur oleh firaun.

G. Periode Peralihan Ketiga
Selama hampir tiga abad Mesir lumpuh tidak berdaya menghadapi serbuanserbuan dari Asia, pada tahun 800 SM, mesir terpaksa harus membayar upeti
kepada raja-raja Assyiria. Selanjutnya, pada abad ke-6 SM, Mesir ditaklukan
oleh Persia.
12

H. Periode Akhir
Kekuatan Mesir tidak disegani lagi oleh bangsa-bangsa lain. Bahkan Mesir
berhasil dijajah dan dikuasai oleh beberapa bangsa; Nubiah, Assyria, Persia,
dan Yunani (Macedonia). Tahun 332 SM, raja Macedonia. Alexander Agung
menaklukan Mesir dan memasukkannya dalam kerjaan Hellenistiknya. Ketika
Alexander meninggal tahun 332 SM, temannya Jendral Ptolemeus menjadi
gubernur Mesir. Pada tahun 305 SM, ia menjadi raja Mesir, dengan begitu
didirikan dinasti firaun Ptolemeus. Para penguasa Hellenistik memegang
kekuasaan di Mesir selama hampir 300 tahun. Pada masa terakhir pemerintahan
dinasti Ptolemeus, Mesir diperintah oleh seorang firaun perempuan, Cleopatra
VII.

13

Selain itu pada masa Mesir kuno sudah memiliki berbagai masa peradaban
seperti :

 Tulisan
Masyarakat Mesir mengenal tulisa yang disebut Hieroglyph berbentuk
gamabar. Tulisan ini ditemukan di dinding piramida, tugu obelisk
maupun daun papyrus. Huruf Hieroglyph terdiri dari gambar dan
lambang berbentuk manusia, hewan dan benda-benda.

14

 Arsitektur
Merupakan peninggalan Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil
yang erat kaitannya dengan kehidupan keagamaan. Piramida yang
terkenal arsitekturnya adalah Imhotep.

 System Kalender

15

Masyarakat Mesir membuat kalender bulan berdasarkan siklus peredaran
bulan selam 29,5 hari. Karena dianggap kurang tetap kemudian
menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing yang
muncul setiap tahun.

16

AJARAN DAN PRAKTEK KEAGAMAAN
A. Dewa dalam bangsa Mesir Kuno

Ketika Mesir terdiri dri 42 wilayah sebelum disatukan. Setiap wilayah itu
memiliki dewa khusus yang disembah. Mereka mendirikan beberapa kuli
dan membuat patung para dewa. Pada hari-hari besar, mereka
berkerumun mengitari patung-patung itu. Ada daerah yang menyembah
elang sebagai symbol kekkuasaan, dan lain sebagainya. Berikut ini
adalah dewa-dewa yang terkenal di Mesir antra lain sebagai berikut:

 Dewa Ra (Dewa Matahari)
 Dewa Nut (Dewa Langit)
17

 Dewa Geb (Dewa Bumi)
 Dewa Su (Dewa Hawa)
 Dewa Tefnit (Dewa Udara Panas)
 Dewa Oziris (Dewa Sungai Nil)
 Dewa Isis (Dewa Kesuburan)
 Dewa Sit (Dewa Padang Pasir)
 Dewa Nefus (Dewa Kekeringan)

Adapun ibadat yang paling tetap, paling menyeluruh, paling kuat dan lebih
tahan lama ialah pemujaan terhadap orang-orang mati dan nenek moyang tanpa
diragukan lagi.

18

B. Kepercayaan terhadap kebangkitan dan keabadian

Orang Mesir kuno percaya akan adanya kebangkitan kembali setelah
kematian. Ketika kematian menjemput arwah seseorang akan naik ke langit
berbentuk seperti burung. Jika jasadnya utuh maka arwahnya akan kembali
kepadanya. Oleh karena itu orang Mesir memuimikan jenazah seseorang.
Demi menjaga keutuhannya. Ini juga yang mendorong pembuatan piramida.

C. Penghitungan setelah mati

19

Pengadilan setelah kematian ada dalam naskah Papyrus yang berasal dari
Thebes. Disitu disebutkan dewa Anobis menimbang jantung orang yang
meninggal dengan timbangan keadilan. Sementara Osiris sebagai dewa
kematian berada disebelah kanan Anobis mengikuti persidangan. Jadi arwah
yang sudah mati akan mendapat persidangan selama masa dia hidup.

D. Monotheisme
Kepercayaan keagamaan hasil ajaran firaun Achnaton sesensi ajaranya
merupakan kekuatan reaksi terhadap kepercayaan lamanya yaitu pemujaan
terhadap banyak dewa. Firaun Achnaton memaksakan kepada rakyatnya
untuk mengikuti ajaran monotheisme yaitu hanya percaya pada satu dewa
saja yaitu dewa Aton/ dewa matahari. Monotehisme disini bukan
monotehisme yang kita tahu sekarang yakni percaya pada satu Tuhan
melainkan pada satu dewa. Setelah datangnya Musa barulah pengertian
monotheisme di luruskan. Musa mengajarkan monotehisme yakni hanya
percaya pada satu Tuhan saja.

20

E. Hewan yang dianggap suci
Selain percaya terhadap banyak dewa orang Mesir kuno juga percaya
pada binatang yang dianggap suci. Binatang yang dianggap suci adalah
kucing, anjing, buaya, dan lain sebagainya. Dan itu disebut totemisme, yang
merupakan jenis binatang suci dari para dewa. Pembatasan-pembatasan
moral yang dalam, dilarang membunuh, serta menyakiti orang lain adalah
berasal dari faham totemisme ini. Jadi jika bangsa Mesir memuja binatang
baik secara simbolik maupun langsung, maka hal itu disbabkan watak dan
jalan pikirannya terpengaruh oleh kesederhanaan dalam memahami gejala
alam sekitar.

21

22

Judul: Tugas Makalah Agama

Oleh: Gilbert Stone


Ikuti kami