Makalah Dasar Kependudukan

Oleh Saptu Saptu

11 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Dasar Kependudukan

MAKALAH DASAR KEPENDUDUKAN
SUMBER DATA KEPENDUDUKAN

DOSEN PEMBIMBING
NIA MUSNIATI, SKM, MKM

PENYUSUN
SAPTUTI MUBAROKAH (1905015019)
PRODI KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
TAHUN AJARAN 2020

A. PENGERTIAN
Sumber data penduduk adalah segala tampilan data dalam bentuk resmi/tidak
resmi yang diterbitkan oleh badan-badan pencatatan kependudukan (pemerintah/non
pemerintah). Data-data tersebut bisa tersedia dalam bentuk catatan asli (seperti laporan

sensus, survai, catatan di kantor-kantor pemerintah, dan lain-lain) serta bisa pula
terbitan resmi yang telah diolah dan disajikan secara sistematik.
Sehubung dengan ini, dikenal pula istilah sumber primer dan sumber sekunder.
Yang dimaksud sumber primer adalah segala catatan-catatan asli sebagaimana disebutkan
di atas. Tabel-tabel penduduk yang diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik termasuk sumber
primer. Sedangkan sumber sekunder adalah data yang telah diolah dan disajikan baik
dalam buku teks, laporan penelitian, karya tulis, terbitan-terbitan periodik atau tahunan.
Dalam proses pengumpulan data, maka sumber data penduduk dapat
dikelompokan atas tiga pengelompokan besar, yaitu:
1. Sensus penduduk
adalah kegiatan proses pengumpulan (collecting), menghimpun dan menyusun
(compiling) dan menerbitkan demografi, ekonomi, dan sosial yang menyangkut semua
orang pada waktu tertentu di suatu negara atau suatu wilayah tertentu (“Principles and
Recomandation for National Populatin Census”-Statistical Papers, Series M, No. 7,
1958).
Karakteristik sensus:
1. Semua orang, wilayah tertentu, dan waktu tertentu;
2. Contoh informasinya harus ada di sensus;
3. Karakteristik ekonomi, pendidikan, kelahiran, dan kematian.

 Berdasarkan tempat tinggal penduduk, sensus dibedakan menjadi:
1. De facto,
Sensus de facto yaitu cara menghitung jumlah penduduk terhadap warga yang
ditemukan pada saat pencacahan berlangsung, walaupun orang tersebut bukan
warga asli pada wilayah yang sedang diadakan sensus.

2. De jure,
Sensus de jure dilakukan dengan cara melakukan penghitungan terhadap warga
penduduk asli dari daerah yang sedang dilakukan sensus. Jadi,
andaikataditemukan orang yang bukan asli penduduk di sana pada saat sensus,
maka tidak dimasukkan dalam penghitungan. Untuk membedakan antara
penduduk asli dan bukan asli ialah dari kepemilikan Kartu Tanda Penduduk
(KTP) atau Kartu Keluarga (KK).
 Berdasarkan metode pengisiannya, sensus dibedakan menjadi:
1. Metode Canvasser,
yaitu pelaksanaan sensus di mana petugas mendatangi tempat tinggal
penduduk dan mengisi daftar pertanyaan. Keunggulan metode ini, data yang
diperoleh lebih terjamin kelengkapannya dan penduduk sulit untuk
memalsukan data. Sedangkan kekurangannya adalah waktu yang diperlukan
lebih lama karena jumlah petugas yang terbatas dan wilayah yang luas.
2. Metode Householder,
yaitu pelaksanaan sensus di mana pengisian daftar pertanyaan dilakukan
oleh penduduk sendiri. Kelebihan cara ini adalah waktu yang diperlukan lebih
cepat karena petugas tidak harus mendata satu per satu penduduk. Daftar
pertanyaandapat dikirimkan atau dititipkan pada aparat desa. Sedangkan
kekurangannya adalah data yang diperoleh kurang terjamin kebenarannya
karena ada kemungkinan penduduk tidak mengisi data sesuai dengan kondisi
sebenarnya.
Keunggulan pelaksanaan sensus de jure, diantaranya sebagai berikut:
1. Jumlah penduduk yang tercatat adalah penduduk yang betulbetul memiliki
bukti kependudukan secara sah dalam sistem pemerintahan.
2. Pelaksanaan sensus tidak harus bersamaan waktunya dan serempak karena
hanya penduduk yang memiliki bukti kependudukan yang disensus.
3. Kemungkinan terjadinya pencatatan dua kali atau lebih pada
penduduk yang sama dapat dihindari.
Kelemahan pelaksanaan sensus de jure, diantaranya sebagai berikut:
1. Penduduk yang tidak memiliki bukti tanda kependudukan (KTP) tidak akan
tercatat sebagai penduduk meskipun orang tersebut lahir dan tinggal di
tempat tersebut.
2. Jumlah penduduk yang tercatat tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang
sebenarnya.
3. Data hasil sensus apabila digunakan untuk kepentingan perencanaan yang
berkaitan dengan layanan publik tidak akurat.
Tujuan sensus penduduk
Tujuan sensus penduduk antara lain sebagai berikut:
1. Mengetahui perubahan penduduk dari waktu ke waktu dalam suatu periode.

2. Mengetahui jumlah, sebaran, dan kepadatan penduduk pada setiap wilayah.
3. Mengetahui berbagai informasi tentang kependudukan, seperti angka
kelahiran, kematian, migrasi, dan berbagai faktor yang me mengaruhinya.
4. Sebagai sumber data dalam perencanaan dan penentuan kebijakan
pembangunan nasional.
2. Survai Penduduk
Yang dimaksudkan disini adalah survai yang cakupannya nasional (seperti halnya
sensus). Pada dasarnya survai tidak berbeda dengan sensus, yang membedakan adalah
cakupan penduduk yang dicacah. Bila sensus mencacah seluruh penduduk, maka survai
hanya mencacah sebagian penduduk saja, jadi hanya diambil sample.
Hal lain yang membedakan survai dengan sensus adalah fleksibilitasnya. Survai
bisa diadakan kapan saja. Dalam hal materi yang dikumpulkan, survai bisa berganti-ganti
sesuai dengan kebutuhan.
Sensus dan survai merupakan kegiatan yang saling mengisi atau lebih tepat bila
dikatakan survai bisa berfungsi sebagai pelengkap sensus. Biasanya diakan “intercensal
survey” (survai anatar sensus). Hal ini lebih menguntungkan, mengingat biaya sensus
yang jauh lebih tinggi daripada biaya survai.
Perlu diingat pula bahwa pada survai bisa terjadi kesalahan karena pengambilan sample
(sampling eror).

 Berikut ini contoh survei yang biasa dilakukan oleh Badan Pusat Statistik
(BPS) di Indonesia:
1. Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (SUSENAS), dilakukan untuk menjaring
data mengenai keadaan sosial dan ekonomi penduduk Indonesia secara
keseluruhan, dengan cara mengambil sampel penelitian pada wilayah-wilayah
yang bisa mewakili karakteristik rakyat Indonesia. Hasil yang diperolehnya
nanti akan mewakili rakyat Indonesia secara keseluruhan.
2. Survei Penduduk Antar-Sensus (SUPAS), dilakukan untuk mendapatkan angka
jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan dan biasanya dijadikan bahan
rujukan dari representasi jumlah penduduk Indonesia dalam setiap kurun waktu
tertentu.
 Berdasarkan tipenya, survei demografi dapat dikelompokkan ke dalam tiga
jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Survei bertahap tunggal (single round surveys)
Survei ini adalah survei untuk menjaring data berbagai peristiwa
demografi seperti kelahiran, kematian, dan migrasi dengan cara mengajukan
pertanyaan kepada responden mengenai berbagai kejadian demografi yang
dialami di masa lalu dalam periode tertentu.
2. Survei bertahap ganda (multiround surveys)
Survei ini dilakukan oleh petugas pencacah jiwa di lapangan dengan
melakukan kunjungan kepada responden tertentu berulang-ulang untuk
mencatat berbagai peristiwa demografi yang terjadi, seperti kelahiran,
kematian, atau migrasi. Tentunya kunjungan itu dilakukan dalam kurun
waktu tertentu, apakah per tahun, per dua tahun, per tiga tahun, dan
seterusnya.
3. Survei bertipe kombinasi
Survei ini dilakukan dengan cara menggabungkan cara survei tahap
tunggal atau ganda dengan cara registrasi. Seperti yang diketahui, registrasi
adalah proses pencatatan peristiwa demografi yang diambil dari beberapa
peristiwa penting yang terjadi. Hasil dari registrasi ini kemudian
digabungkan dan sekaligus dilakukan kros cek dengan hasil kedua jenis tipe
survei di atas, yaitu survei tunggal dan ganda.

3. Registrasi Penduduk (pencatatan)
merupakan kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa-peristiwa lahir
dan mati serta segala kejadian penting yang merubah status sipil seseorang sejak dia lahir
sampai mati. Kejadian-kejadian yang dimaksud adalah perkawinan, perceraian,
pengangkatan anak (adopsi), dan perpindahan (migrasi). Mencatat peristiwa-peristiwa
penting dalam kehiduppan disebut juga registrasi vital dan hasilnya disebut statistik vital.
Registrasi ini, karena mencatat bermacam-macam peristiwa dilakukan oleh
badan-badan yang berbeda. Hal yang perlu dicatat mengenai registrasi ini adalah bahwa
disini penduduklah yang melaporkan kepada badan yang berwenang mencatat. Jadi
berlainan dengan sensus dan survai yang justru penduduk didatangi untuk diminta
keterangannya.

REFERENSI
https://rifdahsilfanah.wordpress.com/ekonomi-kependudukan/materi-ekonomikependudukan/sumber-data-demografi/

Judul: Makalah Dasar Kependudukan

Oleh: Saptu Saptu


Ikuti kami