Makalah Identitas Nasional

Oleh Della Martha

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Identitas Nasional

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena berkat
karunianya saya telah dapat menyelesaikan ini. Pembuatan makalah ini didasarkan
untuk memenuhi tugas mata kuliah umum Pendidikan Kewarganegaraan yang di asuh
oleh Bapak Lukman Wijaya Baratha S.Sos., M.A. Selain untuk memenuhi tugas
UAS, saya menyelesaikan makalah ini sebagai sarana pembelajaran bagi saya guna
untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai Pendidikan Kewarganegaraan.
Dalam era moderenisasi ini penting bagi pemerintah maupun masyarakat
untuk

mempertahankan identitas nasional negara. Pengaruh kebudayaan luar

menyebabkan kurangnya pengetahuan kita mengenai proses pembentukan negaranya.
Terlebih lagi anak muda zaman sekarang lebih mengetahui tentang moderenisasi
dibandingkan identitas negaranya sendiri. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda
Indonesia seharusnya kita sudah mengenal dan mengetahui apa saja identitas nasional
bangsa kita. Namun pada kenyataannya banyak generasi muda Indonesia yang belum
tahu tentang apa itu identitas nasional dan apa saja wujud dari identitas nasional
bangsa Indonesia itu sendiri.
Dalam makalah ini saya ingin menjelaskan tentang identitas nasional, serta
penyebab terjadinya identitas nasional dan upaya yang harus dilakukan dalam
melestarikan identitas nasional.

Jember, Desember 2018

Penyusun

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................1
A. Latar Belakang.......................................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................................1
C. Tujuan ...................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................2
A. Pengertian Identitas Nasional................................................................................2
B. Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional .........................................................3
C. Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional...............................................7
BAB III PENUTUP...............................................................................................................
A. Kesimpulan..............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Beragamnya suku bangsa serta bahasa di Indonesia, merupakan suatu
tantangan besar bagi bangsa ini untuk tetap dapat mempertahankan identitasnya,
terlebih di era globalisasi seperti saat ini. Setiap warga negara harus lah mengerti dan
memahami apa itu identitas nasional. Identitas nasional adalah jati diri suatu bangsa
dan negara yang diketahui oleh hampir semua orang.
Maka dari itu identitas nasional sangatlah penting untuk dipelajari dan
dipahami untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk cinta tanah
air berbangsa dan bernegara serta agar bisa mempertahankan dan melestarikan ciri
khas suatu negara. Terutama pada era globalisasi seperti saat ini dimana anak muda
zaman sekarang lebih memahami tentang moderenisasi dibandingkan identitas
nasional negaranya. Di era globalisasi ini jaringan informasi mudah di akses oleh
siapapun dan kapanpun dan mengakibatkan mudah masuknya budaya luar serta
penerapan-penerapan akan pola yang diterapkan oleh negara luar yang bertentangan
dengan budaya yang ada di indonesia.
Oleh sebab itu kita harus menumbuhkan semangat juang pemuda Indonesia
untuk mempelajari identitas negara demi bangsa ini, karena mereka adalah penerus
bangsa Indonesia untuk berjuang mempertahankan dan menjunung tinggi identitas
nasional yang sudah di tetapkan.

B. Rumusan Masalah
 Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas nasiona
C. Tujuan

 Mengetahui Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas nasional

1

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Identitas Nasional
Kata identitas berasasl dari Bahasa inggris yaitu identity yang memiliki arti
ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang sebagai pembeda
dengan yang lain. Pengertian lain menjelaskan bahwa identitas merupakan sifat khas
yang menerangkan kesadaran melalui diri sendiri, golongan sendiri, atau kelompok
sendiri, hingga negara sendiri. Berdasarakan pengertian tersebut identitas tidak
hanya ada pada individu tetapi juga ada pada kelompok lain.
Sedangkan kata Nasional merupakan suatu identitas yang ada pada kelompokkelompok yang lebih besar. Kelompok tersebut ada berdasarkan persamaan baik
secara fisik seperti budaya, agama dan Bahasa maupun secara non fisik seperti
keinginan, cita-cita dan tujuan. Hal itulah yang mendorong individu-individu untuk
membentuk kelompok guna kemajuan bersama. Maka dari itu, kelompok-kelompok
inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang pada
akhirnya akan menghasilkan adanya tindakam-tindakan kelompok seperti adanya
organisasi yang di tandai khusus berdasarkan ciri khas nasional itu sendiri
Jika dilihat dari kondisi Indonesia, maka identitas nasional memiliki arti
mewujudkan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dalam
berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang ada dan dikumpulkan dalam satu
kesatuan kebudayaan nasional Indonesia yang mengacu kepada pancasila dan
bhinneka tunggal ika sebagai dasar dan arah pengembangannya. Jadi, identitas
nasional di dalam kehidupan bangsa Indonesia di dasarkan oleh pancasila yang
pengertiannya tercermin dalam penataan kehidupan masyarakat.

2

B. Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional
Salah satu identitas yang melekat pada bangsa Indonesia adalah sebutan
sebagai sebuah bangsa yang majemuk. Kemajemukan tersebut bias dilihat pada
Bhinneka tunggal ika merupakan simbol yang terletak pada burung nasional
Indonesia yaitu garuda yang memiliki arti berbeda-beda tetap satu jua. Hal tersebut
menggambarkan perpaduan dengan unsur-unsur yang menjadi identias negara
seperti sejarah, kebudayaan, suku bangsa, agama, dan bahasa.

1. Sejarah
Menurut Moh. Hatta, “sejarah adalah dalam wujudnya tentang masa lampau.
Sejarah bukan sekedar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu, tetapi
pemahaman masa lampau yang mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi
problematic pelajaran bagi manusia berikutnya.”
Indonesia adalah negara yang begitu kaya akan nilai sejarah, semua itu dapat
dibuktikan pada sejarah perjuangan dan usaha untuk merebut kembali kemerdekaan.
Jauh sebelum Indonesia menjadi sebuah negara, terdapat dua kerajaan yang pernah
mengalami masa kejayaan yang gemilang yakni, kerajaan Majapahit dan Sriwijaya
dikenal sebagai pusat kekuatan di nusantara yang bisa menembus batas-batas
territorial pada saat kerajaan itu berdiri.
Kebesaran dan kejayaan dua kerajaan nusantara tersebut telah tutut menjadi
cerminan semangat pejuang bangsa Indonesia pada abad-abad berikutnya. Terbukti
saat penjajah asing mulai menjajah Indonesia. Semangat juang bangsa Indonesia
dalam mengusir penjajah telah menjadi ciri khas tersendiri bagi bangsa Indonesia
yang kemudian menjadi salah unsur pembentuk identitas nasonal sebagai bangsa
yang panyang menyerah dan pejuang kebebasan.

3

2. Suku Bangsa
Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis. Suku
bangsa adalah golongan sosial yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan
kesatuan kebudayaan yang ada sejak lahir. Suku bangsa merupakan gabungan sosial
yang dibedakan dari golongan-golongan social karena mempunyai ciri-ciri paling
mendasar yang berkaitan dengan asal usul tempat serta kebudayaan.
Suku bangsa merupakan salah satu unsur majemuk pembentuk identitas
Indonesia, ras dan suku bangsa tersebut tersebar dari sabang sampai merauke.
Karena terdabat banyak sekali keanekaragaman suku bangsa, tidak dapat dipungkiri
bahwa penduduk Indonesia sendiri tidak hafal semua jenis suku yang ada di
Indonesia. Lenih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia.
Keberagaman tersebut harus kita syukuri dan kita jadikan alat untuk terus
menjunjung persatuan bangsa.
Tidak hanya sekedar kemajemukan yang bersifat alamiah, namun tradisi
bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan merupakan suatu unsur
utama pembentuk identitas yang perlu terus dikembangkan dan dilestarikan.
Kesatuan atas kemajemukan merupakan gambaran bahwa Indonesia adalah
kesatuan atas keberagaman yang secara simbolik diungkapkan dalam kata Bhinneka
Tunggal Ika yang dipegang oleh burung nasioanl Garuda.
3. Kebudayaan
Kebudayaan adalah sesuatu yang mempengaruhi tingkat pengetahuan, dan
meliputi system ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Kebudayaan
yang ada pada masyrakat berbeda dengan masyrakat lainnya, kebudayaan
merupakan sesuatu yang diteruskan secara turun temurun dari satu generasi ke
generasi berikutnya, kebudayaan berisi seluruh nilai, norma, pengertian, ilmu
pengetahuan, religious, sstruktur social, dan nilai lainnya sebagai wujud intelektual
dan rasa seni yang menjadi identitas atau ciri khas suatu masyarakat.
Unsur kebudayaan sebagai salah satu pembentuk identitas nasional meliputi
tiga unsur, yaitu akal budi, peradaban, dan pengetahuan. Akal budi bangsa

4

Indonesia terdapat pada sikap ramah dan santun kepada sesame warga negara
Indonesia maupun terhadap warga negara asing. Kemudian unsur peradaban dapat
dilihat berdasarkan keberadaan pacasila sebagai ideology bangsa Indonesia yang
didalamnya banyak terdapat nilai-nilai yang majemuk. Unsur yang terahir yaitu
pengetahuan dapat disadari dengan negara maritime bahwa dimasa lalu bangsa
Indonesia sangat ahli dalam pembuatan kapal pinisi yang tidak mampu dibuat oleh
negara lain.
Keragaman budaya lokal Nusantara merupakan kekuatan dari kebudayaan
nasional. Pencapaian kebudayaan ini sekaligus sebagai bukti bahwa nenek moyang
bangsa Indonesia merupakan manusia yang kreatif dan 45 1inovatif yang mampu
mengadopsi pengetahuan, nilai dan budaya asing, kemudian mengembangkannya
menjadi ciri peradaban yang memiliki nilai tambah dan menjadi ciri khas yang
membedakannya dengan produk kebudayaan bangsa lain di dunia.
4. Agama
Agama adalah ajaran atau sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan)
dan peribadatan kepada Tuhan yang Maha Esa serta tata kaidah yang
berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya.
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan salah satu negara yang
memiliki keberagaman agama yang dijamin secara konstitusi. Setidaknya ada enam
agama yang ada di Indonesia saat ini, yaitu Agama Islam, Kristen Protestan,
Katholik, Hindhu, Budha, dan Kong Hu Cu. Keanekaragam ini merupakan identitas
lain dari kemajemukan bangsa Indonesia. Selain dijamin oleh konstitusi, keberadaan
agama-agama ini merupakan suatu rahmat Tuhan yang harus bias disadari dan
disyukuri bangsa Indonesia.
Keadaan masyarakat Indonesia saat ini dengan perbedaan agama yang ada
menunjukkan sikap saling menghormati satu sama lain. Hal itulah yang mampu
membuat kerukunan bangsa Indonesia akan selalu harmonis dan tidak akan ada
memaksakan keyakinan dan tradisi satu golongan atas suatu kelompok tertentu. Di

5

dalam Pancasila sendiri dijelaskan pada sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa.
Maksud dari butir Pancasila tersebut ialah bangsa Indonesia percaya dan taqwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masingmasing menurut dasar kemanusian yang adil dan beradab.

5.

Bahasa
Pengertian bahasa secara umum adalah sebagai alat komunikasi yang berupa

bunyi dan ajuran. Alat ini mempunyai kedudukan yang sangat penting. Tanpanya,
informasi tidak akan tersampaikan dengan mudah. Bahasa yang baik berkembang
berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya.
Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia yang
dinyatakan pada peristiwa sumpah pemuda 28 oktober 1928, telah memberikan nilai
tersendiri bagi penbentukan identitas nasional Indonesia. Setidaknya terdapat 655
bahasa daerah di Indonesia yang merupakan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia.
Wilayah di Indonesia yang memiliki bahasa daerah terbanyak yaitu papua dengan
jumlah 384 lebih Bahasa.
Berdasarkan jumlah bahasa daerah yang banyak, bangsa Indonesia sangat
mudah terpecah belah apabila penduduknya tidak mampu menerima dengan baik
perbedaan yang ada, seperti bahasa daerah yang digunakan. Maka dari itu, dengan
adanya bahasa persatuan Indonesia, bahasa Indonesia memiliki nilai tersendiri bagi
Indonesia. Ia memberikan suatu hal yang sangat berpengaruh untuk pembentukan
persatuan dan nasionalisme Indonesia.

6

C. Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional
Globalisasi sangat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia,
mau tidak mau, suka tidak suka, globalisasi sudah menggeser nilai-nilai yang ada.
Nilai-nilai tersebut bisa berdampak positif dan negatif. Semua itu merupakan peluang
dan juga ancaman bagi bangsa Indonesia untuk bisa memilah dengan bijak antara
pengaruh sisi positif dan juga negatif.
1. Pengaruh globalisasi
Di era globalisasi pergaulan antar bangsa semakin ketat. Batas antarnegara
hampir tidak ada, artinya batas wilayah sudah tidak menjadi penghalang. Di dalam
pergaulan anatar bangsa yang semakin kental itu, akan menjadi proses saling meniru
dan saling mempengaruhi antar budaya masing-masing. Hal ini bias ditandai oleh dua
faktor yaitu sebagai berikut:
a. Semakin menonjolnya sikap individualitis yaitu mengutamakan kepentingan
pribadi diatas kepentingan azas gotong royong.
b. Semakin menonjolnya sikap metelialistik yang berarti harkat dan matabat
kemanusiaan diukur dari hasil atau keberhasil seseorang dalam memperoleh
kekeyaan. Hal ini berakibat bagaimana cara mempeoleh menjadi tidak
dipersoalkan lagi, bila hal ini terjadi berarti etika dan moral dikesampingkan.
Kemajuan teknologi informasi mengakibatkan akses masyarakat terhadap
nilai-nilai budaya asing yang negatif semakin besar. Apanila tidak ada tindakan untuk
menghentikan masuknya nilai-nilai budaya asing yang negatif, maka akan berdampak
buruk bagi identitas nasional dan pada puncaknya mereka tidak akan bangga terhadap
budaya bangsanya sendiri.
Pengaruh negatif akibat proses akulturasi tersebut dapat menghilangkan nilainilai yang telah ada dalam masyarakat kita, jika semua itu tidak bisa dihentikan, maka
akan mengganggu ketahanan disemua aspek, bahkan mengarah pada niali sebuah
ideology. Untuk menghentikan arus globalisasi yang sangat deras tersebut, kita harus

7

menciptakan upaya ketahanan nasional agar tetap terjaga, salah satunya dengan
membangun kinsep nasionalisme yang mengaruh kepada identitas negara.
Dengan adanya globalisasi, identitas hubungan masyarakat antar suatu negara
yang lain menjadi lebih tinggi. Dengan demikian sangat mudah munculnya kejahatan
trannasioanl menjadi lebih sering terjadi. Kejahatan tersebut antara lain seperti
narkotika, pencurian uang, terorisme dan lain-lain. Masalah tersebut sangat
berpengaruh terhandap nilai-nilai budaya bangsa yang sudah di junjung selama ini
mulai memudar. Hal tersebut terbukti dengan maraknya peredaran narkotika dan
psikotopika sehingga sangant merusak moral bangsa khususnya bagi penerus bangsa.
Jika hal tersebut tidak bisa dihentikan maka akan menggangu ketahanan nasioanl di
segala aspek kehidupan bahkan akan melunturnya nilai-nilai identitas nasional
Dengan semakin pesatnya penggunaan media elektronik dalam mengirim dan
menerima informasi, surat kabar, radio dan televisi. Kehadiran internet telah
memudahkan informasi dunia diterima oleh siapapun dipenjuru pelosok dunia. Jika
radio dan televisi masih dapat di awasi dan diatur oleh kekuasan politik sebuah
Negara, namun tidak dengan media internet. Media internet, memungkinkan
pengiriman informasi dalam jumlah yang tidak terbatas, dalam waktu yang lebih
cepat, dan dengan biaya lebih murah

2. Integrasi nasioanl Indonesia dan identitas nasional
Masalah integrasi nasional Indonesia sangat kompleks dan mempunyai
banyak dimensi. Untuk mewujudkannya diperlukan keadilan dan kebijakan dari
pemerintah dengan tidak mrmbedakan ras, suku, agama, bahasa, dan lainnya. Karena
seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memilki banyak suku, agama, ras dan lainlain, karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar baik dari kebudayaan
dan wilayahnya. Di satu sisi ini merupakan dampak positif bagi bangsa Indonesia
karena bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dengan bijak untuk mengolah
budaya-budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat. Namun hal ini juga

8

menimbulkan masalah karena kita ketahui wilayah dan budaya yang melimpah itu
menghasilkan

karakter

dan manusia yang berbeda sehingga dapat mengancam

keutuhan bangsa Indonesia.
Dengan demikian, upaya integrasi nasional dan strategi yang mantap perlu
terus dilakukan untuk mewujudkan integrasi nasioanal yang diinginkan. Upaya
pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini sangat diperlukan karena integrasi
nasional menunjukan kesatuan dan persatuan bangsa yang diinginkan. Yang pada
akhirnya persatuan dan kesatuan inilah yang yang bisa menjamin terwujudnya negara
yang makmur, aman dan tentram untuk tetap mempertahankan identitas nasional.
3. Paham nasionalisme/kebangsaan
Dalam perkembangan zaman manusia dari dahulu hingga saat ini telah terjalin
interaksi antar sesama manusia yang semakin lama bentuknya menjadi lebih komplek
dan rumit. Hal itu dimulai dari tumbuhnya rasa kesadaran untuk menentukan nasib
sendiri. Untuk negara-negara yang pernah dijajah seperti Indonesia oleh berbagai
Negara maju pada masa perang dunia I maupun perang dunia II memunculkan suatu
rasa untuk mampu bebas atau merdeka dan juga menentukan masa depannya sendiri
tanpa ada paksaan oleh pihak-pihak tertentu.
Pada masa perjuangan untuk merdeka, dibutuhkan suatu konsep dasar
pembenaran nasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib diri sendiri yang mampu
membawa rakyat Indonesia ikut serta dalam perjuangan atas nama bangsa Indonesia.
Kemudian konsep tersebut berubah menjadi sebuah paham ideologi kebangsaan. Dari
sinilah muncul konsep-konsep turunan dari ideologi kebangsaaan seperti bangsa,
negara, dan gabungan keduanya. Bangsa dan negara digabung sebagai suatu
komponen penting yang membentuk identitas bangsa atau nasional. Sehingga paham
nasionalisme atau kebangsaan adalah situasi ketika diri memberikan pengorbanan
sepenuhnya baik itu fisik maupun mental untuk dapat diwujudkan secara nyata
kepada bangsa dan negara.

9

Adanya rasa nasionalisme terbukti sangat berpengaruh di dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara saat ini. Dengan rasa itu, masyarakat Indonesia bersatu dan
berjuang bersama merebut kemerdekaan dari para penjajah. Melalui usaha yang
keras, mampu membawa masyarakat keluar dari cengkraman penjajah dan
memproklamirkan

kemerdekaan

bangsa

Indonesia.

Semangat

nasionalisme

diharapkan tetap melekat pada diri masyarakat Indonesia.
Walaupun saat ini Indonesia sepenuhnya telah merdeka, akan tetapi muncul
suatu penjajahan baru yang tidak dapat dilawan dengan senjata yaitu narkoba.
Keadaan yang begitu memprihatinkan ini membuat Indonesia berstatus darurat
narkoba. Maka perlu adanya pencegahan yang berkelanjutan dari pemerintah dan
masyarakat itu sendiri dengan memberikan suatu pengetahuan tentang bahaya
narkoba. Selain itu, perlu memberikan pengetahuan akan paham nasionalisme atau
kebangsaan agar menjauhi sesuatu yang dapat merusak para penerus bangsa dan
negara.
4. Paham Nasionalisme Kebangsaan sebagai Konsep Identitas Nasional
Paham nasionalisme tidak dapat diragukan lagi bagaimana efek yang telah
ditimbulkan terutama ketika berjuang merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.
Semangat nasionalisme dihadapkan secara efektif oleh masyarakat Indonesia dan
digunakan sebagai cara perlawanan, seperti yang disampaikan oleh Larry Diamond
and Marc F. Platter, bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas
menggunakan retorika anti terorisme dan anti imperialisme. Jadi, para pengikut
nasionalisme memiliki keyakinan bahwa dengan cita-cita dan tujuan yang mereka
miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas nasional.
Dengan demikian, bangsa merupakan suatu wadah yang di dalamnya
terhimpun orang-orang yang mempunyai kesamaan keyakinan dan persamaan lainnya
seperti ras, etnis, agama, bahasa dan budaya. Unsur persamaan tersebut dapat
dijadikan sebagai sebagai identitas politik bersamman atau untuk menetukan tujuan

10

organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas popolasi,
geografis, dan pemerintah yang permanen.
Pemerintah yang permanen merupakan sebuah bangsa yang memiliki
bangunan politik, seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial, pemerintahan
yang sah, pengakuan luar negeri dan sebagainya. Munculnya paham nasionalisme
tidak bisa dilepaskan dari situasi soasoal politik dekade pertama abad ke-20. Pada
abad itu muncul semangat untuk menentang kolonialisme mulai bermunculan di
kalangan pribumi. Cita-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat
untuk para tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk memformasikan bentuk
nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat idonesia.
Paham nasioanalisme Indonesia yang disampaikan Soekarno, bukanlah paham
nasionalisme yang bersifat sempit seperti, tiruan dari barat, paham nasionalisme yang
dikembangkan Soekarno bersifat toleran, dan tidak agresif seperti nasionalisme yang
dikembangkan di eropa. Selain untuk mengungkapkan keyakinan watak nasionalisme
yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan juga untuk menyakinkan pihak-pihak
yang berbrda pandangan bahwa kelompok nasioanlisme dapat berkerjasama dengan
kelompok manapun termasuk dari golongan islam atau bukan. Meskipun soekarno
seorang muslim tetapi tidak hanyan meendasarkan pada perjuangan islam. Semangat
soekarno tersebut mendapatkan dukungan luas dari kalangan muda didikan barat
yang kemudian semakin berkembang sampai sekarang, dengan munculnya konsep
identitas nasional.
Adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keabngsaan sangat
memprihatinkan. Mereka mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme
kebangsaan.

11

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keberagaman adalah sesuatu yang harus di syukuri, dan sebagai suatu
bangsa yang beragama kita seharusnya dapat menghargai keberagaman yang ada
di Indonesia ini serta dapat memilih serta memilah yang terbaik untuk diterpakan
di negara tercinta Indonesia ini. Karena keberagam merupakan hadiah dari Allah
SWT yang harus kita syukuri dan harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,
Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah untuk
saling mengenal dan menghargai perbedaan serta saling menjaga satu sama lain.
Hakikat kemerdekaan suatu negara akan tampak disaat negara itu dapat
menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budayanya sendiri, dan selalu
membuka diri terhadap nilai positif dari luar baik itu yang berbentuk budaya,
ekonomi, politik, dan lain-lain. Dan juga kita harus bisa memilah budaya yang
baik ditiru dan bisa di terima di Indonesia tanpa menghilangkan budaya negara
sendiri.

12

DAFTAR PUSTAKA
Darmadi, M.Pd. Prof. Dr. Hamid. 2014. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Bandung: Alfabeta.
Abdul rozak dan Ubaedillah, A . 2003. Pancasila, Demokrasi, HAM, dan Masyarakat
Madanii. Jakarta: Kencana.
Abdullah, Taufik . 983.. Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. Jakarta:
CV. Rajawali.
Tilar, H.A.R . 2007. Mengindonesia etnis dan identitas bangsa Indonesia.. Jakarta:
Rineka cipta.

13

Judul: Makalah Identitas Nasional

Oleh: Della Martha


Ikuti kami