Tugas Kimia Radioaktif

Oleh Agus Srinata

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kimia Radioaktif

A. PENGERTIAN ZAT RADIOAKTIF
Zat radioaktif adalah zat yang tidak mempunyai isotop stabil, sehingga disebut juga
radioisotop.zat tersebut dapat memancarkan sinar radiasi yang disebut sinar radioaktif, berupa
sinar alfa(α), sinar beta(β), sinar gamma(γ).Radioisotop adalah isotop tidak stabil yang
memancarkan radiasi secara spontan dan terus-menerus. Jika jumlah neutron dalam suatu inti
sama dengan jumlah proton, maka inti akan stabil atau non radioaktif. Tetapi jika dalam inti
jumlah neutron tidak sama dengan jumlah proton, maka inti menjadi tidak stabil. Semakin
banyak perbedaan jumlah neutron dengan jumlah protonnya , maka semakin tidak stabil dan
semakin cepat pula inti itu melepaskan kelebihan energinya dalam bentuk sinar radiasinya.
Pada tahun 1900 Rutherford menemukan sinar alfa(α), dan sinar beta(β) dan pada tahun yang
sama sinar gamma(γ) ditemukan oleh P.Villard.
B. JENIS-JENIS SINAR RADIOAKTIF
Apabila ditinjau berdasarkan jenisnya maka sinar radioaktif terdiri dari alfa dengan
simbol β, beta dengan simbol β, dan gamma dengan simbol γ. Setiap jenis radiasi memiliki
karakteristik khusus.
a. sinar Alfa(α).
Sinar α mempunyai sifat sebagai berikut:
1. Merupakan inti helium(He).
2. Diberi simbol 42α, berarti partikel bermuatan positif dua dan bermassa empat.
3. Dibelokkan oleh medn magnet ke arah kutub negatif karena bermuatan positif.
4. Mempunyai daya tembus paling kecil, daya jangkau 2,8 sampai dengan 8,3cm.
5. Daya ionisasi patikel α sangat besar,± 100 kali daya ionisasi partikel β dan 10.000 kali
ionisasi sinar γ.
6. Kecepatan partikel bervariasi antara 1/100 hingga 1/10 kecepatan cahaya.
b. Sinar Beta (β)
Sinar β mempunyai sifat sebagai berikut:
1. Merupakan partikel yang identik dengan elektron.
2. Diberi simbol 0-β atau 0-I, berati partikel bermuatan negatif satu dan massa sangat kecil
(=5,5 x 10-4sma).
3. Dibelokkan oleh medan magnet ke arah positif karena bermuatan negatif.
4. Daya tembusnya lebih besar dari sinar α, sinar β dapat menembus beberapa cm dalam
medium udara.
5. Daya ionisasi di udara 1/100 dari partikel α.
6. Kecepatan partikel β berkisar antara 1/100 hingga 99/100 kecepatan cahaya.
c. Sinar Gamma(γ).
Sinar γ mempunyai sifat sebagai berikut:
1. Merupakan gelombang elektromagnetik.
2. Diberi simbol γ, berarti partikelnya tidak bermuatan dan tidak bermassa.
3. Karena tidak bermuatan, maka sinar γ tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun mdan
magnet.
4. Sinar γ dipancarkan oleh inti atom yang dalam keadaan tereksitasi ddengan panjang
gelombang antara 0,005 Å hingga 0,5 Å.
5. Daya ionisasinya di dalam medium sangat kecil sehingga daya tembusnya sangat besa
jika dibandingkan dengan daya tembus partikel α atau β (± 10.000 lebih besar dari sinar α).
C. KEGUNAAN RODIOAKTIF

Pemanfaatan radioaktif telah dinikmakti oleh banyak segi kehidupan, yaitu mencakup
beberapa sektor pembangunan nasional.
1. Dalam Bidang Kimia.
Dalam bidang kimia, pemanfaatan radioaktif adalah sebagai berikut.
a. Mekanisme Reaksi
Teknik perunut digunakan dalam penyelidikan mekanisme reaksi. Perunut merupakan
suatu isotop yang ditambahkan pada unsur atau pereaksi dalam proses kimia.
Contoh:
Dalam reaksi fotosintesis digunakan isotop 18O yang merupakan isotop radioaktif.
Esterifikasi antara alkhol dan asam karboksilat.
Reaksi oksida propena dengan menggunakan KmnO4 dalam suasana asam dan basa.
b. Analisis Kimia (analisis pengaktifan neutron)
Pada analissis ini jumlah kandunga suatu zat diukur dalam sejumlah zat dengan cara
menembakkan neutron pada suatu inti atom unsur yang stabil menjadi inti atom yang bersifat
radioaktif. Cara analisis ini banyak digunakan antara lain:
Penentuan kandungan logam berat daalam campuran;
Penentuan unsur beracun pada tubuh manusia;
Penentuan unsur mikro yang terdapat dalam tumbuhan;
Penentuan tingkat kandungan unsur
dalam tanah.
c. Radiasi untuk Pengawetan Makanan Menggunakan Isotop 60Co atau 137Cs
Karena sifat sinar γ, sinar X, atau elektron cepat yang digunakan dalam proses ini
mempunyai daya tembus besar dan tidak menimbulkan perubahan temperatur yang berarti
pada bahan yang diiradiasi, menyebabkan proses ini dapat digunakan untuk mengawetkan
bahan yan telah dikemas dalam kemasan akhir ataupun telah dibekukan. Selain dapat
meningkatkan daya awet, iradiasi juga mampu untuk meningkatkan mutu serta higiene bahan
pangan yang berati ikut membantu melindungi kesehatan masyarakat.
2. Bidang Hidrologi
Dalam bidang hidrologi, pemanfaatan radioisotop adalah sebagai berkut.
a. Pengukuran Debit Air Sungai
Dasar pengukuran debit air adalah dengan pengengeran perunut. Perunut radioisotop
dalam jumlah yang tidak membahayakan dilepas di bagian hulu sungai kemudian diukur
konsentrasinya dibagian hilir.
b. Menentukan Kebocoran suatu bendungan (Dam)
Zat radioisotop yang digunakan harus tidak berbahaya terhadap manusia dan
lingkungan sekitar, larut dalam air, tidak diserap oleh tanah atau tubuh bendungan serta
tumbuhan. Radioisotop dilepaskan pada tempat tertentu di bendungan yang diperkirakan
tempat kebocoran sehingga zat radioaktif akan masuk mengikuti arah kebocoran.
3. Bidang Pertanian dan Peternakan
Dalam bidang pertanian dan peternakan, pemanfaatan radioaktif adalah sebagai berikut.
a. Pemuliaan Tanaman
Pemuliaan tanaman adalah suatu fenomena yang menunjukkan perubahan sifat sehingga
tanaman menjadi lebih unggul daripada tanaman asalnya. Perubahan sifat itu terjadi akibat
dari perubahan (mutasi) struktur kromosom di dalam inti sel. Bahan untuk tujuan mutasi
radiasi adalah semua bagian tanaman, seperti stek, tunas dan biji.

b. Pengendalian Hama Tanaman
Pemberantasan serangga hama dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung.
Pemberantasan hama secara langsung ialah serangga langsung dimatikan dengan radiasi.
Pemberantasan hama secara tidak langsung ialah dengan menekan pertumbuhan populasinya
serendah mungkin, sehingga tidak merugikan (serangga jantan dimandulkan dengan radiasi.
4. Bidang Kedokteran
Radioisotop dapat digunakan baik untuk diagonis maupun untuk pengobatan ( terapi)
berbagai macam penyakit.
5. Proses Industri
Dalam proses industri pemanfaatan radioaktif adalah sebagai berikut.
a. Perbaikan Mutu Kayu dengan Cara Radiasi
Dengan suatu cara tertentu maka sejenis cairan organik yang termasuk dalam golongan
monomer dapat dimasukkan ke dalam rongga-rongga udara yang terdapat pada sel-sel kayu.
Kemudian di radiasi menjadi kayu yang lebih keras daripada aslinya dan keawetannya
bertambah.
b. Perbaikan Mutu Serat Tekstil
Radiasi dapat memodifikasi sifat-sifat serat alam maupun buatan menurut keperluan.
Sebagai contoh serat-serat poliester yang pada keadaan normal sukar menyerap air sehingga
dapat diubah menjadi serat poliester yang mudah menyerap air.
6. Pembangkit Listik Tenaga Nuklir(PLTN)
Tenaga nuklir digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik yang murah, aman, dan
tidak mencemarkan lingkungan. Pembangkit listrik tenaga nuklir sebenarnya hampir sama
dengan pembangkit listrik konvensional (PLTU,PLTG, PLT Minyak), yaitu menggunakan
tenaga uap untuk menggerakkan turbin dan generator. Hal yang membedakan adalah panas
yang digunakan untuk membangkitkan uap tidak dihasilkan dan pembakaran bahan fosil
( batu bara, minyak), tetapi sebagai hasil dari pembelahan inti atom uranium.
D. BAHAYA RADIOAKTIF
Radiasi yang berlebihan dipancarkan oleh zat radioisotop dapat berkibat racun bagi
tubuh, mengganggu pekerjaan sel dan dapat menyebabkan kematian sel. Jaringan yang paling
peka terhadap radiasi adalah mata, alat kelamin, dan sumsum tulang. Radioisotop dapat juga
menyebabkan pembelahan sel darah putih, sehingga terjadi pembelahan sel darah putih yang
berlebihan. Penyakit ini disebut leukemia. Pengaruh radiasi terhadap kelenjar-kelenjar
kelamin dapat menyebabkankemandulan dan mutasi-mutasi pada keturunannya.

Judul: Tugas Kimia Radioaktif

Oleh: Agus Srinata


Ikuti kami