Tugas Kelompok Samuel

Oleh Alvin Kristian

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kelompok Samuel

I.

Latar belakang
Pada awal mulanya, Alkitab berbahasa Ibrani atau Kitab Suci Yahudi tidak
membagi cerita ini menjadi dua buku (1 dan 2 Samuel) karena melingkupi kisah
berkelanjutan dari tiga karakter utama: Samuel, Saul dan Daud. Versi Septuaginta dan
Vulgata yang membaginya, dan Alkitab berbahasa Ibrani yang tercetak setelah tahun
1488 mengikuti cara tersebut.1 Bersama-sama keduanya meliput periode peralihan
dari hakim-hakim sampai pada pendirian monarkhi, termasuk pemerintahan Saul dan
Daud.
Kitab 1 Samuel merupakan lanjutan dari kisah dalam kitab Hakim-hakim.
Semuanya dimulai pada masa pergolakan di Hakim-hakim, ketika Eli merupakan
seorang imam-hakim dan Israel berada dalam penindasan bangsa Filistin. Sedangkan
kitab 2 Samuel merupakan kisah lanjutan dari kitab 1 Samuel. Kisah kehidupan Daud
ini dilanjutkan dengan dimahkotainya Daud sebagai Raja Israel pada saat kematian
Saul. 2 Samuel sebagian besar meliputi masa bertakhtanya Daud selama 40 tahun di
Hebron dan Yerusalem.
Sumber-sumber untuk periode sejarah ini sangat jarang. Baik posisi Mesir
maupun posisi Mesopotamia tidak memungkinkan mereka memperhatikan negerinegeri yang berada jauh di luar perbatasan mereka sehingga bangsa-bangsa kecil dari
Siro-Palestina dibiarkan saling bercekcok. Ancaman terhadap Israel yang khususnya
datang dari Filistin mengharuskan adanya kerjasama yang lebih besar di antara sukusuku Israel daripada yang ada sebelumnya. Hal-hal ini secara langsung menyebabkan
peralihan-peralihan kepada suatu bentuk pemerintahan kerajaan. Kadang-kadang Saul
memperoleh kemenangan atas orang Filistin, tetapi dia gugur dalam pertempuran di
Gilboa dan orang Filistin menguasai paling tidak bagian tengah dari Palestina. Oleh
karena itu tugas untuk mengusir orang Filistin berada di tangan Daud. Ia juga berhasil
memperluas kekuasaan Israel atas hampir seluruh kawasan Siro-Palestina melalui
serangkaian penaklukan dan pakta.2
Kitab 1 dan 2 Samuel juga merupakan lanjutan dari Sejarah Deuteronomis. Kitab
ini juga ditulis dalam skema teologi Deuteronomis, yaitu dosa, hukuman, pertobatan,
dan keselamatan. Kitab ini menggambarkan adanya pro-kontra tentang perlu tidaknya
seorang raja. Pada akhirnya atas perintah Tuhan, Samuel menerima permintaan

1
2

J.I Packer Ensiklopedi Fakta Alkitab (Malang:Gandum Mas, 2001) 1179
Andrew E. Hill dan John H. Walton Survei Perjanjian Lama (Malang:Gandum Mas, 1996) 300

1

bangsa Israel akan seorang raja. Dengan demikian lembaga kerajaan bukanlah
kebudayaan asli Israel, tetapi diadopsi dari kebudayaan bangsa Kanaan3

II.

Garis besar
A. Garis besar kitab 1 Samuel
1. Kehidupan dan Pelayanan Samuel

1:1-7:1

a. Kelahiran dan Masa Kecil Samuel

1:1-4:1a

b. Perampasan dan Pengembalian Tabut Tuhan

4:1b-7:1

c. Kemenangan Atas Bangsa Filistin

7:2-17

2. Kehidupan dan Pelayanan Saul

8:1-14:23

a. Bangsa Israel Meminta Seorang Raja

8:1-22

b. Kehidupan Politik Saul

9:1-12:25

c. Perang Melawang Bangsa Filistin

13:1-14:46

3. Kehidupan dan Permulaan Pelayanan Daud

15:1-31:13

a. Saul Ditolak Samuel

15:1-35

b. Daud Diurapi untuk Menjadi Raja

16:1-13

c. Daud di Istana Saul

16:14-19:24

d. Daud dalam Pengasingan

19:18-30:25

e. Kematian Saul

31:1-13

B. Garis besar kitab 2 Samuel
1. Daud, Sang Raja

1:1-20:26

a. Daud, Menjadi Raja di Hebron

1:1-4:12

b. Daud, Menjadi Raja di Yerusalem

5:1-8:18

c. Kehidupan Daud di Istana

9:1-20:26

2. Hari-hari Terakhir Daud

21:1-24:25

a. Kelaparan

21:1-14

b. Berbagai Perbuatan yang Gagah Berani

21:15-22

c. Mazmur Daud

22:1-51

d. Surat Wasiat Daud

23:1-7

e. Berbagai Perbuatan yang Gagab Berani

23:8-39

3

Pdt. Dr. Barnabas Ludji Pemahaman Dasar Perjanjian Lama I untuk Studi Kritis (Bandung:Bina
Media Informasi, 2009)

2

f. Sensus dan Wabah Penyakit
III.

24:1-25

Kepenulisan
A. Penulis
Pada kitab 1 Samuel kemungkinan pada waktu kepenulisannya Samuel hanya
menulis bagian-bagian yang berkenaan dengan sejarah bangsa Israel sebelum ia
mengundurkan diri dari jabatannya. Beberapa pakar menganjurkan bahwa Abiatar 4
yang menulis sebagian besar dari kitab 1 dan 2 Samuel, terutama bagian yang
menggambarkan kehidupan Daud di istana.5 Dugaan yang lain ialah bahwa sala
seorang murid Samuel telah menyelesaikan kisah sejarah Israel yang dimulai oleh
gurunya.
Sedangkan dalam kitab 2 Samuel, kitab ini tidak menyebutkan penulisnya.
Kemungkinan kitab ini ditulis oleh seorang katib yang bekerja di istana Raja Salomo,
atau masa sesudahnya.6 Tulisan dalam kitab ini mengandung banyak kata-kata Ibrani
kuno dan kutipan-kutipan dari dokumen-dokumen masa lampau.7
B. Tempat kepenulisan
Tidak diketahui, kemungkinan di Israel karena sebagian isi dari kitab ini
membahas kehidupan-kehidupan di Israel.
C. Tahun kepenulisan
Peristiwa-peristiwa dalam kitab ini terjadi pada paruhan yang akhir dari abad
ke-11 dan bagian awal dari abad ke-10 SM, tetapi sulit untuk memastikan kapan
peristiwa-peristiwa itu dicatat.8 Kemungkinan untuk kitab 1 Samuel ditulis antara
tahun 1050-931 SM. Dan kitab 2 Samuel pada tahun 1010 dan 931 SM. Namun, kitab
ini belum mencapai bentuk akhirnya sampai beberapa tahun kemudian, sekitar 930
dan 772 SM.

4

Abiatar adalah teman akrab Daud selama perang saudara. Ia juga berasal dari keluarga imam dan
tidak diragukan lagi ia telah belajar seni menulis.
5
J.I Packer Ensiklopedi Fakta Alkitab (Malang:Gandum Mas, 2001) 1179
6
J.I Packer Ensiklopedi Fakta Alkitab (Malang:Gandum Mas, 2001) 1181
7
Ibid
8
Andrew E. Hill dan John H. Walton Survei Perjanjian Lama (Malang:Gandum Mas, 1996) 299

3

D. Rentang Waktu
Sekitar 94 tahun (masa sejak kelahiran Samuel sampai kematian Saul)
E. Ditujukan kepada
Bangsa Israel
F. Isi
1. Kitab 1 Samuel
Bangsa Israel bersikeras untuk memiliki seorang raja seperti bangsa yang
tidak mengenal Allah; mereka tidak mau lagi Allah menempatkan seorang hakim
atas mereka. 1 Samuel adalah kisah tentang hakim terakhir Israel dan nabi
pertama (Samuel), raja yang pertama (Saul), dan tahun-tahun awal dari raja yang
dipilih dan diurapi (Daud). Saul kurang memiliki hati yang mencari Allah, maka
Allah menolaknya sebagai raja. Daud muda pun masuk dalam situasi dengan
membunuh Goliat dengan sebuah ali-ali dan batu kecil (pasal 17) dan membina
persahabatan yang kuat dengan anak-anak Saul, yaitu Yonatan (pasal 18). Allah
memilih Daud untuk menggantikan Saul sebagai raja, tetapi Daud harus lari ke
padang gurun untuk melepaskan diri dari kecemburuan Saul yang membabi-buta.
Daud hidup dalam pelarian sampai Saul dan puteranya mati dalam pertempuran di
Gunung Gilboa. Sekarang panggung pun dipersiapkan untuk masa keemasan
dengan bertakhtanya Daud sebagai Raja Israel
2. Kitab 2 Samuel
Kisah kehidupan Raja Daud mendominasi kitab 2 Samuel ini. Pertamatama, Daud memerintah atas Yehuda sekitar 7 tahun. Kemudian, kedudukannya
sebagai raja diakui oleh Israel yang telah bersatu yang kemudian diperintahnya
selama 33 tahun. Selama masa transisi itulah ibukota dipindahkan dari Hebron ke
Yerusalem dimana Tabut Perjanjian berada. Kemenangan-kemenangan tentara
Daud memperluas perbatasan tanah perjanjian dan kemenangan-kemenangannya
membawa bangsa Israel ke puncak kekuasaannya. Akan tetapi, keberhasilan Daud
segera berubah menjadi tragedy di tengah-tengah pemerintahannya, ketika hawa
nafsunya terhadap Batsyeba pada akhirnya membawanya pada perzinahan dan
pembunuan atas Uria suami Batsyeba (pasal 11). Nabi Natan menegur Daud atas
4

dosanya, dan Daud sungguh-sungguh bertobat dan dipulihkan Allah. Namun,
harga dosa itu masih harus dibayarnya dengan pemberontakan puteranya
Absalom, perang saudara, dan gejolak di dalam negeri. Meskipun kemashyuran
dan kemuliaan Daud sekarang telah berkurang dan tidak akan pernah sama lagi,
Allah masih memberkati Daud dan Batsyeba, dari mereka lahirlah Salomo, yang
kemudian hari menggantikan Daud sebagai raja dan menjadi bagian dari garis
keturunan sang Raja Yesus Kristus.
G. Kata Kunci
1. Kitab 1 Samuel
“Kecemburuan”; “Hati”. Kitab ini penuh dengan “kecemburuan” : Bangsa
Israel ingin memiliki seorang raja seperti bangsa-bangsa di sekitarnya, dan
“kecemburuan” Saul terhadap penggantinya, Daud. Jadi, Allah memandang ke
dalam “hati”, dan pilihan-Nya bukan selalu yang diharapkan manusia.
2. Kitab 2 Samuel
“Urapan”; “Daud”. Seluruh kitab berputar sekitar kehidupan “Daud” yang
“diurapi”. Kemenangan dan kegagalannya dipaparkan dengan jelas dari
posisi Daud, yang hanya dapat dianugerahkan oleh Allah kepadanya.
H. Tema
1. Kitab 1 Samuel


Allah itu lebih besar daripada masalah apapun yang kita hadapi



Dengan pertolongan Allah emosi kita dapat terus berada di bawah
kontrol-Nya



Bahkan anak Allah sekalipun dapat gagal dan jatuh dalam dosa



Pucuk pimpinan kita haruslah Allah sendiri, dan bukan manusia



Bagi Allah ketaatan jauh lebih penting daripada pengorbanan



Seperti

Daud,

kita

haruslah

menjadi

seseorang

yang

memperkenankan hati Allah (13:14)
2. Kitab 2 Samuel


Allah dapat mengerjakan hal-hal luar biasa melalui hidup orangorang yang biasa

5



Kepercayaan kita sepenuhnya haruslah kepada Allah dan bukan
kepada manusia.

IV.

Tujuan Penulis
Seperti yang kita lihat di bagian pendahuluan pada kepustakaan sejarah, kitabkitab ini tidak mempunyai tujuan yang semata-mata bersifat sejarah. Maksudnya,
kitab-kitab ini bukanlah sejarah untuk kepentingan sejarah.9 Kitab-kitab ini pun tidak
dimaksudkan sebagai kitab biografi, kedatipun di dalamnya terdapat sedikit data
biografis. Tujuan utamanya bersifat teologis. Yang dititikberatkan dalam kitab-kitab
ini dan akhirnya dalam perjanjian itu sendiri adalah pengembangan paham yang tepat
mengenai otoritas ilahi.10
Pesan utama kitab 1 dan 2 Samuel adalah bahwa perjanjian Daud ditetapkan oleh
Allah.11 Tujuan lain dari penulis adalah menunjukkan pada pembaca bahwa Daud
bukan seorang perebut takhta, tetapi dengan saksama telah menjauhi tindakan apapun
yang melawan seisi rumah Saul. Hal ini segaja diketengahkan untuk menjelaskan
bahwa Allah yang menempatkan Daud di atas takhta, jagan sampai ada yang mengira
bahwa Daud adalah seorang pengkhianat yang berkomplot untuk merebut takhta,
membunuh raja dan pewaris-pewarisnya yang sah, dan kemudian berusaha untuk
membenarkan kekejamannya dengan menyatakan bahwa Allah yang menempatkan
dia di atas takhta.
Namun, ini bukanlah usaha untuk menutupi kesalahan-kesalah Daud. Narasa
ini menggambarkan Daud dalam keberadaannya sebagai manusia dan menolak untuk
menutup-nutupi berbagai kelemahannya ataupun hukum yang dia terima dari Allah.
Kemudian, paruhan kedua dari Kitab Samuel beralihb kepada masalah dalam keluarga
dan kerajaan Daud yang disertai pesan bahwa kegagalan-kegagalan Daud sendiri
diperbesar dalam anak-anaknya sampai membahayakan perjanjian Tuhan dengan
Daud. Kisah ini dilanjutkan dalam kitab 1 dan 2 Raja-raja.

9

Andrew E. Hill dan John H. Walton Survei Perjanjian Lama (Malang:Gandum Mas, 1996) 300
Ibid, 301
11
Ibid
10

6

Judul: Tugas Kelompok Samuel

Oleh: Alvin Kristian


Ikuti kami