Tugas Jiwa Seminar

Oleh Laudia Kandar

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Jiwa Seminar

SUMBER : Kaplan
* DEFINISI
Gangguan Depresi adalah juga dikenal sebagai depresi unipolar. Gangguan ini terjadi tanpa
riwayat episode manik, campuran atau hipomanik. Episode depresi harus ada setidaknya 2 minggu dan
seseorang yang di diagnosis memiliki episode depresi terutama juga harus memiliki setidaknya empat
gejala dari daftar yang mencakup perubahan berat badan dan nafsu makan, perubahan tidur dan aktivitas,
tidak ada energi, rasa bersalah, masalah dalam berpikir dan membuat keputusan, serta pikiran berulang
mengenai kematidan dan bunuh diri.
* EPIDEMIOLOGI
-

Insiden dan Prevalensi

Gangguan depresif adalah gangguan yang lazim ditemukan dengan prevalensi seumur hidup sekitar
15%, pada perempuan mungkin 25%. Insiden gangguan depresi10% pada pasien yang berobat di fasilitas
kesehatan primer dan 15% di tempat rawat inap.
-

Jenis Kelamin

Dari suatu obseravasi yang hampir universal, tanpa melihat negara atau kebudayaan, prevalensi
gangguan depresif dua kali lebih besar pada perempuan daripada laki-laki. Alasan perbedaan ini yang
telah di hipotesiskan antara lain perbedaan hormonal, pengaruh kelahiran anak, stressor psikososial yang
berbeda antara laki-laki dan perempuan, serta model perilaku ketergantungan yang dipelajari
-

Usia

Usia rata-rata gangguan depresif sekitar 40 tahun, dengan 50% pasien memiliki usia antara 20-50
tahun. Gangguan depresif dapat juga dimulai pada masa kanak-kanak atau usia tua. Data epidemiologis
terkini mengesankan bahwa insiden gangguan depresif Mayor mungkin meningkat di antara orang berusia
di bawah 20 tahun. Hal ini mungkin berkaitan dengan meningkatnya penggunaan alkohol serta
penyalahgunaan obat pada kelompok usia ini.
-

Status Pernikahan

Gangguan Depresif paling sering terjadi pada orang tanpa hubungan antar personal yang dekat atau
pada orang yang mengalami perceraian atau perpisahan.

SUMBER : Catatan Ilmu Kedokteran jiwa. Willy F Maramis. Edisi 2.
Surabaya: Airlangga University Press,2009.
* DEFINISI
Gangguan ini mungkin hanya episode tunggal atau terjadi berulang. Dibedakan selain keparahan
gejalanya juga tingkat kesembuhan dan lama kesembuhan. Jarak antara 2 episode paling sedikit 2 bulan
tanpa ada gejala depresi yang berarti. Dapat menjadi episode kronik bila memenuhi kriteria lengkap untuk
minimum 2 tahun. Biasanya lebih sering relaps dan rekuren sehingga memerlukan terapi rumatan.
* EPIDEMIOLOGI
Banyak studi epidemiologi mendapatkan prevalensi depresi unipolar bervariasi antara 20-40%.
Prevalensi sepanjang hidup dari kormobiditas depresi dan siklomatia berkisar antara 1,5-2,5% pada
populasi umum dewasa. Umur onset untuk depresi berkisar antara 27,4 tahun (dari study Epidemiologic
Catchment Area/ECA), 29,2 tahun (dari Netherlands Mental Healthy Survey and Incidence
Study/NEMESIS) hingga pertengahan umur 30-an (dari Studi International Consortium of Psychiatric
Epidemilogy). Prevalensi menurut jenis kelamin sangat konsisten pada berbagi studi yaitu wanita dua kali
diabanding pria. Studi epidemiologi diantara orang yang menikah dan tidak menikah menunjukkan bahwa
angka depresi lebih tinggi diantara mereka yang tidak pernah menikah atau sebelumnya pernah menikah
dibandingkan dengan yang masih mempunyai pasangan nikah. Korelasi antara perpisahan atau perceraian
dengan depresi lebih tinggi pada pria daripada wanita. Dikatakan bahwa yang tidak pernah menikah
beresiko untuk mengalami depresi pada usia lanjut, sementara orang pernah menikah bersiko untuk
mengalami depresi sepanjang hidup. Walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan
etnis dan depresi, dari beberapa data didapatkan bahwa golongan etnis minoritas mempunyai angka
depresi lebih tinggi. Korelasi antara status sosial ekonomi dengan depresi didapatkan angka yang
konsisten untuk peningkatan angka depresi pada status sosial ekonomi yang rendah. Studi korelasi antara
penduduk rural dan urban dengan depresi mayor mendapatkan hasil bervariasi, namun data terbanyak
menunjukkan bahwa abgka depresi lebih sedikit di daerah rural dibanding urban dengan alasan yang
belum jelas, tetapi diduga karena angka kriminalitas dan stress kehidupan yang lebih banyak.
Kormobiditas psikiatri didapatkan pada 3 dari 4 individu dewasa dengan depresi mayor dalam perjalanan
hidup.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SUMBER: ?
* EPIDEMIOLOGI
Rasio jenis kelamin tidak setara, episode depresif lebih sering menyerang perempuan. Insidensi
episode depresif adalah antara 80-200 kasus baru per 100.000 populasi setiap tahun pada laki-laki, antara
250-7800 kasus baru per 100.000 populasi setiap tahun pada perempuan. Prevalensi titik di negara-negara
barat adalah antara 1,8 dan 3,2% untuk laki-laki dan antar 2 dan 9,3% untuk perempuan. Prevalensi titik
gejala-gejala depresi lebih tinggi, sampai 20%. Risiko seumur hidup pada populasi umum di negaranegara barat adalah 5-12% pada laki-laki dan 9-26% pada perempuan.
Usia awitan rata-rata sekitar usia akhir 30 tahuanan, tetapi dapat mulai terjadi pada usia
berapapun pada masa kanak-kanak dan seterusnya. Gangguan ini mempunyai insiden lebih tinggi pada
mereka yang tidak menikah, termasuk mereka yang bercerai atau berpisah.
Episode depresi juga lebih sering ditemukan pada perempuan kelas pekerja daripada perempuan
dari golongan menengah. Gangguan ini juga sering terjadi pada perempuan yang :


Mempunyai tiga atau lebiah anak berusia kurang dari 14 tahun yang perlu dijaga



Tidak bekerja diluar rumah



Tidak memiliki teman untuk membicarakan, misalnya kurang keintiman



Kehilangan ibu sebelum usia 11 tahun, karena kematian atau berpisah

SUMBER:

Badan

Penerbit.Fakultas

Kedokteran

Universitas

Indonesia.Jakarta,2010
*PENDAHULUAN
Gangguan depresi, dalam buku Synopsis of Psychiatry dibawah naungan gangguan mood.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang gangguan depresi, lebih dahulu dipahami apa yang dimaksud
dengan emosi dan mood dan mengapa kedua tanda (sign) tersebut harus dipahami. Dalam pembahasan
emosi tercakup antara lain afek, mood, emosi yang lain, dan gangguan psikologi yang berhubungan
dengan mood. Oleh karena bagian ini membahas gangguan depresi, maka pembahasan dibatasi pada
emosi dan mood.
Emosi merupakan kompleksitas perasaan yang meliputi psikis, somatic dan perilaku yang
berhubungan dengan afek dan mood. Mungkin lebih tepat untuk menggunakan kata emosi untuk perasaan
yang dihayati secara sadar, sedangkan kata afek ditunjukkan kepada dorongan-dorongan yang lebih
mendalam yang mendasari kehidupan persaan yang sadar maupun nirsadar.
Mood merupakan subjektivitas peresapan emosi yang dialami dan dapat diutarakan oleh pasien
dan terpantau oleh orang lain, termasuk sebagai contoh adalah depresi, elasi dan marah. Kepustakaan lain,
mengemukakan mood, merupakan perasaan atau nada perasaan hati seseorang, khususnya yang dihayati
secara batiniah
Pasien dalam keadaan mood terdepresi memperlihatkan kehilangan energy dan minat, merasa
bersalah, sulit berkosentrasi, hilangnya nafsu makan, berfikir mati atau bunuh diri. Tanda dan gejala lain
termasuk perubahan dalam tingkat aktivitas, kemampuan kognitif, bicara dan tidur. Gangguan ini hampir
selalu menghasilkan hendaya interpersonal, social dan fungsi pekerjaan. Pasien yang hanya mengalami
episode depresi berat dikatakan mengalami gangguan depresi berat atau depresi unipolar.
*DEFINISI
Edward Bibring menyatakan bahwa Depresi adalah suatu fenomena yang terjadi ketika seseorang
menyadari terdapat perbedaan antara ideal yang tinggi dengan ketidakmampuan untuk mewujudkan citacita tersebut

Judul: Tugas Jiwa Seminar

Oleh: Laudia Kandar


Ikuti kami