Makalah Daur Biogeokimia

Oleh Nur Hikma

778,8 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Daur Biogeokimia

DAUR BIOGEOKIMIA ( DAUR SULFUR/BELERANG, DAUR NITROGEN, DAUR HIDROLOGI, DAUR CARBON dan DAUR FOSFOR ) Nama : Nurhikma NIM : 331 14 005 Kelas : 1A PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 2015 Kata Pengantar Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha yang telah melimpahkan rahmat- Nya sehingga makalah ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan. Terima kasih kepada ibu Rahmiah Sjafruddin, S.T. yang telah memberi tugas dan membuat kami lebih mengerti tentang ‘’Daur Biogeokimia’’. Makalah ini berisi tentang proses daur biogeokimia yang meliputi daur sulfur/belerang, daur nitrogen, daur hidrologi, daur carbon dan daur fosfor. Didalam makalah ini membahas tentang sumber, proses, keuntungan dan kerugian dari siklus tersebut. Akhir dari pengantar ini, semoga dengan adanya makalah ini, semua pihak dapat memahami materi daur biogeokimia yang terjadi di bumi ini sehingga semua dapat mengerti tentang proses dari kelima siklus/ daur tersebut. Apabila dalam penulisan makalah ini ada kata ataupun kalimat yang tidak sesuai dengan pemikiran Anda, penyusun minta maaf dengan hormat karena makhluk ciptaan Allah tidak lepas dari kesalahan, Terima Kasih. Makassar, 17 Maret 2015 Penyusun Daftar Isi Kata Pengantar….............................................................................................i Daftar Isi..........................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.....................................................................................1 B. Rumusan Masalah................................................................................2 C. Tujuan..................................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Daur Biogeokimia..............................................................4 B. Siklus Sulfur/ Belerang........................................................................5 C. Siklus Nitrogen....................................................................................8 D. Siklus Hidrologi..................................................................................10 E. Siklus Carbon......................................................................................13 F. Siklus Fosfor.......................................................................................17 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan.........................................................................................19 B. Saran...................................................................................................20 Daftar Pustaka.................................................................................................21 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang interaksi antara organisme organisme dan lingkungannya. Berbagai ekosistem dihubungkan satu sama lain oleh proses-proses biologi, kimia, fisika. Masukan dan buangan energi, gas, bahan kimia anorganik dan organik dapat melewati batasan ekosistem melalui perantara faktor meteorologi seperti angin dan presipitasi, faktor geologi seperti air mengalir dan daya tarik dan faktor biologi seperti gerakan hewan. Jadi, keseluruhan bumi itu sendiri adalah ekosistem, dimana tidak ada bagian yang terisolir dari yang lain. Ekosistem keseluruhannya biasanya disebut biosfer. Biosfer terdiri dari semua organisme hidup dan lingkungan biosfer membentuk “shell” (kulit), relatif tipis di sekeliling bumi, berjarak hanya beberapa mil di atas dan di bawah permukaan air laut. Kecuali energi, biosfir sudah bisa mencukupi dirinya sendiri, semua persyaratan hidup yang lain seperti air, oksigen, dan hara dipenuhi oleh pemakaian dan daur ulang bahan yang telah ada dalam sistem tersebut. Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. Materi yang berupa unsur-unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan materi dasar makhluk hidup dan tak hidup. Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik. Semua yang ada di bumi ini baik mahluk hidup maupun benda mati tersusun oleh materi. Materi ini tersusun atas unsure-unsur kimia antara lain karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), dan Fosfor (P). Unsur-unsur kimia tersebut atau yang umum disebut materi dimanfaatkan produsen untuk membentuk bahan organik dengan bantuan matahari atau energi yang berasal dari reaksi kimia. Bahan organik yang dihasilkan merupakan sumber energi bagi organisme. Proses makan dan dimakan pada rantai makanan menngakibatkan aliran materi dari mata rantai yang satu ke mata rantai yang lain. Walaupun mahluk hidup dalam satu rantai makanan mati, aliran materi akan tetap berlangsung terus. Karena mahluk yang mati tersebut diurai oleh dekomposer yang akhirnya akan masuk lagi ke rantai makanan berikutnya. Demikian interaksi ini terjadi secara terus menerus sehingga membentuk suatu aliran energi dan daur materi. Mahluk hidup, terutama tumbuhan ikut mendapat pengaruh yang cukup signifikan dari suplai hara dan energi. Di alam, semua elemen-elemen kimiawi dapat masuk dan keluar dari sistem untuk menjadi mata rantai siklus yang lebih luas dan bersifat global. Namun demikian ada suatu kecenderungan sejumlah elemen beredar secara terus menerus dalam ekosistem dan menciptakan suatu siklus internal. Siklus ini dikenal sebagai siklus biogeokimia karena prosesnya menyangkut perpindahan komponen bukan jasad (geo), ke komponen jasad (bio) dan kebalikannya. Siklus biogeokimia pada akhirnya cenderung mempunyai mekanisme umpan-balik yang dapat mengatur sendiri (self regulating) yang menjaga siklus itu dalam keseimbangan. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian daur biogeokimia ? 2. Bagaimana siklus daur sulfur atau belerang (S) ? 3. Bagaimana siklus daur nitrogen (N) ? 4. Bagaimana siklus daur hidrologi (H2O) ? 5. Bagaimana siklus daur karbon (C) ? 6. Bagaimana siklus daur fosfor (P) ? C. Tujuan : 1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian tentang daur biogeokimia 2. Mahasiswa dapat memahami siklus/ daur materi yang terjadi di bumi (daur sulfur atau belerang (S), siklus daur nitrogen (N),siklus daur hidrologi (H2O), siklus daur karbon (C) dan siklus daur fosfor (P). BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Daur Biogeikimia Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. Materi yang berupa unsur-unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan materi dasar makhluk hidup dan tak hidup. Siklus biogeokimia atau siklus organik anorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi- reaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia. Biogeokimia adalah pertukaran atau perubahan yang terus menerus,antara komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup. Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik tersebut didaur ulang.Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam komponen biotik melalui udara,tanah, dan air. Daur ulang materi tersebut melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut Daur Biogeokimia. Semua yang ada di bumi baik makluk hidup maupun benda mati tersusun oleh materi. Materi ini tersusun oleh antara lain Karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), Belerang atau sulfur (S) dan Fosfor (P). Unsur-unsur kimia tersebut dimanfaatkan oleh produsen untuk membentuk bahan organik dengan bantuan energi matahari atau energi yang berasal dari reaksi kimia. Bahan organik yang dihasilkan adalah sumber bagi organisme. Proses makan atau dimakan pada rantai makanan mengakibatkan aliran materi dari mata rantai yang lain. Walaupun makluk dalam satu rantai makanan mati, aliran materi masih tetap berlangsung terus. Karena mahluk hidup yang mati tadi diuraikan oleh dekomposer ( bakteri dan jamur) yang akhirnya akan masuk lagi ke rantai makanan berikutnya. Begitu selanjutnya terus-menerus sehingga membentuk suatu aliran energi dan daur materi. Fungsi Daur Biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun komponen abiotik,sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga. B. Daur Sulfur/ Belerang (S) Daur sulfur merupakan perubahan sulfur dari hidrogen sulfida (H2S) menjadi sulfur dioksida (SOX) lalu menjadi sulfat (SO4) dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Sulfur dialam ditemukan dalam berbagai bentuk. Dalam tanah sulfur ditemukan dalam bentuk mineral, diudara dalam bentuk gas sulfur dioksida dan didalam tubuh organisme sebagai penyusun protein. Sulfur berasal dari erupsi gunung merapi, asap- asap yang menggunakan bahan bakar fosil. Proses Terjadinya Daur Sulfur Sulfur terjadi akibat dari proses terjadinya pembakaran bahan bakar fosil (batu bara) atau terjadi akibat adanya aktifitas gunung berapi, lalu asapnya itu akan naik ke atmosfer atau udara, sulfur oksida itu akan berada diawan dan beraksi dengan air membentuk H2SO4, awan akan mengalami kondensasi yang akhirnya menurunkan hujan yang dikenal dengan hujan asam. Apabila pH hujan terlalu rendah maka akan mengancam kelangsungan makhluk hidup, menyebabkan korosi pada logam, pelapukan pada batuan dan iritasi pada kulit. H2SO4 yang jatuh ke dalam tanah oleh bakteri di pecah lagi menjadi ion sulfat (SO 4) yang kembali di serap oleh akar dan di metabolisme menjadi penyusun protein dalam tubuh tumbuhan. Ketika hewan dan manusia memakan tumbuhan, protein tersebut akan berpindah ketubuh manusia. Dari dalam tubuh manusia senyawa sulfur mengalami metabolisme yang sisa-sisa hasil metabolisme tersebut diuraikan oleh bakteri dalam lambung berupa gas. Salah satu zat yang terkandung dalam gas tersebut adalah sulfur. Semakin besar kandungan sulfur dalam gas maka gas akan semakin bau. Apabila tumbuhan, hewan dan manusia mati, maka akan diurai oleh dekomposer. Hidrogen sulfida hasil penguraian sebagian tetap berada dalam tanah dan sebagian lagi di lepaskan ke udara dalam bentuk gas hidrogen sulfida. Gas hidrogen sulfida di udara kemudian bersenyawa dengan oksigen membentuk sulfur dioksida. Sedangkan hidrogen sulfida yang tertinggal didalam tanah dengan bantuan bekteri akan diubah menjadi ion sulfat dan senyawa sulfur oksida. Ion sulfat akan diserap kembali oleh tanaman sedangkan sulfur dioksida akan terlepas keudara. Dalam daur sulfur atau siklus belerang, untuk merubah sulfur menjadi senyawa belerang lainnya setidaknya ada dua jenis proses yang terjadi. Yaitu melalui reaksi antara sulfur, oksigen dan air serta oleh aktivitas mikrorganisme. Beberapa mikroorganisme yang berperan dalam siklus sulfur adalah dari golongan bakteri, antara lain adalah bakteri Desulfomaculum dan bakteri Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H 2S). Kemudian H2S digunakan oleh bakteri fotoautotrof/ anaerob (Chromatium) dan melepaskan sulfur serta oksigen. Kemudian Sulfur dioksidasi yang terbentuk diubah menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof (Thiobacillus). Dalam daur belerang, mikroorganisme yang bertanggung jawab pada setiap proses trasformasi adalah sebagai berikut :  H2S → S → SO4 => bakteri sulfur tak berwarna, hijau dan ungu.  SO4 → H2S => bakteri desulfovibrio dalam reaksi reduksi sulfat Anaerobik.  H2S → SO4 => bakteri thiobacilli dalam proses reaksi oksidasi sulfide aerobik.  Sulfur organik → SO4 + H2S, => mikroorganisme heterotrofik aerobik dan anaerobik. Fungsi Siklus Sulfur  Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau.  Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.  Meningakatkan jumlah anakn yang menghasilkan (pada tanaman padi).  Berperan penting pada proses pembulatan zat gula.  Memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada tembakau omprongan).  Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi & bawang merah C. Daur Nitrogen (N) Siklus nitrogen adalah proses perubahan nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik yaitu amonia (NH3), NO2,NO3 kemudian menjadi nitrogen anorganik lagi. Nitrogen merupakan unsur penting dalam pembentukan asam amino, asam nukleat baik ARN ataupun ADN. Nitrogen adalah komponen gas yang paling banyak terkandung di atmosfer yaitu kurang lebih 80%. Nitrogen yang ada di atmosfer ditemukan dalam bentuk N2 (gas Nitrogen) disebut sebagai nitrogen anorganik. Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk amonium (NH4+), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-), dan gas nitrogen (N2). Proses Terjadinya Daur Sulfur Untuk dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup, nitrogen anorganik harus di ubah terlebih dahulu menjadi nitrogen organik. Tidak semua makhluk hidup dapat merubah nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik. Proses perubahan nitrogen menjadi materi organik hanya bisa dilakukan oleh mikroorganisme prokariota tertentu yang memiliki kemampuan untuk menfiksasi nitrogen menjadi amonia. Serta oleh reaksi nitrogen dengan oksigen atau hidrogen dengan bantuan petir yang menghasilkan senyawa nitrit ataupun nitrat. Senyawa nitrit atau nitrat yang terbentuk kemudian diserap oleh tumbuhan sebagai bahan pembentuk protein. Ketika hewan dan manusia memakan tumbuhan tersebut maka nitrogen yang ada dalam tumbuhan tersebut akan berpindah pada ketubuh hewan dan manusia. Selanjutnya nitrogen dari hewan dan manusia kembali ke alam melalui sisa hasil sekresi dalam bentuk urine, atau dekomposisi makhluk hidup yang telah mati oleh bakteri pengurai menjadi garam amonium (NH4) dan gas amoniak (NH3). Kemudian oleh bakteri Nitrosomonas (bakteri nitrit) amonia diubah menjadi nitrit. Nitrit oleh bakteri Nitrobacter (bakteri nitrat) kemudian akan di ubah menjadi nitrat. Proses perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrat disebut sebagai proses Nitrifikasi. Proses terakhir dalam daur nitrogen adalah perubahan nitrit dan nitrat menjadi gas nitrogen yang hanya bisa dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Nitrogen yang kembali ke atmosfer akan mengulang siklus dari awal lagi, begitu seterusnya. Walau sama-sama penting, daur nitrogen lebih kompleks jika dibandingkan dengan siklus karbon ataupun siklus oksigen. Secara umum daur nitrogen atau siklus nitrogen terdiri dari tiga tahapan proses, yaitu:  Tahap pertama adalah proses perubahan gas nitrogen menjadi amonia oleh bakteri fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen secara biologis dapat dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan tanaman leguminosa (tanaman polong- polongan) . Bakteri yang berperan dalam fiksasi nitrogen antara lain adalah bakteri Azotobacter dan Clostridium. Selain itu ganggang hijau biru dalam air juga memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.  Tahap kedua adalah proses perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrat melalui proses nitrifikasi. Amonia diubah menjadi nitrit oleh bakteri nitrit yang disebut bakteri nitrosomonas. Kemudia nitrit yang terbentuk diubah menjadi nitrat oleh bakteri nitrat yang disebut bakteri nitrobakter.  Tahap ketiga adalah proses perubahan nitrit dan nitrat menjadi nitrogen kembali melalui proses denitrifikasi. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri seperti Pseudomonasdan Clostridium dalam kondisi anaerobik. Mereka menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama respirasi. Fakultatif anaerob bakteri ini juga dapat hidup dalam kondisi aerobik. Fungsi Siklus Nitrogen  Sebagai penyusun asam amino  Sebagai penyusun asam nukleat Unsur N menjadi unsur terpenting karena menjadi penyusun asam amino dan asam nukleat. N adalah unsur makro pertumbuhan tanaman. Kekurangan N mengakibatkan daun menguning dan buah menjadi kecil. Tanaman yang kekurangan N membutuhkan asupan pupuk N yang cukup. Pupuk-pupuk yang digunakan petani sebagian besar mengandung unsur nitrogen seperti UREA (47%), NPK dan ZA (21%). D. Daur Hidrologi (H2O) Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Siklus hidrologi bersumber dari pemanasan air samudera oleh sinar matahari secara kontinyu. Namun pada umumnya uap air yang ada diatmosfir hanya terdapat di uapan air laut, sebab luas laut mencapai ¾ luas permukaan bumi. Proses Terjadinya Daur Hidrologi Siklus hidrologi dimulai dari air berevaporasi. Evaporasi/ transpirasi adalah air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dan sebagainya. Kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan menjadi awan. Awan tersebut bergerak sesuai dengan arah mata angin. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, ataupun es. Saat hujan turun, aliran air akan terbagi dua yaitu ada air yang mengalir diatas permukaan (air permukaan). Air tersebut bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Ada juga air yang mengalami infiltrasi/ perkolasi ke dalam tanah yaitu air yang bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan dan terakhir bermuara di laut. Karakteristik siklus hidrologi : 1. Daur hidrologi dapat berupa daur pendek, misalnya hujan yang jatuh di laut, danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut. 2. Tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti, sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali. 3. Intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari). 4. Berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks, sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut. Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :  Siklus Pendek / Siklus Kecil a. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari b. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan c. Turun hujan di permukaan laut  Siklus Sedang a. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari b. Terjadi evaporasi c. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat d. Pembentukan awan e. Turun hujan di permukaan daratan f. Air mengalir di sungai menuju laut kembali  Siklus Panjang / Siklus Besar a. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari b. Uap air mengalami sublimasi c. Pembentukan awan yang mengandung kristal es d. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat e. Pembentukan awan f. Turun salju g. Pembentukan gletser h. Gletser mencair membentuk aliran sungai i. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut. E. Daur Karbon (C) Di udara, konsentrasi karbon dioksida sangat kecil bila dibandingkan dengan oksigen dan nitrogen (kurang dari 0,04 %), akan tetapi gas ini adalah gas rumah kaca yang berperan dalam efek rumah kaca. Penambahan gas ini dapat meningkatkan suhu udara di bumi. Sekarang ini, populasi tumbuhan semakin berkurang (banyak hutan rusak dan lain-lain ) sedangkan kedaraan bermotor bertambah banyak. Jadi kita bisa bayangkan bahwa pelepasan CO2 ke udara tidak sebanding dengan pengubahannya oleh tumbuhan menjadi karbohidrat. Ini akan mempengaruhi keseimbangan atmosfer dan keseimbangan ekosistem di bumi. Sumber- sumber karbon (C)  Melalui pernafasan (respirasi) oleh tumbuhan dan binatang  Melalui pembusukan binatang dan tumbuhan. Fungi atau jamur dan bakteri mengurai senyawa karbon pada binatang dan tumbuhan yang mati dan mengubah karbon menjadi karbon dioksida jika tersedia oksigen, atau menjadi metana jika tidak tersedia oksigen.  Melalui pembakaran material organik yang mengoksidasi karbon yang terkandung menghasilkan karbon dioksida (juga yang lainnya seperti asap). Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, produk dari industri perminyakan (petroleum), dan gas alam akan melepaskan karbon yang sudah tersimpan selama jutaan tahun di dalam geosfer.  Produksi semen. Salah satu komponennya, yaitu kapur atau gamping atau kalsium oksida, dihasilkan dengan cara memanaskan batu kapur atau batu gamping yang akan menghasilkan juga karbon dioksida dalam jumlah yang banyak.  Erupsi vulkanik atau ledakan gunung berapi akan melepaskan gas ke atmosfer. Proses Terjadinya Daur Karbon (C) Karbon di atmosfer berbentuk gas karbondioksida (CO2). Karbondioksida dihasilkan dari berbagai proses pembakaran seperti respirasi makhluk hidup, bahan bakar fosil, erupsi gunung, dan kebakaran hutan. Karbondioksida di atmosfer diikat (fiksasi) oleh tumbuhan pada saat fotosintesis. CO2 menjadi sumber karbon utama untuk menyusun bahan makanan. Bahan makanan yang dimaksud adalah senyawa karbon organik yang disebut Glukosa (C6H12O6). Kemudian glukosa disusun menjadi amilum (pati) dan senyawa lain seperti lemak, protein, dan vitamin. Hasil fotosintesis tersebut disimpan di dalam tubuh tumbuhan seperti buah, batang, akar, dan daun. Hewan memperoleh kebutuhaan karbon dari tumbuhan melalui rantai makanan. Herbivora memakan tanaman, kemudian karnivora memangsa herbivora, dan seterusnya. Jasad hewan yang mati maupun urin-fesesnya hancur menjadi detritus. Detritivor memakan detritus untuk memperoleh kebutuhan karbon. Bakteri pengurai menguraikan karbon organik jasad mati menjadi karbon anorganik. Karbon anorganik dikembalikan lagi ke alam. Karbon anorganik yang terurai dari jasad mati tertimbun terus-menerus di lapisan bumi membentuk bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil digunakan sebagai sumber energi. Aktivitas industri dan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil menghasilkan CO2 ke udara. Daur karbon juga terjadi di dalam ekosistem air. Karbon di dalam air diikat oleh tumbuhan dan ganggang. Berbeda dengan di darat, karbon dalam air tersedia dalam bentuk ion-ion bikarbonat(HCO3-). Ion-ion bikarbonat berasal dari penguraian asam karbonat (H2CO3) yaitu hasil ikatan CO2 dan air (H2O). Tiap-tiap hewan air yang bernafas menghasilkan bikarbonat. Ion-ion bikarbonat ini menjadi bahan baku fotosintesis tumbuhan air dan alga. Fungsi Daur Karbon :  bahan baku fotosintesis  Sebagai komponen penyusun makanan (karbohidrat, lemak, protein)  Bahan penyusun tulang dan gigi. F. Daur Fosfor (P) Unsur fosfor merupakan unsur yang penting bagi kehidupan, tetapi persediaannya sangat terbatas. Dengan kemampuannya untuk membentuk ikatan kimia berenergi tinggi, fosfor sangat penting dalam transformasi energi pada semua organisme. Sumber fosfor terbesar dari batuan dan endapan-endapan yang berasal dari sisa makhluk hidup. Sumber ini lambat laun akan mengalami pelapukan dan erosis, bersamaan dengan itu fosfor akan dilepaskan ke dalam ekosistem. Proses Terjadinya Daur Fosfor (P) Sebagian besar ketersediaan fosfor dalam tanah berasal dari pelapukan batuan fosfat. Batuan tersebut lapuk oleh perubahan cuaca. Fosfat dari pelapukan batuan fosfat meresap ke dalam tanah dan menyuburkan tanaman sekitarnya. Fosfat anorganik yang tersedia di dalam tanah diserap tumbuhan. Hewan tidak dapat menyerap fosfat anorganik. Hewan hanya mampu menyerap fosfat organik. Kebutuhan fosfor organik ini terpenuhi dengan cara memakan tumbuhan melalui proses rantai makanan. Tumbuhan dan hewan yang mati, feses, dan urinnya akan terurai menjadi fosfat organik. Bakteri menguraikan fosfat organik ini menjadi fosfat anorganik. Fosfat ini akan tersimpan ke dalam tanah kembali dan diserap oleh tumbuhan. Di dalam ekosistem air, juga terjadi daur fosfor. Fosfat yang terlarut di dalam air diserap oleh ganggang dan tumbuhan air. Ikan-ikan mendapatkan fosfat melalui rantai makanan. Dekomposer menguraikan organisme air yang mati serta hasil ekskresinya menjadi fosfat anorganik. Selain hasil urai dekomposer, sumber fosfat dalam air berasal dari pelapukan batuan mineral (endapan batuan fosfat, fosil tulang) yang hanyut di perairan. Fosfat yang terlarut di lautan dalam akan membentuk endapan fosfor. Endapan ini tidak dapat dimanfaatkan lagi karena tidak ada arus air di perairan dalam. Fosfat yang terlarut diperairan dangkal teraduk oleh arus air sehingga menyuburkan ekosistem. Ekosistem yang subur menjadi tempat hidup bagi banyak biota air. Di tempat tertentu, terjadi penimbunan fosfor karena penumpukan kotoran burung guano. Burung guano adalah spesies burung laut yang memangsa ikan-ikan laut. Gerombolan burung ini membawa kembali fosfat dari laut menuju darat melalui feses. Fungsi Daur Fosfor  Sebagai bahan pembentukan tulang pada hewan  Penyusun protein, inti sel dan dinding sel  Pembentuk senyawa berenergi tinggi (ATP)  Sebagai komponen penyusun asam nukleat (RNA dan DNA). BAB III PENUTUP A. Kesimpulan  Siklus biogeokimia atau siklus organik anorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi- reaksi kimia dalam lingkungan abiotik  Daur sulfur merupakan perubahan sulfur dari hidrogen sulfida (H 2S) menjadi sulfur dioksida (SOX) lalu menjadi sulfat (SO4) dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Sulfur bersumber pada erupsi gunung merapi dan asapasap pabrik hasil pembakaran bahan bakar fosil.  Siklus nitrogen adalah proses perubahan nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik yaitu amonia (NH3), NO2,NO3 kemudian menjadi nitrogen anorganik lagi. Nitrogen terdapat diudara dalam jumlah yang cukup banyak sekitar 80%.  Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Siklus hidrologi bersumber dari pemanasan air samudera oleh sinar matahari secara kontinyu.  Konsentrasi karbon dioksida sangat kecil bila dibandingkan dengan oksigen dan nitrogen (kurang dari 0,04 %), akan tetapi gas ini adalah gas rumah kaca yang berperan dalam efek rumah kaca. Penambahan gas ini dapat meningkatkan suhu udara di bumi.  Unsur fosfor merupakan unsur yang penting bagi kehidupan, tetapi persediaannya sangat terbatas. Dengan kemampuannya untuk membentuk ikatan kimia berenergi tinggi, fosfor sangat penting dalam transformasi energi pada semua organisme. Sumber fosfor terbesar dari batuan dan endapan-endapan yang berasal dari sisa makhluk hidup. B. Saran Setelah membaca makalah ini, diharapkan dapat lebih mengerti tentang daur biogeokimia dan mengaplikasikannya dalam kehidupan seharihari dalam menjaga kesetimbangan biosfer. Daftar Pustaka http://ardyantz.blogspot.com/2012/11/makalah-siklus-biogeokimia.html https://berybunut.wordpress.com/2012/11/15/makalah-biogeokimia/ http://id.wikipedia.org/wiki/Daur_biogeokimia#Macam-Macam_Daur_Biogeokimia https://www.scribd.com/doc/87890956/MAKALAH-SIKLUS-BIOGEOKIMIA http://id.wikipedia.org/wiki/Daur_Biogeokimia_Belerang http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_air http://biosmadaj.blogspot.com/2012/04/daur-karbon-c.html http://biosmadaj.blogspot.com/2012/04/daur-fosfor-p.html http://ianhermawan07.blogspot.com/2012/09/pengertian-jenis-jenis-daurbiogeokimia.html

Judul: Makalah Daur Biogeokimia

Oleh: Nur Hikma

Ikuti kami