Sejarah Ram

Oleh Dean Perdana

504,8 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Sejarah Ram

MAKALAH ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER Tugas Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Arsitektur dan organisasi komputer Disusun Oleh : 1. Syarif Ridhohidayatulloh 18.11.0079. 2. Riyan Wijayanto 18.11.0088 3. Imron Nur Rochman 18.11.0085 4. Ade Fikri Faykal 18.11.0084 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM PURWOKERTO PURWOKERTO 2018 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang sejarah RAM. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang sejarah RAM ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca. Purwokerto, Tim penyusun Oktober 2018 BAB II PEMBAHASAN A. Perkembangan RAM Dari Masa ke Masa RAM adalah singkatan dari Random Access Memory. Sebuah bagian dari sistem komputer yang sangat penting. Tidak hanya pada komputer PC maupun notebook saja yang membutuhkan RAM, PDA dan banyak perangkat elektronik lain pun ikut membutuhkan bagian ini. Dan untuk setiap peralatan memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda-beda. Misalkan saja sebuah komputer yang masih menggunakan operating system lama contohnya Windows 98, maka RAM yang dibutuhkan tidak akan sebesar komputer yang menggunakan Windows XP sebagai operating system-nya. Selain operating system, aplikasi yang dijalankan pun sangat bergantung kepada RAM. Semakin berat aplikasi yang akan dijalankan, maka bobot RAM akan semakin besar. Karena pada RAMlah untuk sementara aplikasi atau data yang tengah Anda akses tersimpan. Sedangkan untuk membeli sebuah RAM, bukan bobot saja yang akan menjadi pertimbangan utama. Tapi juga ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya harus ikut dipikirkan. Seperti kecepatan, tipe, jenis soket, dan motherboard yang digunakan. Karena saat ini, selain setiap aplikasi memiliki kebutuhan sistem yang berbeda-beda, kehadiran RAM pun sudah sangat beragam. Sedangkan harganya semakin hari semakin terjangkau. Teknologi yang ada pada RAM pun terus berkembang. Mulai ditemukannya DDR, sistem dualchannel,DDR2,dll. Belum lagi kecepatannya yang juga semakin lama semakin cepat. Dari hanya 66 MHz sampai kini telah mencapai 600 MHz. Begitu pula dengan kapasitas. Sepuluh tahun yang lalu RAM 8 MB masih sangat mudah ditemukan, tetapi sekarang RAM ini sangat sulit ditemui. Para penjual perangkat komputer lebih banyak menawarkan RAM dengan memory minimal 128 MB per kepingnya. Betapa langkah yang sangat jauh telah dilalui RAM dalam perkembangannya. Berikut perkembangan RAM dari masa ke masa : 1. RAM (Random Access Memory) ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar-besaran oleh intel pada tahun 1968. Gambar 1. Contoh RAM 2. DRAM (Dynamic Random Access Memory) Muncul pada tahu 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM (Dynamic Random Access Memory) yang mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77 MHz hingga 40MHz. Gambar 2. Contoh DRAM 3. RAM FPM (Fast Page Mode) Muncul pada tahun 1987,RAM jenis FPM (Fast Page Mode) merupakan RAM paling kerap digunakan dalam system komputer pada masa itu,FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns.selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwith) sebesar 188,71MB/detik, FPM juga dikenali sebagai DRAM (Dynamic Random Access Memory) saja,FPM menggunakan modul memori SIMM 30 pin & SIMM 72 pin. Gambar 3. Contoh RAM FPM 4. EDORAM (Extended Data Out Dynamic Random Access Memory) Muncul pada tahun 1995, Extended Data Output Dynamic Random Access Memory yang merupakan penyempurnaan dari FPM. EDORAM mempunyai access time sekitar 70ns hingga 50ns & bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Gambar 4. Contoh EDO RAM 5. SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory) Muncul pada peralihan 1996-1997, Synchronous Dynamic Random Accsess Memory, lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz, tegangan hanya3,3volt ,access time sebesar 10ns & mampu menghantarkan data dengan kecepatan maksimal 55MB/det. Gambar 5. Contoh SDRAM 6. SDRAM PC100 Sama seperti SDRAM, SDRAM PC100 bekerja untuk komputer pentium II pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Gambar 6. Contoh SDRAM PC100 7. RDRAM (Rambus Dynamic Random Access Memory) Muncul pada tahun 1999, yang menggunakan modul RIMMM, transfer data secara serial pada data bus 16-bit, dengan kecepatan 16GB/det. Gambar 7. Contoh RDRAM 8. RDRAM PC800 Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel. Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun. Gambar 8. Contoh RDRAM PC800 9. SDRAM PC 133 Bekerja pada bus berfrekuensi 133 MHz dengan access time sebesar 1,06 GB/det. Gambar 9. Contoh SDRAM PC 133 10. SDRAM PC 150 Pada tahun 2000 memori PC 150 mempunyai access time 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28 GB/det. Gambar 10. Contoh SDRAM PC 150 11. DDR-SDRAM Pada tahun 2000 mengggunakan sistem bus dengan frekuensi sebesar 100-133MHz. Gambar 11. Contoh DDR-SDRAM 12. DDR2-SDRAM Pada tahun 2004 memiliki kelebihan high clock speed 400-800MHz, memiliki 1 keping 2 GB dan dipasangkan teknologi koneksi Ball Grid Array (BGA). Gambar 12. Contoh DDR2-SDRAM 13. DDR 3 Pada 2007, memiliki bandwith sampai dengan 1600 MHz dan mampu mentransfer data dengan clock efektif 800-1600 MHz. Gambar 13. Contoh DDR3 14. SIM (Single In-Line Memory Module) Modul/chip memori ditempel disalah satu sisi sirkuit PCB, memori ini hanya mempunyai jumlah kaki pin sebanyak 30 dan 72 buah. Gambar 14. Contoh SIM 15. DIMM dan SODIMM  DIMM (Dual In-Line Memory Module) artinya modul/chip memori ditempelkan pada kedua sisi PCB, saling berbalikan. Memori DIMMM diproduksi dalam 2 bentuk yang berbeda, yaitu dengan jumlah kaki 168 dan 184. Gambar 15.A. Contoh DIMM  SODIMM (Small Outline Dual In-Line Memory Modul) diproduksi dalam dua jenis, jenis pertama mempunyai kaki sebanyak 72 dan satunya berjumlah 144 buah. Gambar 15.B. Contoh SODIMM 16. RIMM/SORIMM Merupakan jenis memory yang dibuat oleh Rambus. RIMM pada dasaranya sama dengan DIMM & SORIMM mirip dengan SODIMM. Gambar 16. RIMM/SORIMM TABEL DD2 & DDR3 JUMLAH PIN DAN KAPASITAS OS BAB III PENUTUP A. Kesimpulan RAM merupakan sebuah bagian dari sistem komputer yang sangat penting. Tidak hanya pada komputer PC maupun notebook saja yang membutuhkan RAM, PDA dan banyak perangkat elektronik lain pun ikut membutuhkan bagian ini. RAM melewati 16 masa perkembangan mulai dari RAM yang ditemukan oleh Robert Dennard pada tahun 1968 sampai RIMM/SORIMM yang merupakan jenis memory yang dibuat oleh Rambus. B. Daftar Pustaka http://rievaldo12.blogspot.com/2015/05/perkembangan-ram-dari-masa-ke-masa.html

Judul: Sejarah Ram

Oleh: Dean Perdana

Ikuti kami