Makalah Fiqih Ibadah

Oleh Rizky Tama

56,3 KB 11 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Fiqih Ibadah

BAB I PEMBAHASAN 1. Pengertian Puasa a. Lughawi dan Syar’i Puasa dalam Bahasa Arab adalah Shaum, dan bentuk pluralnya Shiyam. Secara ilmu bahas ( Lughawi) Shiyam atau shaum berarti berpantang atau menahan dari segala sesuatu, seperti menahan tidur, menahan berbicara, menahan makan, dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah Syari’ah, shaum itu berarti : menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual dan hal-hal lain yang membatalkannya sejak subuh hingga terbenam matahari dengan niat ibadah. Firman Allah SWT : “ Makanlah dan minumlah kamu, hingga waktu kelihatan benang yang putih dan benang yang hitam, yaitu Fajar (Al-Baqoroh : 187 ) Sabda Rasulullah SAW: Dari Ibnu ‘Umar, katanya : ” Saya telah mendengar Nabi Besar SAW Bersabda : Apabila Malam dating, siang lenyap, dan matahari telah terbenam, maka sesungguhnya telah dating waktu berbuka bagi orang yang berpuasa” (Riwayat Bukhori dan Muslim) Puasa adalah ibadah yang bukan hanya diperintahkan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, namun juga kepada umat-umat sebelum beliau.sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183. “ Hai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (q.s. Al-Baqarah :183) 1 Puasa bulan Ramadhan itu salah satu dari rukun islam yang lima, diwajibkan pada tahun kedua Hijriyyah, yaitu tahun kedua sesudah Nabi Muhammad SAW berpindah ke madinah, hukumnya Fardhu ‘ain atau tiap-tiap mukallaf ( baligh berakal) Firman Allah SWT : “ Hai orang-orang yang beriman ! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) beberapa hari tertentu” ( Al-Baqarah : 183-184) Namun ada beberapa aturan teknis yang berbeda. misalnya, Nabi Daud as dahulu diperintahkan puasa bukan hanya pada bulan Ramadhan saja melainkan sepanjang tahun untuk seumur hidup. Hanya saja puasanya selang seling sehari puasa dan sehari tidak. Sedangkan puasa yang disyariatkan kepada Nabi Zakaria, Yahya, Maryam dan Isa as tidak boleh berbicara, selain tidak boleh makan dan minum. Sebagaimana yang telah difirmankan di dalam Al-Qur’an Al-Karim. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah : “ Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” ( Q.S. Maryam : 26 ) b. Syariat Puasa Ramadhan Kepada ummat Nabi Muhammad SAW, kewajiban berpuasa hanya bulan Ramadhan, Yaitu satu bulan penuh diantara 11 bulan lainnya dalam setahun. Selama berpuasa umat islam diharamkan makan, minum dan berhubungan suami istri. Namun boleh berbicara. Kewajiban puasa bulan Ramadhan di syari’atkan pada tanggal 10 Sya’ban di tahun kedua setelah hijrah nabi Muhammad SAW ke Madinah. Sesudah diturunkannya perintah penggantian kiblat dari Masjidil Aqsha ke masjidil Haram. 2 Semenjak itulah Rasulullah SAW menjalankan Puasa Ramadhan hingga Akhir hayatnya sebanyak Sembilan kali dalam Sembilan tahun. Puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun islam yang lima. Oleh karena itu mengingkari kewajiban puasa Ramadhan termasuk mengingkari rukun islam. Dan pengingkaran atas salah satu rukun islam akan mengakibatkan batalnya keislaman seseorang. Sedangkan kewajiban puasa Ramadhan didasari oleh Al-Qur’an, As-sunnah dan Ijma’ 3

Judul: Makalah Fiqih Ibadah

Oleh: Rizky Tama


Ikuti kami