Tugas 1 Dan

Oleh Muhammad Khairul Zaman

157,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas 1 Dan

TUGAS 1  Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu social lainya Sebagai suatu ilmu pengetahuan, administrasi dan manajemen tidak lepas dari ikatannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.Adapun ilmu-ilmu sosial yang mempunyai hubungan erat dengan ilmu administrasi ialah sebagai berikut. 1. Ilmu Hukum, yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari norma-norma dan kaidah-kaidah yang hidup di dalam masyarakat. Kelangsungan hidup yang teratur serta perkembangan yang dinamis dari administrasi, hanya dapat dijamin apabila ia taat pada hukum tertulis atau tidak tertulis yang berlaku. Hubungan Ilmu administrasi dengan Ilmu Hukum adalah Ilmu Hukum mendukung Ilmu Administrasi karena dapat digunakan sebagai pengetahuan yang mempelajari norma-norma dan kaidah-kaidah yang hidup dimasyarakat. 2. Ilmu Ekonomi, suatu ilmu yang mempelajari kebutuhan manusia yang selalu tidak terbatas dengan alat-alat pemuasan yang selalu terbatas. Administrasi pun bergerak atas prinsip yang sama karena tujuan organisasi pada hakikatnya tidak terbatas sedangkan sumber-sumber yang tersedia selalu terbatas. Hubungan Ilmu administrasi dengan Ilmu Ekonomi adalah Ilmu Ekonomi mendukung Ilmu Administrasi karena prinsip Ilmu Ekonomi mempelajari kebutuhan manusia yang selalu tidak terbatas dengan alat pemuas yang selalu terbatas,yang sama dengan prinsip ilmu administrasi. 3. Ilmu Politik, yaitu suatu ilmu yang mempelajari percaturan kekuatan dan kekuasaan dalam masyarakat. Pada dasarnya administrasi adalah policy execution. Policy execution yang dimaksud di sini adalah kebijaksanaan dari pihak penguasa yang dirumuskannya sesuai dengan kondisi politik yang dihadapi. Leonard D. White, dalam bukunya Introduction to the Study of Public Administration, pernah berkata bahwa: apabila politik berakhir, administrasi pun dimulai. Dengan demikian, administrasi harus melekatkan dirinya kepada politik karena yang satu merupakan kontinuasi dari yang lain. Hubungan Ilmu administrasi dengan Ilmu Politik adalah Ilmu Politik mendukung ilmu administrasi dalam mempelajari percaturan kekuatan dan kekuasaan dalam masyarakat. 4. Ilmu Sejarah, yaitu suatu ilmu yang menyelidiki keseluruhan tindakan-tindakan manusia di masa-masa yang lalu.Para sarjana administrasi dan manajemen hanya akan berhasil melaksanakan tugasnya apabila mereka mengetahui sejarah secara mendalam. Manfaatnya ialah untuk dapat menarik pelajaran dan pengalaman masyarakat, bangsa, dan pemerintahan yang lalu agar segi-segi positifnya dapat lebih dikembangkan lagi dan segi-segi negatifnya tidak terulang kembali. Hubungan Ilmu administrasi dengan Ilmu sejarah adalah Ilmu sejarah melengkapi Ilmu administrasi dalam memahami keseluruhan tindakan tindakan manusia dimasa lampau dalam melakukan administrasi sehingga dapat menarik pelajaran dan pengalaman yang lalu agar segi positifnya dapat lebih dikembangkan dan segi negatifnya tidak terulang kembali. 5. Ilmu Sosiologi, yakni ilmu yang mempelajari tata bermasyarakat. Sangat erat hubungannya dengan kegiatan administrasi dan manajemen karena administrasi berdarma bakti kepada masyarakat,baik masyarakat kecil dalam lingkungan suatu organisasi, maupun masyarakat sebagai keseluruhan. Hubungan Ilmu administrasi dengan ilmu sosiologi adalah ilmu sosiologi menunjang ilmu Administrasi dalam tata bermasyarakat karena administrasi adalah kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat sehingga ilmu sosiologi menunjang administrasi. 6. Ilmu Atztropologi, yang sebagaimana diketahui mempelajari tindak-tanduk individu dalam masyarakat karena manusia merupakan unsur terpenting di dalam suatu organisasi dalam rangka usaha pencapaian tujuan. Hubungan Ilmu Administrasi dengan ilmu Atzropologi adalah Ilmu Atztropologi mendukung administrasi dalam mempelajari tindak tanduk individu dalam masyarakat. 7. Ilmu Etnologi, yaitu ilmu yang mempelajari sifat, kebudayaan dan adat istiadat suatu bangsa. Perlu pula diketahui oleh ahli administrasi terutama mereka yang berkecimpung dalam kegiatan intemasional (baik di bidang kenegaraan maupun di bidang perniagaan). Sasarannya ialah untuk mengetahui sifat-sifat, kepribadian. kelemahan-kelemahan, dan temperamen bangsa lain itu karena dengan mengetahui hal-hal tersebut sifatnya untuk pergerakkan mereka akan menjadi lebih mudah. Hubungan Ilmu Administrasi dengan Ilmu Etnologi adalah Ilmu Etnologi mendukung kegiatan administrasi dalam mempelajari sifat,kebudayaan dan adat istidat suatu bangsa. 8. Ilmu Psikologi, yaitu ilmu yang mempelajari kejiwaan seseorang. Seseorang hanya dapat digerakkan dengan baik apabila administrator yang menjadi atasannya mengenal jiwa orang tersebut. Kejiwaan itu dapat dipelajari melalui ilmu jiwa terutama ilmu jiwa umum, psikologi industri, dan psikologi sosial. Hubungan Ilmu Administrsi dengan Ilmu Psikologi adalah Ilmu Psikologi melengkapi Ilmu administrasi dalam mempelajari hal yang berkaitan tentang kejiwaan seseorang. 9. Ilmu Statistik, yaitu ilmu tentang data dan angka-angka. Salah satu tugas terpenting dari seorang administrator dan/atau manajer ialah mengambil keputusan. Keputusan yang diambil harus tepat, praktis, dan dapat dilaksanakan. Untuk memenuhi syarat-syarat keputusan yang demikian seorang administrator dani atau manajer perlu memiliki data dan informasi yang lengkap, up to date, dapat dipercayai dan tersusun dengan sistematis.Pengumpulan, pengolahan, dan penyimpanan data dan informasi yang demikian itu dapat dilakukan melalui penggunaan statistika. Hubungan Ilmu administrasi dengan Ilmu Statistik adalah Ilmu statistik melengkapi dalam kegiatan administrasi karena dapat digunakan untuk membuat data data yang akurat. 10. Ilmu Infomatika, telah dimaklumi bahwa perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, tidak terkecuali administrasi dan manajemen. Telah dimaklumi pula bahwa berkat perkembangan teknologi komputer yang amat pesat, telah lahir suatu ilmu baru yang dikenal dengan istilah informatika yang pada intinya menjadikan penanganan informasi dengan menggunakan komputer sebagai fokus analisisnya. Jika pada mulanya komputerdimanfaatkan untuk aplikasi yang sangat terbatas, seperti untuk akuntan, kepegawaian khususnya pembuatan daftar gaji dan logistik, dewasa ini tidak demikian. Aplikasi komputer sudah mencakup semua aspek administrasi dan manajemen, terutama yang menyangkut proses pengambilan keputusan yang memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit. Kenyataan ini jelas terlihat bukan hanya dalam perangkat keras komputer yang semakin canggih, dalam kemampuan mengolah data dan mengerjakan kalkulasi yang semakin rumit dengan kecepatan yang semakin tinggi, akan tetapi juga dalam pengembangan perangkat lunak (dalam bentuk program) yang memungkinkan aplikasi komputer semakin beraneka ragam. Dengan pesatnya perkernbangan informatika tersebut sehingga dapat dikatakan tidak ada lagi segi-segi kehidupan organisasional yang tidak disentuh oleh perkembangan tersebut, tidak hanya organisasi yang berskala besar juga organisasi berskala kecil. Hal-hal yang dikatakan diatas berarti bahwa seorang administrator dan administratist hanya dapat dikatakan sebagai seorang administrator dan administratist yang baik apabila ia memiliki paling sedikit pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang disebut di atas. Di samping itu, jika seorang administrator dan administratist memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu tersebut, ia akan mempunyai pandangan yang luas terhadap masyarakat yang harus dilayani oleh administrasi. Tambahan pula dengan pengetahuan yang demikian ia akan memiliki semakin banyak instrumen untuk memecahkan masalah yang dihadapinya dan dengan demikian kemungkinan besar ia akan dapat menemukan pemecahan yang lebih baik pula. Lingkungan dalam Administrasi Administrasi dan manajemen tidak pernah beroperasi dalam suasana kekosongan. Proses administrasi dan manajemen dimaksudkan untuk melayani masyarakat dalam usaha masyarakat itu memuaskan kebutuhannya. Setiap masyarakat telah mempunyai norma-norma tertentu yang berlaku bagi masyarakat tersebut. Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu ini adalah ilmu informatika menunjang administrasi karena dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan teknologi. 11. Ilmu Eksak Para ahli matematika memberikan kemudahan kepada ilmu Administrasi untuk merealisasikan dalam menentukan keputusan,salah satu contohnya adalah diciptakannya statistik untuk mengatur sebuah resiko dan ketidakpastian.Dari kesebelas ilmu yang dikaitkan menerangkan bahwa ilmu adminstrasi bersifat deskriptif, jika tidak didukung oleh berbagai pemahaman dari disiplin ilmu yang ada, namun seiring berkembangnya zaman, semua ilmu saling melangkapi satu sama lain, ini menjadikan ilmu administrasi menjadi fenomena yang nyata dalam kehidupan sehari hari. Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu eksak adalah ilmu eksak mendukung ilmu administrasi untuk merealisasikan dalam menentukan sebuah resiko dan ketidakpastian dalam kehidupan sehari hari. TUGAS 2  Fase Perkembangan Administrasi Sebagai Seni Praktik 1. Fase Prasejarah [Berakhir 1 Masehi] Banyak bukti-bukti yang menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Administrasi telah dilaksanakan pada fase sejarah ini, meskipun mungkin masyarakat purba pada masa itu tidak secara sadar melaksanakannya. Beberapa peradaban yang dapat di gunakan untuk melacak fenomena-fenomena administrasi dan manajemen serta prinsip-prinsip yang telah dijalankan sebagai bukti-bukti perkembangan administrasi dan manajemen dalam kurung waktu fase sejarah adalah sebagai berikut : a. Peradaban Mesopotamia. Pada zaman Mesopotamia ini telah dijalankan prinsip-prinsip administrasi dan manajemen terutama di bidang pertanian, perdagangan, komunikasi, pengangkutan terutama pengangkutan sungai bahkan masyarakat Mesopotamia telah menggunakan logam sebagai alat tukar menukar yang memperlancar jalannya perdagangan. b. Peradaban Babilonia Administrasi perdagangan, pemerintahasan, perhubungan dan pengangkutan telah berkembang pula dengan baik sejak zaman Babilonia ini. Peradaban Babilonia telah berhasil pula membina suatu sistem administrasi dan manajemen dibidang teknologi, yaitu dengan adanya taman gantung yang sampai saat ini belum dapat ditandingi oleh teknologi manusia modern. c. Mesir Kuno Analisis terhadap peninggalan-peninggalan zaman pra sejarah, membuktikan bahwa di Mesir kuno aspek administrasi dan manajemen yang sangat berkembang ialah penataan usaha kerja sama di bidang pemerintahan, militer, perpajakan dan pertanian (termasuk irigasi). Piramida di Mesir juga merupakan pembuktian bahwa dalam pembangunan peninggalan sejarah itu telah melibatkan ratusan ribu orang yang bekerjasama, dan tentunya didasari dengan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau pengerahan tenaga, dan pengawasan yang sifatnya formal. Di Mesir juga ditemukan bukti-bukti bahwa orang-orang Mesir telah menerapkan system desentralisasi dan penggunaan staf penasehat 2000 tahun sebelum masehi. d. Tiongkok Kuno Yang paling menonjol dan merupakan perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ialah bahwa masyarakat dan pemerintahan Tiongkok Kuno telah berhasil menciptakan suatu sistem Administrasi kepegawaian yang sangat baik. Demikian baiknya ciptaan itu sehingga banyak prinsip-prinsip administrasi kepegawaian modern yang terkenal dengan istilah “Merit System” itu dipinjam dari prinsip-prinsip Administrasi kepegawaian Tiongkok Kuno.  Tokoh-tokoh terkenal pada zaman ini adalah :  Confusius Beliau terkenal tidak hanya sebagai ahli filsafat dan rohaniawan yang agung akan tetapi juga sebagai Negarawan dan Administrator yang besar. Selama jabatannya sebagai perdana menteri, Tiongkok Kuno menjadi sangat teratur, beliau telah menyusun apa yang ia sebut sebagai ketentuan Administrasi negara (Rules of Public Administration) yang merupakan kode etik bagi para pejabat pemerintah pada waktu itu.  Chow Chow pun pernah menjabat sebagai perdana menteri Tiongkok Kuno. Beliau telah menciptakan apa yang disebut Undang-Undang Chow (The Constitution of Chow) yang merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pegawai negeri. Syarat-syarat itu cukup berat sekalipun dilihat dari kacamata modern sekarang ini, yaitu : kejujuran, kecakapan, pengabian kepada kepentingan umum, pengetahuan yang mendalam tentang kondisi negara,, kemampuan selalu sibuk dan produktif.  Moti Beliau ini dipandang sebagai perdana menteri yang berpandangan sosialime pertama di dunia dan sumbangnnya yang terpenting adalah perbaikan di bidang pertanian. e. Romawi Kuno. Pekembangan Administrasi pada zaman Romawi Kuno dibuktikan dengan adanya ahli filsafat terkenal yaitu CICERO, terutama dalam 2 bukunya yang masing-masing berjudul “ De Office ” dan “ De Legibus (The Low). Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa pemerintah Romawi Kuno telah berhasil memerintah daerah yang sangat luas dengan penggunaan apa yang dikenal sekarang dengan istilah “System Approach”. Tugas-tugas pemerintah dibagi dalam departemen-departemen yang disebut “Magistrates” yang dipimpin oleh seorang magistrator. Disamping itu, pemerintah Romawi Kuno telah berhasil pula mengembangkan Administrasi Militer, Administrasi Pajak, Administrasi Perhubungan lebih dari zaman-zaman sebelumnya. f. Yunani Kuno. Sumbangan terkenal dari Yunani Kuno yang mempengaruhi jalannya proses administrasi ialah pengembangan konsep demokrasi. Meskipun konsep demokrasi pada zaman Yunani Kuno berbeda dengan konsep yang kini umum belaku di dunia. Sebagaimana diketahui, demokrasi dalam bahasa Yunani terdiri dari 2 kata yaitu “demos” yang berarti rakyat dan “krato” yang berarti kekuasaan. Jadi kekuasaan rakyat. Letak perbedaan konsep demokrasi di kala itu dan sekarang ialah terletak pada perbedaan interpretasi tentang “rakyat”. Yang tergolong kepada rakyat dari suatu polis (Negara kota) pada zaman yunani kuno hanya terbatas pada mereka yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Pria b. Dewasa ( 21 Tahun ) c. Lahir di Athena ( sebagai polis terbesar dan terpenting ) d. Orang Tua warga negara Athena. Pembatasan pengertian “rakyat” ini memang logis bagi rakyat Yunani Kuno karena 75 % dari penduduk Athena terdiri dari pendatang atau budak belian. Dengan pembatasan-pembatasan ini pun Yunani Kuno telah berhasil menciptakan parlemen pertama di dunia yang pada waktu itu disebut “Dewan Orang-Orang Tua yang Bijaksana”. Urusan-urusan di bidang pertahanan diatur sendiri oleh suatu dewan yang disebut “Dewan Militer”. Suatu ciri khas dari masyarakat Yunani Kuno ialah bahwa orang-orang yang tergabung sebagai rakyat, paling sedikit satu kali dalam hidupnya harus menjadi pegawai negeri tanpa bayaran. Dengan uraian perkembangan Administrasi pada fase Pra Sejarah ini, jelas menunjukkan bahwa pada mulanya Administrasi Negara berkembang jauh lebih pesat dari Administrasi Niaga, sedangkan pada zaman modern sekarang ini kelihatannya keadaannya terbalik. Penyebabnya antara lain ialah perkembangan industri dan teknologi yang sangat pesat. 2. Fase Sejarah ( Tahun 1 M sampai dengan 1886 ) Dalam fase ini timbul di daerah Eropa tiga kelompok sarjana yang terdapat pada 3 negara yang berbeda-beda dan mempunyai pandangan yang garis besarnya sama yaitu :  Kaum Kameralisten yang terdapat di Jerman dan Australia.  Kaum Merkantilizen di Inggris, dan  Kaum Fisiokraten di Perancis.( Siagian, 1977) Mereka ini sebenarnya adalah pelopor-pelopor Administrasi ilmiah, karena inti dari teori- teori mereka ialah bahwa perekonomian dari pada suatu negara hanya bisa akan kuat apabila kegiatan-kegiatan administrasi dan manajemen dilaksanakan sebaik-baiknya, akan tetapi administrasi dan manajemen belum diketemukan pada waktu itu, maka mereka digolongkan sebagai ahli ekonomi. Bukti yang dapat diketengahkan dari ketiga kelompok ahli tersebut sebagai pelopor Administrasi dan manajemen ilmiah ialah hasil karya mereka, diantaranya adalah George Von zincke yang telah menghasilkan 537 karya ilmiah dari 175 diantaranya membahas Administrasi pertanian. Charles Babbage, yang pada permulaan abad 18 telah menulis buku yang berjudul “The Economy of manufacture” dalam buku tersebut mengemukakan pentingnya efisiensi dalam usaha mencapai tujuan. Namun selama hampir satu abad hasil karya ini terlupakan dan baru diselidiki kembali setelah lahirnya manajemen ilmiah ( scientific management movement ), yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor di Amerika Sertikat. Gerakan ini dimulai tahun 1886 dan menandai 2 hal yaitu : (1) berakhirnya status administrasi dan manajemen sebagai seni semata-mata, tetapi mulai berdwistatus karena administrasi dan manajemen itu berstatus pula sebagai ilmu, dan (2) berakhirnya fase sejarah dalam perkembangan administrasi dan manajemen dan tibanya fase modern yang dimulai pada tahun 1886 dan yang masih berlangsung terus hingga dewasa ini. Fase ini berakhir pada tahun 1886, Pada fase ini peradaban manusia sudah semakin maju sudah mulai muncul pemikiran-pemikiran administrasi sebagai sebuah ilmu utamanya di Eropa. Hal ini dibuktikan dengan adanya terobosan dari kaum Kameralisme di jerman dan austraalia, kaum merkantilisme di inggris dan kaum fisiokrat di Perancis. Kaum Kameralisme , yang mengembangkan ilmu Administrasi Negara, misalnya system pembukuan dalam hal Administrasi Keuangan Negara, Merkanitilis (sentralisasi ekonomi dan politik) dan kaum Fisiokrat yang berpengaruh selama kurun waktu 1550-1700-an. Awal Pemikiran administrasi awalnya dikuasai oleh nilai-nilai budaya yang anti bisnis, anti prestasi, Sumbangan yang besar terhadap perkembangan administrasi pada fase ini adalah Timbulnya Revolusi Industri I ditandai oleh berbagai temuan, salah satunya adalah mesin uap yang ditemukan oleh James Watt.dalam revolusi industri manusia sudah mulai mencari inovasiinovasi baru seperti dalam bidang teknologi agar mampu melakukan produksi secara efisien. Merkatilisme adalah suatu system politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan umtuk memperbanyak asset dan modal yang dimiliki suatu Negara. Merkantilisme tertuang dalam peraturan Negara yang berbentuk proteksionalisme dan politik colonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah Negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang import dengan tarif. Dijerman, merkantilismenya disebut dengan istilah kameralisme. Camera artinya kas raja. Caranya dengan memungut pajak dan membentuk perusahaan dagang di afrika untuk mengembangkan perekonomian. Di perancis, merkantilisme dimulai masa Louis XI (1461-1483). Bertujuan untuk memakmurkan rakyat terkenal dengan sebutan colbertisme (pencetusannya jean Colbert, menkeu perancis). Berbeda dengan kaum merkantilisme, kaum fisiokrat menganggap bahwa sumber kekayaan yang senyata-nyatanya adalah sumber daya alam. Kaum ini dinamakan physiocratism= physic (alam) dan cratain atau cratos (kekuasaan). Kaum fisiokrat percaya bahwa alam diciftakan oleh tuhan penuh keselarasan dan keharmonisan. Yang artinya bahwa biarkan manusia diberikan kebebasannya mengelola alam demi memenuhi kebutuhannya masing-masing dan akan selaras dengan kebutuhan masyarakat banyak. Artinya bahwa pemerintah tidak boleh ikut campur dan biarkan alam mengatur. Inilah yang menjadi awal mula doktrin laissez faire-laissez passer/ let do, let pass yang artinya biarkan semua terjadi, biarkan semua berlalu. Tokoh yang menonjol pada zaman ini adalah George von zincke yang telah menghasilkan 537 karya ilmiah dan yang terbanyak adalah tentang administrasi pertanian. Perkembangan semakin pesat karena pada zaman ini telah timbul adanya revolusi industry di inggris, yang mengakibatkan perubahan yang besar dalam administrasi. Adalagi seorang tokoh yang mempunyai peranan besar pada zaman ini, yaitu Charles barbage, seorang professor matematika pada universitas Cambridge, yang pada permulaan abad 18 menulis buku yang berjudul the economy of manufacture. Pada buku ini menekankan pada pentingnya efesiansi dalam usaha mencapai tujuan. Selama hampir satu abad hasil karya ini terlupakan dan baru terselidiki kembali setelah lahirnya gerakan manajemen ilmiah (scientific manajement movement), yang dipelopori oleh Fredrick winslow taylor tahun 1886.  Revolusi Industri Inovasi teknologi dari revolusi industri memberi dampak dinamik terhadap pemikiranpemikiran adm dan manajemen terjadi di inggris antara tahun 1700-1785, revolusi industri di inggris mengubah manusia di segala bidang termasuk di bidang adm dan manajemen sebagai sebagai teknik dan praktek kerjasama manusia. Pada abad 18 dan 19 terjadi revolusi teknologi di inggris. Tenaga manusia digantikan oleh mesin dan mesin-mesin uap menghasilkan tenaga yang lebih murah dan lebih efisien. Pada fase revolusi industri, Richard Arkwright memberi kontribusi dalam penggunaan efficient managerial principles yang berhubungan dengan produksi yang kontinu, koordinasi mesin-mesin, material, orang-orang , capital, factory disiplin dan tanda- tanda pembagian kerja. Adam Smith juga memberi kontribusi tentang pembagian kerja, dimana ditunjukkan bahwa spesialisasi dapat meningkatkan efisiensi, Perkembangan pemikiran dalam periode waktu hingga 1886 lebih merupakan adm dan manajemen sebagai praktek pengaturan kerjasama untuk mencapai tujuan, administrasi lebih dikenal sebagai “seni” 3. Fase Modern Fase modern ini ditandai dengan lahirnya gerakan Manajemen Ilmiah yang dipelopori F.W.Taylor sebagai seorang sarjana Pertambangan. Taylor memperhatikan bahwa effisiensi dan produktifitas buruh tidak terlalu tinggi disebabkan terlalu banyaknya waktu dan gerak-gerik kaum buruh yang tidak produktif. Kemudian Taylor mengadakan penyelidikan tentang hal-hal tersebut yang disebut “ Time and Motion Study “ dan hasilnya dituliskan dalam suatu buku yang berjudul “ The Principles of Scientific Management “ dan diterbitkan pada tahun 1911 setelah terlebih dahulu dibacakan dalam kongres para sarjana teknik Amerika. Demikian pula di Prancis seorang ahli pertambangan yang bernama Henri Fayol. Beliau menyelidiki sebab musabab kegagalan perusahaan yang ditempatinya bekerja. Berkat usahanya itu perusahaan tersebtu dapat diselamtkan dari kehancuran. Dan kemudian hasil pemikirannya itu dituangkan dalam suatu buku yang terbit pada tahun 1916, dan pada tahun 1930 diterjemahkan kedalam ke dalam bahasa inggris dengan judul “ General and Industrial Management “. Pada dasarnya kedua tulisan dari ahli tersebut diatas saling melengkapi, karena Taylor menyoroti pada pelaksana dan pimpinan tingkat rendah, sedang Fayol menyoroti golongan pimpinan tingkat atas dari suatu organisasi. Kedua tokoh inilah yang memegang peranan dan memberikan sumbangan yang sangat besar dalam meletakkan dasar pertumbuhan administrasi dan manajemen sebagai ilmu pengetahuan. Karenanya F.W. Taylor dijuluki sebagai Bapak Gerakan Managemen Ilmiah dan H. Fayol dijuluki sebagai Bapak Teori Administrasi.

Judul: Tugas 1 Dan

Oleh: Muhammad Khairul Zaman

Ikuti kami