Tugas Sejarah

Oleh William Defirda

222,8 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Sejarah

TUGAS SEJARAH RANGKUMAN BUKU O L E H : MUHAMMAD REYHAN AKBAR(17) XI MIPA 2 JUDUL BUKU: PERGERAKAN NASIONAL MENCAPAI DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN PENULIS: Drs.Sudiyo PENERBIT: Rineka Cipta HALAMAN: 138 Halaman TANGGAL TERBIT: 2002 RINGKASAN Sebelum pergerakan nasional di Indonesia Perjuangan yang dilakukan masih bersifat kedaerahan (parsial) seperti perlawanan rakyat di Maluku, Banten, Mataram, Makasar yang terjadi pada abad ke 17 dan 18 terhadap VOC sampai pemerintahan Hindia Belanda di Batavia. Tujuan perjuangannya hanya berkisar wilayah kekuasaan raja atau penguasa setempat. Dua faktor yang menimbulkan pergerakan nasional di Indonesia adalah faktor dalam negeri (internal) dan faktor luar negeri (eksternal). Tetapi dari dua faktor tersebut yang lebih menentukan adalah faktor dalam negeri. Faktor luar negeri hanya berfungsi sebagai mempercepat proses timbulnya pergerakan nasional. Pengertian pergerakan nasional sendiri jika dilihat dalam bahasa inggris pergerakan dapat diartikan movement. Istilah pergerakan ini digunakan dalam sejarah perjuangan bangsa, menjadi “pergerakan nasional” yang identik dengan “kebangkitan nasional”. Adapun pengertian pergerakan nasional, dapat ditinjau melalui pendekatan multidimensional, yang berarti meliputi segala bidang, yaitu bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Namun dari semua bidang tersebut yang paling menonjol dalah pergerakan nasional dalam bidang politik, karena penjajah menggunakan polit ik dalam segala bidang. Untuk mempermudah dan memahami tentang sejarah kebangkitan nasional dalam rangka Perjuangan mencapai Indonesia merdeka, maka kebangkitan nasional di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 periode tapi pembagian ini tidak mengikat, karena tujuannya hanya untuk mempermudah, seperti berikut ini. 1. Perjuangan mencapai Kemerdekaan (1900-1945) 2. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan (19451950) 3. Perjuangan mengisi kemerdekaan (1950-sekarang) Untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan perlu adanya organisasi yang bersifat nasional. Sedangkan organisasi yang bersifat nasional, baru muncul setelah adanya golongan “Elit Intelektual”, karena golongan ini memiliki wawasan yang luas, akibat penerapan pendidikan sistem barat terhadap pelajar Bumi Putera, Pada masa STOVIA dan pelaksanaan Politik Etis. Setelah tahun 1900 barulah muncul berbagai pergerakan nasional, diantaranya sebagai berikut. 1. Budi Utomo Organisasi pergerakan nasional yang berdiri tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dibawah kepemimpinan R. Soetomo. Mengadakan kongres I pada tanggal 3-5 Okt ober 1908 yang menghasilkan susunan Pengurus Besar Budi Utomo, AD/ART Budi Utomo dan menentukan Kantor Pusat Budi Utomo. Perjuangan organisasi ini melalui bidang social-budaya dan hubungan dengan pemerintah cukup dekat, mengingat pengurusnya sebagian besar terdiri dari pegawai pemerintahan. Gerakan Budi Utomo juga terkesan lambat dan sangat hati-hati. Bagi anggota Budi Utomo yang tidak sabar, terpaksa keluar dari keanggotaan Budi Utomo, antara lain Dr. Cipto Magunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Mereka menginginkan gerakan yang militant dan langsung bergerak dalam bidang politik. Sejak awal tujuan Budi Utomo pada prinsipnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih baik “Biar lambat asal selamat, daripada hidup sebentar mati tanpa bekas”. Terbukti bahwa Budi Utomo cukup lama bertahan dari tahun 1908-1926 masih bergerak dalam bidang social-budaya. Setelah Dr.Sutomo kembali dari Belanda dan mendiri kan organisasi Persatuan bangsa Indonesia (PBI) yang bergerak dalam bidang politik. Dalam kongres Budi Utomo tanggal 24-26 Desember 1935 di Solo terjadila Fusi antara PBI dan Budi Utomo menjadi Partai Indonesia Raya (Parindra) yang bergerak dalam bidang politik. Yang perlu dicatat adalah cara pergerakan yang pandai membaca situasi, sehingga dapat menjadi penggerak awal dan bisa bertahan cukup lama. 1. Indische Vereniging Didirikan oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Belanda, pada tanggal 15 November 1908. Mulanya organisasi ini bergerak dalam bidang sosial, tapi tidak lama bertahan, karena sejak tahun 1913 mulai diwarnai dibidang politik. Hal ini terjadi karena pengaruh dari tokoh “tiga serangkai” (dr. Cipto Mangunkusumo, E.F.E Douwes Dekker, dan Suwardi Suryaningrat). Pendiri Indisje Partij yang dibuang ke Belanda. Suwardi Suryaningrat sempat terpilih menjadi ketua pada periode 1917-1919. Perubahan nama terjadi dari Indische Vereniging diganti menjadi Indonesische Vereniging. Pergantiaan nama ini dilakukan agar seluruh anggota organisasi ini adalah orang-orang Indonesia (bumi putera) bersih dari orang belanda. Pada saat pimpinan Indische ve reniging dijabat oleh Ahmad So ebardjo pada periode 1919-1921. Terjadi pergantian nama untuk Indonesische Vereniging menjadi “Perhimpunan Indonesia”. Tapi usul Ahmad Soebardjo ini tidak langsung dilakukan karena memperhitungkan situasi yang ada. Terlihat nama perhimpunan Indonesia dan usulan lambing organisasi warna “merah-putih” dengan gambar “kepala kerbau” baru secara resmi digunakan saat dipimpin oleh dr. Soekiman Wirjosandjojo (1925). Ketika ketua PI disandang oleh Moh. Hatta waktu itu, pertama kalinya itulah Indonesia bersuara di forum internasional dengan mengutarakan tentang perjuangan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan negaranya. 1. Sarekat dagang Islam Mengenai Sarekat Dagang Islam masalah tahun berdirinya masih memerlukan penelitian yang lebih mendalam, sebab ada pihak yang mengemukakan Sarekat Dagang Islam lebih dulu dari pada Budi Utomo, yaitu sejak 16 Oktober 1905. Usaha Dr. D.A. Rinkers yang bertujuan untuk kepentingan kolonial, beru saha keras menghapus peranan Tirto Adhi Soerjo, karena dinilai sangat berbahaya terhadap pemerintahan HindiaBelanda. Mengenai tahun berdirinya SDI yang tertulis dalam buku-buku sejarah SD,SMP dan SMA banyak yang menggunakan angka tahun 1911, karena ditinjau menurut pemerintahan Hindia-Belanda (Nederland Centris). Terlepas mana yang dipakai mengenai angka tahun kelahiran SDI, yang Jelas SDI termasuk suatu organisasi pergerakan nasional yang ikut mewarnai perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita nasional. 1. Indische Partij Berdiri tanggal 6 september 1912 di Bandung. Pendirinya adalah dr. Cipto Mangunkusumo, EFE. Douwes Dekker, dan Suwardi Suryaningrat (tiga Serangkai). Beda dengan organisasi sebelumnya organisasi ini bersif at keras dan langsung bergerak dalam bidang politik. Karena sifat keberanian pendiri Indisje patij satu persatu dari pendiri itu pun ditangkap dan diasingkan ke Belanda. Kedatangan Tiga Serangkai di Belanda memeberikan angin segar kepada mahasiswa Indonesia di Belanda. Dengan masuknya Tiga Serangkai di Indische Partij berubahlah perjuangan yang awalnya dalam bidang sosial sekarang menjadi dalam bidang politik. Sepeninggalnya tiga serangkai ke negeri belanda indische parti j semakin lama semakin mundur. Karena adanya larangan dari pihak pemerintah colonial belanda. Akhirnya dari “Tiga Serangkai” yang masih diharapkan adalah cita-cita yang masih tetap hidup dalam kalangan masyarakat, yaitu dapat disalurkan melalui bidang pendidikan. 1. Perguruan Muhammadiyah Didirikan pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta oleh K.H. Achmad Dachlan. Pada saat itu dikalangan masyarakat, dianggap terjadi penyimpanganpenyimpangan dan tidak utuh dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama. Muhammadiyah tergerak untuk memperbaiki dan memajukan ajaran islam. Al-Qur’an tidak boleh dipandang sebagai hal yang kaku melainkan bersifat fleksibel dan terus mengikuti zaman. Pemerintah berusaha supaya Islam tetap bersifat ortodoks agar pemerintah mudah untuk mengaturnya dan mudah diadu domba. Sehingga muhammadiyah walaupun tidak seketat pengawasan teradap SO, namun kekhawatiran pemerintah tetap ada. Pergerakan nasional untuk mencapai Indonesia merdeka dikenal melalui tiga generasi, yaitu generasi ’08, generasi ’28, dan generasi ’45. Generasi tersebut semuanya diawali oleh golongan pemuda. Namun pergerakan pemuda dari tiga generasi tersebut mempunyai cir khas tersendiri dalam langkah perjuanganny a. Perjuangan Wanita (emansipasi) yang telah dilakukan oleh R.A. Kartini sebenarnya tidak ditujukan untuk kepentingan wanita saja. Sebenarnya dengan kemajuan kaum wanita juga mengarah kepada kemajuan bangsa. Dengan kesadaran seperti tersebut maka kaum wanita tidak tinggal diam. Di Jakarta pada tahun 1912, berdiri organisasi Puteri Mardika atas prakarsa Budi Utomo. Setelah itu menjamur kedaerah yang lain yaitu terbentuknya organisasi “Kautamaan Istri” di Tasikmalaya tahun 1913. Banyak juga organisasi wanita yang mengarah keperjuangan di bidang politik salah satunya seperti Sarekat Siti Fatimah di Garut tahun 1918. Peranan pendidikan juga sangatlah penting pada saat itu untuk membentuk pemuda yang berwawasan luas untuk membawa perubahan di Hindia Belanda. Memang diantara semua bidang-bidang yang ditempuh untuk diperjuangkan, yang terlihat menonjol adalah bidang politik. Seperti terbentuknya dua partai dari Sarekat Islam yaitu PSI dan PKI yang mempunyai ideologinya masingmasing. Kedua partai mengambil sikap non-kooperasi kepada Belanda sejak tahun 1923.

Judul: Tugas Sejarah

Oleh: William Defirda


Ikuti kami