Makalah Eki Ulangan

Oleh Hendriko Fauzi

53,4 KB 6 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Eki Ulangan

FoSSEI dan Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia 22 April 2013 - dalam Artikel Ekonomi Islam Oleh nurul-ain-feb10 Perkembangan ekonomi islam yang semakin cerah dewasa ini, yang ditandai dengan berkembangnya lembaga keuangan syariah di indonesia baik lembaga perbankan maupun non bank. Tidak hanya itu, di dunia pendidikan semakin bermunculan program studi ekonomi islam di beberapa universitas di indonesia. Perkembangan ekonomi islam yang semakin marak ini merupakan cerminan jawaban atas gairah dan kerinduan umat islam di Indonesia ini akan suatu sistem perekonomian yang mampu mensejahterahkan bangsa dan membebaskan bangsa dari terpuruknya perekonomian indonesia oleh beberapa sebab, diantaranya krisis ekonomi, kemiskinan, pengangguran, juga sebagai pembaharuan ekonomi dalam negeri yang masih penuh kerusakan ini, serta awal kebangkitan ekonomi islam di Indonesia maupun di seluruh dunia, misalnya di Indonesia berdiri Bank Muamalat tahun 1992. Ketika membahas perkembangan ekonomi islam tak lepas dari pembahasan mengenai Perubahan ekonomi global , seperti pada krisis yang terjadi di negara Timur Tengah dan Eropa. Krisis ekonomi, politik, dan sosial yang mewarnai lingkungan makro ekonomi nasional. Dampak dari situasi di luar negerilah menjadi sebab utamanya. Kredit Yunani sebagai contohnya menjatuhkan mata uang Euro dan juga ikut menjatuhkan kondisi pasar uang dan pasar modal. Pemodal asing banyak yang mulai menarik uangnya karena kekhawatiran krisis Eropa. Selain krisis Eropa, krisis yang terjadi di Timur Tengah juga ikut memberikan dampak terhadap investor asing dari Timur Tengah karena kondisi di Timur Tengah yang tidak pasti. Selain itu di tingkat ASEAN sendiri, dengan akan dicanangkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Sebagai salah satu pilar ASEAN Vision 2020, tentunya akan banyak persiapan bagi Indonesia. Berdasarkan laporan AEC Scorecard yang diterbitkan oleh Sekretariat ASEAN pada tahun 2009, Negara yang dinilai mencapai tingkat implementasi MEA tertinggi adalah Singapura dengan nilai 93,52%. Dari 10 negara anggota, Indonesia menempati urutan ke-7 dengan nilai 80,37%. Hal tersebut mencerminkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi MEA. Terbentuknya pasar tunggal sebagai karakteristik utama MEA meyebabkan seluruh Negara ASEAN khususnya Indonesia mau tidak mau harus bersaing untuk menjadi Negara pengekspor agar neraca perdagangan Negara tetap seimbang di tengah kondisi produk-produk asing mulai membanjiri Indonesia. Selain isu-isu global tersebut, terdapat juga beberapa isu khusus ekonomi Islam yang berkembang di Indonesia, setelah persoalan gadai emas yang kemudian menjadi berkebun emas yang sempat menjadi perbincangan beberapa bulan lalu, hingga akhirnya diadakan pengaturan ulang mengenai gadai emas ini agar tidak menimbulkan spekulasi dan riba. Persoalan Perbankan Syariah masih saja menjadi topik-topik di beberapa media massa terkait perkembangan ekonomi syariah. Menurut sekjen asbisindo, Achmad K Permana mengatakan bahwa ada tiga masalah besar di Perbankan Syariah, antara lain masalah ketersediaan produk dan standarisasi produk perbankan syariah, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk bank syariah, serta masalah terkait ketersedian SDM perbankan syariah. mengingat Perbankan syariah Indonesia paling pesat pertumbuhannya yaitu 38% dibandingkan dengan pertumbuhan perbankan syariah dunia yang berkisar 10% sedangkan SDM yang ada sekarang masih mengambil dari SDM bank konvensional yang hanya di berikan beberapa kali training mengenai perbankan syariah. Selain itu Perbankan syariah saat ini masih banyak tantangan untuk menjadi sistem perekonomian Indonesia. Bank syariah belum menjadi kepentingan isu nasional, hal ini berbeda dengan Malaysia yang telah didukung oleh pemerintahnya secara penuh. Tantangan Ekonomi Islam Dalam Menghadapi Perkembangan Ekonomi Global Perkembangan lembaga perbankan dan keuangan syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan menunjukkan ketangguhannya dalam masa krisis moneter dan menunjukkan data-data kemajuan yang fantastis. Ketika bank konvensional mengalami likuidasi, bank syariah dapat bertahan dengan sistem bagi hasilnya, sehingga tidak wajib membayar bunga pada jumlah tertentu kepada nasabah sebagaimana pada bank konvensional. FDR bank syariah yang senantiasa tinggi, menunjukkan bahwa dana pihak ketiga bersifat produktif yang di investasikan kepada usaha-usaha masyarakat kecil maupun menengah. Perkembangan ekonomi global dan semakin meningkatnya minat masyarakat dengan ekonomi perbankan secara islami, ekonomi islam mendapat tantangan yang besar pula. Menurut Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Wakil Sekjen MES Pusat, Bapak Agustianto menyebutkan bahwa setidaknya ada lima masalah dan tantangan yang dihadapi ekonomi Islam saat ini. Pertama, masih minimnya pakar ekonomi Islam berkualitas yang menguasai ilmu-ilmu ekonomi modern dan ilmu-ilmu syariah secara integratif. Kedua, ujian atas kredibiltas sistem ekonomi dan keuangannya, ketiga, perangkat peraturan, hukum dan kebijakan, baik dalam skala nasional maupun internasional masih belum memadai . Keempat, masih terbatasnya perguruan tinggi yang mengajarkan ekonomi Islam dan masih minimnya lembaga tranining dan consulting dalam bidang ini, sehingga SDM di bidang ekonomi dan keuangan syariah masih terbatas dan belum memiliki pengetahuan ekonomi syariah yang memadai. Kelima , peran pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, masih rendah terhadap pengembangan ekonomi syariah, karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan mereka tentang ilmu ekonomi Islam. Posisi Fossei Dalam Pembumian Ekonomi Islam Untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia Fossei sebagai organisasi mahasiswa pertama yang mempunyai visi pembumian ekonomi islam di Indonesia, merupakan organisasi yang mempunyai peran penting dalam menanggapi setiap perubahan ekonomi global sekaligus menanggapi perkembangan ekonomi islam yang semakin pesat. FoSSEI sebagai Organisasi Pembumian Ekonomi Islam juga organisasi pengkaderan para aktivis ekonomi islam. Bahwa FoSSEI memiliki peran penting dalam partisipasinya menghadapi permasalahan serta tantangan tersebut. Dengan melakukan riset atau penelitian, mengadakan kajian dan diskusi yang akan memunculkan ide-ide cemerlang, serta forum-forum besar yang diadakan bersama untuk membahas dan mencari solusi atas permasalahan ekonomi tersebut. Selain itu dengan memperluas gerak langkah dakwahnya ke tingkat SMP,SMA, pondok pesantren, hingga sampai terjun ke masyarakat umum secara langsung. FoSSEI yang dalam gerak dakwahnya minimal bisa memberikan pengaruh positif di tingkat kampus, seperti mulai mengedukasi mahasiswa di kampus tersebut dari mulai mengenalkan dan memberikan pengetahuan bagaimanakah seharusnya kegiatan ekonomi yang sesuai dengan syariah itu. Dalam kepengurusannya, FoSSEI yang di dukung oleh KSEI-KSEI (Kelompok Study Ekonomi Islam) yang tersebar di kampus-kampus di berbagai daerah di Indonesia, mempunyai agenda kerja rutin tiap tahunnya, seperti mengadakan Rapat Kerja Nasional setiap awal kepengurusan, musyawarah nasional setiap akhir kepengurusan, Kampanye Nasional Ekonomi Islam setiap hari lahirnya dan Temilnas sebagai ajang bertemunya para ilmuan-ilmuan ekonomi islam seluruh Indonesia. Dalam setiap agenda tersebut, FoSSEI selalu membahas isu-isu terkini baik isu perekonomian indonesia maupun perekonomian global, baik melalui seminar, talkshow, diskusi, kajian juga menyertakan isuisu tersebut sebagai tema lomba karya tulis sehingga diharapkan melalui karya tulis tersebut muncul ide-ide brilian sebagai solusi atas permasalahan tersebut khususnya masalah ekonomi. Seperti pada temilnas di Riau bulan Maret kemarin, dalam acara seminar nya membahas mengenai permasalan krisis global juga terkait peningkatan kualitas SDM ekonomi islam di Indonesia. Optimisme FoSSEI kedepan harus semakin kuat. Dengan bekerja sama dengan MES, IAEI serta dengan dukungan dari Perbankan syariah seperti Bank Syariah Mendiri misalnya, semakin memudahkan langkah gerak FoSSEI dalam Pembumian Ekonomi Islam. Penyebaran Ekonomi Islam yang kini mulai beragam di media massa, baik melalui media cetak maupun elektronik. Bahkan tidak hanya melalui media internet ataupun surat kabar, kini telah ada acara pembumian ekonomi islam melalui stasiun TV. Hal tersebut mencerminkan bahwa masyarakat telah mengenal dan mulai meyakini bahwa solusi atas permasalahan ekonomi yang terjadi, baik terkait krisis, inflasi, pengangguran, kemiskinan dan lainya, yaitu Sistem ekonomi yang berjalan sesuai syariah islam lah solusinya. Sistem ekonomi yang berjalan pada masa Rasulullah SAW. Hanya perlu kerja sama dari seluruh penggiat ekonomi islam di seluruh indonesia untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya keadilan dan kesejahteraan bagi semua kalangan masyarakat dengan terwujudnya sistem ekonomi islam. http://nurul-ain-feb10.web.unair.ac.id/artikel_detail-77657-Artikel%20Ekonomi%20Islam-FoSSEI %20dan%20Perkembangan%20Ekonomi%20Islam%20di%20Indonesia.html

Judul: Makalah Eki Ulangan

Oleh: Hendriko Fauzi


Ikuti kami