Makalah Manajemen Konflik

Oleh Sandi Samudra

157,9 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Manajemen Konflik

MAKALAH MANAJEMEN KONFLIK Disusun Oleh : Maulana Sandi Samudera NIM : (201910370311426) JURUSAN INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Daftar Isi Daftar Isi……………………………………………………………………………………1 Kata Pengantar………………………………………………………………………………2 BAB I Pendahuluan…………………………………………………………………………………3 A. Latar Belakang………………………………………………………………………3 B. Rumusan Masalah………………………………………………………………...…3 C. Tujuan…………………………………………………………………………….…3 BAB II Pembahasan…………………………………………………………………………………4 A. B. C. D. E. F. G. Pengertian Konflik………………………………………………………………….4 Pengertian Manajemen Konflik…………………………………………………….5 Paradigma Menghadapi Konflik……………………………………………………6 Strategi Menghadapi Konflik………………………………………………………7 Alur Menyelesaikan Konflik…………………………………………………….…8 Tips Menyelesaikan Konflik……………………………………………………….9 Dampak Konflik……………………………………………………………………9 BAB III Penutup…………………………………………………………………………………….13 A. Kesimpulan………………………………………………………………………...13 B. Penutup…………………………………………………………………………….13 Daftar Pustaka……………………………………………………………………………..14 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya bisa menyelesaikan makalah yg berjudul "Manajemen Konflik" dengan tepat waktu. Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas saya untuk menyelesaikan kegiatan Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) pada semester ganjil tahun 2019-2020. Dalam makalah ini diuraikan tentang pengertian, serta apa saja hal yang terdapat pada manajemen konflik. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kakak-kakak Trainer atas ilmu yang telah diberikan dan juga kepada rekan-rekan yang terlibat didalamnya, sehingga makalah ini bisa tersusun. Akhir kata saya berharap, makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun sendiri ataupun semua pihak yang memerlukan. Malang, 8 Oktober 2019 Penyusun BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Setiap manusia pasti memiliki pemikirannya sendiri-sendiri, dan tidak pernah tertinggal dengan kata konflik. Mereka saling beradu pemikiran yang menimbulkan konflik tersebut. Terkadang konflik muncul antara individu – individu, individu – kelompok, kelompok – kelompok. Konflik memang pasti terjadi, konflik dapat memperlambat jalannya kegiatan seperti berorganisasi, jika konflik tersebut tidak di kelola dengan baik oleh kelompok tersebut. Di sisi lain, jika konflik itu mampu dikelola dengan baik oleh kelompok tersebut, maka akan memicu kelompok tersebut untuk berkembang menjadi kelompok yang produktif. Manajemen konflik sangat perlu adanya, karena dengan ada manajemen konflik yang baik mampu mengendalikan berbagai macam konflik yang ada. Sering kali konflik menimbulkan aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar. Manajemen konflik ini adalah tahap-tahap yang diambil oleh para pihak ketiga untuk mengarahkan konflik. Terkadang manajemen melibatkan bantuan diri sendiri maupun kerjasama dalam memecahkan konflik. Maka dari sini makalah ini dibuat untuk menjelaskan bagaimana itu konflik, manajemen konflik berbagai jenis konflik dan cara mengatasinya. B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengertian dan sumber konflik? Pengertian manajemen konflik? Apa saja paradigma menghadapi konflik? Bagaimana strategi untuk menghadapi konflik? Bagaimana alur menyelesaikan konflik? Bagaimana tips menyelesaikan konflik? Apa saja dampak dari konflik? C. TUJUAN 1. 2. 3. 4. Untuk mengetahui apa itu konflik Untuk mengetahui apa itu manajemen konflik Untuk mengetahui bagaimana strategi kita dalam menghadapi konflik yang dihadapi Untuk mengetahui apa saja dampak dari konflik yang ditimbulkan BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN KONFLIK Konflik adalah sebuah proses sosial yang timbul karena perbedaan, dan perbedaan ini adalah suatu hal yang wajar terjadi karena masing- masing orang diciptakan dengan pemikiran yang berbeda-beda. Semua itu bisa berakibat timbulnya konflik. Ada juga beberapa pengertian konflik menurut para ahli yaitu seperti : a. Taquiri dan Davis Menurut beliau, bahwa pengertian konflik adalah sebuah warisan dari kehidupan sosial yang terjadi dalam berbagai bentuk keadaan sebagaimana akibat dari adanya keadaan seperti ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan yang terjadi di antara dua belah pihak atau lebih secara terus-menerus. b. Lewis A. Coser Menurut beliau, pengertian dari konflik yaitu perjuangan nilai atau sebuah tuntutan atas status dan merupakan bagian dari masyarakat yang akan selalu ada, maka apabila ada masyarakat pasti akan muncul sebuah konflik. c. Soerjono Soekanto Menurut beliau, konflik adalah suatu keadaan dimana pertentangan terjadi antara dua pihak untuk terus berusaha memenuhi tujuannya masing-masing dengan cara menentang pihak lawan. d. Robbins Menurut beliau, arti konflik adalah sebuah proses sosial yang ada di dalam masyarakat yang terjadi antara pihak yang memiliki perbedaan kepentingan untuk saling memberikan dampak negatif. Artinya pihak-pihak yang berbeda tersebut senantiasa memberikan pelawanan. e. Alabaness Menurut beliau, konflik adalah dimana keadaan masyarakat yang mengalami kerusakan keteraturan sosial yang dimulai dari individu atau kelompok yang tidak setuju dengan pendapat dan pihak lainnya. Sehingga mendorong munculnya perubahan sikap, perilaku, dan tindakan atas dasar ketidaksetujuannya. Konflik interpesonal adalah sebuah pertentangan antara individu dengan individu, ada juga indvidu dengan kelompok, ada juga kelompok dengan kelompok, yang ditumbulkan dari perbedaan diantara mereka. Sumber konflik timbul melalui bebrapa perbedaan seperti : 1. Kebutuhan (Need) Kebutuhan adalah apa yang sangat penting atau sangat dibutuhkan (Urgent) dalam menjalani dan menjaga kelangsungan hidup sehari-hari. Kebutuhan ada dua macamnya yaitu kebutuhan fisik dan juga kebutuhan psikis. Kebutuhan fisik biasanya berupa air, udara, makanan dan lainnya. Namun kebutuhan psikis biasanya berupa kasih sayang, penghargaan, perhatian, keamanan, dan lainnya. Disetiap orang memiliki kebutuhan masing-masing, dikala saat mereka berdiskusi tentang kebutuhan mereka yang berbeda, terkadang dapat memicu munculnya sebuah konflik. 2. Persepsi Kita setiap manusia diberikan pemikiran yang berbeda beda oleh Yang Maha Kuasa. Pandangan tiap orang berbeda. Dari sebuah objek yang diamati, bisa timbul banyak konsep pemikiran yang muncul, dilihat dari sudut pandang yang mereka lihat. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dikarenakan setiap orang memiliki kemampuan dan kemampuan berpikir yang beragam. Dari persepsi yang berbeda ini mampu menimbulkan sebuah konflik, dan tergantung dari diri kita bagaimana menghadapi situasi seperti ini. 3. Nilai-Nilai atau Norma Nilai atau norma adalah sebuah keyakinan yang sering dijadikan sebagai pedoman atau stuntunan dalam menjalani sebuah kehidupan. Hal ini tidak jauh dari agama, kultur dan budaya, sopan santun, dan lainnya. 4. Kekuatan Biasanya konflik akan meningkat ketika seseorang mencoba untuk membuat orang lain mengubah tindakkan mereka atau untuk memperoleh keuntungan dengan cara yang tidak adil. Contohnya konflik mendunia seperti peperangan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik saja, namun juga kekuatan pikiran. 5. Perasaan dan Emosi Beberapa orang beranggapan bahwa perasaan dan emosi menjadi faktor utama dalam mengatasi konflik mereka. Misalnya pada remaja, sebagian dari mereka lebih mementingkan permintaan dari teman dekatnya dibandingkan himbauan dari orang tuanya. B. PENGERTIAN MANAJEMEN KONFLIK Manajemen Konflik adalah suatu proses dimana aksi dan reaksi yang diambil oleh para pelaku konflik atau pihak ketiga secara nasional dan seimbang, untuk pengendalian situasi dan kondisi perselisihan yang terjadi antara 2 atau beberapa pihak. Manajemen konflik merupakan suatu situasi pendekatan yang berorientasi pada proses mengarahkan dalam bentuk komunikasi dari para pelaku konflik dan pihak ketiga, dan bagaimana cara mereka untuk mempengaruhi kepentingan dan interpretasi. Menurut para ahli manajemen konflik memiliki arti seperti a. Howard Ross Menurut beliau, manajemen konflik adalah langkah-langkah yang diambil si pelakuatau pihak ketiga dalam rangka untuk mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak menghasilkan akhir berupa penyelesaian konflik, dan mungkin atau tidak menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat atau agresif. b. Minery Menurut beliau, pengertian dari manajemen konflik adalah suatu proses dimana rasional yang sifatnya iteratif, dimana proses tersebut terjadi secara terusmenrus mengalami penyempurnaan hingga tercapai model yang representatif dan ideal. Manajemen konflik sendiri memiliki beberapa tujuan dan manfaat jika manajemen ini dilakukan dengan baik. Tujuan manajemen dan manfaat manajemen konflik sebagai berikut : Tujuan : - Untuk mencegah terjadinya gangguan tehadap anggota organisasi, sehingga dapat fokus kepada visi dan misi organisasi. Untuk meningkatkan kreativitas anggota organisasi dengan mengambil manfaat dari konflik yang terjadi. Untuk membangun rasa saling menghormati antar sesama anggota organisasi dan menghargai keberagaman. Manfaat : 1. Evaluasi sistem Dengan adanya konflik organisasi bisa melalukin evaluasi dan melalukan perbaikan dari apa yang baru saja dihadapinya. 2. Mengembangkan Kompetensi Dengan manajemen konflik yang baik, maka akan mampu meningkatkan dan mengembangkan kompetisi sebuah organisasi, khususnya dalam hal kompetensi no-teknis. C. PARADIGMA MENGHADAPI KONFLIK Paradigma tersebut adalah sesuatu cara untuk berfkir yang diyakini kebenarannya. Secara teori paradigma menghadapi konflik ada empat, yaitu: 1. Menang-Menang Paradigma ini adalah cara berfikir untuk selalu mencari kemenangan, solusi terbaik dan saling memberikan dampak positif dari kedua pihak maupun lebih. Dalam paradigma ini dibutuhkan mental yang tenang, teransi, komunikatif serta memiliki inisiatif meluangkan waktu untuk melakukan diskusi atau negosiasi. 2. Kalah-Kalah Paradigma ini menggamabarkan bahwa sosok yang mau menang sendiri. Apabila ternyata dia kalah, maka dia akan membuat lawannya tidak bisa menikmati kemenangannya. 3. Menang-Kalah Paradigma ini dianut oleh sebagian besar orang. Ketika menemui sebuah masalah maka pandangan kita adalah saya harus berhasil, saya menang anda kalah. Paradigma ini identik dengan cara bicaranya yang lantang, mengernyitkan dahi, dan kadang berakhir dengan adu otot. Paradigma ini benar atau salah itu tergantung dari konteks yang diambil. 4. Kalah-Kalah Paradigma ini adalah menggambarkan sosok yang lebih mengutamakan hubungan relasi dengan mengorbankan tujuannya. Hal ini disebabkan karena kurang percaya diri, raasa takut akan kesendirian dan pesimis. Tahap ini cenderung represif serta kurang mengekspresikan diri. D. STRATEGI MENGHADAPI KONFLIK Pasti setiap individu punya strategi masing-masing dalam menghadapi sebuah permasalahan. Di sini ada lima strategi menurut Johnson (1993) yang didasari dari pencapaian tujuan dan pemeliharaan hubungan. Lima strategi itu adalah :  Menarik Diri (Kura-Kura) Seseorang yang menggunakan srategi ini biasanya cenderung untuk sembunyi, menghindar, bahkan sampai ada yang lari. Strategi ini justru tidak akan menemukan titik penyelesaian. Dalam artian lain, strategi ini membuat seseorang tidak akan pernah berkembang menjadi seseorang yang lebih baik.  Menyerang (Ikan Hiu) Strategi ini berorientasi pada tujuan akhir yang mendapatkan kemenangan dan keuntungan. Namun jika strategi ini dilakukan secara terus menerus, akan berdampak pada kekalahan pada cakupan yang lebih luas. Karena tidak menutup kemungkinan pihak yang berkonflik dengan kita suatu saat akan berpeluang menjadi partner.  Mengalah (Beruang Madu) Mengalah adalah strategi yang lebih mempertahankan pada aspek kelangsungan hubungan baik. Namun strategi ini sering kali harus mengambil konsekuensi kehilangan tujuan, maka kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika menggunakan strategi ini secara terus-menerus, orang lain akan menilai kita sebagai individu yang tidak kredibel.  Kompromis (Serigala) Kompromis adalah bentuk usaha mencari jalan dimana kedua belah pihak harus mendapatkan keuntungan sekaligus kedua belah pihak sama-sama kehilangan dari sebagian yang diharapkan. Penggunaan strategi ini membuat kedua belah pihak tidak akan menemukan jalan masing-masing yang sesungguhnya  Negosiasi(Burung Hantu) Negosiasi ini adalah strategi dimana lebih mengedepankan untuk mencapai tujuan atau solusi yang terbaik, dengan cara tetap menjaga hubungan antara kedua belah pihak. E. ALUR MENYELESAIKAN KONFLIK Dalam alur menyelesaikan konflik, Stevenin (2000) beranggapan ada lima langkah untuk meraih sebuah kedamaian dalam konflik. Adapun lima langkah itu sebagai berikut : 1. Pengenalan Yang pertama adalah kita harus mengenali masalah yang terjadi, bagaimana keadaan di sekitar ketika terjadi konflik, siapa saj yang terlibat dalam konflik tersebut dan lainnya. 2. Diagnosis Setelah mendapatkan informasi mengenai masalah tersebut, dan lainnya, maka selanjutnya kita melakukan analisis untuk mencari tahu penyebab dari konflik. kemudian anda telusuri dengan metode yang benar yaitu siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana. 3. Menyepakati Suatu Solusi Suatu elompok akan menemukan solusi yang tepat untuk masalah tersebut dengan saling berdiskusi dan mengumpulkan semua masukan tentang jalan keluar dari masalah tersebut, kemudian semua pihak perlu melakukan kesepakatan bersama untuk mengambil jalan keluar mana yang akan dipakai. 4. Pelaksanaan Setelah solusi disepakati, kemudian kita melaksanakannya. Semua pihak yang terlibat di dalam konflik perlu menerima serta melaksanakan kesepaktan tersebut sebaik-baiknya. Penyelesaian konflik tidak semua berjalan dengan baik, pasti selalu ada keuntungan dan kerugiannya. 5. Evaluasi Evaluasi juga merupakan hal penting untuk menilai pelaksanaan kesepakatan dapat berjalan baik atau tidak. Dengan melakukan evaluasi, organisasi pun dapat melakukan pendekatan alternatif terhadap konflik lain yang mungkin akan terjadi. F. TIPS MENYELESAIKAN KONFLIK Menurut Johnson (1993) ada enam tips dalam menyelesaikan sebuah konflik, antara lain yaitu : 1. Jangan mengabaikan apalagi lari dari konflik. Pada dasarnya cara menghilangkan konflik ialah dengan menyelesaikannya. 2. Jangan terpaku pada pola pikir “Menang-Kalah”. 3. Berpikir untuk kemungkinan mengalah bila memang :  Pendapat kita salah atau kurang tepat.  Kepentingan lawan ternyata jauh lebih penting.  Jika lawan membutuhkan pertolongan. 4. Kompromi ketika waktu pendek 5. Berinisiatif untuk melakukan Negosiasi dengan fokus pada penyelesaian masalah. 6. Gunakan “Sense of Humor”. Humor seringkali mampu mendinginkan atau mencairkan suasana yang tegang. Namun, penempatan penggunaan humor ini harus tepat, jangan malah memperkeruh permasalahan. G. DAMPAK KONFLIK Konflik dapat berdampak positif dan negatif yang rinciannya adalah sebagai berikut : 1. Dampak Positif Konflik Menurut Wijono (1993:3), bila upaya penanganan dan pengelolaan konflik karyawan dilakukan secara efisien dan efektif maka dampak positif akan muncul melalui perilaku yang dinampakkan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia potensial dengan berbagai akibat seperti: 1. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja, seperti hampir tidak pernah ada karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas, masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya, pada waktu jam kerja setiap karyawan menggunakan waktu secara efektif, hasil kerja meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya. 2. Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif. Hal ini terlihat dari cara pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis pekerjaan masingmasing. 3. Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas. 4. Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat. Hal ini karena karyawan memperoleh perasaan-perasaan aman, kepercayaan diri, penghargaan dalam keberhasilan kerjanya atau bahkan bisa mengembangkan karier dan potensi dirinya secara optimal. 5. Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya sesuai dengan potensinya melalui pelayanan pendidikan (education), pelatihan (training) dan konseling (counseling) dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua ini bisa menjadikan tujuan organisasi tercapai dan produktivitas kerja meningkat akhirnya kesejahteraan karyawan terjamin. 2. Dampak Negatif Konflik Dampak negatif konflik (Wijono, 1993, p.2), sesungguhnya disebabkan oleh kurang efektif dalam pengelolaannya yaitu ada kecenderungan untuk membiarkan konflik tumbuh subur dan menghindari terjadinya konflik. Akibatnya muncul keadaan-keadaan sebagai berikut: 1. Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir pada waktu jam-jam kerja berlangsung seperti misalnya ngobrol berjam-jam sambil mendengarkan sandiwara radio, berjalan mondar-mandir menyibukkan diri, tidur selama pimpinan tidak ada di tempat, pulang lebih awal atau datang terlambat dengan berbagai alasan yang tak jelas. 2. Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab. Seringnya terjadi perselisihan antar karyawan yang bisa memancing kemarahan, ketersinggungan yang akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaan, kondisi psikis dan keluarganya. 3. Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya. 4. Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi, dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja, mengadakan provokasi terhadap rekan kerja, membuat intrik-intrik yang merugikan orang lain. 5. Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk dan ini disebut labor turn-over. Kondisi semacam ini bisa menghambat kelancaran dan kestabilan organisasi secara menyeluruh karena produksi bisa macet, kehilangan karyawan potensial, waktu tersita hanya untuk kegiatan seleksi dan memberikan latihan dan dapat muncul pemborosan dalam cost benefit. Konflik yang tidak terselesaikan dapat merusak lingkungan kerja sekaligus orang-orang di dalamnya, oleh karena itu konflik harus mendapat perhatian. Jika tidak, maka seorang manajer akan terjebak pada hal-hal seperti: 1. Kehilangan karyawan yang berharga dan memiliki keahlian teknis. Dapat saja mereka mengundurkan diri. Manajer harus menugaskan mereka kembali, dan contoh yang paling buruk adalah karena mungkin Manajer harus memecat mereka. 2. Menahan atau mengubah informasi yang diperlukan rekan-rekan sekerja yang lurus hati agar tetap dapat mencapai prestasi. 3. Keputusan yang lebih buruk yang diambil oleh perseorangan atau tim karena mereka sibuk memusatkan perhatian pada orangnya, bukan pada masalahnya. 4. Kemungkinan sabotase terhadap pekerjaan atau peralatan. Seringkali dimaklumi sebagai faktor “kecelakaan” atau “lupa”. Namun, dapat membuat pengeluaran yang diakibatkan tak terhitung banyaknya. 5. Sabotase terhadap hubungan pribadi dan reputasi anggota tim melalui gosip dan kabar burung. Segera setelah orang tidak memusatkan perhatian pada tujuan perubahan, tetapi pada masalah emosi dan pribadi, maka perhatian mereka akan terus terpusatkan ke sana. 6. Menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerja. Seorang karyawan yang jengkel dan merasa ada yang berbuat salah kepadanya tidak lama kemudian dapat meracuni seluruh anggota tim. Bila semangat sudah berkurang, manajer akan sulit sekali mengobarkannya kembali. 7. Masalah yang berkaitan dengan stres. Ada bermacam-macam, mulai dari efisiensi yang berkurang sampai kebiasaan membolos kerja. (Stevenin,2000 : 131-132). BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Konflik adalah sebuah proses sosial yang timbul karena perbedaan, dan perbedaan ini adalah suatu hal yang wajar terjadi karena masing- masing orang diciptakan dengan pemikiran yang berbeda-beda. Manajemen Konflik adalah suatu proses dimana aksi dan reaksi yang diambil oleh para pelaku konflik atau pihak ketiga secara nasional dan seimbang, untuk pengendalian situasi dan kondisi perselisihan yang terjadi antara 2 atau beberapa pihak. Sebuah konflik bisa kita hadapi jika kita berani menghadapinya, dan jangan pernah mencoba lari dari sebuah masalah, lari tak bisa menyelesaikan masalah, hanya dengan keberanian dan persiapan diri masalah bisa terselesaikan. B. PENUTUP Dengan adanya makalah ini kami mahasiswa dapat mengerti terhadap Manajemen konflik dan berbagai macam hal yang terdapat didalamnya. Kita juga dapat lebih memahami cara memanajamen konflik menjadi hal yang lebih positif. DAFTAR PUSTAKA https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-konflik.html https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-manajemen-konflik.html https://moondoggiesmusic.com/manajemen-konflik/ http://pengertianmanagement.blogspot.com/2013/03/manajemen-konflik-definisi-cirisumber.html http://rizkie-library.blogspot.com/2016/02/manajemen-konflik-definisi-penyebab-dan.html https://communicationista.wordpress.com/2010/02/07/manajemen-konflik-dalam-organisasi/

Judul: Makalah Manajemen Konflik

Oleh: Sandi Samudra

Ikuti kami