Tugas Hukum Dagang

Oleh Pertiwi Jalaluddin

35 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Hukum Dagang

Nama : M. Syafi’i Kelas : B2 Npm : 153013836 Mata Kuliah : Hukum Dagang Intisari buku “ CHAIRUL TANJUNG ANAK SINGKONG “ Buku ini ditulis Tjahja Gunawan Diredja wartawan harian kompas. Buku ini diberi kata pengantar oleh Jakob Oetama, pendiri dan pemimpin umum harian kompas. “ saya termasuk orang yang mudah kagum dan mudah mengapresiasi anak muda yang sukses, anak muda yang kesuksesannya dirintis, dikembangkan, dan diperoleh berkat kerja keras, bekerja tuntas, jujur, punya komitmen, dan sedikit banyak digerakan ambisi “. Itulah petikan kalimat pengantar Jakob Oetama bahwa sosok Chairul Tanjung (CT) adalah pemuda yang memulai bisnisnya dengan kerja keras, ikhlas dan jujur. Hal ini dirasa tidak berlebihan karena pada buku biografi yang bertajuk ‘Chairul Tanjung Si Anak Singkong’ yang diluncurkan tepat diusianya yang menginjak 50 tahun dipaparkan bagaimana kehidupan Chairul Tanjung yang memulai usaha dari menjual es mambo untuk menambah biaya sekolah sampai mampu membangun kawasan wisata dan bisnis terpadu. Tidak banyak yang mengetahui perjalanan hidup Chairul Tanjung yang sesungguhnya. Bung Chairul Tanjung dilahirkan di Jakarta pada tanggal 16 juni 1962. Dia adalah seorang pengusaha Indonesia yang menempati urutan ke 18 dalam daftar warga Negara Indonesia terkaya. Beliau adalah ketua dan pendiri Chairul Tanjung Corp. Buku ini diawali dengan kisah bagaimana ditengah keterbatas kondisi ekonomi keluarga, waktu kecil Chairul Tanjung tinggal di gang abu, batu tulis, kelurahan kebon kelapa, kecamatan gambir, Jakarta pusat pada tahun 1970-an, adalah satu diantara lokasi terkumuh di Jakarta. Keadaan keuangan orang tua Chairul tanjung waktu itu terbatas tetapi Chairul Tanjung mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kedua orang tua sangat tegas dalam mendidik anak-anak nya. Orang tuanya mempuyai prinsip, “agar bias keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan merupakan langkah yang harus ditempuh dengan segala daya dan upaya”. Apapun akan mereka upayakan agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan tinggi sebagai bekal utama kehidupan masa depan. Sang ibunda yang bernama halimah sampai harus menggadaikan kain halus kepunyaannya buat membiayai kuliah pertama Chairul Tanjung di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) kampus Indonesia (UI). Hall inilah yang dijadikan Chairul Tanjung sebagai pelatuk atau cambuk untuk bertekad tidak akan merepotkan orang tu lagi dalam hidupnya. Waktu menjadi mahasiswa di FKG UI Chairul Tanjung harus mencari uang sendiri agar dapat membiayai keperluan kuliahnya. Dimulai membuka usaha foto copy yang bermodalkan kepercayaan, lantas masuk ke bisnis alat-alat kedokteran gigi untuk memenuhi keperluan rekan-rekan nya ia termasuk orang yang jeli melihat peluan, cekatan, jujur, loyal, senang berbagi, baginya sukses dalam hidup apabila banyak memberi manfaat bagi sesame hal ini yang membuat ia disenengi banyak teman, dosen meski tak dapat dipungkiri ada yang tidak suka dengannya. Sambil menggerakan bisnis Chairul Tanjung juga aktif dalam urusan gerakan kemahasiswaan, terbukti bahwa ia pernah menjadi ketua Ex-officio dewan mahasiswa UI. Lantas pada 1984, ia terpilih jadi coordinator mahasiswa se-jakarta. Pada tahun yang sama, ia juga terpilih jadi mahasiswa teladan tingkat nasional, mengikuti kelompok teater senang mebaca hal ini karena Chairul Tanjung sering menemui perihnya kehidupan sehingga ia lebih serius dalam memandang segala sesuatu. Selepas kuliah, Chairul Tanjung sempat galau antar memilih menjadi dokter gigi atau meneruskan jiwa bisnisnya, setelah menerima beberapa pendapat Chairul Tanjung mantap menampaki dunia bisnis Chairul Tanjung sempat membangun PT. Pariarti Shindutama yang memproduksi sepatu anak-anak buat ekxpor. Kepiawaiannya membangun jaringan membuat bisnisnya pun makin berkembang. Dibidang keuangan, ia mengambil alih bank Karman yang kini bernama bank Mega. Dibidang bisnis bidang penyiaran dan multimedia ia juga berhasil membesarkan trans tv. Lantas membeli tv 7 dan mengubah namanya menjadi Trans 7. Kemudian membuat trans studio, satu diantara yaitu trans studia mal yang ada di makasar Chairul Tanjung mengembangkan para group, kemudian pada 1 desember 2011 mengganti nama perusahaannya menjadi Chairul Tanjung Corp. secara umum Chairul Tanjung Corp terdiri atas 3 perusahaan subholding yaitu megacorp, transcorp, dan Chairul Tanjung global resources. Mega corp adalah perusahaan induk untuk jasa keuangan yang melayani masyarakat di sector perbankan, asuransi, pembiayaan, dan pasar modal. Transcorp adalah perusahaan induk yang bergerak di bisnis media, gaya hidup, dan hiburan. Dalam perusahaan ini, terdapat 2 stasiun tv yaitu trans tv dan trans 7, portal berita detik dan perusahaan ritel careefour. Selain itu juga ada perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman, hotel, biro perjalanan, dan sejumlah department store yang menyediakan kebutuhan fashion merk terkenal dan high-end. Sedangkan CT global resources adalah perusaahaan induk yang focus pada bisnis perkebunan. Dinilai berasal dari bidang bisnis, seorang konglomerat dan pemilik media masa Chairul Tanjung pernah di tawari lebih dari satu petinggi buat berhimpun di partai nya. Tetapi bapak dua anak dan suami dari Anita Ratnasari ini menolak berhimpun di partai politik. Ia pilih kukuh dan fokus jadi entrepreneur. Chairul Tnjung lebih tertarik berkecimpung dalam kerja-kerja sosial yang tanpa di ikuti embel-embel kepartaian hal ini ia buktikan dengan mendirikan Choirul Tanjung foundation (CTF) yang menaungi lembaga-lembaga semisal Rumah Anak Mandiri ( RAM) untuk siapapun yang berprestasi yang tidak mampu melanjutkan sekolah. Dalam buku ini, Choirul Tanjung mengungkapkan bahwa kunci sukses salah satunya adalah Ibu “ Bagi saya, Ibu adalah segalanya “. Chairul Tanjung percaya bahwa surge ada di telapak kaki Ibu. “ bila kita benar-benar berbakti kepada ibu sepenuh hati dan ikhlas, maka surge akan kita gapai di dunia. Itu yang saya alami sendiri, “ demikian Chairul Tanjung berpendapat. Chairul Tanjung juga menyampaikan pandang-pandangan nya tentang persoalan ekonomi, menggagas visi Indonesia 2030 dan menceritakan aktifitas nya sebagai pengusaha serta lika-liku kehidupannya.

Judul: Tugas Hukum Dagang

Oleh: Pertiwi Jalaluddin

Ikuti kami