Makalah Manajemen Resiko

Oleh Ahmad S S

132 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Manajemen Resiko

MAKALAH MANAJEMEN RESIKO BAGAIMANA MEMINIMALKAN RESIKO DALAM SEKTOR PRODUKSI Oleh : Ahmad saofi NIM : 2015511129 Mata Kuliah : Manajemen resiko Dosen: Dra. Yuli Triastuti. M.M STIE IPWIJA TEBET KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT ,saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan judul “Bagaimana Meminimaalkan Resiko Dalam Sektor Produksi” Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, Semoga makalah ini bermanfaat bagi diri saya sendiri dan khususnya para mahasiswa STIE IPWIJA. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah saya di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. Jakarta,14 Januari 2017 Penyusun BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Benarkah kebanyakan orang ingin mengelakan risiko ? Karena selalu ingin aman dan hidup tentram, maka memang kebanyakan orang takut menanggung resiko. Namun semua tahap kehidupan kita mengandung resiko. Kemanapun kita mengelak atau lari dari resiko, makaa disitupun kita akan menemukan risiko yang lainnya. Resiko merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Bahkan ada orang yang mengatakan , bahwa tak ada hidup tanpa resiko sebagaimana tak ada hidup tanpa maut. Jadi dengan demikian setiap hari kita menghadapi resiko, baik sebagai perorangan, maupun sebagai perusahaan. Orang berusaha melindungi diri tehadap resiko, demikian pula badan usaha pun harus berusaha melindungi diri terhadap resiko. Agar resiko tidak menghalangi kegiatan perusahaan khususnya pada sector produksi, maka seharusnyalah itu dimanajemeni dengan sebaik-baiknya. Dengan perencanaan – perencanaan yang baik, dan strategi yang tepat.Namun benarkah para pengusaha Indonesia kurang memperhatikan manajemenn resiko? Program Manajemen Resiko pertama-tama bertugas mengidentifikasikaan resiko-resiko yang dihadapi, sesudah itu mengukur atau menentukan besarnya resiko itu dan kemudian barulah dapat dicarikan jalan untuk menghadapi ataau menangani resiko itu. Ini berarti orang harus menyusun strategi untuk memperkecil ataupun mengendalikannya. Pendeknya dengan progran itu, dapatlah dilindungi keefektifan operasi perusahaan yang bersangkutan. Jadi pernyataan yang harus dicari jawabannya oleh manajer resiko antara lain adalah : Resiko apa saja yang dihadapi perusahaannya. Bagaimana dampak resiko itu terhadap kehidupan bisnis perusahaannya. Resiko mana yang harus dihadapi sendiri, mana yang harus dipindahkan kepada asuransi. Metode mana yang cocok dan efisien untuk menghadapinya. B. Rumusan Masalah Didalam makalah ini akan dibahas meliputi : 1. Pengertian resiko dan manajemen resiko 2. Penjelasan tentang resiko – resiko yang mungkin terjadi di sector produksi. 3. Upaya meminimalkan resiko di sektor produksi. C. Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu selain sebagai tugas mata kuliah pengantar ilmu manajemen, penulis berharap dengan makalah ini dapat menambah wawasan bagi pemakalah khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian resiko dan manajemen resiko Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Resiko adalah kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan. Vaugan (1978), mengemukakan beberapa definisi resiko sebagaimana dapat kita lihat sebagai berikut : 1. Risk is the chance of loss ( Resiko adalah kerugian ) Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam halchance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada. 2. Risk is the possibility of loss ( Resiko adalah kemungkinan kerugian ) Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif. 3. Risk is uncertainty ( Resiko adalah ketidakpastian ) Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. 4. Risk is the dispersion of actual from expected result ( Resiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan) Sedangkan Manajemen risiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko. Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk : Penilaianrisiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. B. Macam-macam Resiko Dalam Sektor produksi Menurut sifatnya dibedakan ke dalam : 1. Risiko murni, risiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja. Misal : kebakaran, bencana alam, pencurian, penggelapan, dan sebagainya. 2. Risiko spekulatif, risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu. Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya. 3. Risiko fundamental, risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita cukup banyak. Misal : banjir, angin topan, dan sebagainya. Risiko khusus, risiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabnya, seperti kapal kAndas, pesawat jatuh, dan sebagainya. Risiko dinamis, risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan masyarakat di bidang ekonomi, ilmu, dan teknologi, seperti risiko penerbangan luar angkasa. Menurut sumber/penyebab timbulnya : 1. Risiko intern, risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti kerusakan aktiva karena kesalahan karyawan, kecelakaan kerja. 2. Risiko ekstern, risiko yang berasal dari luar perusahaan, seperti pencurian, persaingan dalam bisnis, fluktuasi harga, dan sebagainya. C. Strategi Meminimalkan Resiko Pada Sektor Produksi Untuk garis besarnya ada bermacam-macam risiko dalam berusaha dan upaya untuk menghindari atau memperkecil risiko, yaitu : 1. Risiko teknis Risiko ini terjadi akibat kekurangmampuan manajer atau Wirausaha dalam mengambil keputusan. Risiko yang sering terjadi: a. Biaya produksi yang tinggi (inefisien), b. Pemakaian sumber sumber daya yang tidak seimbang (tenaga kerja terlalu banyak), c. Terjadi pencurian, akibat pengawasan yang kurang baik, d. Terjadi kebakaran, akibat keteledoran dan kurang kecermatan, e. Terus menerus rugi karena biaya yang terus membengkak serta harga jual tak berubah, f. Penempatan tenaga kerja yang kurang tepat sehingga produktivitas kerja menurun, Perencanaan dan desain yang salah, sehingga sulit dioperasionalkan, serta hal-hal yang berhubungan dengan ketatalaksana-an perusahaan. Untuk mengatasi hal-hal tersebut diatas dapat ditempuh upaya-upaya sebagai berikut, a. Manajer atau Wirausaha menambah pengetahuan tentang: 1) Membuat strategi untuk memiminimalkan resiko sector produksi, dan mengembangkann rencana aktivitas kerja organisasi. 2) Keterampilan teknis (technological skill), terutama yang berkaitan dengan proses produksi yang dihasilkan. Diupayakan dengan memakai metode yang dapat menurunkan biaya produksi (efisien). Misalnya yang semula dengan teknologi tradisional diganti dengan teknologi tepat guna atau teknologi modern. 3) Keterampilan mengorganisasi (organizational skiil), yaitu kemampuan meramu yang tepat dari factor produksi dalam usaha, mencakup sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Ibarat membuat kue, bagaimana agar rasanya enak, murah, dan disenangi pembeli. 4) Keterampilan memimpin (managerial skill), yaitu kemampuan untuk mencapai tujuan usaha dan dapat dikerjakan dengan baik dan serasi oleh semua orang yang ada pada organisasi. Untuk ini, setiap pimpinan dituntut membuat konsep kerja yang baik (conceptional skill). b. Membuat strategi usaha yang terarah untuk masa depan, yang meliputi strategi produksi, strategi keuangan, strategi sumber daya manusia, strategi operasional, strategi pemasaran, dan strategi penelitian dan pengembangan. Tujuan strategi ada tiga, yaitu tetap memperoleh keuntungan, hari depan lebih baik dari sekarang (usaha berkembang) dan tetap bertahan (survive). Upaya yang dilakukan ialah kepandaian menganalisis dan memprognosa keadaan di dalam dan di luar lingkup organisasi. c. Mengalihkan kerugian pada perusahaan asuransi, dengan konsekuensi setiap saat harus membayar premi asuransi yang merupakan pengeluaran tetap. BAB III PENUTUP D. KESIMPULAN Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis, bukan hanya pada intuisi 8 dugaan. Dalam perencanaan terdiri dari macam-macam perencanaan, yaitu perencanaan organisasi dan perencanaan kontijensi. Perencanaan organisasi terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan strategis, taktis dan operasional. Adapun kerangka waktu dala perencanaan organisasi yaitu sebagai berikut : rencana jangka panjang, jangkah menengah, dan jangka pendek. Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan tujuan. Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat, sistem penghargaan yang tidak tepat, penolakan terhadap perubahan dan keterbatasan. Dengan perencanaan yang baik dan strategi yang tepat, maka perusahaan akan dapat meminimalkan resiko sector produksi, dengan meminimalkan terjadinya produk gagal. Dengan demikian pendapatan akan dapat meningkat. E. SARAN Sebaiknya dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan. Dalam sebuah prencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan. DAFTAR PUSTAKA Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga – Jakarta Griffin. 2003. Pengantar Manajemen. Penerbit Erlangga – Jakarta http://mugnisulaeman.blogspot.co.id/2014/03/makalah-manajemen-resiko.html http://mbegedut.blogspot.co.id

Judul: Makalah Manajemen Resiko

Oleh: Ahmad S S

Ikuti kami