Makalah Bahasa Indonesia

Oleh Erin Syahraniar

166,8 KB 7 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Bahasa Indonesia

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan anugrah dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “TEMA, TOPIK, JUDUL, DAN KERANGKA KARANGAN”. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang sempurna dan menjadi anugrah terbesar bagi seluruh alam semesta. Disamping itu, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kamu selama pembuatan makalan ini berlangsung sehingga dapat terealisasikanlah makalah ini. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami mengharapkan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya dapat kami perbaiki. Karena kami sadar, makalah yang kami buat ini masih banyak terdapat kekurangannya. Kendari, 10 Oktober 2017 Penyusun 1 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR...........................................................................................1 DAFTAR ISI.........................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.....................................................................................3 B. RUMUSAN MASALAH................................................................................4 C. TUJUAN..........................................................................................................4 D. MANFAAT.....................................................................................................5 BAB II PEMBAHASAN A. TEMA...............................................................................................................6 B. TOPIK...............................................................................................................8 C. JUDUL..............................................................................................................13 D. KERANGKA KARANGAN............................................................................14 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN.................................................................................................20 B. SARAN.............................................................................................................21 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................22 2 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sehari – hari kita mengenal istilah judul , topic, tema, dan kerangka karangan dalam pembuatan sebuah karangan baik itu dalam bahasa indonesia maupun bahasa asing . Tema dan topik sangat dibutuhkan dalam pembuatan kerangka tulisan awal sebelum benar – benar menulis karena tema dan topik sebagai acuan dalam pengambilan data – data untuk di tuangkan ke sebuah tulisan . Tema dan topik juga berperan untuk pembatas agar sebuah tulisan tidak melenceng dari apa yang diinginkan dan menghasilkan sebuah karangan yang diinginkan oleh sang penulis tersebut. Sedangkan judul bisa diartikan sebagai ujung tombak sebuah karangan karena dengan judul yang menarik minat pembaca akan menimbulkan rasa penasaran dan di ingin mencoba membaca hasil karya tersebut walaupun belum mengetahui secara persis apa isi karangan tersebut. Tapi dengan judul yang menarik maka secara tidak langsung sebuah karangan tersebut seperti menarik orang untuk membacanya dan mengetahui apa isi karangan tersebut. Ke serasian antar 3 pokok tulisan ini (tema , topik , judul) sangat lah penting untuk mencapai sebuah karangan/tulisan yang baik dan menarik. Antara tema, topik, dan judul itu berbeda. Topik dan tema harus ditentukan sebelum mulai menulis. Sedangkan judul tidak selalu demikian.Terkadang topik juga langsung di jadikan judul. Sedangkan Karangan adalah hasil perwujudan gagasan seorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Namun sebelum kita membuat sebuah karangan sebaiknya kita membuat kerangka karangan terlebih dahulu karena tanpa kerangka karangan maka akan mudah terjerumus kearah keadaan anarkis dan akan mudah kehilangan kontrol terhadap karangan yang 3 akan dituju. Selain itu, dengan adanya kerangka karangan dapat menghindari adanya tumpang tindih pada bagian-bagian tertentu serta penyimpanganpenyimpangan dari topik dapat dihindarkan. Kerangka karangan mempunyai arti yang sama dengan ragaan atau outline yaitu rencana kerja yang memuat garis-garis besar atau susunan pokok pembicaraan sebuah kerangka kyang akan ditulis. Dalam makalah ini akan penyusun sajikan pengertian atau definisi masingmasing dari topik, tema, judul, dan kerangka karangan. Serta perbedaan tema, topik, judul, dan kerangka karangan. B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah yang di maksud dengan tema, topik, judul, dan kerangka karangan? 2. Apa saja ciri – ciri dengan tema, topik, judul, dan kerangka karangan? 3. Apa saja syarat-syarat dari dengan tema, topik, judul, dan kerangka karangan? 4. Apa saja macam-macam dari tema, judul, dan kerangka karangan? 5. Apa fungsi dari topik, judul, dan kerangka karangan? 6. Bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan kerangka kerangan? 7. Bagaimana contoh kerangka karangan? C. TUJUAN 1. Mengetahui Apa yang di maksud dengan tema, topik, judul, dan kerangka karangan? 2. Mengetahui Apa saja ciri – ciri dengan tema, topik, judul, dan kerangka karangan? 3. Mengetahui Apa saja syarat-syarat dari dengan tema, topik, judul, dan kerangka karangan? 4 4. Mengetahui Apa saja macam-macam dari tema, judul, dan kerangka karangan? 5. Mengetahui Apa fungsi dari topik, judul, dan kerangka karangan? 6. Bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan kerangka kerangan? 7. Mengetahui Bagaimana contoh kerangka karangan? D. MANFAAT Agar pembaca mengetahui lebih rinci atau lebih detail lagi tentang tema, topik, judul, dan kerangka karangan. Agar saat membuat makalah, atau karya tulis ilmiah menghasilkan karya yang baik dan sesuai dengan syarat-syarat yang telah di tentukan. 5 BAB II PEMBAHASAN A. TEMA a) Pengertian tema Tema berasal dari bahasa Yunani tithenai yang berarti menempatkan atau meletakkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tema adalah pokok pikiran. Tema adalah gagasan dasar yang mendasari sebuah karangan atau gagasan dasar tempat beradanya topik. b) Pengertian Tema Secara Khusus dalam Karang-Mengarang  Dilihat dari sudut pandang sebuah karangan yang sudah selesai, tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan penulis melalui karangan.  Dari proses penulisan, tema dapat dibatasi sebagai suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik. c) Syarat-syarat Tema yang Baik  Tema menarik perhatian penulis Dapat membuat seorang penulis berusaha terus-menerus untuk membuat tulisan atau karangan yang berkaitan dengan tema tersebut.  Tema dikenal/diketahui dengan baik. Maksudnya pengetahuan umum yang berhubungan dengan tema tersebut sudah dimilki oleh penulis supaya lebih mudah dalam penulisan tulisan/karangan.  Bahan-bahannya dapat diperoleh. Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya. 6  Tema dibatasi ruang lingkupnya Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya. d) Ciri-ciri Tema Karangan Nonilmiah  Dalam novel dan cerpen, tema biasanya dapat dilihat melalui persoalan yang dikemukakan.  Tema juga dapat dilihat melalui cara-cara watak yang bertentangan satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan.  Tema dapat dikesankan melalui peristiwa, kisah, suasana, dan unsur kemanusiaan yang terdapat dalam cerita, plot cerita, perwatakan dalam sebuah cerita. e) Menurut Shipley, tema dapat dibedakan menjadi lima jenis tema, yaitu : 1. Tema Jasmaniah Tema jasmaniah merupakan tema yang berhubungan atau pun terfokus pada permasalahan kondisi fisik manusia. Model tema ini biasanya menyangkut beberapa hal yang ada di dalam tubuh manusia seperti molekul, jasad, perasaan, tubuh, dan zat. Beberapa contoh tema yang jasmaniah adalah mengenai perasaan cinta. 2. Tema Sosial Tema sosial merupakan tema yang berkaitan erat dengan berbagai macam hal yang berbau urusan sosial. Dalam tema ini, pengarang cerita biasanya menjelaskan berbagai macam hal yang berkaitan dengan urusan kehidupan masyarakat, interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya, permasalahan sosial, dan berbagai macam tema lainnya. 3. Tema Ketuhanan Tema Ketuhanan merupakan tema yang berkaitan erat dengan kekuasaan Tuhan yang tampak dalam setiap aktivitas manusia. Model tema ini biasanya dijabarkan 7 oleh pengarang cerita dengan menunjukkan berbagai macam hal – hal magis yang berada di luar akal manusia seperti kejadian kiamat, keajaiban penyembuhan penyakit, dan berbagai macam tema lainnya. 4. Tema Organik Tema organik merupakan tema yang mencakup berbagai macam hal yang berhubungan erat dengan moral dasar manusia seperti hubungan antar pria dan wanita, nasihat, dan berbagai macam tema lainnya. 5. Tema Egoik Tema egoik merupakan tema yang berkaitan erat dengan sifat ego manusia. dalam tema ini, pengarang cerita biasanya menonjolkan tema dengan berbagai macam bentuk cerita seperti keserakahan atau pun ketamakan manusia. f) Tema dapat dikesan melalui:  Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita.  Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan kemasyarakatan yang terdapat dalam cerita.  Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara keseluruhan.  Plot cerita.  Tema harus Bermanfaat.  Tema yang dipilih harus berada disekitar kita.  tema yang dipilih harus yang menarik.  Tema yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.  Tema yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.  Tema yang dipilih harus memiliki sumber acuan. B. TOPIK a) Pengertian Topik 8 Topik juga dapat didefinisikan sebagai hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan, atau bisa disebut juga topik adalah tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Topik yang masih bersifat awal tersebut kemudian difokuskan dengan cara membuatnya lebih sempit cakupannya atau lebih luas cakupannya. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Topik biasa terdiri dari satu satu dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topik maupun tema keduanya samasama dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum,sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan. b) Ciri-ciri topik, antara lain : 1. Topic harus menarik perhatian si pembaca, sehingga mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca 2. Mencakup keseluruhan isi cerita c) Syarat topik yang baik bisa ditinjau dari 2 segi, yaitu 1. Bagi penulis, topik yang baik yaitu berbasis pada kompetensi penulisnya yaitu sesuai dengan : - Bidang keahlian. - Bidang studi yang didalami. - Pengalaman penulis: pengalaman kerja, praktik dilapangan, penelitian, partisipasi dalam suatu kegiatan ilmiah. - Bidang kerja atau profesi. - Karakter penulis (baik, cerdas, inovatif, kreatif). - Temuan yang pernah diteliti. - Kualifikasi pengalaman: nasional, internasional. 9 - Kemampuan memenuhi tuntutan masyarakat pembacanya. - Kemampuan memenuhi target kebutuhan segmen pembacanya, dan Temuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan pembacanya. 2. Bagi pembaca, topik itu baik jika layak dibaca. Artinya, topik tersebut dapat mengembangkan kompetensi pembacanya, yaitu sesuai dengan: - Tuntutan pembaca untuk mencapai target informasi yang diharapkan. - Upaya pembaca untuk meningkatkan kecerdasan, kompetensi pengembangan akademik dan profesi. - Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditekuni pembacanya. - Pengembangan dan peningkatan karier dan profesinya. - Upaya mempertajam dan memperhalus rasa kemanusiaan. - Upaya mempertajam dan memperhalus daya nalarnya. - Sesuai dengan kebutuhan informasi iptek yang diperlukan, dan sebagainya. Namun, jika ditinjau secara umum syarat topik yang baik yaitu: 1). Menarik untuk ditulis dan dibaca. Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan penulisannya, dan bagi pembaca akan mengundang minat untuk membacanya. 2). Dikuasai dengan baik oleh penulis minimal prinsip-prinsip ilmiah. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis harus menguasai teoriteori (data sekunder), data di lapangan (data primer). Selain itu, penulis juga harus menguasai waktu, biaya, metode pembahasan, bahasa yang digunakan, dan bidang ilmu. d) Pertimbangan Memilih Topik Karya Ilmiah Menurut Arifin :  Topik harus berada disekitar penulis  Topik hendaknya menarik perhatian penulis  Topik terpusat pada satu segi lingkup yang sempit 10  Topik memiliki data yang bersifat objektif  Topik harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya walaupun serba sedikit  e) Topik harus memiliki sumber acuan Pertimbangan Memilih Topik Karya Nonilmiah  Aktual : harus dibicarakan  Kreatif : menampilkan ide kreatif  Menarik : enak dibaca, perlu, dan membangkitkan minat pembaca untuk mengetahui lebih banyak dan lebih jauh  Efektif : lebih banyak yang diingat dan bermanfaat  Efisien : lebih sedikit memerlukan waktu dan usaha f) Fungsi Topik  Mengikat keseluruhan isi  Menjiwai seluruh pembahasan : pendahuluan (latar belakang masalah, tujuan, ruang lingkup), bahasan utama (uraian, ilustrasi, deskripsi, pembuktian, narasi, penjelasan), dan kesimpulan.  Mengendalikan variabel : topik yang terdiri dari dua variabel, pembahasannya juga terkait dengan hubungan tersebut.  Memudahkan pengembangan ide bagi penulis, bagi pembaca memudahkan pemahaman.  Memberikan daya tarik bagi pembaca. g) Pembatasan Topik Pembatasan sebuah topik mencangkup konsep, variabel, data, lokasi atau lembaga dan waktu pengumpulan data. Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam, dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang 11 tidak (kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit dikembangkan, tidak menarik untuk dibahas ataupun dibaca.Maka dari itu, pembahasan topik dilakukan secara cermat, sesuai dengan kemampuan, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat terima oleh pembacanya.  fungsi pembatasan topik a. Pembatasan memungkinkan penulis untuk menulis dengan penuh keyakinan dan kepercayaan, karena topik itu benar-benar diketahuinya. b. Pembatasan dan penyempitan topik akan memungkinkan penulis untuk mengadakan penelitian yang lebih intensif mengenai masalahnya. Dengan pembatasan itu penulis akan lebih mudah memilih hal-hal yang akan dikembangkan.  Cara Membatasi Sebuah Topik  Tetapkanlah topik dalam kedudukan central. Contoh : komunikasi.  Ajukan pertanyaan apakah topik tersebut masih dapat dirinci, bila dapat tetapkanlah.  Tetapkanlah yang mana subtopik yang akan dipilih.  Ajukan pertanyaan apakah subtopik yang dipilih masih dapat dirinci lebih lanjut.  Pembatasan Topik yang Terlalu Umum dan Luas  Menurut tempat. Contoh : “Curah hujan di Pulau Jawa” lebih spesifik daripada “Curah hujan di Indonesia”.  Menurut waktu/periode/zaman. Contoh : “Perkembangan Islam” bisa dibatasi menjadi “Perkembangan Islam di Masa Nabi Muhammad SAW”.  Menurut hubungan kasual (hubungan sebab akibat), menurut pembagian bidang kehidupan manusia (politik, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, ilmu pengetahuan, kesenian). 12  Menurut aspek khusus-khusus.  Menurut objek material dan objek formal. C. JUDUL a) Pengertian Judul Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan. b) Syarat-Syarat Pembuatan Judul :  Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.  Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.  Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata. c) Judul Terbagi Menjadi Dua,yaitu :  Judul langsung : Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita.  Judul tak langsung : Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita. 13 d) Ciri – ciri Judul  Harus berbentuk frasa  Tanpa adanya singkatan atau akronim  Awalan kata harus huruf kapital, kecuali preposisi dan konjungsi  Tanpa tanda baca di akhir judul  Menarik perhatian  Logis  Sesuai dengan isi  Judul harus asli, relevan, proaktif, dan singkat. e) Fungsi Judul  Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis  Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya.  Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.  Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya. D. KERANGKA KARANGAN a) Pengertian Kerangka Karangan Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ideide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. b) Fungsi kerangka karangan 14  Memudahkan pengendalian variabel,  Memperlihatkan pokok bahasan, sub-subbahasan karangan dan memberi kemungkinan perluasan bahasan tersebut sehingga memungkinkan penulis menciptakan suasana kreatif sesuai dengan variasi yang diinginkan.  Mencegah pembahasan keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik, judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis,  Memudahkan penulis menyusun karangan secara menyeluruh,  Mencegah ketidaklengkapkan bahasan,  Mencegah pengulangan pembahasaan ide c) Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik  Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas. Pilihlah topik yang merupakan hal yang khas, kemudian tentukan tujuan yang Jelas. Kemudian buatlah tesis atau pengungkapan maksud.  Tiap unit hanya mengandung satu gagasan. Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit tersebut harus dirinci.  Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau pikiran itu tergambar jelas.  Harus menggunakan simbol yang konsisten. Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan. d) Macam-Macam Kerangka Karangan 1. Berdasarkan perincian. a. Kerangka karangan sederhana/sementara (non-formal) Merupakan suatu alat bantu, sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah.yang terdiri dari tesis dan pokok-pokok utama. 15 b. Kerangka karangan formal. Kerangka karangan yang timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat komplek atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya. 2. Berdasarkan perumusan teks. a. Kerangka kalimat. Menggunakan kalimat deklaratif yang lengkap untuk merumuskan setiap topik, sub topik. Misalnya : 1). Pendahuluan 2). Latar belakang 3). Rumusan masalah 4). Tujuan. e) Langkah-langkah pembuatan kerangka karangan 1. Menentukan tema dan judul Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis. 2. Mengumpulkan bahan Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing - masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya. 3. Menyeleksi bahan Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis. 16 Berikut ini petunjuk – petunjuknya : 1. Catat hal penting semampunya. 2. Jadikan membaca sebagai kebutuhan. 3. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah. 4. Membuat kerangka Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna. Berikut fungsi kerangka karangan : a) Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis b) Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan c) Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting. Tahapan dalam menyusun kerangka karangan : a) Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul). b) Mengatur urutan gagasan. c) Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab. d) Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap Kerangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis karena bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir). 4. Mengembangka kerangka karangan 17 Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak ditulis. jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. f) Contoh Kerangka Karangan Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui penyebab dan dampak banjir. Tema : Banjir di Indonesia. 1. Banjir yang terjadi di Indonesia 1.1.Banjir di Pulau Jawa 1.1.1. Banjir di DKI Jakarta 1.1.2. Banjir di Surabaya 1.2.Banjir di luar Pulau Jawa 2. 1.2.1. Banjir di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam 1.2.2. Banjir di Papua Penyebab Banjir di Indonesia 2.1.Faktor Alam 2.1.1. Cuaca yang Extrim 2.1.2. Banjir Kiriman 2.2. Kelalaian Manusia 3. 2.2.1. Penebangan Hutan 2.2.2. Membuang Sampah Sembarang 2.2.3. Tanah Resapan Air Berkurang 2.2.4. Pendangkalan Sungai Dampak yang timbul akibat Banjir 3.1.Timbulnya Penyakit 3.2.Mematikan Usaha 3.3.Kerugian Administrasi 3.4.Kembali ke Titik Nol 4. Menanggulangi Dampak Banjir 18 4.1.Penjagaan Area Resapan Air 4.2.Proyek Pengerukan Sungai 4.3.Reboisasi Hutan Gundul 19 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN  Tema berarti pokok pemikiran,ide atau gagasan serta yang akan disampaikan oleh penulis dalam karangannya disebut tema karangan.Tema dapat diartikan sebagai pengungkapan maksud dan tujuan,tujuan yang dirumuskan secara singkat dan wujudnya berupa satu kalimat disebut tesis.Perhatikan contoh dibawah ini.  Topik : Belajar mengemukakan pendapat secara efektif. Tujuan :Menjelaskan dan memahami bagaimana cara mengeluarkan pendapat secara lisan,tertulis, logis, dan sistematis dalam bahasa yang baik secara efektif dan efisien.  Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.  Kerangka karangan ragangan.Kerangka sering disebut karangan juga (outline) dengan outline merupakan atau miniatur karangan.Pada dasarnya outline adalah proses penggolongan dan penataan berbagai fakta yang kadang-kadang berbeda dengan jenis dan sifatnya, menjadi kesatuan yang berpautan. Dengan memperhatikan outline akan terlihat dengan jelas struktur dan sistematika berpikir pengarangnya.Sehingga pengarang dapat melihat dengan jelas, dibagian mana fakta, penilaian, argumentasi, atau ilustrasi tertentu dikemukakan, sehingga karangan menjadi tepat. 20 kerangka karangan juga sebagai rencana kerja yang memuat garis-garis besar atau an pokok pembicaraan sebuah karangan yang akan ditulis. Kerangka karangan ditulis dalam rangka untuk menghindari adanya tumpang tindih pada itu, susunan penulisan yangbersifat bagian-bagian konseptual, tertentu. Selain menyeluruh, terarah, logis, jelas, dan bersasaran dari target pembacanya. kerangka karangan (outline) juga memudahkan kita dalam pembuatan karangan yang lebih baik. B. SARAN  Dengan memahami dan menguasai berbagai kaidah penulisan tema, topik, dan judul. Diharapkan pembaca dapat membuat tema, topik, dan judul yang baik dan benar. Setidaknya dengan memahami pembahasan makalah penulis kali ini, pembaca menjadi paham bagaimana cara membuat tema, topik, dan judul dengan baik dan sisitematis dan mengerti apa saja syarat-syarat penyusunan tema, topik, dan kerangka karangan agar didapat suatu karya yang baik dan benar, serta menghindari kekeliruan penentuan.  Agar kita dapat memperoleh karangan yang baik, logis, dan sistematis,maka kita harus mmbuat kerangga terlebih dahulu.Karena dengan kerangka karangan kita bisa menghindari penggarapan topik yang berulang-ulang,terhindar dari tumpang tindih pada bagian-bagian tertentu. Selain itu, penyimpangan-penyimpangan dari topik pun dapat dihindarkan, dan juga akan menjamin bahwa penulisan akan bersifat konseptual, menyeluruh, terarah, dan bersasaran dari target pembacanya. DAFTAR PUSTAKA 21 Agus Salim. 2016. Makalah Topik, Tema Dan Judul. [Online] https://acehkrak.blogspot.co.id/2016/01/makalah-topik-tema-dan-judul.html?m=1 di akses pada tanggal 10 Oktober 201 Dani Robbina. (2014). Makalah kerangka kerangan. [onliine]. http://robbinadani.blogspot.co.id/2015/04/makalah-kerangka-karangan.html di akses pada tanggal 10 Oktober 2017 http://pengertiandefinisi.com/pengertian-tema-dan-jenis-jenis-tema/ di akses pada tanggal 10 Oktober 2017 http://www.slideshare.net/mutaqodaswaja/bab-tentang-tema-topik-dan-judul di akses pada tanggal 10 Oktober 2017 http://jafarbaqdhat.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-topik-tema-judul.html di akses pada tanggal 10 Oktober 2017 http://ita-kyu-kiyut.blogspot.com/2010/01/ragam-bahasa-tugas-kelompok.html di akses pada tanggal 10 Oktober 2017 http://wede56.blogspot.co.id/2014/03/contoh-makalah-bahasa-indonesia_25.html di akses pada tanggal 10 Oktober 2017 22

Judul: Makalah Bahasa Indonesia

Oleh: Erin Syahraniar


Ikuti kami