Makalah Kelompok 1

Oleh Acan Akhasansas

201,5 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Kelompok 1

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “oikos” yang artinya rumah tangga dan “logos” yang artinya ilmu. Ekologi mengkaji berbagai macam interaksi antarorganisme yang ada di bumi. Di manapun kita menemukan makhluk hidup maka di situ ada kajian ekologi. Ilmu lingkungan dan ekologi mempunyai hubungan yang sangat erat dan tak terpisahkan satu sama lain. Lingkungan merupakan komponen penting dalam system ekologi (ekosistem), yang meliputi komponen biotik dan abiotik. Sebagai suatu bidang kajian ilmiah, ekologi menggabungkan hipotesis-deduktif yang menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menguji penjelasan hipotesis dari fenomena-fenomena ekologi. Banyak ahli ekologi merancang model matematis yang memungkinkan mereka membuat simulasi eksperimen dalam skala besar yang tidak mungkin dilakukan di lapangan. Dengan pendekatan ini, variabel penting dan hubungan hipotesisnya dijelaskan melalui persamaan matematis (Neil A. Campbell et. al, 2004). Organisme hidup di alam tidak berdiri sendiri melainkan menjadi suatu kumpulan individu-individu yang menempati suatu tempat tertentu sehingga antar organisme terjadi interaksi. Interaksi-interaksi yang terjadi dapat merupakan interaksi antar individu dari spesies yang sama, interaksi antar individu dari spesies yang berbeda, atau dapat juga merupakan interaksi antar individu dengan lingkungannya. Di seluruh unit mengenai ekologi ini kita akan melihat lebih banyak lagi contoh-contoh bagaimana organisme dan lingkungannya berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Ekologi dapat dibagi dibagi menjadi empat tahap kajian yang semakin menyeluruh sifatnya, mulai dari interaksi individu organisme dengan lingkungan abiotik hingga ke dinamika ekosistem (Neil A. Campbell et. al, 2004) 1 2 Organisme ekologi berhubungan dengan cara-cara berperilaku, fisiologis, dan morfologis yang digunakan suatu organisme individual dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh lingkungan abiotiknya. Distribusi organisme dibatasi oleh kondisi abiotik yang dapat ditolerir oleh organisme tersebut. Tingkat organisasi berikutnya dalam ekologi adalah populasi, yaitu suatu kelompok individu dari spesies yang sama yang hidup dalam daerah geografis tertentu. Ekologi populasi sebagian besar terpusat pada faktor-faktor yang mempengaruhi ukutan dan komposisi populasi. Suatu komunitas terdiri dari semua organisme yang menempati suatu daerah tertentu, komunitas adalah kumpulan populasi dari spesies yang berlainan. Pertanyaan pada tingkat analisis ini meliputi cara berinteraksi di antara organisme, seperti predasi, kompetisi, dan penyakit yang mempengaruhi struktur dan organisasi komunitas (Neil A. Campbell et. al, 2004). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut. 1. Bagaimana pengertian ekologi? 2. Bagaimana struktur organisasi kehidupan dalam ruang lingkup kajian ekologi? 3. Bagaimana pola interaksi antarorganisasi kehidupan? 1.3 Tujuan Tujuan dibuatnya makalah ini antaralain adalah: 1. Pembaca dapat mengetahui Penertian Ekologi 2. Pembaca dapat mengetahui Ruang Lingkup Ekologi 3. Pembaca dapat mengetahui pola interaksi yang ada di dalam ekologi 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Ekologi Ekologi ialah salah satu dari tiga bagian utama dalam biologi yang dua lainnya adalah morfologi dan fisiologi (Soetjipta, 1993:5). Semua sumber acuan menyebutkan bahwa ekologi berasal dari bahasa Yunani, oikos yang berarti rumah-tangga dan logos yang berarti ilmu. Odum (1971 dalam Soetjipta, 1993) menulis ekologi sebagai suatu kajian makhluk di tempat hidupnya. Selanjutnya di tulisnya bahwa ekologi seperti diartikan dalam kamus “Webster’s Unabridged Dictionary” sebagai totalitas atau pola hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan mereka. Pengertian ekologi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut.  Menurut Ernst Heackel (1968 dalam Ramli, 1989), ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya.  Kreb (1972 dalam Ramli, 1989) mengemukakan bahwa ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi-interaksi penyebaran dan jumlah dari organisme.  Pianka (1988 dalam Smith, 1990) menyatakan bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dan seluruh faktor fisik dan biologi yang mempengaruhi dan di pengaruhinya. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat di simpulkan bawa ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungannya. 2.2 Ruang Lingkup Kajian Ekologi Dalam ruang lingkup Biologi, organisme yang dipelajari, khususnya makhluk hidup terdiri atas berbagai tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi yang dipelajari dimulai dari yang paling sederhana hingga tingkatan yang kompleks. Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, ekosistem, hingga ke tingkatan bioma (Campbell, et al., 2004). 3 4 Ekologi modern telah menjadi sains percobaan yang aktif di pelajari. Para ahli ekologi menyusun hipotesis. Para ahli ekologi bekerja di tingkat hierarki biologis yang berbeda, mulai dari organisme individual hingga ke planet (Campbell, et al., 2008). Berikut ini ruang lingkup riset ekologi pada setiap tingkat hierarki biologis. 1. Ekologi Organisme Organisme adalah makhluk yang mempunyai ciri–ciri metabolisme, tumbuh, gerak, dan reproduksi. Semua organisme terdiri atas bermacam–macam spesies. Setiap spesies menggambarkan susunan materi hereditas khusus yang disebut gene (gene pool ), yang berbeda dari gene pool spesies lain. Setiap anggota spesies secara potensial dapat atau mampu mengadakan perkawinan dengan anggota lain dari spesies yang sama, tetapi secara normal tidak dapat kawin dengan anggota spesies yang berbeda. Setiap anggota organisme tunggal disebut induvidu. (Purnomo, 2006). Ekologi organisme (organism ecology), mencakup subdisiplin ekologi fisiologi, ekologi evolusi, dan ekologi perilaku, mempelajari bagaimana struktur, fisiologi, dan (untuk hewan) perilaku organism memenuhi tantangan dari lingkungan. 2. Ekologi Populasi Populasi (population) adalah suatu kelompok individu dari spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah. Di dalam menyebut suatu populasi harus dilakukan dengan cara menyebut batas waktu dan tempatnya. Dengan demikian, populasi merupakan kelompok kolektif organisme dari spesies yang sama yang menempati ruang dan memiliki ciri yang merupakan milik kelompok. Suatu organisme tidak dapat hidup sendirian, akan tetapi harus hidup bersama-sama dengan organisme lain, baik dengan organisme sejenis maupun dengan organisme tidak sejenis dalam suatu tempat tumbuh atau habitat (Irwan, 1992). Interaksi yang terjadi antar spesies antar anggota populasi akan mempengaruhi terhadap kondisi populasi mengingat keaktivan atau tindakan individu dapat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun kehidupan populasi. Menurut Odum (1993 dalam Purnomo 2006) setiap anggota populasi 5 dapat memakan anggota-anggota populasi lainnya, bersaing terhadap makanan, mengeluarkan kotoran yang merugikan lainnya, dapat saling membunuh, dan interaksi tersebut dapat searah ataupun dua arah. Contoh organisme misalnya seekor kucing, seekor burung, seorang manusia, dan lain sebagianya. Ekologi populasi (population ecology) menganalisis factor-faktor yang memengaruhi ukuran populasi serta bagaimana dan mengapa populasi berubah seiring waktu. 3. Ekologi Komunitas Komunitas (community) adalah suatu kelompok populasi dari sejumlah spesies yang berbeda di suatu wilayah. Komunitas juga didefinisikan sebagai sekumpulan populasi yang berbeda baik populasi tumbuhan maupun populasi hewan yang hidup dan berinteraksi pada suatu area dan pada suatu waktu (Purnomo, 2006). Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Ekologi komunitas (community ecology) mengkaji bagaimana interaksi antarspesies, seperti predasi dan kompetisi, memengaruhi struktur dan organisasi komunitas. 4. Ekologi Ekosistem Ekosistem (ecosystem) adalah komunitas organisme di suatu wilayah beserta faktor-faktor fisik yang berinteraksi dengan organism-organisme tersebut. Ekologi ekosistem (ecology ecosystem) mnekankan pada aliran energi dan siklus kimiawi antara organism dan lingkungan. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Suatu ekosistem berdasarkan susunan dan fungsinya tersusun dari beberapa komponen sebagai berikut : 1. Komponen autotrof Autotrof berasal dari kata Auto yang berarti sendiri, dan trophikos yang berarti “menyediakan makan” pengertian dari Autotrof adalah 6 organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau. 2. Komponen heterotrof Heterotrof berasal dari kata “Heteros” yang berarti berbeda, dan trophikos yang berarti makanan). Pengertian dari Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba. 3. Bahan tak hidup (abiotik) Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari.Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. 4. Pengurai (dekomposer) Pengertian dari Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur. Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma. 5. Ekologi Bioma Bioma adalah mosaik ekosistem-ekosistem yang saling terkait. Riset dalam ekologi bioma berfokus pada faktor-faktor yang mengontrol pertukaran energi, material, dan organism di berbagai ekosistem. 6. Ekologi Biosfer 7 Biosfer adalah ekosisdari semua ekosistem dan bentang alam/bioma di planet ini. Ekologi global/biosfer mengkaji begaimana pertukaran regional energi dan material memengaruhi fungsi dan distribusi organism di seluruh biosfer. Berikut ini merupakan gambar struktur organisasi kehidupan dari tingkat terendah (molekul) hingga tingkat biosfer. Gambar. 1. Hirarki struktural biosains (mulai dari atom, molekul, sel, jaringan, organ, organisme, populasi, ekosistem, bioma, dan biosfer) (Sumber: Anshori, 2009) 2.3 Pola Interaksi Antarorganisasi Kehidupan 1. Interaksi Antarorganisme/Individu Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut: 1) Netral adalah hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi. 2) Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa, dan burung hantu dengan tikus. 8 3) Simbiosis adalah hubungan dua organisme yang hidup bersama dalam suatu hubungan nutrisi yang erat. Hubungan simbiosis dapat di bedakan menjadi tiga, yaitu:  Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan.  Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya. Contoh : Plasmodium dengan manusia, Taenia saginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon inang.  Komensalisme adalah merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohn yang grek dengan pohon yang ditumpanginya. 2. Interaksi Antarpopulasi Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya. Contoh interaksi antarpopulasi misalnya di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Contoh lainnya adalah persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput. Interaksi ini merupakan interaksi yang bersifat kompetisi. Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan (Djamalirwa, 2003). 3. Interaksi Antarkomunitas Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Bahan organik yang mengandung energi dan unsur-unsur kimia ditransfer dari satu organisme ke organisme lain berlangsung melalui interaksi makan dan dimakan. Peristiwa makan dan dimakan 9 antar organisme dalam suatu ekosistem membentuk struktur trofik yang bertingkat-tingkat. Dalam suatu ekosistem tidak selamanya memiliki tingkat trofik yang sama karena tergantung dari keanekaragaman pada suatu tempat. Namun, biasanya terdiri dari empat sampai lima tingkat trofik. Jalur makan dan dimakan dari organisme pada suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya yang membentuk urutan dan arah tertentu disebut rantai makanan. Di dalam suatu ekosistem umumnya tidak hanya terdiri dari suatu rantai makanan saja, tetapi lebih banyak dan komplek. Dengan demikian, di dalam suatu ekosistem hubungan makan dan dimakan saling berkaitan dan bercabang sehingga membentuk jarring-jaring makanan (Anshori, 2009). 2.4 Aplikasi Ekologi Manusia sebagai satu bagian dari alam merupakan bagian utama dari lingkungan yang kompleks. Kegiatan-kegiatan seperti perkembangan penduduk, industri pembangunan jalan dan hutan, pemakaian insektisida, penggunaan unsurunsur radio aktif, pembuatan bandara, perumahan, dan sebagainya merupakan contoh yang dapat mempercepat proses perubahan lingkungan dari bumi ini. Manusia dengan kelebihannya yang mempunyai akal dan pikiran dalam kemajuan teknologi ini merasa makhluk yang paling berkuasa di alam ini. Penemuanpenemuan yang pada mulanya bertujuan untuk kesejahteraan manusia dapat menjadi bomerang terhadap hidupnya bila prinsip-prinsip ekologi diabaikan. Untuk hidup dan hidup berkelanjutan bagi manusia harus belajar memahami lingkungannya dan pandai mengatur sumber-sumber daya alam dengan cara-cara yang dapat dipertanggung jawabkan demi pengamanan dan kelestarian. Seorang ahli ekologi harus dapat melihat jauh ke depan, dalam jangka panjangan yang lebih bersifat pengamanan dan pemeliharaan untuk dapat hidup dengan baik dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Asas-asas ekologi dalam kenyataan dewasa ini banyak dipakai untuk menganalisis lingkungan hidup manusia, pertambahan penduduk, peningkatan produksi makanan, penghijauan, erosi, banjir, pelestarian plasma nutfah, dan hewana-hewan langka, koleksi buah-buahan langka, pencemaran (polusi), dan lain sebagainya. Pada dasarnya masalah lingkungan itu timbul karena kegiatan 10 manusia sendiri yang tidak mengindahkan atau tidak mengerti prinsip-prinsip ekologi. Ada 14 asas dalam ekologi yang merupakan satu kesatuan antara yang satu dengan yang lain. Yaitu: 1. Energi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya, tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan. 2. Tak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efesien. 3. Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman adalah kategori sumber alam. 4. Mengenai kejenuhan dan ketidakjenuhan. 5. Peningkatan pengadaan suatu sumber alam mungkin dapat merangsang penggunaan sumber alam tersebut. 6. Keturunan (genotif) dengandaya pembiakan tertinggi akan sering dijumpai pada generasi berikutnya. 7. Keanekaragaman yang kekal lebih tinggi pada lingkungan yang stabil. 8. Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut 9. Keanekaragaman sebanding dengan biomassa / produktivitas. 10. Biomassa / produktivitas meningkat dalam lingkungan yang stabil. 11. Sistem yang mantab (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum dewasa. 12. Kesempurnaan adaptasi setiap habitat/sifat bergantung kepada kepentingan relatifnya dalam suatu lingkungan tertentu. 13. Lingkungan fisik yang stabil memungkinkan keanekaragaman biologi berlaku dalam ekosistem mantap yang kemudian menggalakkan stabilitas populasi lebih jauh lagi. 14. Derajat pola keteraturan fluktuasi populasi bergantung kepada pengaruh sejarah populasi itu sebelumnya. 11 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan - Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungannya. - Ruang Lingkup ekologi meliputi populasi, komunitas, ekosistem, bioma, biosfer - Di dalam ekologi etrdapat bebeapa pola interaksi, diantaranya adalah interaksi antarorganisme, interaksi antarpopulasi, interaksi antarkomunitas 3.2. Saran Untuk hidup dan hidup berkelanjutan bagi manusia harus belajar memahami lingkungannya dan pandai mengatur sumber-sumber daya alam dengan cara-cara yang dapat dipertanggung jawabkan demi pengamanan dan kelestarian 11 12 DAFTAR RUJUKAN Anshori, Moch. 2009. Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Campbell, J.B., L.G. Reece dan Mitchell. 2004. Biologi Edisi kelima. Jilid 3. Jakarta: Erlangga Campbell, Neil A, Jane. B. Reece, Lisa A. Urry, Michael L. Cain, Steven A. Wasserman, Peter V. Minorsky dan Robert B. Jackson. 2008. Biologi Edisi Kedelapan. Jilid 3. Jakarta: Erlangga Irwan. 1992. Ekologi Hutan. Media Pustaka. Bandung Djamalirwa, Zoer’aini. 2003. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem Komunitas dan Lingkungan. Jakarta : Bumi Aksara. Purnomo, H. 2006. Dasar-dasar Ilmu Lingkungan. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press. Ramli, Dzaki. 1989. Ekologi. Jakarta: FKIP UNLAM Banjarmasin Smith, Robert L. 1990. Ecology and Field Biology 4th Ed. New York: Harper Collins Publisher Soetjipta. 1993. Dasar-dasar Ekologi Hewan. Yogyakarta: UGM 12

Judul: Makalah Kelompok 1

Oleh: Acan Akhasansas

Ikuti kami