Tugas Analisis Kopi

Oleh Dicky Zulkarnain

64,8 KB 12 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Analisis Kopi

1. HASIL DAN PEMBAHASAN ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF KOPI INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL Daya saing kopi Indonesia di pasar internasional dapat dilihat dari keunggulan komparatifnya. Salah satu metode untuk menganalisis daya saing komparatif suatu komoditas suatu negara di pasar internasional adalah metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Nilai RCA yang lebih dari satu, mengindikasikan bahwa komoditas suatu negara tersebut memiliki daya saing. Jurnal Agribisnis Indonesia (Vol 2 No 1, Juni 2014); halaman 63-74 67Analisis Dayasaing dan Strategi Pengembangan… Sari Nalurita, Ratna Winandi Asmarantaka dan Siti Jahroh. Pasar ekspor kopi Indonesia merupakan pasar pengikut bila dibandingkan dengan pasar ekspor Brazil sebagai pasar acuan. Hal ini menunjukkan bahwa keragaan ekspor kopi Indonesia selain ditentukan oleh produksi kopi Indonesia, juga sangat ditentukan oleh keragaan kopi di Brazil. Berdasarkan Tabel 1, nilai ekspor kopi Indonesia mengalami fluktuasi mengikuti fluktuasi nilai ekspor kopi dunia, dimana ratarata nilai ekspor kopi Indonesia selama kurun waktu 2008 sampai 2013 adalah sebesar US$ 1.047.692.429 dengan rata-rata pangsa pasar kopi Indonesia setiap tahunnya sebesar 6,44 persen. Pangsa pasar kopi Indonesia terhadap dunia paling tinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 11,92, hal ini disebabkan penurunan ekspor kopi dunia di tahun 2013 terhadap tahun sebelumnya sebesar 45 persen. Ratarata pangsa pasar Brazil pada kurun waktu 2008 sampai 2013 adalah sebesar 31,08 persen, sedangkan Vietnam sebesar 12,04 persen dan Kolombia sebesar 11,6 persen. Berdasarkan hasil analisis RCA ekspor kopi di atas, Indonesia memiliki dayasaing yang cenderung menurun. Semua angka RCA yang di peroleh adalah lebih besar dari satu yang menunjukkan bahwa produk ekspor kopi Indonesia memiliki dayasaing secara komparatif di pasar dunia, dengan rata-rata RCA sebesar 5,56. Dayasaing kopi Indonesia tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu dengan nilai RCA sebesar 8,06, hal ini dikarenakan konstribusi ekspor kopi Indonesia tertinggi dalam kurun waktu 20082013 terhadap total ekspor komoditi Indonesia di tahun tersebut yaitu sebesar 0,79 persen. 2. ANALISIS KEUNGGULAN KOMPETITIF KOPI INDONESIA DENGAN KOMPONEN SISTEM BERLIAN PORTER. Kondisi faktor yang berpengaruh terhadap daya saing agribisnis kopi Indonesia adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumberdaya ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber daya modal, dan sumber daya infrastruktur. Kelima kondisi faktor sumber daya tersebut dijelaskan sebagai berikut:  Sumber daya Alam Indonesia memiliki iklim tropis dan curah hujan yang sangat mendukung untuk perkembangan komoditas kopi. Kondisi lingkungan sumber daya alam untuk tanaman kopi berbeda untuk Robusta dan Arabika. Lahan perkebunan kopi Robusta di Indonesia cukup luas namun tidak didukung oleh produktivitas yang tinggi dikarenakan kepemilikan lahan sebagain besar adalah perkebunan rakyat, yang umumnya kurang intensif dalam pemeliharaan tanaman, tidak melakukan peremajaan tanaman, dan penggunaan teknologi budidaya yang masih sederhana. Berikut adalah perkembangan produktivitas kopi Indonesia tahun 2008 sampai 2014.

Judul: Tugas Analisis Kopi

Oleh: Dicky Zulkarnain


Ikuti kami