Tugas Bahasa Indonesia

Oleh Irwan Rendi

980,2 KB 9 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Bahasa Indonesia

PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA (PUEBI) BY : IRWAN RENDI SIMANJUNTAK NIM:201823083 Ruang lingkup PUEBI Pemakain Huruf Penulisan kata Pemakaian tanda baca Penulisan unsur serapan A.Huruf Abjad A.Pemakaian huruf Huruf abjad adalah huruf yang dipakai dalan ejaan bahasa indonesia yang terdiri dari 26 huruf Huruf kapital Huruf nonkapital Nama Pengucapan A B C D E F G a b c d e f g a be ce de e ef ge a bĕ cĕ dĕ ĕ ĕf gĕ Dan seterusnya B. Huruf vocal Huruf vocal adalah huruf yang melambangkan vocal dalam bahasa indonesia yang terdiri atas lima huruf yaitu, a, u, i, e, o. Huruf vocal Contoh Pemakaian Dalam Kata Posisi awal Posisi tengah Posisi akhir a api padi Lusa u ulang Bumi Ibu i itu simpan murni e* enak ember emas petak pendek kena sore tipe - o oleh kota Radio Keterangan Untuk pengucapan (pelafalan) kata yang benar, diakritik berikut ini dapat digunakan jika ejaan kata itu dapat menimbulkan keraguan. • a)Diakritik (ĕ) dilafalkan (e) Misalnya : anak-anak bermain diteras (T ĕras) b). Diaakritik (ĕ) dilafalkan (e) Misalnya : Kami menonton film seri (ĕ) c). Diakritik (ĕ) dilafalkan (ə) Misalnya : Pertandingan itu berakhir seri (sĕri) C. Huruf Konsonan Huruf konsonan adalah huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa indonesia yang terdiri dari 21 huruf yaitu, b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z. Huruf Konsonan B C D F G H J K L Contoh pemakaian dalam kata Posisi awal Bahasa Cakap Dua Fakir Guna Hari Jalan Kami lekas Posisi tengah Sebut Kaca Ada Kafan Tiga Saham Manja Paksa alas Posisi akhir Adab Abad Maaf Gudeg Tuah Mikraj Politik Akal Keterangan * Huruf q dan x khusus digunakan untuk nama diri dan keperluan ilmu. Huruf x pada posisi awal kata diucapkan [s] D. Huruf Diftong Didalam bahasa indonesia terdapat 4 diftong yang di-lambangkan dengan gabungan huruf vocal ai, au, ei, dan oi Huruf Diftong Contoh pemakaian dalam kata Posisi awal Posisi tengah Posisi akhir ai aileron balairung pandai au autodidak taufik harimau ei eigendom geiser servei oi - boikot amboi E. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy masinng masing melambangkan satu bunyi konsonan Gabungan huruf konsonan Contoh pemakaian dalam kata Posisi awal Posisi tengah Posisi akhir Kh khusus akhir Tarikh Ng Ngarai bangun senang Ny Nyata banyak - sy syarat musyawarah Arasy F . Huruf kapital • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat,misalnya, *Apa maksudmu? • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan,misalnya : *Amir Hamzah • Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung, Misalnya :*Adik bertanya”Kapan kita pulang?” • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama,kitab suci dan Tuhan,misalnya :*Kristen,*Alkitab*Tuhan Allah • A).huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan,keturunan,keagamaan, atau akademikyang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.misalnya :*Sultan Hasanuddin, *Nabi Ibrahim, Agung permana,SH B).huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan,keturunan,keagamaan, profesi,serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan,misalnya :*Selamat datang yang Mulia, *Selamat pagi, Dokter • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat dan diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau tempat.misalnya : *Wakil Presiden Adam Malik, *Prof. Supomo, *Gubernur Papua • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa, misalnya: *Bangsa Indonesia, *Suku Dani, *Hasa Bali • a) huruf kapital dipakai sebagai huruf bpertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya, misalnya: *Tahun Hijriah, *bulan Agustus, *hari Jumat *hari Lebaran. b) huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah , misalnya : *Konferensi Asia Afrika, *Perang Dunia II, *Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. • huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi, misalnya : *Jakarta, *Pulau Miangas, *Bukit Barisan, * Dll • huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata dalam negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, misalnya : *Republik Indonesia, *MPRRI, *PBB, *Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata didalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas seperti, di, ke, dari, dan, yang, dan untuk. Misalnya : *Saya telah membaca buku dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma. • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar , pangkat dan sapaan, misalnya : *S.H (Sarjana Hukum), *K.H (Kiai Haji), *Prof (Profesor) dll • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu , kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan, misalnya : *”Kapan Bapak berangkat?” Tanya Hasan. *”Bu, saya telah melaporkan kejadian ini kepada Bapak G. Huruf Miring 1. 2. 3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam lisan, termasuk dalam daftar pustaka,misalnya: - Berita itu muncul dalam surat kabar Cakrawala - Majalah Poejangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan . huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat, misalnya : - huruf terakhir kata abad adalah d - Dia tidak diantar,tetapi mengantar. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungjapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing, misalnya : - Upacara peusijuek (tepung tawar) menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh - Ungkapan Bhinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan negara Indonesia H. Huruf tebal 1. Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sedah ditulis miring, misalny : - huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalan EYD - Kata et dalam ungkapan ora et labora ‘berarti dan’ 2. Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan bagianbagian karangan, seperti judul buku, bab, atau subbab, Misalnya : - penulisan Latar Belakang dan Masalah - penulisan Latar Belakang - penulisan Masalah - penulisan Tujuan B. Penulisan Kata a. Kata Dasar kata dasar ditulis sebagai suatu kesatuan, misalnya : * Kantor pajak penuh sesak * Saya pergi kesekolah b. Kata Berimbuhan 1). Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya, misalnya : * Berjalan * Berkelanjutan * Mempermudah * Gemetar 2). Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, Misalnya : * adibusana * aerodinamika * infrastuktur * purnawirawan * proaktif * inkonvensional c. Bentuk Ulang Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) diantara unsurunsurnya Misalnya : * Anak-anak * biri-biri * buku-buku *cumi-cumi * hati-hati * kupu-kupu * kuda-kuda * kura- kura , dll d. Gabungan Kata 1) Unsur gabungan kata yang lazimdisebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Misalnya : * Duta besar * kambing hitam * Orang tua * Simpang empat* Mata acara * Rumah sakit jiwa 2) Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) diantara unsur-unsurnya. Misalnya : * Anak-istri pejabat anak istri-pejabat * Ibu-bapak kami Ibu bapak-kami * Buku-sejarah baru Buku sejarah-baru 3) Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran, misalnya : * Bertepuk tangan * Menganak sungai * Garis bawahi *sebar luaskan 4) Gabungan kata yang mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai misalnya: 5) Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai Misalnya : * acapkali * hulubalang *radioaktif *adakalanya * kacamata * apalagi * bagaimana * saripati,dll e. Pemenggalan Kata 1) Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. a). Jika ditengah kata terdapat huruf vocal yang beruntun, pemenggalannya dapat dilakukan diantara dua huruf vocal itu. Misalnya : * bu-ah * ma-in *ni-at * sa-at b). Huruf diftong ai, au,eui,dan oi tidak dipenggal, Misalnya : * pan-dai * au-la * sau-da-ra *sur-vei c). Jika ditengah kata dasar terdapat huruf konsonan diantara huruf vocal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu. Misalnya : * ba-pak *la-wan * de-ngan * ke-nyang d). Jika ditengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan diantara kedua huruf konsonan itu. Misalnya : * Ap-ril * cap-lok * makh-luk *sang-gup e). Jika ditengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih yang masing- masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonann yang pertama dan huruf konsonan kedua, misalnya : * ul-tra in- *fra ben-trok *in-stru-men 2. Pemenggalan kata turunan sedapat-dapatnya dilakukan diantara bentuk dasar dan unsur pembentukannya. Misalnya : ber-jalan mem-pertanggungjawabkan mem-bantu memeper-tanggungjawabkan di-ambil mempertanggung-jawabkan 3. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur yang lain, penggalannya dilakukan diantara unsur-unsur itu. Tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. Misalnya : * biografi bio-grafi bi-o-gra-fi * biodata bio-data bi-o-da-ta 4. Nama orang yang terdiri atas dua unsur atau lebih pada akhir baris dipenggal di antara unsur-unsurnya. Misalnya : * lagu “Indonesia Raya” digubah oleh Wage Rudolf Supratman 5. Singkatan nama diri dan gelar yanng terdiri atas dua huruf atau lebih tidak dipenggal. Misalnya : * Ia bekerja di DLLAJR f. Kata depan Kata depan seperti, di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya,misalnya : * Di mana dia sekarang? * Mari kita berangkat ke kantor g. Partikel 1) Partikel –lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.Misalnya : * bacalah buku itu baik-baik! 2) Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya,misalnya: * Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. 3) Partikel per yang berarti ‘demi’,, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, misalnya : * Mereka masuk ke dalam ruangan rapat satu per satu h. Singkatan dan Akronim 1) Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu. Misalnya : * A.H. Nasution Abdul Haris Nasution * M.HUM Magister Humaniora 2) a). Singkatan Yang terdiri atas huruf awal setiap kata nama lembaga, ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik,misalnya : * NKRI : Negara Kesatuan Republik Indonesia * WHO : World Health Organization b). Singkatan yang terdiri atas huruf awal setisp kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik,misalnya : * PT : Perseroan Terbatas * NIP : Nomor Induk Pegawai 3) Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti dengan tanda titik. Misalnya : * hlm. :halaman * dll. : dan lain-lain 4) Singkatann yang terdiri atas dua huruf yang lazim dipakai dalam suratmenyurat masing-masing diikuti oleh tanda titik, misalnya : * a.n : atas nama * s.d: sampai dengan 5) Lambang kimia, simgkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik, Misalnya : * Cu:kuprum * RP : Rupiah 6) Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya : * BIG : Badan Informasi Geospasial * LAN : Lembaga Administrasi Negara 7) Akronim nama diri berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Misalnya : * Bulog : Badan Usaha Logistik * Suramadu : Surabaya-Madura 8) Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suka kata ditulis dengan huruf kecil, misalnya : * iptek :ilmu pengetahuan dan teknologi * pemilu :pemilihan umum I. Angka dan Bilangan Angka Arab atau angka Romawi lazim dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor,misalnya : *Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, * Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), dll j. Kata ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan –nya Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan –ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya, Misalnya * Rumah itu telah kujual * Majalah itu boleh kaubaca *Bukuku, bukumu dan bukunya tersimpan diperpustakaan. * Rumahnya sedang diperbaiki. k. Kata sandang si dan sang kata si dan sang ditulis terpisah daridari kata yang mengikutinya, Misalnya *Surat itu dikembalikan kepada si pengirim * Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli * Sang adik mematuhi nasihat sang kakak * Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik

Judul: Tugas Bahasa Indonesia

Oleh: Irwan Rendi


Ikuti kami