Sejarah Indonesia

Oleh Natasya Novialetha

209,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Sejarah Indonesia

Sejarah Indonesia 1. Van Heine Geldern Bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia. Pendapatnya ini dibuktikan oleh kesamaan artefak purba yang ditemukan di Indonesia dengan artefak purba di daratan Asia. 2. Pokok-pokok persamaan pusat-pusat kebudayaan kuno yang terdapat di Asia dan Afrika itu antara lain sebagai berikut. Pusat-pusat kebudayaan tertua itu berada di daerah-daerah lembah sungai besar dan subur, sehingga merupakan kebudayaan agraris dengan penduduk yang cukup padat. Telah muncul bentuk-bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang Raja dengan kekuasaan yang besar, sekaligus merupakan penguasa atas seluruh tanah negeri itu. Bentuk-bentuk pertuanan tanah (feodalisme) mulai berkembang. Organisasi pemerintahan dengan kekuasaan seorang Raja yang besar dan mampu mengerahkan tenaga rakyat untuk mendirikan bangunan-bangunan yang serba megah (monumental) untuk pemujaan dan kemegahan nama raja. 3. Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain: 1. Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, 2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa. 3. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa, 4. Pakaian dari kulit kayu 5. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda) Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina) 4. Pada mulanya hubungan antara Indonesia dengan India dalam bentuk hubungan dagang. Hubungan ini kemudian berkembang menjadi hubungan agama dan budaya.Proses masuknya pengaruh budaya India ke Indonesia tidaklah berasal dari satu tempatatau daerah di Indonesia. Kita tidak mengetahui secara pasti agama mana yang mula-mula datang ke Indonesia. Tetapi pada masa sekitar permulaan tarikh masehi di Indonesia telah dikenal agama Hindu dan Budha. Pada mulanya agama Hindu yang berkembang dan mempunyai banyak pengikut di Indonesia. Sebenarnya agama Budha juga sudah masuk namun belum berkembang. Hal ini terbukti dari agama yang dipeluk oleh raja Mulawarman dari Kutai dan raja Purnawarman dari Tarumanegara, yakni agama Hindu. Seorang pengembara Cina bernama Fa-shien menyebutkan bahwa agama Budha di Ye-po-ti (Pulau Jawa) tidak banyak. Pada tahun 414 Masehi, Fa-shien datang ke Pulau Jawa karena perahu yang ditumpanginya dari India mengalami kerusakan. Ia kemudian tinggal menetap untuk beberapa waktu di Indonesia. Dia mempelajari kehidupan bangsa Indonesia ketika itu dan mencatatnya. Disebutkannya bahwa kehidupan pemeluk agama Hindu dan Budha telah dapat hidup berdampingan secara damai. Setelah hidup berdampingan selama berabad-abad terjadilah sinkretisme (perpaduan) antara kedua agama tersebut. Hasil sinkretisme ini kemudian menumbuhkan suatu aliran baru yang disebut SiwaBudha. Agama ini berkembang pesat pada abad ke-13 Masehi. Penganut aliran agama ini, antara lain raja Kertanegara dan Adityawarman. Meskipun unsur budaya India mempengaruhi budaya Indonesia, tetapi budaya Indonesia tidak kehilangan kepribadiannya. Dalam perkembangannya, pengaruh itu mewujudkan budaya Indonesia baru yang coraknya masih terlihat sampai sekarang. Melalui para pedagang itulah agama dan budaya India disebarkan kepada masyarakat Indonesia. Para pedagang dari India yang beragama Hindu-Budha banyak bermukim di kota-kota pelabuhan. Bahkan, banyak di antaranya yang hidup menetap dan menikah dengan penduduk pribumi. Perkawinan dan permukiman tersebut kemudian mempercepat proses penyebaran agama dan budaya India. Sejak abad ke-7 agama Hindu-Budha mencapai perkembangannya di Indonesia. 6. Prasasti biasanya menggunakan bahasa sanksekerta dan bahasa melayu kuno. Huruf yang dipakai biasanya huruf pallawa. Penulisannya ada yang berirama India dan seperti puisi. 7. Islam bersifat terbuka sehingga penyebarannya dapat dilakukan oleh siapa saja. Penyebaran Islam dilakukan secara damai Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat Upacara-upacara dalam agama Islam dilakukan dengan sederhana Ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu Syarat untuk masuk Islam sangat mudah Sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah 8. Batu nisan bertuliskan huruf Arab ditemukan di Leran, Gresik. Batu nisan ini memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimunyang berangka tahun 475 Hijriah (1082 M). 9. Jalur perdagangan 11. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai, yang didirikan pada abad ke-10 M dengan raja pertamanya Malik Ibrahim bin Mahdum. Yang kedua bernama Al-Malik Al-Shaleh dan yang terakhir bernama Al-Malik Sabar Syah (tahun 1444 M/ abad ke-15 H). (Mustofa Abdullah, 1999: 54) Perjanjian yang ditandatangani oleh Karaeng Poppa, duet pemerintah di Makassar (Gowa) dan Gubernur-Jendral, serta Dewan Hindia di Batavia pada tanggal 19 Agustus1660, dan antara pemerintahan Makassar dan Jacob Cau sebagai Komisioner Kompeni pada tanggal 2 Desember 1660 harus diberlakukan. Seluruh pejabat dan rakyat Kompeni berkebangsaan Eropa yang baru-baru ini atau pada masa lalu melarikan diri dan masih tinggal di sekitar Makassar harus segera dikirim kepada Laksamana (Cornelis Speelman). Seluruh alat-alat, meriam, uang, dan barang-barang yang masih tersisa, yang diambil dari kapal Walvisch di Selayar dan Leeuwin di Don Duango, harus diserahkan kepada Kompeni. CIRI - CIRI BANGUNAN MASJID TRADISIONAL 12. - Kebanyakan/dominan bangunan dari kayu - ada beberapa [biasanya 4bh] pilar berbentuk bulat/segi melambangkan mazhab [4 mazhab] - mimbar berupa tangga untuk khotib terbuat dari kayu - bagian atap pakai genting tanpa kubah - beduk terbuat dari kayu [biasanya pohon besar yang dipahat bagian dalamnya sedemikian rupa] & kulit binatang - Atap bersusun tumpang, yaitu atap yg semakin ke atas semakin mengecil. Tingkatan paling atas berbentuk limas. Jumlah tumpang selalu ganjil (biasanya 3/5 susun). Pada puncak atap terdapat mustaka. - Pada masjid2 ttu terdapat menara sbg tempat muazin menyerukan azan (dulunya). - Di sekitar masjid tdpt kolam utk berwudu. - Biasanya dilengkapi gapura. . - Biasanya terdpt pemakaman di sekitar masjid. 13. Faktor Pendorong Ada beberapa faktor yang mendorong penjelajahan samudra: – Semangat reconguesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib. – Semangat gospel, yaitu semangat untuk menyebarkan agama Nasrani. – Semangat glory, yaitu semangat memperoleh kejayaan atau daerah jajahan. – Semangat gold, yaitu semangat untuk mencari kekayaan/emas. – Perkembangan teknologi kemaritiman yang memungkinkan pelayaran dan perdagangan yang lebih luas, termasuk menyeberangi Samudra Atlantik. 14.tahun 1603 15. Tujuan dibentuknya VOC adalah : a. Menghindari persaingan tidak sehat diantara sesame pedagang Belanda. b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan pedagang dari bangsa lain. c. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi konflik dengan Spanyol. Kekuatan VOC adalah strategi dagang dan system pengorganisasian yang rapi. Sumber dana VOC berasal dari 6 kota pelabuhan di Belanda. Perwakilan tersebut dinamakan Heeren XVII (tuan-tuan Ketujuh Belas) yang terdiri 8 perwakilan kota-kota pelabuhan dagang. VOC berkewajiban melaporkan hasil keuntungan dagangnya kepada Staten Generaal (Parlemen Beland 16. a. Banyak korupsi yang dilakukan oleh para pegawai VOC. b. Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat s emakin l uasnya w ilayah kekuasaan VOC. c. Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat sangat besar. d. Persaingan dengan kongsi dagang lain, seperti kongsi d agang Portugis (Compagnie des Indies) dan kongsi dagang Inggris. e. Utang VOC yang sangat besar. f. Pemberian dividen kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran. g. Berkembangnya paham liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan. h. Pendudukan Prancis terhadap negeri Belanda pada tahun 1795. 17. belum 18. Dampak Positif 1. Mendapat kata-kata serapan baru dari negara-negara yang menjajah Indonesia 2. Terdapat beberapa bangunan yang merupakan bentuk peninggalan dari negara-negara yang pernah menjajah Indonesia berupa sarana dan prasarana seperti pabrik gula, jalan raya , benteng dan lain-lain 3. Adanya reformasi dalam bidang pendidikan lokal yang disebabkan oleh adanya interaksi antara sarjana-sarjana Belanda yang tidak memiliki kepentingan dengan penjajahan. 4. Meninggalkan peraturan perundang-undangan 5. Munculnya pemikiran baru mengenai cara menanam tumbuhan yang lebih modern 19. budi utomo 20. belum 21.belum 22. Tiga tahun setelah berdirinya Budi Utomo,maka pada tahun 1911 didirikanlah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang awalnya diberinama Sarekat Dagang Islam (SDI) di kota Solo oleh Haji Samanhudi. Haji Samanhudi sendiri adalah seorang pengusaha batik di Kampung Lawean (Solo) yang mempunyai banyak pekerja. Perkumpulan ini semakin berkembang pesat ketika Tjokroaminoto memegang tampuk pimpinan dan mengubah nama perkumpulan itu menjadi Sarekat Islam.Kata “Dagang” dalam Serikat Dagang Islam dihilangkan dengan maksud agar ruang geraknya lebih luas tidak dalam bidang dagang saja. Sarekat Islam pada awalnya adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang diberi nama Sarekat Dagang Islam (SDI). Perkumpulan ini didirikan oleh Haji Samanhudi tahun 1911 di kota Solo. Perkumpulan ini semakin berkembang pesat ketika Tjokroaminoto memegang tampuk pimpinan dan mengubah nama perkumpulan menjadi Sarekat Islam. Sarekat Islam (SI) dapat dipandang sebagai salah satu gerakan yang paling menonjol sebelum Perang Dunia II. Pada tahun 1912, oleh pimpinannya yang baru Haji Oemar Said Tjokroaminoto, nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Hal ini dilakukan agar organisasi tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi, tapi juga dalam bidang lain seperti politik 23. belum 24. belum 25. pada April 1950 26. Karena tindakan Andi Azis tersebut maka pemerintah pusat bertindak tegas. Pada tanggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan. Kedatangan pasukan pimpinan Worang kemudian disusul oleh pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang pada tanggal 26 April 1950 dengan kekuatan dua brigade dan satu batalion di antaranya adalah Brigade Mataram yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto. Kapten Andi Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. 27.

Judul: Sejarah Indonesia

Oleh: Natasya Novialetha

Ikuti kami