Tugas 2 Sdpp.docx

Oleh Rizki Ahmad

227,6 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas 2 Sdpp.docx

Tugas 2 Eka Sujarwanto Sanitasi Dalam Penanganan Pangan Berikan contoh praktek cara kerja higienis di salah satu industri pangan. Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk memberikan beberapa proses yang terjadi tentunya yang berkaitan dengan higienitas, sanitasi dan juga kebersihan yang mengacu pada pedoman pengolahan pangan yang baik atau Good Manufacturing Practice (GMP). Contoh yang saya ambil adalah pada salah satu perusahaan yang bergerang di bidang pengolahan cokelat baik berbentuk bubuk, pasta maupun batangan. Selain itu produk yang lainnya berbentuk gel semisolid sebagai bahan pengembang untuk produk kue. 1. Pekerja/ personil a. Pintu masuk dan keluar Seluruh karyawan baik personil yang berhubungan langsung dengan fasilitas produksi dan gudang serta karyawan yang bersifat sebagai penunjang proses administrasi ketika masuk ke ruangan produksi harus melalui satu pintu yang sama baik itu untuk masuk dan keluar. Hal ini bertujuan agar higienitas karyawan dapat dikontrol dengan baik. b. Ruang ganti karyawan Pada pintu masuk tersebut terdapat ruang ganti karyawan yang tentunya terpisah antara karyawan pria dan wanita. Fungsi ruangan tersebut adalah sebagai tempat ganti pakaian khusus yang hanya digunakan dalam area produksi maupun gudang. Karyawan tidak diperkenankan untuk memakai baju pribadi atau seragam luar ruangan di dalam ruang produksi maupun gudang. Dan karyawan pun tidak diperbolehkan untuk memakai pakaian khusus tersebut di luar area produksi maupun gudang. Di ruang ganti ini pula segala peralatan pribadi seperti jam tangan, gelang, cincin ataupun benda lain yang melekat pada tubuh harus dilepaskan dan disimpan pada tempat yang sudah disiapkan untuk masing – masing karyawan. Lalu selanjutnya adalah karyawan diharuskan memakai masker mulut yang menutup area hidung sampai dagu secara penuh dan topi khusus yang terbuat dari kain halus dipakai dengan menutup area mulai dari kening sampai belakang kepala dalam artian seluruh rambut tertutup topi khusus. c. Ruang cuci tangan dan kebersihan personil Setelah dari ruang ganti, personil akan di arahkan ke ruang cuci tangan dan kebersihan personil. Di ruangan ini personil diharuskan untuk mencuci tangan sesuai dengan prosedur cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun khusus lalu dikeringkan dengan pengering tangan. Setelah dikeringkan tangan yang sudah dikeringkan tersebut disemprotkan dengan alkolol sanitiser untuk sebagai sanitasi terakhir guna mencegah stimulasi mikroba. Bila tangan sudah cukup kering maka personil diperkenankan untuk memasuki ruang produksi maupun gudang sesuai dengan tujuannya masing – masing. d. Toilet karyawan Karyawan yang akan menggunakan toilet tentunya harus melalui prosedur higienitas tanpa terkecuali. Tahapannya adalah keluar melalui pintu masuk dan keluar yang tentu saja melewati ruang ganti karyawan. Sebelum keluar menuju toilet karyawan diharuskan melepaskan pakaian khusus tersebut untuk mengganti kembali menggunakan seragam luar ruangan. Ketika masuk toilet karyawan diharuskan melepas alas kaki untuk menggantinya dengan alas kaki khusus untuk ke toilet. Toilet sudah dilengkapi dengan sabun khusus yang disertai dengan adanya pengering tangan dan juga alkohol sanitiser. Setelah menggunakan toilet dan akan kembali ke ruang produksi maupun gudang, personil diharuskan mengulang tata cara ketika ingin masuk ke ruangan tersebut. 2. Pergerakan troli barang Ruang produksi harus steril dari adanya troli barang artinya lori yang diperuntukkan di luar area produksi tidak boleh masuk ke dalam area produksi dan begitupun sebaliknya. Sebelum memasuki area produksi, troli untuk memindahkan barang diharuskan dihentikan di lokasi tertentu untuk menaik atau turunkan barang. Troli diperuntukkan untuk masing masing jenis produksi dan tidak dicampurkan satu dengan yang lainnya. 3. Personil khusus pengawasan higienitas Pada waktu tertentu yaitu ketika mulai jam masuk, jam istirahat sampai jam pulang disediakan personil khusus yang bertugas untuk memastikan prosedur higienitas karyawan berjalan dengan optimal. Caranya adalah dengan memeriksa secara visual personil muali dari pemakaian topi dan masker, warna pakaian khusus, kondisi tangan, kondisi sepatu secara keseluruhan. Personil pengawas tersebut memiliki bukti tertulis yang berisi nama personil yang bertujuan sebagai bukti otentik pelaksanaan higienitas. Dari form tersebut dapat dijadikan pendataan karyawan yang tidak diperkenankan masuk karena alasan sakit seperti flu. 4. Validasi higienitas Dari data yang dihimpun oleh personil khusus tadi selanjutnya akan divalidasi kembali oleh karyawan yang bertugas untuk menangani tentang higienitas karyawan. Validitas data ini diperlukan sebagai bukti otentik pelaksaan higienitas karyawan secara keseluruhan. Secara denah digambarkan sebagai berikut.

Judul: Tugas 2 Sdpp.docx

Oleh: Rizki Ahmad

Ikuti kami