Makalah Perilaku Organisasi

Oleh Clythia Tuwonaung

188,5 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Perilaku Organisasi

MAKALAH PERILAKU ORGANISASI PERILAKU ANTAR KELOMPOK DAN MANAJEMEN KONFLIK DI SUSUN OLEH CLYTHIA FRANSISCA TUWONAUNG 17302120 PERILAKU ORGANISASI UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN 2020 KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas Berkat dan pertolonganNya sehingga Kami dapat menyelesaikan Makalah ini. Dalam Makalah ini kami membahas tentang “Perilaku antar Kelompok dan Manajemen Konflik”. Makalah ini akan menjelaskan mengenai Perilaku antar kelompok yang kami rangkum dari berbagai sumber baik melalui buku penunjang maupun dari sumber-sumber lainnya. Untuk itu semoga makalah yang kami buat ini dapat menjadi dasar dan acuan agar kita menjadi lebih kreatif lagi dalam membuat suatu laporan atau makalah. DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah BAB II PEMBAHASAN 2.1 Penyebab konflik antar individu, kelompok dan organisasi 2.2 Jenis Konflik dalam organisasi 2.3 Dampak konflik terhadap organisasi dan pemecahannya 2.4 Pengelolaan konflik BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3. 2 Saran DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Konflik bisa terjadi karena perbedaan dalam pemaknaan yang disebabkan karena perbedaan pengalaman. Perbedaan pengalaman dapat dilihat dari perbedaan latar belakang kebudayaan yang membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. Seseorang akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan karakter individu yang dapat memicu konflik. Dalam setiap organisasi/perusahaan, perbedaan pendapat sering kali disengaja atau dibuat sebagai salah satu strategi para pemimpin untuk melakukan perubahan. Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan menciptakan sebuah konflik. Akan tetapi, konflik juga dapat terjadi secara alami karena adanya kondisi obyektif yang dapat menimbulkan terjadinya konflik. Seperti yang dikemukakan oleh Hocker dan Wilmot (Wirawan, 2010:8), Konflik terjadi karena pihak-pihak yang terlibat konflik memiliki tujuan yang berbeda. Konflik bisa juga terjadi karena tujuan pihak yang terlibat konflik sama tapi cara untuk mencapainya berbeda. Konflik merupakan masalah hubungan dalam komunikasi antarpribadi. Jika hubungan dalam komunikasi antarpribadi sudah tidak berjalan dengan baik, maka kemungkinan besar hubungan komunikasi dalam skala yang lebih besar tidak akan berjalan baik pula. Dalam komunikasi antarpribadi komunikan dan 2 komunikator harus dapat memahami maksud atau pesan yang disampaikan supaya pesan yang diterima sama dengan pesan yang disampaikan. Perbedaan pesan yang diterima dengan pesan yang disampaikan inilah yang menjadi penyebab utama timbulnya konflik. Ketika dua orang sepakat mengenai interpretasi satu sama lain, mereka dikatakan telah mencapai makna interpersonal. Makna interpersonal saling diciptakan oleh para partisipan dalam komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal merujuk pada komunikasi yang terjadi antar dua orang. 1.2 RUMUSAN MASALAH 3 4 5 6 Apa Penyebab konflik antar individu, kelompok dan organisasi? Bagaimana Jenis Konflik dalam organisasi? Apa Dampak konflik terhadap organisasi dan pemecahannya? Bagaimana Pengelolaan konflik? BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENYEBAB KONFLIK ANTAR INDIVIDU KELOMPOK DAN ORGANISASI 1. Berbagai sumber daya yang langka Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik. 2. Perbedaan dalam tujuan Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan dari berbagai bagian ini kalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh : bagian penjualan mungkin ingin meningkatkan valume penjualan dengan memberikan persyaratan-persyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah, jangka waktu yang lebih lama, seleksi calon pembeli yang tidak terlalu ketat dan sebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akan mengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi. Apabila hal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akan memerlukan tambahan dana yang cukup besar. 3. Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi. Akibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan ini merupakan sumber konflik pula. Sebagai contoh : bagian akademik telah membuat jadwal ujian beserta pengawanya, setapi bagian tata usaha terlambat menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pengawas dan penguji sehingga mengakibatkan terganggunya pelaksanaan ujian. 4. Perbedaan dalam nilai atau persepsi Perbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai dan persepsi yang bisa mengarah ke timbulnya konflik. Sebagai contoh : seorang pimpinan muda mungkin merasa tidak senang sewaktu diberi tugas-tugas rutin karena dianggap kurang menantang kreativitasnya untuk berkembang, sementara pimpinan yang lebih senior merasa bahwa tugas-tugas rutin tersebut merupakan bagian dari pelatihan. 5. Sebab-sebab lain Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidak jelasan organisasi dan masalah-masalah komunikasi. 2.2 JENIS KELOMPOK DALAM ORGANISASI 1. Kelompok formal (formal group), adalah kelompok yang sengaja dibentuk dengan keputusan manager melalui bagan organisasi untuk menyelesaikan suatu keputusan manager melalui bagan organisasi untuk menyelesaikan suatu tugas secara efisien dan efektif. 2. Kelompok informal (informal group), adalah kelompok yang tidak dibentuk secara formal melalui struktur organisasi, yang muncul karena adanya kebutuhan akan kontak sosial. 3. Kelompok komando (command group), adalah bagian dari kelompok formal. Kelompok komando memiliki definisi yaitu kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi. 4. Kelompok tugas (task group), adalah suatu kelompok yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Kelompok tugas juga termasuk bagian dari kelompok komando. 5. Kelompok persahabatan, merupakan bagian dari kelompok informal. Kelompok ini terbentuk karena adanya kesamaan-kesamaan tentang suatu hal. 6. Kelompok kepentingan, merupakan kelompok yang berafiliasi untuk mencapai sasaran yang sama. Kelompok ini juga termasuk kedalam kelompok informal. 7. Kelompok bagian (department group), kelompok yang merupakan bagian dari suatu organisasi. 8. Kelompok horizontal (horizontal group), adalah kelompok yang angotaanggotanya dari jenjang yang sama dari bagai-bagian dalam organisasi. 9. Kelompok vertical (vertical group), kelompok ini sama seperti kelompok komando. 10. Kelompok kompleks (complex group), adalah kelompok yang anggotaanggotanya dari berbagai bagian dan berbagai jenjang dalam organisasi. 11. Kelompok tertutup (closed group), ialah suatu kelompok yang anggota– anggotanya tertentu (dan atau tidak dapat di tambah lagi). 12. Kelompok terbuka (open group), adalah kelompok yang anggotanya bebas dapat keluar dan dapat masuk. 13. Kelompok kerja (work group), merupakan kelompok yang dibentuk oleh pejabat formal suatu organisasi untuk metransformasi masukan-masukan (inputs) berupa sumberdaya menjadi hasil-hasil (outputs) berupa produk. 2.3 DAMPAK KONFLIK TERHADAP ORGANISASI DAN PEMECAHANNYA Konflik dapat berdampak psitif dan negatif, berikut penjabaranya: 1. Dampak Positif  Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja  Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif  Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi  Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat  Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya sesuai dengan potensinya melalui pelayanan pendidikan (education), pelatihan (training) dan konseling (counseling) dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik 2. Dampak Negatif  Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir pada waktu jam-jam kerja berlangsung  Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab  Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang   berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya. Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk 2.4 PENGELOLAAN KONFLIK Untuk menangani konflik dengan efektif, kita harus mengetahui kemampuan diri sendiri dan juga pihak-pihak yang mempunyai konflik. Ada beberapa cara untuk menangani konflik antara lain : 1. Introspeksi diri Bagaiman kita biasanya menghadapi konflik ? Gaya pa yang biasanya digunakan? Apa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita. 2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan sikap mereka atas konflik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinya konflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar jika kita meliha konflik yang terjadi dari semua sudut pandang. 3. Identifikasi sumber konflik Seperti dituliskan di atas, konflik tidak muncul begitu saja. Sumber konflik sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah kepada sebab konflik. 4. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih yang tepat. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Kemampuan menangani konflik tentang terutama yang menduduki jabatan pimpinan. Yang terpenting adalah mengembangkan pengetahuan yang cukup dan sikap yang positif terhadap konflik, karena peran konflik yang tidak selalu negatif terhadap organisasi. Dengan pengembalian yang cukup senang, pimpinan dapat cepat mengenal, mengidentifikasi dan mengukur besarnya konflik serta akibatnya dengan sikap positif dan kemampuan kepemimpianannya, seorang pimpinan akan dapat mengendalikan konflik yang akan selalu ada, dan bila mungkin menggunakannya untuk keterbukaan organisasi dan anggota organisasi yang dipimpinnya. Tentu manfaatnya pun dapat dirasakan oleh dirinya sendiri. 3.2 SARAN Secara pribadi penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan atau pun kejanggalan. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi kelancaran dalam pembuatan makalah selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Deny. 2012. ”Jenis-Jenis konflik, Penyebab Konflik, Contoh Konflik, dan Pengambilan Keputusan”. Dalam http://pengertianmanagement.blogspot.com/2013/03/manajemen-konflikdefinisi-ciri-sumber.html Wiwit Ari Wibowo. 2012. ”Bab 4 Perilaku Antar Kelompok dan Manajemen Konflik”. Dalam http://wiwit-aru.blogspot.com/2012/03/bab-4-perilaku-antar-kelompok-dan.html Tanpa Nama. 2013. ”Manajemen Konflik: Definisi, Ciri, Sumber, Dampak, dan Strategi Mengatasi Konflik”. Dalam http://pengertianmanagement.blogspot.com/2013/03/manajemenkonflik-definisi-ciri-sumber.html http://riyandari.blogspot.com/2010/02/manajemen-konflik-dalam-organisasi.html Miftah Thoha. Kepemimpinan dalam Manajemen. PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993 Pengendalian Konflik dalam Organisasi, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta, 987 Winardi. Manajemen Konflik (Konflik Perubhan dan Pengembangan), Mandar Maju, 1994

Judul: Makalah Perilaku Organisasi

Oleh: Clythia Tuwonaung

Ikuti kami