Bawang Putih_ Tugas

Oleh Murti Agustin

130,9 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Bawang Putih_ Tugas

ESAI AKADEMIK TENTANG KESEHATAN SI BAWANG PUTIH YANG KAYA DAYA GUNA TUGAS BAHASA INDONESIA DISUSUN UNTUK MELENGKAPI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH BAHASA INDONESIA DOSEN PENGAMPU : Ns. Nana Rochana, S.Kep,MN. Wahyu Hidayati,S.Kp,M.Kep,Sp KMB. Disusun Oleh : Murti Agustin 22020114130096 JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2014 SI BAWANG PUTIH YANG KAYA DAYA GUNA Bawang putih pastinya sudah tidak asing terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Bawang putih atau Allium sativum termasuk dalam golongan umbi- umbian berlapis yang biasanya mempunyai batang semu dan terbentuk dari pelepahpelepah daun, helaian daunnya seperti pita, berbentuk pipih dan memanjang, akarnya terdiri dari serabut-serabut kecil dan banyak jumlahnya. Bawang putih tumbuh berumpun, tegak dengan tinggi 30 -75 cm. Setiap umbi bawang putih sering diketahui terdiri dari beberapa anak bawang atau suing yang tiap siungnya terselimuti kulit tipis berwarna putih. Bawang putih sangat sering digunakan sebagai bumbu penyedap masakan ataupun taburan dalam masakan. Bawang putih berlimpah di Indonesia dan kebanyakan masyarakat Indonesia kurang mengerti manfaat yang sesungguhnya dari bawang putih beserta kandungannya sehingga bawang putih tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat alternatif yang murah meriah tanpa harus membayar biaya pengobatan yang cukup mahal di Rumah Sakit. Sebagai obat alternatif, bawang putih bermanfaat untuk obat berbagai penyakit seperti penyakit menular dan beberapa penyakit yang tidak menular. Dengan mengonsumsi bawang putih secara tepat bawang putih tersebut dapat berfungsi untuk mencegah beberapa penyakit. Bandingkan saja jika kita harus ke rumah sakit untuk mengobati penyakit pastinya kita akan mengeluarkan biaya yang relatif mahal dan menghabiskan banyak tenaga untuk datang ke rumah sakit. Pola makan rakyat Indonesia yang terkadang tak memperhatikan asupan gizi yang baik sebaiknya diwaspadai karena nantinya asupan gizi yang berlebih seperti makanan yang mengandung minyak berlebih akan mengakibatkan gangguan kolesterol. Kolesterol yang tidak baik nantinya dapat mengakibatkan beberapa penyakit seperti diabetes mellitus, hiperlipidemia, gangguan jantung, dan lain sebagainya. World Health Organization (WHO) tahun 2000 mendapati 171 juta penduduk dunia yaitu kira- kira 2,8% populasi penduduk dunia tersebut menderita penyakit diabetes melitus dan dapat diprediksikan angka nominal ini dapat bertambah dua kali lipat pada tahun 2030. WHO mengungkapkan bahwa Indonesia menempati urutan ke4 dunia dengan jumlah penderita diabetes melitus sebanyak 8,4 juta penduduk setelah urutan diatasnya yaitu India (31,7 juta), China (20,8 juta) dan Amerika Serikat (17,7 juta). Dari data tersebut dapat diketahui bahwa masyarakat Indonesia rentan terhadap penyakit diabetes melitus yang mana penyakit diabetes tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit komplikasi lainnya. Komplikasi metabolisme biasanya ikut menyertai penyakit diabetes melitus khususnya dapat berwujud hiperlipidemia dan ketoasidosis. Berdasarkan American Diabetes Association (ADA) diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat memicu tumbuhnya berbagai komplikasi pada organ tubuh seperti jantung, mata dan ginjal sehingga penanggulangan sejak dini sangat diperlukan. Zat- zat yang terkandung pada bawang putih sangat banyak dan zat-zat yang terkandung tersebut memiliki fungsi dan mekanisme kerja masing-masing dalam menangani suatu gejala penyakit pada beberapa organ. Manfaat dari bawang putih tersebut yaitu sebagai penolong penurunan kadar kolesterol hal ini dikarenakan adanya zat ajoene yang terkandung di dalamnya yakni suatu senyawa yang bersifat antikolesterol dan membantu mencegah penggumpalan darah. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi bawang putih secara teratur kurang lebih 2 – 3 siung setiap hari dapat membantu mencegah serangan jantung karena pada dasarnya bawang putih ini bermanfaat membantu memperkecil sumbatan pada arteri jantung sehingga memperkecil risiko terjadinya serangan penyakit. Bawang putih juga dapat membantu menghindari kanker hal ini dapat dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh University of Minnesota dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa resiko terkena kanker di usia tua berkurang sebanyak 50% bila mengkonsumsi bawang putih secara rutin (Untari, 2010). Maka, dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa bawang putih sangatlah bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia seiring dengan bertambahnya usia manusia tersebut dimana seiring bertambahnya usia maka semakin banyak pula komplikasi yang mungkin terjadi. Untari (2010) mengungkapkan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa umbi bawang putih mengandung zat aktif alisin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, asam nikotin. Yang pertama adalah getah bawang putih yang berupa ekstrak bawang putih dan alisin keduanya seperti memiliki efek bakteriostatis dan bakterisidal terhadap beberapa bakteri seperti bakteri staphilococcus, meningococcus, basilus difter, basilus tubercu-losis dan vibrioklerae. Dan dalam media cair, bawang putih dapat menghambat pertumbuhan basilus tuberkulosis tetapi efek bakteriostatis bisa berkurang dengan adanya serum. Minyak yang mudah menguap dari bawang putih dapat memproduksi suatu efek bakterisidal yang kuat. Dalam larutan air 0,5 % , bawang putih dapat membunuh basilus tipus dalam waktu 5 menit. Ini merupakan minyak yang mudah menguap dari bawang putih dan dapat menghasilkan efek bakterisidal yang kuat. Dalam larutan air 0,5 % , bawang putih dapat mematikan basilus tipus dalam 5 menit hal ini merupakan efek antibiotik yang dihasilkan oleh bawang putih. Sedangkan efek zat anti protozoal dan anti trikomonal pada bawang putih dapat dilihat dari efeknya pada amuba yakni amuba menjadi tidak aktif setelah bersentuhan dengan larutan bawang putih berkadar 5-15 %. Seperti dibuktikan oleh percobaan-percobaan dengan menyentuhkan langsung atau menggandakan metode penyulingan. Filtrat bawang putih 0,5 % dapat mencegah pergerakan (spontanitas dan kebebasan bergerak) Trikomonas vaginalis dalam waktu 5 menit. Selain itu getah bawang putih juga dapat membunuh semua trikomonas dalam tabung-tabung percobaan dalam waktu 15-25 menit dan unsur yang mudah menguap dapat membunuh trikomonas dalam waktu 90-180 menit. Menurut Udi & Ahmad (2003) Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah dan kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi suatu titik awal proses penuaan. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam rentang waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol . Pertama-tama, pencegahan penggumpalan trombosit darah dapat ditanggulangi dengan penggunaan minyak bawang putih melalui mulut dan hal ini dapat menghambat pengumpulan trombosit yang dimunculkan oleh ADP serta adrenalin dan konsumsi bawang putih melalui mulut ini pula untuk kurun waktu yang cukup lama dapat mencegah aterosklerosis. Bawang putih juga berkhasiat untuk menghasilkan suatu dampak anti peradangan, anti tumor, hipoglisemik dan pengurangan lipid atau lemak. Peningkatan sistem pencernaan dengan penggunaan bawang putih melalui mulut dapat memperbaiki nafsu makan dan meningkatkan pengeluaran zat sisa pada perut dan pergerakan perut serta usus melalui stimulasi langsung dan reaksi refleks. Sedangkan efek bawang putih pada sistem kardiovaskuler, menurut observasi klinis pada 114 kasus hipertensi dan aterosklerosis (penebalan dan pengerasan dinding arteri) menunjukkan bawang putih secara signifikan mengurangi tekanan darah sistolik sebanyak 0,5 sampai 2,7 kPa dan efek hipotensi ini tidak dapat dihentikan dengan vagotomi bilateral atau dengan penyuntikan atropin. Dari penjabaran diatas dapat diketahui bahwa bawang putih tersebut dapat berfungsi sebagai obat alternatif apabila pengobatan secara medis tidak dapat menangani secara maksimal serta berdaya guna dalam mencegah berbagai macam penyakit. Maka, dari penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia sering menggunakan bawang putih sebagai bumbu dalam setiap masakan mereka namun banyak dari mereka yang kurang mengerti manfaat dari bawang putih tersebut padahal di dalam bawang putih tersebut terkandung berbagai zat yang dapat dijadikan berbagai obat untuk penyakit menular maupun tidak menular seperti kolesterol, diabetes, hiperglikemia, dan lain sebagainya. Bawang putih juga mampu berfungsi sebagai zat anti mikroba yang mana dapat mencegah pergerakan mikroba tersebut. Oleh karenanya bawang putih memilki kegunaan yang beragam berbagai penyakit. untuk Daftar Pustaka Priskila, Maria.(2008). Pengaruh pemberian ekstrak bawang putih (Allium sativum, linn.) terhadap penurunan rasio antara kolesterol total dengan kolesterol hdl pada tikus putih (rattus norvegicus) yang hiperkolesterolemik (Skripsi, Universitas Sebelas Maret, 2008). Retrieved from http://eprints.uns.ac.id/3949/1/36340601200909241.pdf Untari, Ida. (2010, Februari). Bawang putih sebagai obat paling mujarab bagi kesehatan. Gaster, vol.7. pp 548-551.

Judul: Bawang Putih_ Tugas

Oleh: Murti Agustin

Ikuti kami