Sejarah Ombilin

Oleh Yaserli Laskar

437,7 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Sejarah Ombilin

SEJARAH DAN PROSES BISNIS PT.PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN OMBILIN  Sejarah umum Untuk memenuhi kebutuhan listrik wilayah Sumbar-Riau maka dibangun suatu unit pembangkit Sektor Ombilin yang bernaung di bawah PT. PLN (Persero) Pembangkit Sumatera Bagian Selatan. Pembangkit ini terletak di daerah Talawi Sawahlunto yang berjarak 120 km dari kota Padang ke arah Utara. Sesuai dengan adanya pembentukan unit organisasi Pembangkitan dan Penyaluran di Sumatera maka berdsarkan keputusan Direksi PT. PLN (Persero) nomor:112.K/023/DIR/1990 tanggal 18 November 1996 maka PT. PLN (Persero) Pembangkit Sumatera Bagian Selatan terhitung mulai tanggal 1 Januari 1997 membawahi beberapa unit antara lain PT. PLN (Persero) Sektor Ombilin terdiri dari: No Uraian Peralatan Kapasitas Mulai Operasi 1 PLTU unit I 100 MW 26 Agustus 1996 2 PLTU unit II 100 MW 18 November 1996 3 PLTG Pauh Limo 3 x 21,35 MW Adapun tahapan pembangunan pembangkit kantor dan sarana penunjang lainnya adalah sebagai berikut: 1. PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sektor Pembangkitan Ombilin Unit 1 dan 2  Mulai dibangun bulan Juli 1993  Comissioning mulai bulan Februari 1996  PLTU Unit I mulai beroperasi pada tanggal 26 Agustus 1996  PLTU Unit II mulai beroperasi pada tanggal 5 November 1997  Serah terima proyek selesai (STP) tanggal 19 Desember 1997 2. PLTG Pauh Limo  PLTG Pauh Limo unit 1 dan 2mulai dibangun tahun 1982  PLTG Pauh Limo unit 3 dibangun tahun 1994 (Relokasi dari PLTG Tambak Lorong Semarang )  PLTG Pauh Limo unit 1dan 2 mulai beroperasi pada tanggal 10 September 1983  PLTG Pauh Limo bernaung dibawah sektor Ombilin mulai tanggal 21 Juli 2004  Struktur Organisasi PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin Struktur organisasi di PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin merupakan suatu susunan yang didalamnya terdapat bagian-bagian yang saling mendukung satu sama lainnya. Dimana PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin dikepalai oleh manager dan dibantu oleh beberapa asisten managaer yang terdiri dari :  Asisten Manager Enjinering  Asisten Manager Operasi  Asisten Manager Pemeliharaan  Asisten Manager Listrik dan Control  Asisten Manager SDM & ADM  Asisten Manager Coal & Ash Handling Masing-masing bagian tersebut mempunyai tugas khusus antara lain : 1. Bagian Enjinering Melakukan perencanaan dan evaluasi pengoperasian unit. Untuk menjalankan tugas tersebut kepala bagian dibantu oleh 5 ahli teknis muda : a. Ahli Teknis Muda Perencanaan & Evaluasi Operasi Pembangkitan b. Ahli Teknis Muda Perencanaan & Evaluasi Pemeliharaan Pembangkitan c. Ahli Teknik Muda Kinerja Pembangkitan d. Ahli Teknik Muda Lingkungan e. Ahli Teknik Muda KeselamatanKetenagalistrikan dan Asuransi 2. Bagian Operasi Melakukan pengoperasian unit untuk pembangkitan tenaga listrik. Untuk menjalankan tugas tersebut kepala bagian termal dibantu oleh 6 (enam) Supervisor : a. Supervisor Produksi A b. Supervisor Produksi B c. Supervisor Produksi C d. Supervisor Produksi D e. Supervisor Analis Kimia 3. Bagian Pemeliharaan Melaksanakan pemeliharaan pembangkitan tenaga termal. Untuk melaksanakan tugasnya kepala bagian pemeliharaan termal dibantu oleh lima supervisor, yaitu a. Supervisor Har Boiler b. Supervisor Har Listrik c. Supervisor Har Turbin d. Supervisor Har Kontrol dan Instrumen 4. Bagian SDM & ADM Menyelenggarakan tata usaha kesekretariatan kepegawaian akuntansi pergudangan dan perbekalan. Untuk menjalankan tugas tersebut Asman SDM & ADM dibantu oleh : a. Supervisor Sekretariat & Umum b. Supervisor Kepegawaian & Diklat c. Supervisor Anggaran dan Keuangan d. Supervisor Akuntansi e. Supervisor Perbekalan 5. PLTG Pauh Limo Kepala PLTG Pauh Limo dibantu oleh tiga orang Supervisor : a.Supervisor Operasi b. Supervisor Pemeliharaan c.Supervisor Tata Usaha  Tata Letak Perusahaan Lokasi PT. PLN (Persero) Sektor Ombilin cukup strategis karena adanya aliran sungai Ombilin yang di dapat olah untuk berbagai kebutuhan pada pembangkit listrik tersebut diantaranya sebagai penambah air dibagian Boiler untuk diubah menjadi uap sebagai penggerak Turbin dan juga untuk Sistem Pendingin, pemadam kebakaran (fire fighting), serta memenuhi berbagai keperluan sehari-hari dilingkungan PLTU Ombilin. Disamping itu bahan baku utamanya yaitu batu bara yang jarak tambangnya cukup dekat dari lokasi perusahaan.  Visi dan Misi PT.PLN (persero) Visi : “Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani” Misi : 1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham 2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat 3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi 4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan Adapun PLTU Ombilin yang merupakan bagian dari PT.PLN (persero) memiliki visi yaitu “menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan”. Sejak awal pendiriannya telah dilakukan study AMDAL untuk menganalisa mengenai dampak lingkungan sekitarnya.Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tertuang dalam RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) PLTU Ombilin. Pengelolaan lingkungan mencakup pengoperasian : 1. Elektroprecipitator untuk menangkap debu hasil pembakaran 2. Coal Run Off Pond untuk mengendapkan lumpur yang hanyut di canal 3. Waste Water Treatment Plant untuk mengolah air limbah 4. Oil Separator untuk memisahkan minyak dari air sebelum masuk ke sungai Pemantauan lingkungan dilakukan dengan menganalisa : 1. Analisa kualitas air limbah dan sungai batang ombilin dilakukan setiap bulan 2. Analisa udara ambient disekitar PLTU dilakukan setiap tiga bulan 3. Analisa emisi gas buang dilakukan setiap tiga bulan Analisa dan pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Balai Hiperkes Propinsi Sumtera Barat. Saat ini PLTU Ombilin telah mengoptimalisasikan sistem managemen lingkungan ISO 14001 tahun 2004 dan telah memperoleh sertifikasinya ,dan diharapkan dengan itu PLTU Ombilin dapat berguna dan bersahabat dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya  Diagram Struktur Organisasi Struktur organisasi PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Sektor Pembangkitan Ombilin dapat dilihat pada gambar berikut ini : MANAJER As.Manejer Enjinering Termal As.Manejer Operasi Termal Ahli Muda Perencanaan & Evaluasi Operasi Supervisor Produksi Termal A Ahli Muda Perencanaan & Evaluasi Pemeliharaan Supervisor Produksi Termal B Ahli Muda Kinerja Supervisor Produksi Termal C Ahli Muda Kimia & Lingkungan Ahli Muda Safety & Diklat Supervisor Produksi Termal D As.Manejer Pemeliharan Termal Supervisor Pemeliharaan Listrik Termal Supervisor Kontrol & Instrument Supervisor Pemeliharaan Turbin Supervisor Pemeliharaan Boiler As.Manejer Tata Usaha Supervisor Sekretariat Supervisor Kepegawaian Supervisor Keuangan & Anggaran Supervisor Akutansi Supervisor Perbekalan Kepala PLTG Pauh Limo As.Manejer Coal & Ash Handling Supervisor Operasi Supervisor Coal Handling Supervisor Pemeliharaan Supervisor Ash Handling Supervisor Tata Usaha Supervisor Operasi Coal & Ash Hndlg  Proses Bisnis Sektor Pembangkitan Ombilin memiliki unut-unit sebagai berikut : 1. PLTU Unit 1 dan Unit 2 2. PLTG Pauh Limo Proses utama PLTU 1. Proses pengangkutan dan pembakaran batubara PLTU Ombilin juga disebut sebagai PLTU mulut tambang, karena letaknya berdampingan dengan tambang batubara. Tambang batubara ini awal pengolahannya di bawah PT BA (Persero) dan PT AIC, akan tetapi karena kemampuan suply mereka terbatas sehingga PLTU Ombilin melaksanakan pembelian dengan sistem spot market, yaitu pembelian langsung kepada pemasok lain baik pemasok yang ada disekitar tambang Sawahlunto maupun pemasok dari luar daerah Sawahlunto. Sistem Pengangkutan dilaksanakan dengan armada Truk ke PLTU. Batubara yang diangkut dengan Truk langsung dimasukkan kedalam Bunker Mill, kemudian batubara digiling/dihaluskan di mesin giling (Pulverizer) sehingga menjadi serbuk halus batubara yang selanjutnya melalui udara primary serbuk batubara tersebut dihembuskan diruang bakar sehingga terbakar dan menghasilkan panas yang memanasi air pada tube-tube Boiler. 2. Sistem Penanganan Limbah Sisa Pembakaran Bahan bakar batubara merupakan jenis bahan bakar padat dan apabila dibakar akan meninggalkan sisa yang berbentuk padat. Sisa bahan bakar ini akan berdampak kurang baik terhadap lingkungan disekitarnya apabila tidak ditangani secara baik dan terus menerus. Pada Pusat Pembangkitan PLTU batubara umumnya dan PLTU Ombilin khuususnya sisa bakar yang dihasilkan antara lain: a. Sisa pembakaran yang berbentuk abu terbang (fly ash) b. Sisa pembakaran yang berbentuk abu berat (bottom ash) Masing-masing sisa pembakaran tersebut karena mempunyai bentuk fisik yang berbeda maka sistem penanggulangannya pun berbeda. Abu terbang (fly ash) ini sangat ringan sehingga mudah terbawa bersama gas buang melalui cerobong asap, sedang abu berat (bottom ash) tidak. Setelah proses pembakaran dalam Boiler, abu tersebut akan langsung jatuh kebawah karena pengaruh gravitasi bumi. Selanjutnya baik abu terbang maupun abu berat diangkut dengan fasilitas kendaraan (dump truck) untuk dibuang ke lokasi yang sudah ditentukan diluar lokasi PLTU. 3. Sirkulasi Udara dan Gas Buang Asap PLTU Ombilin Proses pembakaran bahan bakar didalam ruang bakar Boiler dibutuhkan udara pembakaran yang cukup dan tepat, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut digunakan kipas udara tekan paksa (Force Draft Fan). Udara luar dihisap dan dihembuskan dengan paksa kedalam ruang bakar, untuk mempercepat proses pembakaran yang sempurna dan menghindari perbedaan temperatur yang besar antara udara pembakaran terhadap ruang bakar Boiler, terlebih dahulu udara tersebut dipanaskan pada alat pemanas udara (Air Heater). Selanjutnya udara panas dialirkan ke:  Ruang bakar, sebagai udara pembakaran  Alat penggiling batubara (Pulverizer), sebagai pengering sekaligus membawa menghembus serbuk batubara ke ruang bakar Boiler. Untuk mempertahankan kwalitas pembakaran dalam Boiler, maka sisa pemabakaran yang berupa gas asap harus segera dibuang keluar melalui cerobong asap dengan bantuan kipas udara hisap paksa (Indiced Draft Fan). Gas asap ini masih bertemperatur tinggi, maka sebelum dibuang ke cerobong asap terlebih dahulu digunakan untuk :  Memanasi uap superheater  Memanasi air pengisi Boiler ke Economizer  Memanasi udara untuk pembakaran Debu terbang (fly ash) yang terbawa oleh gas asap ditangkap/dibersihkan oleh Electro Precipitator dengan metode corona effect, sehingga gas asap yang dibuang benar-benar telah bebas dari debu. Dengan demikian pengaruh polusi debu terhadap lingkungan sangat kecil. Sirkulasi Udara dan Gas Buang 4. Sistem Pengolahan Air di PLTU Sistem pengolahan air di PLTU Ombilin meliputi proses penjernihan air sungai dan Proses pemurnian air. a. Proses penjernihan air sungai Air sungai yang banyak mengandung lumpur dan kotoran-kotoran lain disaring dan diendapkan pada Pulsator Clarifier. Dengan menambahkan bahan kimia berupa tawas, kapur, kaporit dan poly electrolit maka proses pengendapan lumpur akan berlangsung lebih cepat, selanjutnya endapan lumpur dibuang dan air yang jernih dilimpahkan ke bak penampungan (Settling Basin). Air ini kemudian dipergunakan untuk ;  Air penambah Cooling Tower  Pemadaman kebakaran  Produksi air demineral b. Proses pemurnian air (demineralized water production) Air yang telah bersih dan jernih dari Settling Basin dipompa ke Clarifier untuk mengontrol kwalitas air agar bebas dari unsur suspense. Kita ketahui bahwa air di Settling Basin mempunyai kwlaitas yang cukup baik, sehingga penambahan bahan kimia di Clarifier sewaktu-waktu saja diberikan bila dipandang perlu. Selanjutnya air dari Clarifier dialirkan kesaringan pasir (Sand Filter) untuk menangkap kotoran-kotoran padat yang masih terbawa oleh air, kemudian ditampung pada bak Filtered Water Fit, dari bak ini telah bebas dari unsur-unsur padat maupun kuman-kuman. Air di Filtered Water Fit ini masih mengandung ion-ion positif dan ion-ion negatif, sehingga untuk memperoleh air yang murni, air tersebut terlebih dahulu disaring kembali dalam Carbon Filter agar diperoleh air yang benar-benar bebas dari material-material padat dan selanjutnya dialirkan ke Tangki Resin penukar kation, yang berfungsi untuk mengikat ion-ion positif. Sedangkan untuk mengikat ion-ion negatif air tersebut dialirkan ke Tangki Resin penukar anion. Untuk meyakinkan air tersebut betul-betul bebas dari ion positif maka air dialirkan lagi ke Tangki Mixed Bed. Tangki Mixed Bed ini berisi resin penukar kation dan anion. Untuk mengontrol derajat kesadahan (pH) air murni digunakan amoniak cair (NH4OH) yang diinjeksi kedalam aliran. Sebelum masuk ke tangki penyimpanan. Resin-resin yang digunakan untuk mengikat ion-ion lambat laun akan jenuh pada produksi air dalam volume tertentu, maka untuk mengaktifkan kembali resin-resin tersebut dilakukan regenerasi (pencucian) dengan menggunakan bahan kimia Sulfucic Acid (H2SO4) untuk kation dan Caustic Soda (NaOH) untuk anion. Air limbah dari hasil regenerasi sebelum dibuang ke sungai terlebih dahulu dinetralkan di dalam bak Netralizing Pit dengan pH 7-8 yang dikontrol secara automatic. c. Sirkulasi air dan uap PLTU Secara umum sirkulasi air dan uap diperhatikan pada skematik. Air murni (demineral water) yang disimpan dalam tangki penyimpanan, digunakan untuk mengisi air Boiler yang dipompa dari Kondensor melalui Condensat Pump. Air dari Kondensor yang dipompakan oleh Condensat Pump diteruskan ke pemanas air tekanan rendah (Low Pressure Heater/LP Heater) untuk dipanaskan. Air dari LP Heater diteruskan ke Dearator untuk dipanaskan dan memisahkan gelembung udara yang ada pada air. Dari Dearator, dengan Boiler Feed Pump, air diteruskan ke pemanas air tekanan tinggi (High Pressure Heater/HP Heater) untuk dipanaskan lebih lanjut, kemudian ke Economizer untuk dipanaskan dan terakhir masuk ke dalam Boiler Drum. Di dalam Boiler Drum air dan uap dipisahkan. Air yang berada di Boiler Drum turun melalui Down Commer menuju Header Boiler Tube di bagian bawah Boiler.Dari Header Boiler Tube, air didistribusikan ke Riser Pipe untuk dipanaskan yang kemudian naik ke Boiler Drum. Agar air tidak habis, maka diperlukan air penambah. Sedangkan uap dari Boiler Drum masuk ke Primary Superheater dan Secondary Superheater untuk dipanaskan menjadi uap kering. Uap kering tersebut diteruskan untuk memutar HP (High Pressure) Turbin, IP (Inter Pressure) Turbin dan LP (Low Pressure) Turbin. Uap bekas memutar sudu-sudu Turbin tersebut diteruskan ke Kondensor untuk dikondensasikan menjadi air. Air kondensasi ini dipompa kembali untuk mengisi Boiler Drum. Siklus ini berlangsung terus menerus dengan teratur. Proses kondensasi uap bekas didalam kondensor, menggunakan media pendingin air yang sirkulasi dalam pipa-pipa kondensor yaitu dengan sistem resilkulasi menggunakan menara air pendingin (Cooling Tower). Air pendingin ini temperaturnya akan naik setelah mengambil panas dalam proses kondensasi uap, untuk mendinginkan kembali diperlukan fan yang berfungsi sebagai penarik udara secara paksa ke atmosfir yang dipasang pada menara air pendingin. BUDAYA PERUSAHAAN Budaya perusahaan yang di terapkan di PT.PLN (persero) di berlakukan untuk semua pegawai di seluruh Indonesia. Termasuk di Sektor Pembangkitan OMBILIN. Budaya tersebut meliputi :  Kewajiban Pegawai PLN Pegawai wajib menjalankan pedoman prilaku, memahami kebijakan PLN dan berkomitmen terhadap integritas dan menghindari pelanggaran. Memahami kebijakan PLN: - Pahami kebijakana perusahaan - Pelajari rincian kebijakan - Bila ada pertannyaan mengenai kebijakan agar menghubungi manajer yang terkait Mengungkapkan masalah: - Segera ungkapkan bila ada potensi atau tindakan pelanggaran terhadap kebijakan PLN - Laporkan sesuai prosedur yang berlaku  Kewajiban pemimpin a. Bertanggung jawab atas terwujudnya penerapan pedoman perilaku dan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan yang menyadarkan pegawai atas tugas dan tanggung jawabnya b. Mendorong terbangunnya perilaku etis dalam dalam melaksanakan pekerjaan agar tercapai kinerja individu dan kinerja perusahaan yang terbaik c. Mencegah terjadinya masalah kepatuhan - Sosialisasikan kebijakan yang berlaku - Sediakan fasilitas informasi untuk memahami semua kebijakan yang berlaku d. Mendeteksi masalah - Mengembangkan system pengaduan yang efektif - Mengontrol secara berkala untuk meminimalkan pelanggaran e. Merespon permasalahan - Melakukan tindakan koreksi bila ada permasalahan - Memberikan penghargaan kepada pegawai yang menjadi teladan di tempat kerja - Memberikan hukuman bagi yang melanggar - Melaporkan sesuai prosedur yang berlaku  Pedoman Perilaku PLN Pedoman perilaku pegawai PLN di kenal dengan sebutan SIPP (Salaing percaya, Integritas, Peduli, Pembelajar) 1. Kepemimpinan PLN DO’s 1. Menginspirasi DON’Ts dan memberikan 1. Menyalahgunakan keteladanan perilaku Saling Percaya, wewenang dan jabatan Integritas, Peduli dan Pembelajar 2. Mempelopori moderenisasi pembaharuan perusahaan dan 2. Minta dilayani melalui pemikiran out of the box 3. Memastikan semua unsur perusahaan bekerjasama secara mendapatkan sinergis kinerja unggul guna 3. Ego sektoral (berfikir terkotak-kotak), dan diskriminatif dan subyektif meningkatkan pelayanan public 4. Membina kader melalui CMC (coaching, mentoring, dan counseling) 4. Mengembangkan situasi urgen menjadi kepanikan 5. Mengantisipasi kondisi tublulensi dan lingkungan yang selalu berubah 5. Menghambat kompetensi dan karier dengan gesit dan fleksibel insane PLN 2. Hubungan Antar Insan PLN a. Saling Percaya DO’s DON’Ts 1. Berfikir dan berperilaku positif 1. Saling menyalahkan 2. Menghargai pendapat dan gagasan 2. Menyampaikan pendapat dan gagasan yang berbeda secara tidak santun 3. Obyektif dan transparan 3. Menilai kinerja secara subyektif 4. Menjalin hubungan yang harmonis 4. Ego sektoral (berfikir terkotak- kotak) b. Integritas DO’s 1. Jujur dan menjaga komitmen 2. Memberikan keteladanan 3. Adil dan bertanggung jawab DON’Ts 1. Menyalahgunakan wewenang dan jabatan 2. Meminta, member dan/ atau 4. Mengakui keterbatasan menerima suap dan grafikasi 5. Netral dalam berpolitik 3. Melakukan pembunuhan karakter 4. Terlibat pennyalahgunaan narkoba 5. Membocorkan rahasia perusahaan c. Peduli DO’s 1. Saling membantu, memotivasi dan memberikan perhatian 2. Santun, ramah dan terbuka 3. Menjaga citra dan memberikan pelayanan terbaik 4. Saling mengingatkan bila ada yang melanggar aturan DON’Ts 1. Tidak peduli terhadap kondisi dan harta perusahaan serta keselamatan kerja 2. Menciptakan system dan prosedur yang berbelit belit (biokrasi) 3. Diskriminatif 4. Minta dilayani d. Pembelajar DO’s 1. Memahami DON’Ts dan melaksanakan kebijakan perusahaan 1. Mengulangi kesalahan yang sama 2. Mengabaikan pemberdayaan insan 2. Meningkatkan kompetensi secara terus menerus PLN untuk maju dan mandiri 3. Menggunakan hak milik perusahaan 3. Berbagi ide, informasi, pengetahuan dan pengalaman secara tidak sah 4. Menghambat kemajuan perusahaan 4. Melakukan inovasi dan mendorong 5. Pasif dan reaktif perubahan 5. Kritis dan bersemangat untuk mendapatkan yang terbaik 3. Sikap Korporasi Terhadap Hubungan Eksternal a. Hubungan dengan pelanggan DO’s 1. Mengutamakan DON’Ts kepuasan dan kepercayaan pelanggan 2. Menjalin komunikasi edukatif yang sehat, ramah, adil, jujur, dan tidak menyesatkan 3. Memenuhi standar mutu pelayanan yang telah d sepakati 4. Menegakkan integritas pelayanan publik 5. Memberikan solusi yang saling menguntungkan 1. Diskriminatif terhadap pelanggan 2. Mengabaikan hak pelanggan 3. Meminta dan/ atau menerima suap dan grafikasi 4. Memfasilitasi dan melakukan konflik kepentingan 5. Menunjukkan ketidak terhadad pelanggan pedulian b. Hubungan dengan Mitra Kerja/ Pemasok DO’s 1. Menjaga dan DON’Ts mengutamakan kepentingan perusahaan 1. Diskriminatif dan subyektif 2. Meminta dan/ atau menerima suap 2. Menilai secara obyektif, transparan dan akuntabel dan grafikasi 3. Memfasilitasi 3. Membuat perjanjian kerja yang saling menguntungkan dan melakukan konflik kepentingan 4. Menyalahgunakan wewenang dan 4. Menjalin komunikasi secara jujur jabatan dan efektif dengan tetap menjaga 5. Dengan kerahasiaan data dan informasi sengaja menunda pembayaran yang sudah memenuhi persyaratan kontrak c. Hubungan dengan pesaing DO’s DON’Ts 1. Melakukan persaingan secara sehat dengan mengandalkan keunggulan produk dan pelayanan 2. Menjadikan pesaing informasi kerahasiaan 2. Mengkambing hitamkan dan merusak nama baik pesaing sebagai pemacu peningkatan diri 3. Menjaga 1. Menunjukkan sikap konfrontatif 3. Memfasilitasi dan konflik kepentingan data dan melakukan d. Hubungan dengan Investor DO’s DON’Ts 1. Memilih investor yang terpercaya, kredibel dan bertanggung jawab 2. Membuat perjanjian kerja yang salaing menguntungkan dan efektif dengan tetap menjaga kerahasiaan data dan informasi informasi 2. Meminta dan/atau menerima suap dan gratifikasi 3. Melakukan 3. Menjalin komunikasi secara jujur 4. Menyediakan 1. Diskriminatif dan subyektif yang aktual, akurat dan prospektif bertentangan bisnis dengan yang nilai-nilai perusahaan 4. Memanipulasi informasi 5. Memfasilitasi dan melakukan konflik kepentingan 5. Menjaga kepercayaan investor e. Hubungan dengan Pemerintah/ DPR DO’s 1. Menjaga dan DON’Ts mengutamakan kepentingan perusahaan 2. Mendukung program dan menjaga kepercayaan Pemerintah/DPR 3. Menjaga hubungan yang harmonis dan konstruktif 4. Memberikan laporan data secara benar dan akurat 1. Memfasilitasi dan melakukan konflik kepentingan 2. Memberikan layanan di luar batas ketentuan Perusahaan 3. Menyalahgunakan hubungan untuk kepentingan pribadi 4. Member suap dan gratifikasi f. Hubungan dengan Masyarakat DO’s DON’Ts 1. Mengambangakan dan memelihara hubungan dengan baik 1. Diskriminatif dan subyektif 2. Tidak 2. Melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan member bantuan masyarakat yang mengalami musibah menaggapi keluhan masyarakat 3. Memberikan janji-janji diluar kewenangannya 4. Mencemari lingkungan 3. Menghormati tata nilai daerah 4. Menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan g. Hubungan dengan Media Masa DO’s DON’Ts 1. Menjaga dan mengutamakan citra perusahaan 2. Memberi 2. Memberikan informasi yang aktual, relevan dan berimbang 3. Menerima kritik-kritik dan menindaklanjuti membangun dangan biaya 4. Membina hubungan baik proaktif rangka mensosialisasikan peran, kebijakan dan keberhasilan perusahaan informasi yang tidak benar 3. Emosional memperhatikan aspek resiko dan dalam 1. Member suap dan grafitikasi menghadapi kritikan media 4. Tidak memelihara hubungan dan hanya berhubungan bila diperlukan h. Hubungan dengan Organisasi Profesi/Institusi Pendidikan DO’s 1. Menjalin DON’Ts kerjasama secara berkelanjutan untuk memperoleh informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 1. Diskriminatif dan subyektif 2. Meminta, memberi, menerima suap dan grafitikasi 3. Menfasilitasi 2. Menerapkan standar-standar dan dan melakukan konflik kepentingan sertifikasi yang di sepakati bersama 3. Memberikan kesempatan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat i. Hubungan dengan Penegak Hukum DO’s 1. Menjaga DON’Ts dan menutamakan kepentingan perusahaan 2. Memberikan keterangan palsu dan 2. Obyektif, transparan dan taat aturan 3. Menjalin kerjasama dalam upaya menjaga keamanan dan keselamatan asset perusahaan bantuan hokum peraturan yang berlaku membocorkan rahasia perusahaan 3. Diskriminatif sesuai dan mengahambat penegakan hukum 4. Memanfaatkan 4. Melaksanakan program konsultatif dan 1. Member suap dan gratifikasi hubungan kepentingan pribadi untuk TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR BISNIS “REFERENSI HISTORI PERUSAHAAN SERTA BUDAYA PERUSAHAAN” DISUSUN OLEH : NAMA : YASERLI SYAH PUTRA BP : 13220215

Judul: Sejarah Ombilin

Oleh: Yaserli Laskar


Ikuti kami