Makalah Tari Lulo.docx

Oleh Jangan Tanya

230,7 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Tari Lulo.docx

MAKALAH BAHASA INDONESIA ( TARI LULO ) SMA NEGERI 1 PASARWAJO 2019 i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya. Kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk para pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Pasarwajo, 14 Februari 2019 Penyusun i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................................................................... i DAFTAR ISI......................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1 1.1................................................................................................. Latar belakang.................................................................................. 1 1.2................................................................................................. Rumusan masalah................................................................................... 1 1.3................................................................................................. Tujuan ................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 3 2.1. Sejarah Tari Lulo.................................................................... 3 2.2. Fungsi Dan Makna Tari Lulo.................................................. 5 2.3. Bagaimana Perkembangan Tari Lulo..................................... 5 2.4. Kostum Tari Lulo.................................................................... 6 BAB III PENUTUP.............................................................................. 7 3.1. Kesimpulan............................................................................. 7 DAFTRA PUSTAKA........................................................................... 8 ii iii BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Budaya atau kesenian Lulo merupakan kesenian daerah suku Tolaki yang menjadi khasanah yang memperkaya budaya Sulawesi Tenggara. Sebagai kesenian daerah, Lulo juga telah menjadi salah satu atribut budaya yang membedakan Sultra dengan daerah lain. Menurut M. Oktrisman Balagi Kepala Bidang Pesona Seni Budaya Badan Pariwisata dan Kebudayaan Sultra, tarian lulo menggambarkan kebersamaan masyarakat Tolaki dalam keberagaman dengan meninggalkan sekat yang membedakan kaya dan miskin serta status sosial lainnya. Jika menelusuri awal munculnya kesenian lulo menurut Trisman, mungkin bisa dilihat dari bagaimana memakna gerakan-gerakan lulo itu sendiri saat ini. Pada zaman dahulu, masyarakat suku Tolaki yang notabene mengkonsumsi sagu dan beras dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya, sering menggunakan teknik menghentakkan kaki untuk menghaluskan rumbia menjadi sagu yang bisa dimakan dan menggunakan teknik yang sama dalam melepaskan bulir padi dari tangkainya. Kebiasaan ini kemudian dilakukan secara terus-menerus dan secara bergotong royong agar prosesnya lebih cepat. Dari kebiasaan inilah masyarakat menemukan gerakan-gerakan yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah seni tari yang kini kita kenal dengan sebutan Tarian Lulo. Pada awalnya, tari ini diadakan dalam rangka pesta perkawinan, syukuran panen, dan acara-acara khusus lainnya. Tujuannya adalah sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan tidak jarang juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk mencari jodoh. Namun pada perkembangannya, tarian ini juga diadakan ketika ada pejabat atau tamu penting yang datang berkunjung ke Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam tarian ini, dihadirkan penari-penari cantik yang mendampingi sekaligus membimbing para pejabat atau tamu penting untuk ikut serta menari. Tari lulo juga dapat dikatakan sebagai olahraga malam, karena setelah kita melakukan tari lulo, badan kita menjadi segar. 1.2. 1. 2. 3. 4. Rumusan Masalah Sejarah Tari Lulo Fungsi dan Makna Tari Lulo Bagaimana perkembangan tari lulo Kostum tari lulo 1 1.3. 1. 2. 3. 4. Tujuan Mengetahui sejarah tari lulo Mengetahui fungsi dan makna tari lulo Mengetahui perkembagan tari lulo Mengetahi kostum tari lulo 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1. SEJARAH TARI LULO Sejarah munculnya tari lulo, tidak terlepas dari dari sistem mata pencaharian dan sistem kepercayaan lokal masyarakat Tolaki kuno. Suku Tolaki kuno dikenal sebagai suku yang menempati wilayah dataran dan pegunungan. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani. Tari lulo pada mulanya berkembang dari kebiasan masyarakat Tolaki yang menginjakinjakkan kaki kiri untuk membuka bulir-bulir padi pada saat panen. Tradisi menginjak padi ini dikenal dalam bahasa Tolaki dengan Molulowi opae. Molulowi berarti menginjak-injakkankaki, dan opae artinya padi. Ada pula versi yang menyebutkan bahwa tari lulo pada awalnya lahir ketika masyarakat Tolaki kuno akan membuka lahan yang dijadikan sebagai tempat bercocok tanam. Pada saat itulah masyarakat berkumpul pada lahan baru yang akan dibuka itu dan meminta kepada penguasa alam agar nanti tanaman mereka tidak diganggu oleh serangan hama dan penyakit. Ketika masyarakat telah berkumpul, kepala suku memberikan perintah untuk membentuk lingkaran, saling bergandengan tangan dan menginjak-injakkan kaki yang disertai dengan bunyi alunan musik gong. Selain dimaksudkan untuk menghibur dewa Sanggolemboe, tari lulo juga digunakan sebagai instrumen ritual penyembuhan warga yang sakit. Dalam kepercayaan masyarakat Tolaki, penyakit seseorang biasanya diakibatkan oleh kesalahan orang tersebut yang menyebabkan Sangia murka dan memberikannya penyakit. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, warga Tolaki dengan dipandu oleh seorang dukun melakukan tarian lulo.Dengan demikian, tari lulo merupakan salah satu bentuk instrumen budaya masyarakat Tolaki yang berfungsi untuk membangun “komunikasi ritual” dengan para dewa. Komunikasi ritual ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menghindarkan manusia dari kehancuran akibat murka para dewa dengan cara menghibur para dewa tersebut dengan tari lulo. Tari lulo sekaligus menunjukkan pengakuan manusia yang kehidupannya sangat tergantung kepada keinginan para dewa. 3 Tari lulo terdiri dari beragam jenis, diantaranya lulo sangia, lulo ngganda, dan lulo anggo. Beragamnya jenis tarian ini disebabkan oleh banyak faktor seperti instrumen pengiring, gerak-gerakan dalam tarian, asal daerah, dan bahkan nama penciptanya. Namun, meskipun terdiri dari jenis-jenis yang relatif banyak, prinsip-prinsip dasar gerakan dari tarian ini adalah sama, yaitu gerakan kaki, tangan dan bentuk lingkaran. Hal yang membedakan hanya variasi-variasi gerakannya. Berikut ini beberapa persyaratan umum yang ada dalam tari lulo: 1. Penari-penari bergandengan tangan dan membentuk sebuah lingkaran penuh atau setengah lingkaran. Jika setengah lingkaran, maka yang bertindak sebagai penari Pondombaki (penari terujung) harus dari penari laki-laki. 2. Tangan penari lelaki berada di bawah tangan perempuan. Posisi tangan tidak terikat sesuai dengan selera masing-masing. 3. Penari-penari boleh saling bergandengan antara sesama lelaki, sesama perempuan atau antara lelaki dan perempuan. 4. Alat musik berada di tengah-tengah lingkaran para penari. 5. Setiap penonton yang akan masuk menari harus masuk di tengahtengah lingkaran dahulu, kemudian masuk dari depan penari secara terhormat. 6. Tidak diperbolehkan masuk dari belakang, karena dikhawatirkan dapat menyentuh bagian tubuh perempuan yang terlarang, kecuali bila penonton mau masuk di antara penari sesama jenis. 7. Penari yang akan meninggalkan permainan, harus mengundurkan diri ke belakang setelah meminta izin dari penari-penari yang mengapitnya. 8. Apabila semua penari perempuan sudah diapit oleh penari lelaki, lalu ada penonton yang mau masuk menari, ia harus mengambil tempat di sebelah kanan si penari laki-laki atau di sebelah kiri penari perempuan. Sebab tradisi membawa pacar atau pasangan dalam lulo adalah di sebelah kiri si lelaki. Apabila ada pelanggaran misalnya penonton masuk dari jalur kiri lelaki akan dapat menimbulkan ketersinggungan karena penari baru tadi bisa dianggap mau merampas pasangan si penari lelaki tadi. 9. Apabila ada penonton yang masuk menari dan secara kebetulan tidak berkenan di hati penari yang akan mengapitnya, maka sangat dilarang untuk meninggalkan tempat seketika itu juga, karena memungkinkan terjadinya ketersinggungan perasaan penari yang baru masuk itu. 4 Demi penghargaan, harus diantar minimal satu kali putaran baru minta izin untuk meninggalkan permainan. 10. Seorang penari yang baru saja keluar dari barisan tidak diperbolehkan langsung masuk di tempat lain, sebab dapat menimbulkan ketersinggungan dari penari yang ditinggalkan. Ia harus istrahat sejenak lalu kemudian masuk lagi apabila masih ingin meneruskan tarian. Dalam tari lulo, ada beberapa istilah dalam gerak tari lulo yang perlu diketahui, yaitu: 1. Moese, artinya gerakan tangan ke atas dan ke bawah. 2. Molakoako, artinya bergerak ke arah kanan dan kiri. 3. Nilulo-lulo, artinya gerakan kaki menginjak-injak. 2.2. FUNGSI DAN MAKNA TARI LULO Seperti yang di jelaskan di atas, Tari Lulo ini merupakan tarian yang sering ditampilkan di berbagai acara adat masyarakat Suku Tolaki dan menjadi bagian dari acara tersebut. Bagi masyarakat di sana, tarian ini dimaknai sebagai ungkapan kegembiraan dan rasa syukur akan kebahagiaan yang mereka dapatkan. Selain itu Tari Lulo ini juga menjadi salah satu media untuk mempersatukan dan mempererat hubungan diantara masyarakat. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka melakukannya secara bersama-sama dan menjadi satu tanpa memandang gender, status sosial, dan agama. Sehingga keceriaan dan semangat kebersamaan sangat terasa dalam tarian ini. 2.3. PERKEMBANGAN TARI LULO Dalam perkembangannya, Tari Molulo masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang. Berbagai variasi dan kreasi juga sering ditambahkan dalam setiap penampilannya baik dalam segi gerak, penari, formasi dan musik pengiring. Hal ini sebagai bagian dalam pengembangan agar terlihat menarik, namun tidak menghilangkan ciri khas dan nilai-nilai didalamnya. Kepopuleran Tari Molulo ini tidak hanya dikalangan masyarakat Suku Tolaki saja, namun sudah menyebar hampir semua daerah di Sulawesi Tenggara, bahkan daerah sekitarnya. Tarian ini biasanya ditampilkan di berbagai acara adat, seperti pernikahan adat, pesta adat, perayaan adat dan lain-lain. Selain itu tarian ini juga sering ditampilkan di berbagai acara 5 pertunjukan, seperti pertunjukan seni, festival budaya bahkan promosi pariwisata. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari melestarikan dan memperkenalkan kepada masyarakat akan tradisi dan budaya yang mereka miliki. Sekian pengenalan tentang “Tari Molulo Tarian Tradisional Dari Sulawesi Tenggara”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kesenian tradisional di Indonesia. 2.4. KOSTUM TARI LULO Untuk kostum yang digunakan biasanya disesuaikan dengan acara. Untuk acara adat biasanya menggunakan busana adat Suku Tolaki, sedangkan untuk upacara diluar adat biasanya bisa dilakukan dengan busa bebas. Namun berbeda bila dipentaskan dalam pertunjukan tari atau festival budaya, Tari Molulo biasanya menggunakan busana adat. 6 BAB III PENUTUP 3.1. KESIMPULAN Tari lulo adalah salah satu kebudayaan Sulawesi Tenggara. Tari lulo merupakan tempat pencarian jodoh, teman, dan merupakan olaraga malam. Tari Lulo dapat dilakukan semua umur, dari anak-anak sampai orang tua. Tari Lulo juga dapat mempererat tali silaturahmi antara sesama. 7 DAFTAR PUSTAKA http://www.negerikuindonesia.com/2015/10/tari-molulo-tarian-tradisionaldari.html http://tasbihadmtik.blogspot.com/2014/08/makalah-kebudayaan-sulawesitenggara.html 8

Judul: Makalah Tari Lulo.docx

Oleh: Jangan Tanya

Ikuti kami