Tugas Seni Budaya

Oleh Anna Cahyani

1,3 MB 7 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Seni Budaya

SENI BUDAYA “Musik Tradisional” KELOMPOK I : 1. 2. 3. 4. 5. Anak Agung Gede Satrya Dalem (01) I Gede Prathama Suryaditya (10) Kadek Eno Vania Wikasari Made Tia Dwintari (28) Ni Putu Anna Cahyani (37) PENGERTIAN  Musik tradisional adalah musik yang berasal dari daerah tertentu yang memiliki karakter atau gaya yang menjadi ciri khas daerah tersebut.  Seni musik tradisional adalah salah satu cabang seni yang menggunakan media suara/nada untuk mengungkapkan ekspresi jiwa manusia, yang didalamnya memiliki aturanaturan ketat, yang hidup dan berkembang dalam masyarakat tertentu. CIRI - CIRI 1. Ide musik disampaikan oleh komponis, tidak melalui tulisan berupa notasi atau partitur, tetapi secara lisan. 2. Musik tradisional diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi secara lisan. 3. Syair lagunya berbahasa daerah. Selain itu, alunan melodi dan iramanya juga menunjukkan ciri khas kedaerahan. 4. Musik tradisi juga melibatkan alat-alat musik daerah. Umumnya lagu- lagu daerah di Indonesia juga diringi oleh alat-alat musik khas dari daerah-daerah tersebut. FUNGSI & PERANAN MUSIK TRADISIONAL 1.Sarana Upacara Budaya (Ritual)  Musik di banyak daerah di Indonesia berkaitan erat dengan upacara-upacara adat masyarakatnya, seperti upacara kematian, perkawinan atau kelahiran.  Contoh : Musik angklung dalam masyarakat Jawa Barat yang biasa dipakai dalam upacara Seren Taun atau upacara panen padi. 2.Sarana Hiburan Musik disini dilihat sebagai cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian maupun sebagai sarana rekreasi serta ajang pertemuan dengan warga lainnya. 3.Sarana Ekspresi Diri  Bagi para seniman, baik pencipta lagu maupun pemain musik, musik dianggap sebagai media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka dapat mengaktualisasikan potensi dirinya. 4.Sarana Ekonomi  Musik tidak hanya sekedar digunakan sebagai media ekspresi dan aktualisasi diri, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. 5.Sarana Komunikasi  Dalam masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, terdapat bunyibunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggotanya. Umumnya bunyi-bunyian itu memiliki pola ritme tertentu dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya, misalnya bunyi kentongan, bedug di masjid, lonceng di gereja. 6.Sarana Pengiring Tarian  Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi-bunyi atau musik yang diciptakan banyak dipakai untuk mengiringi tari-tarian daerah.  Contoh : Tari Kecak dari Bali hanya bisa diiringi oleh alunan bunyi yang khas dari Bali. Tari Saman dari Aceh hanya bisa diiringi oleh alunan bunyi yang khas Aceh. Tari Kancet Pepatay dari suku bangsa Dayak. JENIS MUSIK BERDASARKAN SUMBER BUNYI a. Aerofon/Aerophone  Instrumen yang bunyinya berasal dari bantuan udara yang ditiupkan ke dalamnya.  Contohnya : seruling, terompet, dan serunai. b. Chordofon/Chordopone Instrumen yang bunyinya berasal dari bantuan dawai yang direntangkan atau ditegangkan. Contoh : kecapi (Padang), sampek (Kalimantan), rebab, dan siter. c. Idiofon/Idiophone  Instrumen yang sumber bunyinya berasal dari badan benda itu sendiri yang dipukul tanpa bantuan apapun.  Instrumen idiofon memiliki 2 bentuk, yaitu bilah dan pencon. Bilah di Jawa ada saron, demung, dan gender, sedangkan di Bali disebut jegogan dan kanthil. Pencon di Padang disebut dengan talempong dan di Jawa disebut bonang, kenong, dan kempul. d. Membranofon / Membranophone  Instrumen yang bunyinya berasal dari selaput yang ditegangkan.  Contoh : kendang dan gendang. JENIS ALAT MUSIK BERDASARKAN FUNGSINYA a. Alat Musik Melodis  Alat musik yang memiliki irama dan nada serta tidak dapat memainkan kord secara sendirian.  Biasanya berfungsi sebagai pengatur nada pada sebuah musik atau lagu.  Contoh : seruling (ditiup), angklung (digoyangkan), sasando & kecapi (ditiup). b. Alat Musik Ritmis  Alat musik yang tidak dapat membunyikan nada-nada tertentu, melainkan hanya dimainkan sebagai pengiring irama dan pengatur tempo lagu.  Contoh : kendang (Jawa) dan tifa (Papua). c. Alat Musik Harmonis  Alat musik yang digunakan untuk memainkan harmoni pada suatu lagu.  Dapat memainkan tiga nada atau lebih secara bersamaan dan tidak dapat memainkan kord secara sendirian.  Contoh : sampek (Dayak) dan siter serta celempung. MUSIK SEBAGAI SIMBOL MASYARAKAT PENDUKUNGNYA  Musik tradisional di wilayah Nusantara masingmasing memiliki karakteristik yang berbeda.  Perbedaan karakteristik musik tradisional tersebut terletak pada pola dan irama, serta instrumen musik dan bahasa yang digunakan.  Sebagian besar musik tradisional digunakan untuk mengiringi lagu daerah (musik vokal), tetapi juga ada yang berupa permainan instrumen musik (instrumental). NILAI – NILAI YANG TERKANDUNG DALAM MUSIK TRADISIONAL 1. Nilai Spiritual/Sakral  Mencerminkan hubungan antara manusia dan Tuhannya.  Penyajian music ini dapat disaksikan dalam kegiatan seperti upacara adat/keagamaan, syukuran, dan upacara kematian.  Contoh : Angklung Baduy sbg sarana upacara penghormatan kepada Dewi Sri atau Dewi Padi. 2.Nilai Komunikatif  Merupakan nilai komunikasi dan interaksi antara manusia dan manusia lainnya.  Sebagai contoh dalam permainan gamelan Jawa, pada waktu lagu mulai dimainkan, terjadi proses interaksi antar pemain sehingga yang terdengar bukan instrumen rebab, bonang, gendang atau vocal saja, tetapi hampir seluruh insrumen yang dimainkan. 3.Nilai Kerjasama  Merupakan pencerminan kebersamaan antar sesama manusia.  Nilai ini dapat diliat dalam permainan angklung, dimana dalam permainan musik tersebut terdapat nilai yang menanamkan kerjasama, disiplin, kecermatan, dan tanggung jawab. 4.Nilai Etis  Berupa pesan moral yamg terdapat dalam sebuah lagu. 5.Nilai Estetis Merupakan nilai keindahan hasil karya musik yang telah diperdengarkan kepada penikmat musik. Nilai musik inilah yang menyebabkan selera musik seseorang berbedabeda. 6.Nilai Komersial Walaupun pada awalnya, musik tradisional hanya bersifat sebagai ungkapan perasaan saja, namun dalam perkembangan lebih lanjut, musik tradisional semakin meningkat dan bersifat menghibur. Karena bersifat menghibur, mereka mendapat panggilan untuk pentas dengan harga tertentu. MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL  Kita tahu Indonesia memiliki beragam alat musik tradisional yang memiliki bentuk berbeda dan teknik memainkannya yang juga berbeda-beda.  Salah satu alat musik tradisional dari Jawa Timur adalah bonang.  Bonang merupakan bagian perangkat gamelan yang merupakan kumpulan dari gong-gong kecil yang disebut pot atau ceret dan disusun pada bingkai kayu yang disebut jaleran atau rancak.  Bonang disusun dalam dua baris, baris pertama disebut brunjung dan baris kedua disebut setren atau dhempok. Alat pemukul bonang disebut dengan bhindi.  Bonang terdiri dari tiga bagian, yaitu bonang barung, bonang penerus, dan bonang penembung. Ketiga jenis tersebut memiliki fungsi dan ketukan yang berbeda untuk menghasilkan bunyi, tetapi ketiganya digunakan bersamaan agar menghasilkan harmonisasi suara yang sangat indah di telinga penikmat musik. CARA MEMAINKAN ALAT MUSIK BONANG 1. Teknik Dua Nada Dipukul Bersamaan Teknik ini dibagi menjadi 2, yaitu : a. Gembyang  Teknik gembyang dilakukan dengan cara menabuh bonang menggunakan kedua tangan pada dua nada yang sama secara bersamaan, misalnya nada 2 rendah dipukul bersamaan dengan nada 2 tinggi atau nada 1 tengah dipukul bersamaan dengan nada 1 tinggi. b. Kempyung  Teknik kempyung sedikit berbeda dengan teknik gembyang. Teknik kempyung dilakukan dengan cara menabuh bonang menggunakan kedua tangan Anda pada dua nada yang berbeda secara bersamaan. 2. Teknik Beberapa Nada Dipukul Satu Per Satu Teknik ini di daerah Jawa disebut dengan mipil. Mipil berasal dari kata pipil (bahasa Jawa) yang berarti mengambil biji jagung satu per satu. Hal tersebut yang serupa dengan teknik ini yaitu memukul bonang satu persatu nada bagian pencon (bagian atas bonang yang menonjol). Mipil dibagi menjadi 2, yaitu : a. Mipil Lombo  Pola mipil jenis ini digunakan pada boang barung di irama I. Ketika bonang barung dipukul dengan teknik mipil lombo, bonang penerus menggunakan teknik mipil lados. b. Mipil Lados  Pola mipil jenis ini digunakan pada bonang barung di irama II. Ketika bonang barung dipukul dengan teknik mipil lados, bonang penerus menggunakan teknik mipil rangkep. 3. Teknik Imbal-imbalan Teknik ini merupakan pola pukul imbal yang dilakukan oleh sepasang bonang, yaitu Bonang barung dan bonang penerus. Biasanya teknik ini digunakan ketika penabuh gendang menabuh gandang ciblon, misalnya : Bonang barung Bonang penerus : 1. 3. 1. 3 : 2. 5. 2. 5

Judul: Tugas Seni Budaya

Oleh: Anna Cahyani


Ikuti kami