Tugas Kelompok Audit

Oleh Akuntansi M

159,3 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kelompok Audit

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena berhubungan erat denga siklus transaksi lainnya. Untuk perusahaan manufaktur, pembayaran, sedangkan tenaga kerja langsung masuk melalui siklus penggajian dan personalia. Siklus persediaan dan pergudangan berakhir saat barang dijual pada siklus penjualan dan penagihan. Persediaan dapat mengambil berbagai bentuk, tergantung pada jenis usaha perusahaan yang bersangkutan. Untuk usaha eceran dan perkulakan, persediaan terpenting adalah persediaan barang. Untuk rumah sakit, makan dan obat-obatan. Perusahaan manufaktur memiliki persediaan dan bahan baku, bahan lain untuk proses produksi, barang dalam proses manufaktur, dan barang jadi tersedia untuk dijual. Beberapa perusahaan manufaktur telah dipilih untuk ditampilkan disisni, walaupun kebanyakan prinsip dalam materi ini berlakku juga untuk jenis usahalain. Audit atas persediaan adalah bagian yang paling kompleks dan menghabiskan waktu dalam audit, karena hal-hal berikut : persediaan adalah bagian utama dalam neraca, dan sering kali merupakan akun tersbesar yang melibatkan modal kerja; persediaan dapat tersebar dibeberapa lokasi yang menyulitkan penghitungan dan pengedalian fisik, perusahaan menempatkan persediaannya sedemikian rupa untuk efisiensi produksi dan penjualan, tetapi penyebaran ini sering menimbulkan kesulitan audit yang besar; bermacam ragam persediaan menyulitkan auditor, baranng-barang seperti perhiasan, bahan kimia, suku cadang elektronik sering menyulitkan pengamatan dan penilaian; penilaian persediaan juga dipersulit oleh faktor keuangan dan perlunya mengalokasikan biaya manufaktur persediaan; ada beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima, tetapi klient harus memakai metode tersebut seacara konsisten dari tahun ke tahun, terlebih lagi, serinng perusahaan menggunakan metode penilaian persediaan yang berbeda untuk jenis persediaan yang berbeda . 1|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa fungsi bisnis dalam siklus dan dokumen dan pencatatan terkait ? 2. Bagaimana pengaruh e-commers terhdapa manajemen persediaan ? 3. Apa saja bagian dari audit persediaan ? 4. Bagaimana audit atas transaksi biaya ? 5. Bagaimana prosedur analitis ? 6. Bagaimana metodologi desain pengujian perinciaan saldo ? 7. Bagaimana audit penetapan harga dan kompilasi ? 1.3 Tujuan dan Manfaat a. Tujan 1. Untuk mengetahui apa fungsi bisnis dalam siklus dan dokumen dan pencatatan terkait. 2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh e-commers terhdapa manajemen persediaan. 3. Untuk mengetahui apa saja bagian dari audit persediaan. 4. Untuk mengetahui bagaimana audit atas transaksi biaya. 5. Untuk mengetahui bagaimana prosedur analitis. 6. Untuk mengetahui bagaimana metodologi desain pengujian perinciaan saldo. 7. Untuk mengetahui bagaimana audit penetapan harga dan kompilasi. b. Manfaat 1. Dapat mengetahui apa fungsi bisnis dalam siklus dan dokumen dan pencatatan terkait. 2. Dapat mengetahui bagaimana pengaruh e-commers terhdapa manajemen persediaan. 3. Dapat mengetahui apa saja bagian dari audit persediaan. 4. Dapat mengetahui bagaimana audit atas transaksi biaya. 5. Dapat mengetahui bagaimana prosedur analitis. 6. Dapat mengetahui bagaimana metodologi desain pengujian perinciaan saldo. 7. Dapat mengetahui bagaimana audit penetapan harga dan kompilasi. 2|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan BAB II PEMBAHASAN 2.1 Fungsi Bisnis Dalam Siklus dan Dokumen dan Pencatatan Terkait Persediaan memiliki banyak bentuk yang berbeda, tergantung pada sifat bisnisnya. Untuk bisnis ritel atau grosir, akun terbesar dalam laporan keuangan sering kali berupa persediaan barang dagang yang tersedia untuk dijual. Untuk mempelajari siklus persediaan dan pergudangan, kita akan menggunakan contoh perusahaan manufaktur, yang persediaannya mungkin meliputi bahan baku, suku cadang dan perlengkapan yang dibeli untuk digunakan dalam produksi, barang dalam proses manufaktur, dan abrang jadi yang tersedia untuk dijual. Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap sebagai terdiri dari dua sistem terpisah tetapi terkait erat, di mana yang satu melibatkan arus fisik bang dan yang lainnnya dengan biaya terkait. Enam fungsi bisnis akan membentuk siklus persediaan dan pergudangan.  Pemrosesan Pesanaan Pembelian Siklus persediaan dan pergudangan di mulai dengan akuisisi bahan baku untuk produksi. Pengendalian yang memadai atas akuisisi harus di lakukan untuk persediaan bahan baku ( bagi perusahaan manufaktur ) dan barang jadi (bagi pedagang). Permuntaan pembelian merupakan formulir yang di gunakan sebagai permintaan kepada departemen pembelian untuk memesan persediaan. Permintaan ini biasanya di awali oleh personel di bagian persedian ketika bahan baku di perlukan, secara otomatis bisa juga di awali oleh program komputer saat bahan baku mecapai tahap yang di tentukan, oleh pesanan atas bahan baku yang di perlukan karena pesanaan konsumen, atupun oleh oleh pesanan yang di dasarkan pada penghitungan bahan baku secara periodik.  Penerimaan Bahan Baku Penerimaan atasbahanbaku yang di pesan, yang merupakan bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran, mecakup pemeriksaan jumlah dan kualitas bahan baku yang di terima. Departemen penerimaan akan menyiapkan laporan penerimaan, yang menjadi bagian dari dokumentasi sebelum di lakukan pembayaran. Setelah di periksa, bahan baku di kirimkan ke 3|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan bagian penyimpanan, sedangkan salinan atas dokumen penerimaan barang atau notifikasi elektronik atas penerimaan barang di kirimkan kebagian pembeliaan, bagian penyimpanaan, dan utang dagang. Pengendalian dan pertanggung jawaban sangat di perlukan untuk seluruh pengiriman.  Penyimpanan Bahan Baku Saat diterima, bahan baku biasanya di simpan di bagian penyimpanan. Ketika departemen lain membutuhkan bahan baku utnuk produksi, personel yang bertanggung jawab menyerahkan surat permintaan atas pengadaan bahan baku, pesanan pekerjaan, atau dokumen dan notifikasi elektronik terkait yang mengindikasikan jenis dan jumlah bahan baku yang di perlukan. Dokumen permintaan tersebut di gunakan untuk di perbaharui berkas utama persediaan perpetual dan mencataat perpindahaan dari bahan baku keakun barang dalam proses. Pembaharuan ini terjadi secara otomatis bersamaan dengan manajemen persediaan yang terintergrasi dan sitem peranti lunak akutansi yang di terapkan.  Pemerosesan Produk Pemrosesan persediaan berfariasi di setiap perusahaan. Perusahaan menetukan barang jadi dan kuantitas produksi berdasarkan pesanan khusus dari konsumen, perkiraan penjualan, tingkat persediaan barang jadi yang di tentukan sebelumnya, dan aliran produksi ekonomis yang di jalankan. Setiap departemen produksi bertanggung jawab menelaah proses produksi yang terkomputerisasi dan laporan atas bahan sisa, yang akan memeberikan informasi kepada bagian akutansi untuk pencatatan pengiriman bahan baku dan penentuan biaya produksi. Sistem akutansi biyaya yang memadai merupakan bagian penting dari fungsi perosesan barang untuk seluruh perusahaan manufaktur. Terdapat dua sistem biaya : sitem biaya pesanan dan sistem biaya proses. Dalm sistem biaya pesanan, biaya di akumulasikan atas biaya setiap pekerjaan saat bahan baku di pakai dan biaya tenaga kerja muncul. Dalam sistem biaya proses, biaya di akumulasikan berdasarkan proses sehingga biaya unit per proses di bebankan pada produk saat produk memulai proses tersebut. Pencatatan akutansi biyaya terdiri atas berkas utama, lembar kerja, dan pelaporan yang mengakumulasikan bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead menggunakan sitem pesanaan atau proses, di mana biaya tersebut muncul. Saat pekerjaan atau produk di selesaikan, biaya terkait di pindahkan dari barang setengah jadi kebarang jadi berdasarkan laporan departemen produksi. 4|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan  Penyimpanan Barang Jadi Saat barang jadi diselesaikan, barang ditempatkan diruang penyimpanan untuk menunggu pengiriman. Perusahaan dengan pengendalian internal yang baik akan nyimpan barang jadi dengan pengendalian fisik yang terpisah dan diwilayah yang terbatas. Pengendalian atas barang jadi biasanya merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan.  Pengiriman Barang Jadi Pengiriman barang jadi merupakan bagian dari siklus penagihan. Dalam banyak transaksi penjualan, pengiriman bahan jadi menjadi pemicu dalam pengakuan puitang dagang dan penjualan dalam sistem akuntansi. Pengiriman barang jadi harus diotorisasi menggunakan dokumen yang disetujui . Bagi sebagian besr perusahaan, terdapat perpindahan fisik barang dalam perusahaan saat mereka memindahkan persediaan dari bahan baku ke barang setengah jadi dan ke barang jadi, seperti digambarkan pada gambar 1. Sama halnya dengan pengiriman barang jadi, otorisasi atas perpindahan persediaan dalam siklus persediaan dan pergudangan harus diotorisasi menggunakan dokumentasi yang memadai untuk memastikan perpindahan biaya antar akun persediaan dalam neraca.  Berkas Utama Persediaan Perpectual Pencatatan perpectual yang terpisah biasanya dilakukan untuk bahan baku dan barang jadi. Kebanyakan perusahaan tidak menggunakan perpectual untuk barang setengah jadi. Berkas utama persediaan perpectual biasanya mencakup informasi mengenai unit persediaan yang dibeli, dijual, dan disimpan. Untuk pembelian bahan buku, berkas utama persediaan diperbaharui secara otomatis saat pembelian persediaan diproses sebagai bagian dari catatan pembelian. Misalnya, ketikajumlah unit dan biaya unit setiap pembelian bahan baku dimasukkan dalam sistem komputer, informasi tersebut digunaan untuk memperbaharui berkas utama persediaan perpectual dengan jurnal akuisisi dan berkas utama utang dagang. Perpindahan bahan baku dari ruang penyimpanan hars dimasukkn secara terpisah ke komputer untuk memperbaharui pencacatan perpectual. Biasanya, hanya unit yang 5|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan dipindahkan yang perlu dimasukkan karena komputer menentukan biaya unit dari berkas utama. Berkas utama persediaan perpectual barang jadi mencakup jenis informasi yang sama dengan perpectual bahan baku, tetapi lebih kompleks jika biaya dimasukkan ke dalam unit. 2.2 Pengaruh E-Commers Terhdapa Manajemen Persediaan Manfaat utama internet untuk pengelola persediaan adalah untuk menyediakan informasi lengkap mengenal persediaan mereka berbasis realtin kepada rekan bisnis, diantaranya para pemasok dan pelanggan informasi mengenai jumlah yang disimpan, lokasi produk, dan data lainnya membantu para pemasok bekerja sama dengan manajemen untuk mengawasi aliran persediaan. Pelanggan biasanya meminta informasi langsung atas data persediaan, seperti informasi ketersediaan produk, status pengiriman dan pesanan, kualitas produk dan tingkat kepercayaan, dan spesifikasi kompatibilitasuntuk diintergrasikan dengan produk lainnya. Internet, seperti halnya lokal area net work (LAN) internal lainnya, juga membantu manajemen memantau laporan statis persediaan. Manajer menelusuri pergerakan barang didalam organisasi dengan mengakses informasi langsung tentang lokasi jenis persediaan yang dicari. Selain dengan kenyamanan yang ditawarkan, akses informasi tersebut meningkatkan resiko bisnis. Misalnya, penggunaan internet dan aplikasi e-commers meningkatkan resiko pelaporan keuangan jika akses basis data dan sistem tidak memadai untuk dikendalikan. 2.3Bagian Dari Audit Persediaan Keseluruhan dalam tujuan audit siklus persediaan dan pergudangan menyediakan kepastian bahwa laporan keuangan menyajikan informasi bahan baku, barang setengah jadi, persediaan barang jadi, dan harga pokok penjalan secara wajar. Audit atas siklus persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi 5 aktivitas yang berbeda yaitu : 1. Akuntansi dan pencatatan bahan baku, biaya tenaga kerja, dan overhead. 6|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan 2. Perpindahan internal atas aset dan biaya. 3. Pengiriman barang dan penctatan pendapatan dan biaya. 4. Pengamatan fisik atas persediaan. 5. Penetapan harga dan kompilasi persediaan.  Akuisisi Dan Pencatatan Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Overhead Bagian audit ini meliputi 3 fungsi pertama dalam gambar 2 yaitu pemrosesan atas pembelian pesanan, penerimaan bahan baku, dan penyimpanan bahan baku. Auditor mendapatkan pemahaman mengenai pengendalian internal atas ketika fungsi tersebut dan kemudian melakukan penngujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi baik untuk siklus akuisisi dan pembayaran dan siklus penggajian personalia.pengujian terhadap pengendalian akkuisisi bahan baku dan biaya manufaktur tersebut harus berjalan efektif dan transaksi akuisisi dinyatakan dengan benar. Bila tenaga kerja langsung merupakan bagian pentinng dalam persediaan manufaktur, maka auditor harus melakukan verifikasi proses akuntansi yang benar atas biaya ini dalam siklus penggajian dan personalia.  Pemindahan Aset Dan Biaya Pemindahan internal dalam persediaan meliputi fungsi keempat dan kelima dalam gambar 2 (arens, buku 2) pemrosesan barang dan penyimoana barang jadi. Klient membukukan aktivitas tersebut dalam pencatatan akuntansi biaya yang independendari siklus laindan diuji sebagai bagian dari audit siklus persediaan dan pergudangan.  Pengiriman Barang Dan Pencatatan Pendapatan dan Biaya Pencatatan pengiriman dan biaya terkait merupakan fungsi terakhir dalam gambar 2 oleh karena proses ini merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan, maka auditor harus medapatkan pemahaman dan menguji pengendalian internal atas pencatatan pengiriman sebagai bagian dari audit siklus ini termasuk prosedur dalam verifikasi akurasi kredit atas persediaan yang dicatat dalam berkas utama persediaan perpectual.  Pengamatan Persediaan Secara Fisik Auditor harus mengamati klient dalam menghitung persediaan fisik untuk menetukan apakah persediaan yang tercatat memang ada pada tanggal neraca dan dihitung dengan benar 7|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan oleh klient. Pemeriksaan fisik merupakan jenis bukti penting yang dapat digunakan untuk melakukan verifikaasi terhadap keberadaan dan penghitungan persediaan.  Harga Dan Kompilasi Persediaan Biaya yang digunakan untuk menilai persediaan harus diuji untuk menentukan apakah klient mengikuti metode persediaan yang sesuai dengan SAK dan konsisten dengan tahun tahun sebelumnya. Prosedur yang digunakan auditor untuk melakukan verifikasi biaya ini disebut pengujian harga. Sebagai tambahan, auditor harus melakukan pengujian kompilasi persediaan, yaitu pengujian untuk melakukan verifikaasi apakah penghitungan fisik dilakukan dengan benar, kuantitas dan harga persediaan menjabarkan dengan benar, dan persediaan tersebut dijumlahkan dengan benar untuk menghitung saldo buku besar. Gambar 3 (arens, buku 2 ) menunjukan kelima bagian dari audit siklus persediaan dan pergudangan. Oleh karena keterkaitan antara siklus persediaan dan pergudangan dengan siklus lainnya, maka beberapa bagian dariaudit akan sangat efektif apabila diuji bersama dengan pengujian audit siklus lainnya. Seperti dicatat dalam gambar 3 auditor menguji akuisisi dan melakukan pencatatan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead sebagai bagian dari audit siklus akuisisi dan pembayaran dan siklus penggajian dan personalia. Mereka juga menguji pengiriman barang dan mencatat pendapatan dan biaya terkait dengan audit siklus penjualan dan penagihan. Auditor perlu mempertimbangkan hasil pengujian tersebut dalam siklus lainnya untuk menentukan sifat dan lingkup pengujian substantif yang diperlukan dalam audit persediaan. 2.4 AUDIT ATAS AKUNTANSI BIAYA Sistem dan pengendalian tas akuntansi biaya bervariasi di setiap perusahaan. Lebih bervariasi dibandingkan dengan wilayah audit lainnya, karea jenis persediaan dan tingkat kemutahiran yang diinginkan manajemen sangat bervariasi. Misalnya, perusahaan yag memproduksi mesin pertanian dapat memiliki pencatatan akuntansi dan pengendalian internl yang sangat berbeda denngan produsen baja yang membuat dan memasang lmari besi pesanan.tentunya perusahaan kecil dengan pemilik yang secara aktif terlibat dalam proses produksi akan membutuhkanpencatatan yang lebih sederhana dibandingkan perusahaan besar yang menghasilkan bermacam-macam produk. 8|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan  Pengendalian Akuntansi Biaya Pengendalian akuntansi biaya adalah proses yang mempengaruhi persediaan fisik dan penelusuran biaya terkait sejak bahan bakudipesan ssampai barang selesai diproduksi dan dipindaahkan kepeyimpanan. Jenis pengendalian ini dipisahkan menjadi 2 (dua) kategori : 1. Pengendalian fisik atas bahan baku, barang setengah jadi, dan persediaan barang jadi 2. Pengendalian atas biaya terkait Untuk melindungi asset, banyak perusahaan secaraa fisik memisahkan dan membatasi akses ketempat penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi untuk mengendalikan pergerakan persediaan. Klien dapaat menggunakan dokumen bernomor urut untuk mengotorisasi pergerakan persediaan agar tidak terjaddi penyalahgunaan asset. Salinan atas dokumen tersebut harus dikirimkan langsung kebagian akuntansi oleh pihak yang menerbitkan, tanpa melalui personel yang bertanggunngjawabatas pengawasannya. Contoh dokumen yang efektif untk jenis ini adaalah permintaan bahan baku yang disetujui untuk dikeluarkan dari ruang penyimpanan. Pengendalian akuntansi biaya yang efektif lainnya dapat dilakukan dengan menyusun berkas utama persediaan perpetual yang dilakukan oleh personel yang mewakili wewenang atau akses asset, dengan alas an sebagai berikut : o Mereka melakukan pencatatan atas persedian yang ada, yang digunakan untuk memulai produksi atau pembelian tambahan bahan baku o Mereka mencatat pemakaian bahan baku dan penjualan barang jadi, yang dapaat ditelaah untuk mengetahui tingkat keusangan barang yang pergerakannya lambat o Mereka mencatat pertanggungjawaban atas pengamatan terhadap perbedaaan antara perhitungan fisik dan jumlah yang tertera didaftar perpetual  Pengujian atas Akuntansi Biaya Metodologi yang perlu diikuti auditor dalam memutuskan jenis pengujian yang akan dilaksanakan. Auditor perlu memperhatikan empat aspek dalam akuntansi biaya, yaitu: 1. Pengendalian fisik atas persediaan 2. Dokumen dan pencatatan dalam pemindahan persediaan 3. Berkas utama persediaan perpetual 9|Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan 4. Pencatatan biaya per unit Pengendalian fisik Pengujian auditor atas pengendalian fisik bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi hanya terbatas pada tindakan pengamatan dan tanya jawab. Diamati apakah gudang dikunci dan ditangani oleh pegawai yang kompeten. Auditor dapat meminta pengawas persediaan untuk menjelaskan tugas mereka terkait dengan pengawas persediaan. Jika auditor menyimpulkan bahwa pengendalian fisik tidak memadai dan persediaan akan sulit dihitung secara akurat, maka auditor harus memperluas pengamatan ke pengujian persediaan fisik untuk memastikan bahwa penghitungannya memadai. Dokumen dan Catatan Pemindahan Persediaan Perhatian utama auditor dalam hal pemindahan persediaan ialah apakah pemindahan yang dicatat benar terjadi, pemindahan yang terjadi telah dicatat, jumlah diskripsi dan tanggal transaksi dicatat dengan tepat. Pertama auditor memahami internal control, kemudian pengujian melalui pemeriksaan terhadap catatan dan dokumen dilakukan. Berkas Induk Persediaan Perpetual Pengujian atas berkas induk persediaan perpetual untuk mengurangi pengujian fisik atau mengubah sat pelaksanaannya dilakukan dengan pemeriksaan dokumen, yaitu dokumen untuk verifikasi pembelian bahan yang mendukung pengurangan persediaan bahan dan peningkatan barang jadi, pengurangan persediaan barang jadi. Pencatatan Biaya Per Unit Pencatatan akuntansi biaya yang memadai harus diintegrasikan dengan catatan produksi dan catatan akuntansi lain untuk mendapatkan biaya yang akurat untuk semua produk. Auditor harus memahami internal control, dan pengujian dilakukan sebagai bagian dari pengujian terhadap perolehan, penjualan dan penggajian. Pengalokasian overhead juga harus dievaluasi. 2.5 PROSEDUR ANALITIS Prosedur analitis adalah hal yang penting dalam audit persediaan dan pergudangan, saperti halnya dalam siklus lain. Tabel 1 menunjukkan beberapa prosedur analitis yang biasa dilakukan dan salah saji yang mungkin ditemukan saat terjadi fluktuasi. Sebagai tambahan dalam melakukan prosedur analitis yang menguji hubungan antara saldo akun persediaan dan akun laporan keuangan lainnya ( seperti ditunjukkan dalam figur 1 , auditor sering 10 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n menggunakan informasi non-keuangan untuk menilai kewajaran saldo – terkait persediaan). Setelah melakukan pengujian yang benar atas pencatatan akuntansi biaya dan prosedur analitis, auditor memiliki dasar untuk mendesain dan melakukan pengujian perincian saldo persediaan. TABEL 1 PROSEDUR ANALITIS UNTUK PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN Prosedur Analitis Membandingkan persentase laba dengan tahun-tahun sebelumnya Salah Saji yang Mungkin Terjadi kotor Lebih saji atau kurang saji atas persediaan dan harga pokok penjualan . membandingkan perputaran persediaan ( harga pokok penjualan dibagi dengan ratarata persediaan) dengan perputaran tahuntahun sebelumnya. Membandingkan biaya per unit persediaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Membandingkan perluasan nilai persediaan dengan tahun-tahun sebelumnya Membandingkan biaya manufaktur tahun berjalan dengan tahun-tahun sebelumnya ( biaya variabel harus disesuaikan bila ada perubahan volume) Persediaan usang yang mempengaruhi persediaan dan harga pokok penjualan. Lebih saji atau kurang saji atas persediaan. Lebih saji atau kurang saji atas biaya per unit yang mempengaruhi persediaan dan harga pokok penjualan. Salah saji dalam kompilasi, biaya per unit , atau perluasannya yang mempengaruhi persediaan dan hpp Salah saji atas biaya per unit persediaan, terutama biaya tenaga kerja langsung dan overhead manufaktur , yang mempengaruhi persediaan dan hpp 2.6 METODOLOGI DESAIN PENGUJIAN PERINCIAN SALDO Persediaan jenisnya bervariasi disetiap perusahaan, oleh karena itu pemahaman atas industri dan bisnis klien lebih penting dalam persediaan dibandingkan dalam area lainnya. Beberapa hal pokok yang harus dipertimbangkan auditor antara lain adalah metode penilaian persediaan yang dipilih manajemen, potensi keusangan persediaan, dan risiko tertukarnya barang konsinyasi dengan persediaan milik sendiri. Auditor pertama kali harus mengenali persediaan klien dengan melakukan pengecekan terhadap fasilitas penyimpanan klien, termasuk area penerimaan barang, penyimpanan, produksi, perencanaan, dan penyimpanan catatan. Pengecekan ini harus dipimpin oleh penyelia yang dapat menjawab pertanyaan mengenai produksi, terutama mengenai perubahan dalam pengendalian internal dan proses lain sejak tahun sebelumnya. 11 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n Oleh karena kompleksitas dalam persediaan, maka akan membahas dua aspek pengujian pengendalian untuk perincian saldo, pengamanan fisik dan penetapan harga dan kompilasi.  Pengamatan Fisik Atas Persediaan PSA 07 (SA 331) sekarang, mensyaratkan auditor untuk memeriksa efektifitas metode klien dalam perhitungan persediaan dan mendapatkan keyakinan dari klien atas kuantitas dan kondisi fisik persediaan. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, auditor harus : o Hadir pada saat klien menghitung persediaan untuk menentukan saldo akhir tahun o Mengamati prosedur perhitungan klien o Melakukan tanya jawab kepada klien tentang prosedur perhitungan mereka o Melakukan mengujian terpisah saat perhitungan fisik. Poin penting dalam persyaratan PSA 07 adalah adanya perbedaan antara orang yang melakukan pengamatan atas perhitungan fisik persediaan dan orang yang bertanggungjawab atas perhitungannya. Klien bertanggungjawab untuk menyusun prosedur perhitungan fisik akurat atas penyediaan dan membuat pencatatannya. Auditor bertanggungjawab mengevaluasi dan mengamati prosedur klien, termasuk melakukan pengujian perhitungn persediaan dan mengambil kesimpulan apakah persediaan fisik sudah memadai.  Pengendalian Atas Perhitungan Fisik Terlepas dari metode pencatatan persediaan, klien harus melakukan perhitungan fisik secara periodik atas persediaan, tetapi tidak perlu setiap tahun. Perhitungan fisik dapat dilakukan mendekati tanggal neraca, tanggal interim, atau berbasis siklus sepanjang tahun. Dua pendekatan terakhir dapat dilakukan jika terdapat pengendalian internal memadai atas berkas utama persediaan perpetual. Auditor perlu memahami pengendalian atas perhitungan fisik persediaan yang dilakukan klien sebelum perhitungan fisik dilakukan.  Keputusan Audit Keputusan audit atas pengamatan fisik persediaan sama dengan yang dilakukan pada area audit lainnya. Keputusan ini mencangkup dengan prosedur audit, penetapan waktu dilaksanakannya prosedur, penentuan jumlah sampel, dan pemilihan sampel untuk diuji. Tiga 12 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n keputusan terakhir akan dibahas berikut ini, dengan membahas prosedur audit yang memadai untuk itu. Penetapan Waktu Auditor menutuskan apakah perhitungan fisik dapat dilakukan sebelum akhir tahun, terutama dengan dasar akurasi berkas utama persediaan perpetual. Saat klien melakukan perhitungan interim, yang disetujui auditor bila pengendalian internal efektif, auditor pada saat itu melakukan pengamatan atas prhitungan persediaan dan menguji transaksi yang tercatat dalam pencatatan persediaan dari tanggal perhitungan hingga akhir tahun. Jumlah Sampel Jumlah jenis persediaan yang harus dihitung auditor sering kali sulit ditentukan karena auditor harus berkonsentrasi untuk mengamati prosedur klien agar memudahkan jumlah sampel dalam pengamatan fisik dapat diambil dari jumlah total jam yang dihabiskan, bukan jumlah jenis persediaan yang dihitung. Pemilihan Sampel Saat auditor melakukan pengamatan atas perhitungan persediaan, mereka harus berhati-hati dalam : o Mengamati perhitungan atas jenis persediaan yang signifikan dan sampel dari jenis persediaan tertentu. o Melakukan tanya jawab atas jenis yang mungkin usang atau rusak. o Mendiskusikan dengan manajemen alasan tidak dimasukkannya persediaan tertentu.  Pengujian Atas Pengamatan Fisik Bagian terpenting dalam pengamatan persediaan adalah menentukan apakah perhitungan fisik yang dilakukan sesuai dengan intruksi klien. Agar dapat dilakukan secara efektif, maka auditor perlu hadir pada saat perhitungan dilakukan. Saat personil yang menghitung tidak menjalankan intruksi, auditor harus menghubungi penyelia personil tersebut agar menyelesaikan persoalan ini atau memodofikasi prosedur pengamatan. Misalnya, jika prosedur mengharuskan satu tim menghitung persediaan dan tim kedua menghitung kembali untuk menguji akurasinya, maka auditor harus menginformasikan kepada manajemen jika kedua tim ini bekerja bersama-sama. 13 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n 2.7 AUDIT PENETAPAN HARGA DAN KOMPILASI  Pengendalian Harga dan Kompilasi Pengendalian biaya per unit yang terintegrasi dengan produksi memberikan kepastian bahwa klien menggunakan penetapan biaya yang wajar untuk menilai persediaan akhir. Pencatatan biaya standar berguna untuk mengevaluasi kewajaran biaya produksi jika manajemen selalu memperbarui prosedur terkait perubahan dalam produksi dan biaya. Untuk mencegah persediaan yang sudah usang dimasukkan dalam perhitungan atau lebih saji, klien harus melakukan telaah formal dan pelaporan atas persediaan yang sudah usang, pergerakannya lambat, rusak atau lebih saji, juga lakukan pengendalian internal atas kompilasi persediaan untuk memastikan penghitungan fisik driringkas dengan benar dan penetapan harganya sama dengan pencatatan, dijumlahkan dengan benar, dan dimasukkan dalam berkas utama persediaan perpetual dan akun buku besar terkait dalam jumlah yang benar.  Prosedur Penetapan Harga dan Kompilasi Auditor dapat menggunakan informasi yang diperolah dari klien sebagai kerangka referensi, termasuk deskripsi masing-masing persediaan, jumlah, harga per unit, dan nilai perluasannya. Adapun tujuan audit dan pengujian terkait atas penetapan harga dan kompilasi persediaan, dengan pencatatan terpisah antara bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi. Total dari daftar ini harus sama dengan saldo buku besar.  Penilaian Persediaan Auditor harus memperhatikan tiga hal, Pertama, metodenya harus sesuai dengan SAK. Kedua, penerapan metode harus konsisten dari tahun ke tahun. Ketiga, biaya persediaan versus harga pasar harus dipertimbangkan. Dalam verifikasi penetapan harga persediaan bergantung pada barang yang dibeli atau diproduksi.  Penetapan Harga atas Persediaan yang Dibeli 14 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n Dalam penilaian persediaan yang dibeli, auditor harus menetukan apakah klien menggunakan LIFO, FIFO, rata-rata tertimbang, atau metode penilaian lainnya. Auditor harus menentukan biaya-biaya yang dimasukkan dalam penilaian suatu jenis persediaan. Setelah itu, auditor harus berfokus pada persediaan dengan nilai besar dan produk yang harganya berfluktuasi. Auditor juga harus mendata jenis persediaan untuk diverifikasi atas penetapan harga dan meminta faktur vendor kepada kliaen, lalu memeriksa faktur yang memadai untuk memperhitungkan seluruh akun persediaan atas jenis yang diuji, terutama yang menggunakan metode penilaian FIFO. Terakhir, auditor harus menguji biaya per unit tercatat dalam pencatatan perpetual ke faktur vendor sebagai bagian dari pengujian transaksi siklus dan pembayaran.  Penetapan Harga Persediaan yang Diproduksi Dalam menetapkan harga persediaan yang diproduksi, auditor harus mempertimbangkan biaya per unit atas bahan baku dan jumlah unit yang diperlukan dalam memproduksi setiap unit output. Auditor juga harus memeriksa faktur vendor atas berkas utama persediaan perpetual, lalu memeriksa spesifikasi rancangan, memeriksa produk yang selesai dibuat, atau menemukan metode sejenis untuk menentukan jumlah unit yang diperlukan untuk membuat satu unit produk. Dalam hal tenaga kerja langsung, auditor harus melakukan verifikasi biaya per jam atas tenaga kerja dan jumlah jam kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit output. Auditor dapat menetukan jumlah jam kerja untuk memproduksi barang dari spesifikasi rancangan atau sumber serupa. Dalam overhead manufaktur, auditor harus mengevaluasi metode yang digunakan untuk menguji konsistensi dan kewajaran dan menghitung kembali biaya untuk menentukan apakah biaya overhead sudah benar. Jika klien memiliki pencatatan biaya standar, maka metode yang tepat untuk menentukan penilaian adalah dengan menalaah dan menganalisis selisih.  Biaya Perolehan atau Harga Pasar Dalam menetukan biaya Harga Perolehan Persediaan, auditor harus mempertimbangkan nilai realisasi bersih yang lebih kecil daripada biaya historis. Lalu, auditor dapat menguji biaya penggantian dengan memeriksa faktur vendor pada periode jeda atau faktur terakhir yang jika tidak terdapat pembeliaan persediaan setelah akhir tahun. 15 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n Auditor pun harus mempertimbangkan nilai penjualan persediaan dan kemungkinan dampak fluktuasi harga untuk menemukan nilai realisasi, dimana kemungkinan keusangan saat mengevaluasi persediaan. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Audit atas persediaan adalah bagian yang paling kompleks dan menghabiskan waktu dalam audit, karena hal-hal berikut :  Persediaan adalah bagian utama dalam neraca, dan seringkali merupakan akun terbesar yang melibatkan modal kerja.  Persediaan dapat terbesar di beberapa lokasi yang menyulitkan perhitungan dan pengendalianfisik. Perusahaan menempatkan persediaannya sedemikian rupa untuk efesiensi produksi dan penjualan, tetapi penyebaran ini sering menimbulkan kesulitan auditor yang besar.  Bermacam ragam persediaan juga menyulitkan auditor. Barang-barang seperti perhiasan, bahan kimia, suku cadang elektronik sering menyulitkan pengamatan dan penilaian.  Penilaian persediaan juga dipersulit oleh faktor keusangan dan perlunya mengalokasikan biaya manufaktur ke persediaan.  Ada beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima, tapi klien harus memakai metode tersebut secara konsisten dari tahun ke tahun terlebih lagi sering perusahaan menggunakan metode penilain persediaan yang berada untuk jenis persediaan yang berbeda. 3.2 Saran Mudah-mudahan dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca tentang Audit Atas Siklus Persediaan dan Pergudangan. Harapan penulis dengan adanya makalah ini juga agar dapat membantu pembaca untuk memahaminya, 16 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n walaupun mungkin kurang komprehensif, namun dengan begitu diharapkan dapat membantu seperlunya. Terima kasih. DAFTAR PUSTAKA Arens, Elder dan Beasley, 2005 , Jasa Audit dan Assurance Pendekatan Terpadu (Adaptasi Indonesia), Jakarta: Salemba Empat. 17 | A u d i t S i k l u s P e r s e d i a a n d a n P e r g u d a n g a n

Judul: Tugas Kelompok Audit

Oleh: Akuntansi M

Ikuti kami