Gender {tugas Ii]

Oleh Tiara Mesias

21 KB 2 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Gender {tugas Ii]

Norma-norma gender atau harapan-harapan berbasis gender dalam perilaku perempuan dideskripsikan melalui tindakan yang termasuk pemeliharaan, Perempuan sering pengasuhan, diikutsertakan dan dalam perdamaian. gerakan-gerakan perdamaian pada saat terjadi konflik antar negara maupun konflik dalam negeri. Gerakan-gerakan perdamaian tersebut seperti aksi unjuk rasa, pidato di depan publik, serta boikot politik dan ekonomi. Gerakan-gerakan politik perempuan yang saat ini cenderung terbuka dihadapan umum dapat diartikan sebagai penentangan terhadap norma-norma gender yang sudah mengakar pada masyarakat. Pada masa kini, perempuan-perempuan juga berperan sebagai kombatan dengan turut berpartisipasi dalam peperangan (state-sanctioned violence) sebagai anggota militer maupun sebagai anggota kelompok pemberontak, organisasi paramiliter, milisi, dan bahkan sebagai pelaku bom bunuh diri (non-state sanctioned violence). Perempuan juga mudah dipengaruhi ideologi baru oleh pria dan dengan menikahi mereka secara tidak langsung para perempuan itu pun ditarik ke arah fundamentalisme. Dari representasi tersebut, ketika para suaminya yang merupakan anggota dari kelompok ekstremis Islam dibunuh, para perempuan pun melakukan aksi bunuh diri sebagai upaya balas dendam dimana aksi sekitarnya. itu turut Sehingga melenyapkan sangat jelas nyawa bahwa orang lain keputusan di yang dilakukan oleh perempuan bukan merupakan keputusan dari mereka sendiri, namun lebih merupakan keputusan yang dibuat oleh para suami mereka. Hal yang harus lebih diperhatikan bukan mengenai aksi bom bunuh diri yang akhir-akhir ini banyak dilakukan oleh perempuan sebagai bentuk ekspresi politik, namun lebih kepada minimnya perhatian yang ditujukan kepada perempuan yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut. Menggunakan kekerasan sebagai alat tindakan politik atau aktivisme bukanlah menganggap menyalurkan bahwa pilihan cara ekspresi baru bagi tersebut politik perempuan. dapat mereka digunakan terhadap Mereka untuk pemerintah. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa aksi kekerasan merupakan satu-satunya cara perempuan untuk bisa terlibat dalam politik. Hal tersebut menyatakan bahwa perempuan tidak hanya menjadi korban kekerasan dan perang, tetapi juga memiliki lembaga (meskipun otonomi lembaga dibatasi) untuk ikut berperan dalam kegiatan politik yang meliputi aktivisme perdamaian, perlawanan tanpa kekerasan, dan kekerasan politik.

Judul: Gender {tugas Ii]

Oleh: Tiara Mesias

Ikuti kami