Tugas Makalah Biologi

Oleh Herlan Hermangsa Saputra

130,2 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Makalah Biologi

Tugas Makalah BIOLOGI Yang Dibuat Oleh: 1. Herlan 2. M.farhan 3. Ryan Afriansyah Bab 2: Keanekaragaman Hayati B. Ekosistem Darat Ekosistem darat meliputi area yang sangat luas yang disebut BIOMA. Terdapat 7 macam bioma di bumi, yaitu: 1. Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropis terdapat di wilayah khatulistiwa, misalnya di lembah sungai Amazon. Hutan hujan tropis memiliki ciri-ciri abiotik sebagai berikut. a. Curah hujan sangat tinggi, antara 200-450 cm/tahun. b. Matahari bersinar sepanjang tahun dengan suhu lingkungan antara 2130 celcius. 2. Sabana Sabana merupakan padang rumput yang diselingi pohon-pohon. 3. Padang Rumput Padang rumput terdapat di daerah tropis hingga beriklim sedang, misalnya di Amerika Selatan, Australia,Hongaria, dan Rusia Selatan. 4. Gurun Gurun merupakan padang luas yang tandus karena hujan sangat jarang turun di daerah tersebut. 5. Hutan Gugur Hutan gugur terdapat di daerah yang mengalami empat musim(panas, semi, dingin, gugur). 6. Taiga Taiga terdapat di daerah antara subtropis dan kutub, misalnya Amerika Utara, Alaska. 7. Tundra Tundra merupaka bioma yang paling dingin. Bioma tundra dibedakan atas 2 macam, yaitu Tundra arktik dan Tundra alpin. III. Keanekaragaman Hayati Indonesia a. Kekayaan Flora, Fauna, dan Mikroorganisme di Indonesia Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas. Menurut Indonesian Center For Biodiversity And Biotechnology (ICBB), meskipun luas daratan indonesia hanya 1,3 % dari total luas daratan di dunia, tetapi banyak spesies di dunia yang hidup di indonesia. b. Penyebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia 1. Penyebaran Flora Indonesia Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filiphina, Indonesia, dan Papua Nugini.Contoh Penyebaran Flora di indonesia ada di dataran Sunda antara lain tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae, contohnya pohon keruing. 2. Penyebaran Fauna Indonesia Penyebaran fauna Indonesia dipengaruhi oleh aspek geografi dan peristiwa geologi benua Asia dan Australia. a. Kawasan Indonesia bagian barat Jenis Fauna kawasan Indonesia bagian barat, antara lain harimau, macan tutul, gajah, badak jawa, dan lain-lain. b. Kawasan peralihan Jenis fauna kawasan peralihan antara lain anoa pegunugan, anoa dataran rendah, komodo, dan lain-lain. c. Kawasan Indonesia bagian timur Jenis fauna kawasan indonesia bagian timur, antara lain kanguru pohon, walabi kecil, ular sanca hijau dan lain-lain. 3. Fungsi dan Manfaat Keanekaragaman Hayati Di Indonesia Keanekaragaman Hayati di Indonesia memiliki fungsi, yang dijelaskan sebagai berikut. a. Keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan b. Keanekaragaman hayati sebagai sumber obat-obatan c. Keanekaragaman hayati sebagai sumber kosmetik d. Keanekaragaman hayati sebagai sumber sandang e. Keanekaragaman hayati sebagai sumber papan f. Keanekaragaman hayati sebagai aspek budaya IV. Menghilangnya Keanekaragaman Hayati Menghilangnya keanekaragaman hayati di suatu wilayah dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini. 1. Hilangnya Habitat Daftar Merah IUCN(International Union For Conservation of Nature) menunjukkan bahwa hilangnya habitat yang diakibatkan manajemen pertanian dan hutan yang tidak berkelanjutan menjadi penyebab terbesar hilangnya keanekaragaman hayati. 2. Pencemaran Tanah, Udara, dan Air Zat pencemar(polutan) adalah produk buangan yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Polutan tersebut dapat mencemari air, tanah, dan udara. Bebearapa polutan berbahaya bagi organisme. 3. Perubahan Iklim Salah satu penyebab perubahan iklim adalah pencemaran udara oleh gas karbon dioksida ( CO2) yang menimbulkan efek rumah kaca yang menimbulkan pemanansan suhu udara. 4. Eksploitasi Tanaman dan Hewan Eksploitasi yang berlebihan dapat menyebabkan kepunahan spesiesspesies tertentu, apalagi bila tidak diimbangi dengan usaha pengembangbiakannya. 5. Adanya Spesies Pendatang Masuknya spesies dari luar ke suatu daerah seringkali mendesak spesies lokal yang sebenarnya merupakan spesies penting dan langka di daerah tersebut. 6. Industrialisasi pertanian dan hutan Para petani cenderung menanam tumbuhan atau memelihara hewan yang bersifat unggul dan menguntungkan, sedangkan tumbuhan dan hewan yang kurang unggul dan kurang menguntungkan akan disingkirkan. V. Usaha Pelesatarian Keanekaragaman Hayati Penurun keanekaragaman hayati dapat dicegah dengan cara melakukan pelestarian (konservasi) keanekaragaman hayati.Tujuan Konservasi Keanekaragaman hayati adalah menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai penyangga kehidupan. Konservasi dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Konservasi insitu Adalah usaha konservasi yang dilakukan di habitat aslinya, yaitu mendirikan cagar alam dan lain-lain. 2. Konservasi eksitu Adalah usaha pelestarian yang dilakukan di luar habitat aslinya, yaitu taman safari dan lain-lain.  Cagar Biosfer adalah kawasan dengan ekosistem terestrial dan pesisir yang melaksanakan konservasi biodiversitas melalui pemanfaatan ekosistem yang berkelanjutan. VI. Klasifikasi Makhluk Hidup Klasifikasi Makhluk Hidup adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu yang dimilikinya. Cabang ilmu biologi yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut TAKSONOMI. A. Dasar-Dasar Klasifikasi 1. Klasifikasi Sistem Alamiah Adalah Klasifikasi untuk membentuk takson-takson yang bersifat alamiah(sesuai kehendak alam). 2. Klasifikasi Sistem Artifisial ( BUATAN ) Adalah klasifikasi untuk tujuan praktis, misalnya berdasarkan kegunaannya. 3. Klasifikasi Sistem Filogenetik Adalah Klasifikasi didasarkan pada jauh dekatnya hubungan kekerabatan antarorganisme atau kelompok organisme, dengan melihat kesamaan ciri morfologi, struktur anatomi, fisiologi, dan etologi (perilaku). 4. Klasifikasi Sistem Modern Adalah Klasifikasi yang dibuat berdasarkan hubungan kekerabatan organisme(filogenetik), Ciri-ciri gen atau kromosom, serta ciri-ciri biokimia. B. Tingkatan Takson dalam Klasifikasi Tingkatan Takson adalah Tingkatan unit atau kelompok makhluk hidup yang disusun mulai dari tingkat tertinggi hingga tingkat terendah. 1. Kingdom(Kerajaan) atau Regnum(Dunia) Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi dengan jumlah anggota takson terbesar. 2. Phylum(Filum) atau Divisio(Divisi) Filum digunakan untuk takson hewan, sedangkan divisi digunakan untuk takson tumbuhan. 3. Classis(Kelas) Anggota takson pada setiap filum atau divisi dikelompokkan lagi berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. 4. Ordo(Bangsa) Anggota Takson pada setiap kelas dikelompokkan lagi menjadi beberapa ordo berdasarkan persamaan ciri-ciri yang lebih khusus. 5. Familia(Familia/Suku) Anggota Takson setiap ordo dikelompokkan lagi menjadi beberapa famili berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. 6. Genus(Marga) Anggota takson setiap famili dikelompokkan lagi menjadi beberapa genus berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu yang lebih khusus. 7. Species(Spesies/Jenis) Spesies merupakan tingkatan takson paling dasar atau terendah. 8. Variates atau Ras Pada organisme-organisme satu spesies terkadang masih ditemukan perbedaan ciri yang sangat jelas, sangat khusus atau bervariasi sehingga disebut variates(KULTIVAR) atau ras.Variates dibagi menjadi 2, yaitu: 1. Variates secara botani Adalah populasi tanaman dalam satu spesies yang menunjukkan perbedaan ciri yang jelas. 2. Variates secara agronomi Adalah sekelompok tanaman yang memiliki satu atau lebih ciri khas yang dapat dibedakan secara jelas dan ciri tersebut dapat dipertahankan bila dikembangbiakkan secara vegetatif(aseksual) maupun secara generatif(seksual). C. Sistem Tata Nama Makhluk Hidup Setiap jenis makhluk hidup diberikan nama ilmiah. Contoh penulisan nama ilmiah: 1. Glycine max Merr atau Glycine max Merr ( kedelai ). Merr adalah nama deskriptor (E.D. Merrill). 2. Vicia faba L atau Vicia faba L (Buncis). L merupakan singkatan dari Linnaeus. D. Perkembangan Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem Klasifikasi makhluk hidup selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Contoh sistem klasifikasi yang pernah digunakan secara internasional, yaitu: 1. Sistem 2 Kingdom Yaitu: Plantae dan Animalia 2. Sistem 3 Kingdom Yaitu: Protista, Plantae, dan Animalia 3. Sistem 4 kingdom Yaitu: Monera, Protista, Plantae, dan Animalia 4. Sistem 5 kingdom Yaitu: Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia 5. Sistem 6 Kingdom Yaitu: Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. 6. Sistem 8 Kingdom Yaitu: Archaebacteria, Eubacteria,Archezoa, Protozoa,Chromista, Fungi, Plantae, dan Animalia. 7. Sistem 3 Domain Domain adalah suatu tingkatan taksonomi di atas kingdom. 3 Domain Yaitu: Archaea, Bacteria, adan Eukarya ( Eukariota). E. Identifikasi Makhluk Hidup      Dalam Melakakukan identifikasi diperlukan hal-hal berikut: Pengetahuan tentang klasifikasi makhluk hidup Buku referensi ( Pustaka ) atau sumber referensi lainnya Pedoman atau kunci determinasi Gambar organisme yang sudah diketahui dan telah memiliki nama Spesimen acuan (berupa organisme yang diawetkan). Kunci determinasi adalah petunjuk praktis untuk mengindentifikasi dan menklasifikasikan suatu organisme ke dalam suatu tingkatan takson tertentu.

Judul: Tugas Makalah Biologi

Oleh: Herlan Hermangsa Saputra

Ikuti kami