Sejarah Indo

Oleh Arifah Handayani

151,8 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Sejarah Indo

PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA Pembimbing : Edi suharto S.Pd Disusun Oleh : Anisa Dien Rahmawati ( 15/ XI IIS 1 ) SMA NEGERI 1 GEMOLONG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga karya tulis yang berjudul Makalah Perkembangan Pers di Indonesia. Karya tulis sederhana ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dari guru. Dalam penyelesaian karya tulis ini, penulis memperoleh bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1.Bapak Edi Soeharto selaku guru Sejarah Wajib di SMA Negeri 1 gemolong , yang telah memberikan dorongan dan bantuan dalam penulisan karya tulis ini. 2. Orang tua kami yang telah memberikan dukungan dan bantuan material dalam pembuatan karya tulis ini, serta 3. Teman-teman XI IIS 1 dan pihak lain yang turut mendukung kami dan memberi motivasi kepada kami. Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan karya tulis ilmiah ini. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan penulis terima dengan senang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi penulis agar kelak penulis dapat membuat dengan lebih baik lagi. Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan pembaca pada khususnya serta dapat membantu meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita dalam membangun bangsa Indonesia tercinta ini. Gemolong, November 2014 penulis MOTTO                           Ketekunan dapat membalikkan keadaan dari kegagalan menjadi keberhasilan Buku adalah jendela dunia Waktu tidak akan pernah kembali lagi, jadi manfaatkanlah dengan baik Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana Jerih payah yang disertai kesabaran tidak akan berjalan dengan sis-sia Anak yang bijak mendatangkan suka cita bagi orang tuanya dan orang lain Ilmu mendatangkan hikmah dan kebenaran Sahabat adalah malaikat yang diturunkan Allah dari langit untuk kita Manis jangan segera ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan Dalam keadaan-keadaan yang sulit kita harus tetap tenang Tabahkanlah hatimu dalam menghadapi cobaan, karena ketabahan merupakan kunci keberhasilan Dimana ada kemauan, disitulah ada jalan Allah lebih kuat daripada musuh kita yang terkuat Allah selalu menyediakan pertolongan bagi orang-orang yang jujur, sabar, ikhlas, iman & taqwa Hadir terlambat memang lebih baik dari pada tidak hadir sama sekali tetapi bila berkali-kali adalah suatu kecerobohan Sejarah bukan hanya rangkaian cerita, ada banyak pelajaran, kebanggan dan harta didalamnya Cara terbaik untuk keluar dari suatu persoalan adalah memecahkannya Kalau hari ini kita menjadi penonton, bersabarlah menjadi pemain esok hari Ceroboh dan tidak bisa menahan emosi adalah sikap yang bisa berakibat fatal Setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah bila dikerjakan tanpa keengganan Siapa yang kalah dengan senyum, dialah pemenangnya Berusahalah jangan sampai terlengah walau sedetik saja, karena atas kelengahan kita tak akan bisa dikembalikan seperti semula Manusia tak selamanya benar dan tak selamanya salah, kecuali ia yang selalu mengoreksi diri dan membenarkan kebenaran orang lain atas kekeliruan diri sendiri Janganlah larut dalam satu kesedihan karena masih ada hari esok yang menyongsong dengan sejuta kebahagiaan Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya,bekerjalah untuk akhiratmu seakan engkau besok tiada Bersemangatlah terhadap apa-apa yang bermanfaat bagimu,mohonlah pertolongan Allah dan jangan pernah merasa lemah DAFTAR ISI Halaman Judul.................................................................................................................i Kata Pengantar.................................................................................................................ii Motto................................................................................................................................iii Daftar Isi..........................................................................................................................iv BAB I Pendahuluan.........................................................................................................1 A. Latar Belakang.....................................................................................................1 B. Rumusan Masalah................................................................................................1 C. Tujuan .................................................................................................................1 BAB II Isi.........................................................................................................................2 A. B. C. D. Pengertian Pers.....................................................................................................2 Fungsi Pers...........................................................................................................2 Peranan Pers.........................................................................................................3 Perkembangan Pers..............................................................................................4 BAB III Penutup..............................................................................................................5 A. Kesimpulan..........................................................................................................5 B. Saran....................................................................................................................5 Daftar Pustaka..................................................................................................................6 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Istilah pers tidak asing terdengar di telinga kita semua, berbicara tentang pers berarti akan menyangkut aktivitas jurnalistik. Terkadang istilah pers, jurnalistik, dan komunikasi massa menjadi tercampur baur dan saling tertukar pengertiannya. Apabila pers merupakan salah satu bentuk komunikasi mass, maka jurnalistik merupakan kegiatan untuk mengisinya . Beberapa ahli politik berpendapat bahwa pers merupakan kekuatan keempat dalam sebuah negara setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Pendapaat tersebut sekiranya tidak berlebihan karena kenyataannya pers dapat menciptakan/membentuk opini masyarakat luas, sehingga mampu menggerakkan kekuatan yang sangat besar. Dalam era demokratisasi ini, pers telah merasakan kebebasan sehingga peranan dan fungsi pers dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat. Pada masa reformasi ini, kebebasan pers telah di buka lebar-lebar. Pers mendapatkan kebebasan untuk melakukan kritik social terhadap pemerintah. Pers bebas untuk bergerak dalam melakukan pemberitaan. Meskipun bebas, tetapi pers tetap bertanggung jawab dalam pemberitaannya. Pemerintah pun tetap melakukan control terhadap kebebasan pers dalam kehidupan sehari-hari. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah fungsi dan peranan pers ? 2. Bagaimanakah perkembangan pers di Indonesia ? 3. Bagaimanakah maksud pers yang bebas dan bertanggung jawab ? C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui fungsi dan peranan pers. 2. Untuk mengetahui perkembangan pers di Indonesia. 3. Untuk mengetahui maksud pers yang bebas dan bertanggung jawab. BAB II ISI A. PENGERTIAN PERS Pada hakikatnya pers merupakan suatu lembaga kemasyarakatan. Pers tidak dapat dipisahkan keterlibatannya dalam perkembangan segala aspek kehidupan baik dalam bidang-bidang politik, ekonomi, dan social budaya masyarakat di mana pers tumbuh dan berkembang. Secara harfiah, pers berasal dari kata pers ( belanda ), atau press ( inggris ), atau presse ( prancis ) . dalam bahasa latin, pers berasal dari pressare dari kata premere yang berarti tekan atau cetak. Istilah pers sering diartikan sebagai surat kabar atau majalah. Secara umum, pers berarti segala usaha dari alat-alat komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan anggota masyarakat akan hiburan, berita, dan informasi. Dalam buku“ sejarah dan perkembangan pers Indonesia ” dinyatakan bahwa pers memilik idua pengertian secara luas dan secara sempit. Secara luas pers berarti semua media massa( radio, televise, film, surat kabar, majalah, dan lain-lain ), sedangkan secara sempit adalah surat kabar, majalah, tabloid, atau buletin. Dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang pers, pengertian pers adalah lembaga social dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik ataupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. B. FUNGSI PERS Secara umum fungsi pers dapat di perinci sebagai berikut :  Pemberi informasi Masyarakat dapat membeli, berlangganan, atau meminjam untuk mendapatkan informasi tentang beberapa hal.  Pendidikan Pers memuat tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.  Hiburan Pemberitaan pers terkadang berisi artikel yang bersifat hiburan, seperti berbentuk cerita pendek, cerita bergambar, teka-teki silang, dan karikatur.  Kontrol social Kontrol social sebaga isikap pers dalam melaksanakan fungsinya terhadap perseorangan atau kelompok dengan tujuan memperbaiki tulisan.  Pembentuk opini public Pers dikonsumsi masyarakat luas, maka pers akan mampu menciptakan opini, pendapat, atau pandangan tentang sesuatu. Opini bersifat subjektif karena pandangan atau penilaian seseorang dengan orang lain selalu berbeda. Meskipun faktanya sama, namun ketika beropini, antara orang satu dengan yang lain memperlihatkan adanya perbedaan.  Pencipta wahana demokratisasi Pemerintah dapat menyampaikan informasi atau mensosialisasikan kebijakan- kebijakan yang diambil. Dengan hubungan timbal-balik yang demikian ini, maka pers sangat berperan dalamm endidik dan mengarahkan warga masyarakat untuk berdemokrasi dan menciptakan wahan demokratisasi. C. PERANAN PERS Berdasarkan UU No. 40 1999, pers nasional mempunyai peranan sebagai berikut :  Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan informasi.  Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hokum dan hak asasi manusia, serta menghormati kebinekaan.  Mengembangkan pendapat umum berdasarkan inforamasi tapat, akurat, dan benar.  Melakukan pengawasan, kritik koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.  Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. D. PERKEMBANGAN PERS  Pers Indonesia pada masa Penjajahan Belanda Pada tahun 1907, golongan kaum ningrat (priyayi) memelopori terbitnya persnasional, yakni mingguan medan prijaji. Pemimpin redaktur nya adalah R.M. Tirtoa disuryo. Sesuai dengan namanya mulai tahun 1910, medan prijaji terbit sebagai harian. Pertumbuhan pers diawasi dengan ketat karena dikhawatirkan merugikan kebijakan politik pemerintah penjajah. Pemerintah penjajah (Belanda) merasa ketentuanketentuan pidana dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan artikelartikel tambahan KUHP, belum cukup memadai mengendalikan pers. Selanjutnya,diterbitkan aturan Persbreidel Ordonantie, yaitu aturan atau undangundang tentang penghentian penerbitan pers. Aturan ini akan diberlakukan terhadap surat kabar dan sejenisnya yang pemberitaannya dinila imembahayakan pemerintahan penjajah.  Pers Indonesia pada masa penjajahan jepang Pers masa ini mengalami kemunduran. Pers di paksa untuk mendukung kepentingan jepang. Akhirnya, pers hanya digunakan semata-mata sebagai alat pemerintah jepang. Hanya ada satu surat kabar yang terbit (secara illegal), yaitu Berita Indonesia. Surat kabar ini penerbitnya di pelopori oleh SoeadiTahsin (pelajar Kenkoku Gakunkin). Penyebarluasan Berita Indonesi aini bertujuan untuk mengimbangi propogan dapemerintah penjajah Jepang yang disiarkan melalui Berita Goenseikanbu, surat kabar milik pemerintah yang difungsikan untuk mendukung dan menyebarluaska kebijakan politi pemerintah penjajah. Surat kabar ii intinya berisi propagandapropaganda Jepang agar rakyat Indonesia bersedia membantu jepang dalam perangnya melawan tentara serikat.  Pers Indonesia Revolusi mempertahankan Kemerdekaan Pada masa revolusi mempertahankan kemerdekaa Indonesia, konsentrasi perjuangan bangsa diarahkan untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia. Setelah pengakuan kedaulatan oleh pemerintah Hindia Belanda, Indonesia memasuki era zaman demokrasi liberal. Pers Indonesia kembali mengalami pertumbuhan dan mencari corak nya masing-masing. Pada masa pergolakan di daerah-daerah ada surat kabar yang dinilai pemberitaannya berpihak atau simpati pada kaum pemberontak. Misalnya Koran Indonesia Raya dinilai dekat dengan Kol. Zulkifli Lubis, yang dipandang sebagai pemimpin pemberontak ansi Sumatra. Pendek kata, pers Indonesia pada masa itu benar-benar merasakan kebebasannya.  Pers Indonesia pada masa Orde Lama Pada masa Orde Lama, dengan prinsip demokrasi terpimpin pemerintah menetapkan asas Manipol Usdek, pers atau penerbitan yang tidak mencantumkan Manipol Usdek dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya dan tidak mendukung kebijaksanaan pemerintah akan dilarang terbit atau di beredel. Pers pada masa itu harus tegas dan jelas menyuarakan aspirasi politik tertentu.  Pers Indonesia pada masa Orde Baru Masa ini adalah masa kepemimpinan presiden soeharto. Pada masa Orde Baru diterbitkan UU No. 11 Tahun 1966 tentang ketentuan-ketentuan pokok Pers, yang kemudian diubah dengan UU No. 4 Tahun 1967, dan selanjutnya diubah UU No. 21 1982, yang pada prinsipnya mengikat dan mengendalikan kebebasan pers. Dewan Pers pada siding Pleno XXV di Surakarta pada tanggal 7 -8 Desember 1984 menetapkan pers pancasila yang dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memperkuat status politik pemerintah Orde Baru  Pers Indonesia padamasa Era Reformasi Pada masa ini, pers Indonesia memperoleh kebebasan. Akibatnya banyak bermunculan pers baru. Pada masa ini dikeluarkan UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers.Kenyataan sejarah menunjukkan peranan pers dalam mendukung perjuangan bnagsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang bersatu, merdeka, dan mengisi kemerdekaan, membangun memajukan kehidupan bangsa dan negaranya. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dari pembahasan diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa : 1. Fungsi dan peranan pers yaitu memberikan layanan terhadap hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai demokrasi dan mendorong terwujudnya demokratisasi, mendorong tegaknya supremasi hukum,dan tegaknya jaminan HAM. Pers juga berperan mengembangkan pendapat umum berdasar informasi yang tepat, akurat, dan benar. 2. Perkembangan pers di Indonesia terbagi atas enam periode yaitu pers Indonesia pada masa penjajahan belanda, penjajahan jepang, masa revolusi mempertahankan kemerdekaan, masa Orde Lama, masa Orde Baru, dan Masa Reformasi, dimana proses perkembangannya sangat beragam. 3. Pers yang bebas dan bertanggung jawab adalah Pers bebas untuk berkarya dan berekspresi, tetapi harus dapat dipertanggungjawabkan. Dalam praktiknya bertanggung jawab diartikan sebagai bertanggung jawab kepada pemerintah. B. SARAN Saran penulis adalah agar masyarakat dapat mengetahui tentang fungsi dan peranan pers dalam menjalankan tugasnya, dan agar masyarakat juga mengetahui bahwa dalam kerja pers juga diikat oleh Undang-undang dan tidak bekerja dengan semena-mena. Masyarakat harus tahu bahwa pers memikul tanggung jawab atau beban yang sangat berat. DAFTAR PUSTAKA http://lpunrt.blogspot.com/2012/03/makalah-pers.html#axzz2ICUmjAsT http://lpunrt.blogspot.com/2012/03/makalah-pers.html#ixzz3Js47cA4D

Judul: Sejarah Indo

Oleh: Arifah Handayani

Ikuti kami