Tugas Multikriteria 1

Oleh Rachmat Ramadano

113,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Multikriteria 1

Nama Anggota Kelompok : 1. Rachmat ramadano (122100094) 2. Teguh Efik Setyawan ( Contoh Persoalan Multikriteria : 4.2. Penentuan Kompetensi Inti Kabupaten Tangerang Penentuan Sektor dan Sub sektor unggulan Kabupaten Tangerang dilakukan berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik (BPS). Data ini dipelajari dengan seksama sehingga kemudian dapat dipilih bahwa sektor unggulan dari Kabupaten Tangerang adalah Industri Pengolahan. Setelah diperoleh Sektor unggulan, kemudian ditentukan Sub sektor unggulan Kabupaten Tangerang. Penentuan Sub sektor unggulan ini juga dilakukan dengan mempelajari data BPS sehingga diperoleh bahwa industri yang memberikan nilai tambah terbesar adalah industri kimia dan barang-barang dari kimia, industri kulit dan barang dari kulit serta alas kali, industri mesin dan perlengkapannya, dan industri tekstil. Tahap selanjutnya dari keempat subsektor industri tersebut kemudian akan ditentukan industri yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Tangerang. Penentuan Sub sektor industri unggulan ini menggunakan metode AHP (Analythic Hierarchy Process). Dimana subsektor industri tadi merupakan alternatif-alternatif yang harus dipilih berdasarkan beberapa kriteria. Adapun pembentukan kriteriakriteria ini didasarkan pada rumusan dari Departemen Perindustrian dan diskusi dengan pakar (expert). Pada penelitian ini dilakukan pengolahan terhadap 40 pendapat pakar sebagai responden. Industri yang dipertimbangkan adalah industri kimia, industri mesin, industri tekstil dan industri kulit. Bentuk struktur hierarki yang ada pada kasus pemilihan kompetensi inti menggunakan 10 kriteria, yaitu : (1) Kontribusi terhadap pengembangan daerah; (2) Dampak sosial dan pemerataan pendapatan; (3) Ketersediaan sumberdaya manusia; (4) Infrastruktur; (5) Prospek nilai tambah; (6) Tingkat daya saing; (7) Pemasaran; (8) Nilai lokalitas; (9) Kondisi geografis; dan (10) Dukungan kebijakan dan kelembagaan. Pada pengolahan data dilakukan perhitungan nilai rataan geometris untuk mendapatkan data tunggal dari 40 jawaban. Penggunaan rataan geometrik dilakukan untuk menyatakan bahwa pendapat antar pakar/responden benar-benar tersebar secara independen. Adapun rumus yang digunakan adalah: G = (data 1 x data 2 x data 3 x data 4 x ..... x data 40) ^ (1/40) .................................. (1) Berikut ini adalah hasil perhitungan tersebut: Dalam melakukan perhitungan menggunakan metode AHP, diperlukan langkah-langkah penyelesaian agar sistematis dan memudahkan proses pengerjaannya. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan sebagaimana disajikan oleh Al-Harbi (2001) : 1. Membandingkan tiap kriteria terhadap masing-masing industri 2. Menghitung vektor prioritas 3. Menghitung max 4. Menghitung Indeks Konsistensi 5. Menyeleksi nilai yang tepat dari Rasio random konsistensi 6. Mengecek apakah nilai akhir yang didapat (Rasio Konsistensi) konsisten atau tidak. 7. Menghitung prioritas keseluruhan dari tiap industri yang dibandingkan. 8. Memilih industri unggulan Urutan pengerjaan di atas akan sangat membantu memudahkan peneliti dalam melakukan pengolahan data menggunakan AHP. Berikut ini adalah hasil perhitungan AHP untuk tiap kriteria yang dibandingkan. A. Kriteria 1 : Kontribusi terhadap pengembangan daerah Diperoleh nilai = 4.016, CI = 0.005 RI = 0.9, CR = 0.006 max B.Kriteria 2 : Dampak Sosial dan Pemerataan Pendapatan Diperoleh nilai = 4.001, CI = 0.000 RI = 0.9, CR = 0.000 C. Kriteria 3: Ketersediaan Sumberdaya manusia Diperoleh nilai = 4.025, CI = 0.008 RI = 0.9, CR = 0.009 max D. Kriteria 4 : Infrastruktur Diperoleh nilai = 4.033, CI = 0.011 RI = 0.9, CR = 0.012 max E. Kriteria 5 : Prospek nilai tambah Diperoleh nilai = 4.030, CI = 0.010 RI = 0.9, CR = 0.011 max F. Kriteria 6 : Tingkat daya saing Diperoleh nilai = 4.012, CI = 0.004 RI = 0.9, CR = 0.005 max G. Kriteria 7 : Pemasaran Diperoleh nilai = 4.024, CI = 0.008 RI = 0.9, CR = 0.009 max H. Kriteria 8 : Nilai lokalitas Diperoleh nilai = 4.025, CI = 0.008 RI = 0.9, CR = 0.009 max I. Kriteria 9 : Kondisi geografis Diperoleh nilai = 4.022, CI = 0.007 RI = 0.9, CR = 0.008 max J. Kriteria 10 : Dukungan kebijakan dan kelembagaan Diperoleh nilai = 4.012, CI = 0.004 RI = 0.9, CR = 0.004 max Kemudian semua kriteria tersebut dibandingkan satu sama lainnya, diperoleh nilai = 10.713, CI = max 0.081, RI = 1.49, dan CR = 0.054 Selanjutnya dihitung bobot total dari masing-masing kriteria Industri kimia = (0.089 x 0.159) + (0.114 x 0.129) + …… + (0.0135 x 0.152) = 0.153 Industri kulit = 0.089 x 0.235) + (0.114 x 0.263) + …… + (0.0135 x 0.257) = 0.235 Industri Mesin = 0.089 x 0.241) + (0.114 x 0.227) + …… + (0.0135 x 0.225) = 0.224 Industri Tekstil = 0.089 x 0.365) + (0.114 x 0.381) + …… + (0.0135 x 0.366) = 0.396 Dari perhitungan di atas, maka dapat dipilih industri unggulan di Kabupaten Tangerang dengan urutan prioritas berikut ini : Prioritas 1. Industri Tekstil (0.396) Prioritas 2. Industri Kulit dan barang dari kulit serta alas kaki (0.235) Prioritas 3. Industri Mesin dan perlengkapan dari mesin (0.224) Prioritas 4. Industri Kimia (0.153) Sumber : www.anakui.com Penjelasan : Setelah mencermati Persoalan multikriteria yang ada di dalam penggalan artikel kami menyimpulkan bahwa pemerintah kabupaten Tanggerang memiliki banyak industri unggulan di daerah mereka , Pemerintah Tanggerang menggunakan metode keputusan multikriteria untuk mencari industri unggulan di daerah mereka sehingga mereka dapat membuat terobosan di sektor industri yang belum menjadi unggulan atau mempertahankan industri yang menjadi unggulan. Contoh Persoalan Multikriteria : Judul Artikel : PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI KRITERIA DALAM PEMILIHAN VENDOR ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN PENDEKATAN RISK MANAGEMENT DAN ANALYSIS NETWORK PROCESS (ANP) (STUDI KASUS : PT. ALSTOM PESI SURABAYA) Alat Pelindung Diri (APD) digunakan sebagai pilihan terakhir untuk meminimalis resiko kecelakaan kerja. PT. Alstom melibatkan pekerjaan-pekerjaan yang memiliki resiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, maka dari itu menurut Undang-undang Keselamatan dan Kesehatan kerja No. 1 Tahun 1970 perusahaan wajib menyiapkan APD untuk pekerjanya. Pengambilan keputusan perusahaan dalam memilih APD yang akan digunakan pekerja, masih belum didasarkan dengan pengambilan keputusan yang bersifat komlpleks tanpa disesuaikan dengan identifikasi hazard dan proses pemilihan vendor yang tepat. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode Risk Management untuk menentukan resiko dari setiap hazard yang ada pada workshop, sehingga kebutuhan APD dapat diidentifikasi dengan baik. Hasil dari identifikasi kebutuhan APD salah satunya akan dijadikan sebagai objek untuk memilih prioritas vendor yang akan dipilih. Pemilihan vendor ini menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Ada 29 mesin yang akan menjadi objek dari peneltian ini, Setelah dilakukan penilaian resiko, didapatkan total resiko terbesar adalah pada mesin gerinda. Dari hasil penilaian resiko pada mesin gerinda, diketahui APD yang dibutuhkan adalah helmet, ear plug, face shield, work jacket, harness, gloves, dan safety shoes. Dari ke 7 APD tersebut diambil salah satu untuk menentukan kriteria dalam memilih vendor yang paling tepat sesuai dengan keinginan perusahaan. Dari hasil penerapan metode ANP, didapatkan prioritas vendor nomor 1 adalah PT. Berkat Keselamatan Dunia, nomor 2 adalah PT. Sumber Keselamatan Kerja, nomor 3 adalah PT. Kartini Utama, dan nomor 4 adalah PT.Dunia Safetindo. Sumber : http://digilib.its.ac.id Penjelasan : Menurut kami dalam artikel di atas , Perusahaan yang dimaksud mengambil keputusan multikriteria dengan cara menjadikan mesin-mesin yang ada di perusahaan menjadi objek penelitian untuk mengetahui resiko-resiko yang dapat ditimbulkan dari setiap mesin sehingga Alat pelindung diri dapat diketahui yang pas dipakai jika mesin memiliki resiko kecelakaan yang besar dan yang tidak. Contoh keputusaan Multikriteria : Seorang manajer harus mengambil keputusan Ketika perusahaannya mengalami Penurunan

Judul: Tugas Multikriteria 1

Oleh: Rachmat Ramadano

Ikuti kami